Oktober 2017 ~ KIM Cipedes

REFLEKSI RIDWAN KAMIL UNTUK PEMUDA


KIM Cipedes, Sumatera.
Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil merayakan Hari Sumpah Pemuda Ke-89 bersama para pecinta petualangan alam terbuka di Eiger Flagship Store, Jalan Sumatera No. 23 Bandung, Sabtu (28/10/2017).

Ia sekaligus menyapa para pendaki yang tengah berada dalam Ekspedisi 28 Gunung gagasan Eiger, sebuah brand asal Bandung yang fokus pada penyediaan perlengkapan petualangan alam terbuka, melalui telewicara.

Ridwan menyemangati para pendaki yang pada pukul 10.00 Wib secara serentak di 28 puncak gunung di Indonesia membacakan teks Sumpah Pemuda. Pembacaan tersebut mencatatkan rekor MURI sebagai “Pembacaan Teks Sumpah Pemuda secara Serentak di Kawasan Gunung Indonesia Terbanyak."

Pada momentum Sumpah Pemuda ini, Ridwan mengajak para pemuda untuk merefleksikan diri. Menurutnya, ada satu energi besar yang mampu membangkitkan semangat para pemuda, yaitu keyakinan. "Saya merefleksikan satu hal ternyata energi hidup kita namanya adalah keyakinan. Setelah dicari kata apapun, itu jawabannya. Saya yakin Indonesia bisa maju, saya yakin Bandung bisa juara, saya yakin masyarakat bisa bahagia," tuturnya.
Keyakinan itulah yang membuatnya tetap maju menjalankan program-programnya meskipun selalu ada tantangan di hadapannya. Ia lantas mengajak pemuda untuk tidak pantang menyerah demi memajukan negeri ini.

"Kenapa pemuda? Kalau anak-anak, logika belum sampai. Kalau orang tua, fisik sudah tidak mampu. Tapi pemuda adalah manusia dewasa, punya logika, dan secara fisik masih prima," imbuhnya.

Hal itulah, menurutnya, yang membuat pergerakan bangsa ini lebih didominasi oleh pemuda. Maka pemuda pulalah yang hari ini akan terus membangun bangsa.

Ridwan menyampaikan, Indonesia diprediksi akan menjadi negara nomor tiga terhebat di dunia pada tahun 2045 dengan syarat salah salah satunya adalah pemuda yang kompetitif. Syarat lainnya adalah pertumbuhan ekonomi di atas 5%, dan stabilitas sosial politik saat proses demokrasi.

"Maka dari itu, jadilah pemuda yang turun tangan, bukan tunjuk tangan. Jadilah pemuda yang mencari solusi bukan pemuda yang suka memaki-maki, jadilah pemuda yang bekerja keras, bukan yang suka lewat jalan pintas," pesan Ridwan. Tim Red
Share:

Karta Rajawali Unit 09 Kel. Cipedes Raih 2 Piala Kirab Budaya



Bandung, kimcipedes.com - Berkat kekompakan Tim Kesenian Karang Taruna (Karta) Rajawali Unit 09 Kelurahan Cipedes raih 2 Piala Kirab Budaya Se-Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Kategori Kedua piala yang diraih Kelurahan Cipedes ini adalah Juara Kirab Budaya Terbaik dan Juara Seni Budaya Penampilan Group Kesenian Reog Karang Taruna Rajawali Unit 09 Kelurahan Cipedes.

Aksi panggung Seni Reog Karang Taruna Rajawali Unit 09 mendapat dukungan dari Kasi Pemerintahan Kelurahan Cipedes, Asep Drajat yang juga sempat naik keatas panggung berguyon dengan para pemain seni Reog.

Kirab Budaya Se-Kecamatan Sukajadi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 89 yang diselenggarakan oleh KNPI dan Karang Taruna Kecamatan Sukajadi, bertempat Jl. Setrawangi RT. 05 RW. 02 Kelurahan Sukagalih Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, Sabtu, 28/10/2017

Ketua KNPI Kecamatan Sukajadi, Andi mengatakan syukur Alhamdulillah kegiatan Kirab Budaya se Kecamatan Sukajadi berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Antusias warga terlihat setiap Kelurahan di Kecamatan Sukajadi mengirimkan utusan Tim Keseniannya dalam mengikuti Kirab Budaya. Setiap perlombaan tentu ada yang menang kalahnya tergantung dari penilaian para juri,” ungkap Andi ketika ditemui KIM Cipedes seusai penyerahan Piala Kirab Budaya Se-Kecamatan Sukajadi, Sabtu, 28 Oktober 2017.

Andi mengutarakan penampilan pelaku seni budaya yang tampil pada kirab ini semuanya bagus-bagus. Kami selaku Panitia mengucapkan terima kasih kepada Camat Sukajadi, Polsek Sukajadi, Danramil, Lurah Se-Kecamatan Sukajadi, Bank BJB Cabang Djundjunan, Indosat, ormas/OKP, dan para pelaku seni yang telah berpartisipasi mendukung kegiatan Kirab Budaya Se-Kecamatan Sukajadi serta permohonan maaf kami, jika dalam kegiatan ini terdapat kekurangan,” pungkas Andi.

Ketua Karang Taruna Rajawali Unit 09 Kelurahan Cipedes, Agustine mengungkapkan hari ini Kelurahan Cipedes meraih 2 piala Kirab Budaya Se – Kecamatan Sukajadi. Piala yang kita raih ini mengobati kerja keras Tim karang Taruna Rajawali Unit 09. Kesuksesan yang kita raih ini merupakan kesuksesan warga Kelurahan Cipedes, khususnya RW 09,” ungkap Agustine yang baru 2 bulan menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Rajawali Unit 09.

Sementara itu, Ketua RW 09 Kelurahan Cipedes, Suherman S bangga atas prestasi Karang Taruna Rajawali Unit 09 yang mampu meraih 2 piala Kirab Budaya Se-Kecamatan Sukajadi. Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa mampu bersaing dengan kelurahan Se-Kecamatan Sukajadi. “Saya sangat mengapresiasi kekompakan pemuda/i RW 09, diharapkan Pemuda/i RW 09 ini selalu solid, rukun dan bahu membahu dalam setiap kegiatan. Kekompakan merupakan kunci sukses dalam meraih satu tujuan,” tutur Suherman.

Hal serupa juga diungkapkan Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH, acungan jempol dan selamat kepada Karang Taruna Rajawali Unit 09 yang telah mengharumkan nama Kelurahan Cipedes dengan meraih 2 Piala Kirab Budaya Se-Kecamatan Sukajadi. Semoga ini menjadi semangat bagi Karang Taruna Rajawali Unit-unit lainnya di Kelurahan Cipedes untuk terus berkarya dengan berbagai inovasi,” harap Dedi.

Diakhir-akhir acara mendekati waktu ba’da Magrib, aksi Embe Renggong memukau warga semakin yang berkerumun didepan panggung Kirab Budaya. Edwandi
Share:

KIRAB BUDAYA SE - KECAMATAN SUKAJADI DALAM RANGKA HSP KE 89

Sukajadi, kimcipedes.com - Warga berbondong-bondong dan sangat antusias menyaksikan Kirab Budaya Se Kecamatan Sukajadi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke 89, bertempat di Jl. Setrawangi RT. 05 RW. 02 Kelurahan Sukagalih Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, Sabtu, 28/10/2017.

Kegiatan Kirab Budaya ini dihadiri oleh Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan, Perwakilan Polsek Sukajadi, Perwakilan Danramil, Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH., Lurah Sukagalih, Asep Sahri, S.Sos, Lurah Sukawarna, Ajat Sudrajat, SE, Lurah Pasteur, Kuniya, dan Lurah Sukabungah, Suherman, SE. Nampak hadir juga Ketua RW. 09 Kel. Cipedes, Suherman S yang selalu mensuport Tim Seni Budaya Karang Taruna Rajawali Unit 09 dalam mensukseskan kegiatan Kirab Budaya ini.

Ketua Penyelenggara Kirab Budaya Se Kecamatan Sukajadi, Andi mengatakan tujuan dari kegiatan Kirab Budaya ini dalam rangka melestarikan seni dan budaya leluhur yang mulai terkikis dengan semakin berkembang teknologi dibidang IT. Oleh karena itu, Peringatan Hari Sumpah Pemudah ke 89 ini kita gelar kirab budaya dengan menampilkan kreasi seni budaya masyarakat Kecamatan Sukajadi, seperti, lengser, rampak pencak silat, rampak pencak single, jaipongan, rampak jaipongan, arumba, pop sunda, rampak sekar, degung, hadroh, kasidah, reog, gondang, angklung interaktif, calung dan embe renggong. Andi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya giat Kirab Budaya Se Kecamatan Sukajadi,” ungkap Andi yang juga Ketua KNPI Kecamatan Sukajadi.

Sementara itu, Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan mengatakan hari ini kita bersilaturahmi antar warga se kecamatan Sukajadi. Saya mengapresiasi terselenggaranya Kirab Budaya Se Kecamatan Sukajadi dalam upaya melestarikan seni budaya Sunda. Semoga kedepannya kegiatan ini semakin maju dengan bersatunya pemuda-pemudi se Kecamatan Sukajadi, sehingga dapat memperkokoh persatuan, kekompakan dalam mewujudkan dan membangun jiwa sosial masyarakat,” ujar Yudi. @Edwandi
Share:

Launching Aplikasi Sehat, Kolaborasi Memajukan Kesehatan di Kota Bandung

Bandung, kimcipedes.com - Kota Bandung terus memberikan sistem pelayanan yang baik dalam bidang kesehatan. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat bisa mengaksesnya secara mudah dan cepat.

Hal tersebut dikemukakan oleh Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil pada acara Peresmian Kerjasama Klinik Utama Priangan Medical Center (PMC) dengan BPJS Kesehatan Kota Bandung dan launching aplikasi SEHAT (Sistem Elektronik Aplikasi Rujukan Terpadu) Powered by DOCTA di Graha Surya Priangan, Sabtu (21/10/2017).

Lanjutnya, dengan cara melakukan edukasi maka masyarakat pun akan lebih paham bagaimana kesehatan bisa terjaga. "Oleh karena itu, dengan kolaborasi antara BPJS dengan pihak klinik utama PMC diharapkan bisa lebih efisien memberikan pelayanan untuk masyarakat,"tuturnya.

Ditambahkan Ridwan, kompleksitas kesehatan seperti itu menurutnya hal yang baik, karena dengan kerjasama, dirasakannya singkat dan mudah dilakukan ketika masyarakat membutuhkan. "Jadi jaman sekarang itu harus menjemput bola, masyarakat ingin kita memperhatikan sebaik mungkin. Jika hal itu terus dilakukan maka khusus masyarakat Bandung Insya Allah sehat dengan adanya perhatian yang signifikan,"ujarnya.

Ditambahkan Ridwan, salah satu contoh yaitu dengan adanya program Layad Rawat, ketika warga sakit butuh konsultasi, maka kita langsung mendatangi warga. Itu salah satu tujuan cepat tanggap demi kesehatan. "Program seperti ini harus kita pertahankan, dengan memberikan inovasi dan edukasi kepada masyarakat, Insya kota Bandung masyarakatmya sehat lahir batin,"tutur Ridwan.

Dirinya berharap kasih sayang dan perhatian yang baik merupakan kunci utama agar masyarakat sehat sejahtera. "Maka dari itu terus wujudkan kesehatan yang prima untuk kota Bandung yang sehat,"ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan (Diryan) BPJS Kesehatan Ermaya menyampaikan, BPJS kesehatan melakukan kerjasama dengan klinik utama Priangan Medical Center merupakan kolaborasi untuk memajukan kesehatan di kota Bandung. Kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi di layanan primer. "Jadi permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat, bisa kami layani sebaik mungkin,"tutur Ermaya.

Nantinya, semua orang dapat jadwal kontrol, hari maupun bulan yang sudah terjadwal. "Jadi manfaatnya untuk pasien yaitu tidak perlu menunggu untuk diperiksa,"tuturnya.

Sementara itu, untuk Aplikasi SEHAT (Sistem Elektronik Aplikasi Rujukan Terpadu) yaitu Aplikasi rujukan dari dokter umum ke dokter spesialis. "Jadi dokter yang menangani pasien bisa mengetahui bahwa pasiennya harus dirujuk atau tidak,"tuturnya.

Ditambahkan Ermaya, hal tersebut dilakukan agar mengurangi surat rujukan ke rumah sakit yang cukup mengeluarkan biaya besar. "Insyaallah dengan sistem ini, para dokter bisa memberikan rujukan sebaik-baiknya untuk kesehatan masyarakat,"pungkasnya. ***
Share:

Kepala SMA Negeri 8 Bandung, Agung Indaryanto : Sekolah Wadah Menempa Karakter Siswa

Agung Indaryanto - Kepala SMAN 8 Bandung
Bandung, kimcipedes.com - Pendidikan di sekolah tidak hanya berperan untuk menambah pengetahuan tetapi juga menumbuhkan karakter. Oleh karena itu, sekolah perlu secara kreatif memberikan metode pendidikan yang efektif.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 8 Bandung Agung Indaryanto kepada murid-murid di sekolahnya. Ia tak memungkiri bahwa setiap anak adalah spesial. Mereka memiliki keistimewaan masing-masing, pun dengan masalah masing-masing.

Banyak guru yang berjuang untuk mendidik muridnya, tapi ada pula yang menyerah pada mereka yang bermasalah. Agung termasuk orang yang ingin membuat sekolah sebagai wadah untuk menempa karakter. Ia tidak begitu saja menyerah menangani anak-anak yang bermasalah.

Pada bulan Juli lalu, ia bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung dan TNI menggelar program Pendidikan Bela Negara kepada 101 anak didik bermasalah di sekolahnya. Mereka diberi pendidikan langsung oleh TNI di SECAPA Kota Bandung selama tiga hari.

"Saya percaya bahwa tidak ada anak yang nakal. Mereka hanya unik, beberapa punya masalah. Di sanalah sekolah hadir untuk memberikan arahan," tutur Agung dalam Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Kamis (26/10/2017).

Ia menjelaskan, ada anak yang malas, ada pula yang punya masalah keluarga, dan tak sedikit yang salah masuk lingkungan pergaulan. Mereka inilah yang harus mendapat pembinaan. "Guru-guru lain sudah menyerah, mereka hampir tidak naik kelas. Tapi saya punya kebijakan anak ini harus kita bina. Pada saat rapat pleno saya membela mereka habis-habisan," katanya.

Selama tiga hari itu, anak-anak diberi pendidikan dan pelatihan oleh para pakar. Mereka dilatih kepatuhan, kedisiplinan, dan kepercayaan diri. Hasilnya, para siswa kini bisa lebih mampu mengendalikan dirinya dan berubah ke arah yang positif. Bahkan ada yang berani menjadi pemimpin upacara. "Sebenernya anak itu tidak ada nakal. Hanya tinggal bagaimana kita memberi kepercayaan pada mereka sehingga timbul kepercayaan diri mereka," ujarnya. ***
Share:

KOLABORASI SINERGIS PEMKOT BANDUNG & RUMAH YATIM TANGKAS KEMISKINAN

Bandung, kimcipedes.com - Persoalan Kemiskinan yang ada di Kota Bandung menjadi tanggung jawab semua, untuk itu Kolaborasi antara instrumen perlu terjalin dengan harmonis untuk mengurangi kemiskinan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial dalam acara Program kepedulian Sosial yang digagas Rumah Yatim yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung Melalui Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis)

"Alhamdulillah hari ini saya bersyukur kepedulian terhadap sesama ditunjukan oleh berbagai pihak, persoalan Kemiskinan menjadi tanggung jawab kita bersama bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dengan anggaran yang terbatas," tuturnya di Kantor Dinsosnangkis Jalan Sindang Sirna, Kamis, (26/10/17).

Mang Oded kemudian mengapresiasi lembaga - lembaga sosial khususnya Rumah Yatim yang sinergis dengan pemerintah kota Bandung untuk menanggulangi kemiskinan yang ada di kota Bandung, ia menilai selama ini Kolaborasi lembaga Charity dengan Pemerintah Kota Bandung berjalan Harmonis.

"Saya kira selama ini kerjasama pemerintah dengan Lembaga Charity yang ada berjalan Harmonis, saya berterima kasih kepada Rumah Yatim yang satu visi dengan pemerintah Kota Bandung untuk menanggulangi kemiskinan" jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial dan Kemiskinan Kota Bandung Tono Rusdiantoni menjelaskan Program Kepedulian Sosial yang berkerjasama dengan Rumah Yatim ini akan diterima sekitar 300 orang Warga Pra Sejahtera. "Bantuan ini akan diterima sekitar 300 orang warga berupa bantuan sembako dan pelayanan kesehatan gratis bagi warga yang tidak mampu" tandasnya.

Tono kemudian menambahkan berbagai program penganggulan kemiskinan akan terus diupayakan oleh Dinsosnangkis bekerjasama dengan berbagi SKPD terkait tak hanya berbentuk materi tetapi pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, dan sebagainya.***
Share:

PEMKOT BANDUNG SOSIALISASIKAN 2 WEBSITE BARU

M. Taufik Hidayat
Bandung, kimcipedes.com - Inovasi pembangunan ala Kota Bandung dihadirkan dengan sentuhan teknologi. Terutama dalam memberikan keterbukaan terhadap informasi dan aksea terhadap program pemerintah. Masalahnya, pemerintah kota tinggal perlu mensosialisasikan kepada masyarakat agar manfaatnya bisa terasa.

Kepala Subbagian Bina Potensi dan Daya Saing Bagian Ekonomi Setda Kota Bandung M. Taufik Hidayat mengemukakan dua website pemerintah yang punya manfaat langsung ke masyarakat, yakni tjsl.bandung.go.id dan wub.bandung.go.id.

Website TJSL atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan merupakan portal yang mempertemukan perusahan dan masyarakat yang membutuhkan dana CSR. Di website itu, perusahaan memberikan informasi keberadaan CSR perusahaannya. Warga pun bisa mengajukan proposal melalui web yang sama. "Karena tidak semua pembangunan bisa diakomodasi dengan dana APBD. Jadi kita sediakan fasilitas itu untuk pengadaan dana lain di luar APBD," tutur Taufik dalam Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Kamis (26/10/2017).
Taufik menambahkan, web tersebut sebetulnya sudah berjalan sejak dua tahun yang lalu. Hanya saja, pasca perubahan SOTK Kota Bandung, pemerintah kota harus merestrukturisasi SDM sehingga ada beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan.

Website kedua, wub.bandung.go.id, adalah portal untuk menjaring para pengusaha baru di Kota Bandung. WUB adalah singkatan dari Wira-Usaha Baru. Di dalamnya terdapat informasi berbagai pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh lima SKPD di Kota Bandung.

Kelima SKPD tersebut adalah Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah, Dinas Pangan dan Pertanian, serta Dinas Tenaga Kerja. "Selain bisa dapat informasi pelatihan, warga juga bisa langsung daftar di website itu. Tinggal pilih ingin ikut pelatihan apa, waktunya kapan, bisa langsung daftar," ujar Taufik.

Website WUB baru akan diluncurkan oleh pemerintah kota dalam waktu dekat. Taufik mengatakan, belum ada tanggal pasti kapan peluncuran akan dilakukan. "Peluncurannya akan berbarengan dengan pengukuhan Forum Pengembangan Kewirausahaan Kota Bandung, kita tinggal tunggu jadwal dari wali kota," terangnya.

Forum Pengembangan Kewirausahaan Kota Bandung ini adalah wadah yang melibatkan lima stakeholder percepatan pengembangan kewirausahaan. Lima stakeholder itu antara lain pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan sektor swasta. ***
Share:

Walikota Bandung Bawakan Kue Ultah Untuk Rachel

Bandung, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil mengunjungi Rachel Herliani (11), korban kekerasan anak, di kediamannya Jl Lebak RT 3 RW 5 Kelurahan Kebon Waru Kec. Batununggal, Kota Bandung, Kamis (26/10/2017).

Rachel duduk bersama orang tua dan adiknya di sebuah kamar berukuran tak lebih dari 3x4 meter yang dijadikan sebagai rumah kontrakan orang tuanya. Ia tampak masih mengenakan perban di wajahnya, sisa perawatan yang dijalaninya di rumah sakit.

Rachel merupakan korban kekejaman nenek tirinya yang mencelupkan wajah bocah kelas 5 SD tersebut ke dalam wajan yang berisi minyak goreng panas, di kediaman neneknya, di Kampung Celak, Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat.

Pada kunjungannya, Ridwan membawakan kue berbentuk Mickey Mouse sebagai hadiah ulang tahun (Ultah) Rachel yang jatuh pada tanggal 28 Oktober mendatang, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Rachel terlihat sangat senang bisa merayakan ulang tahunnya, meskipun dua hari lebih cepat, dengan orang nomor satu di Kota Bandung. "Kebetulan mau ulang tahun, jadi kami bawa kue untuk sedikit rasa bahagia ada Pak Wali," ucapnya.

Selain membawakan kue, Ridwan juga menyerahkan surat kependudukan bagi Rachel dan keluarga sebagai tanda bahwa mereka telah menjadi warga Kota Bandung. "Karena sudah jadi warga Bandung, maka hak-hak kesejahteraan sosialnya kami berikan, sekolah gratis kesehatan gratis dan lain-lain. Kami bantu perawatan rutinnya rawat jalan," ungkap Ridwan usai kunjungan itu.
Walikota Bandung yang akrab disapa Kang Emil mengatakan, pemerintah kota sebetulnya memiliki mekanisme yang sudah sistematis melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat beserta aparatur di kewilayahan.

"Sebenarnya sistem pemerintah di Kota Bandung ini sudah sangat baik. Jika ada sesuatu, level kelurahan dan kecamatan melakukan kunjungan dahulu, sudah ada bantuan konseling buat anak-anaknya," ujarnya.

Ridwan melihat kondisi Rachel pasca diberikan perawatan di rumah sakit. Menurut Ridwan, Rachel sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan. "(Setelah perawatan) hasilnya menurut dokter akan sangat membaik dan dari sorot matanya masih sehat dan batinnya sudah baik," papar Ridwan.

Ia lalu berpesan kepada orang tuanya agar senantiasa menjaga Rachel. "Saya titip ke keluarganya tolong jangan ditelantarkan lagi. Bagaimanapun anak adalah titipan Tuhan yang harus kita rawat," imbuhnya. ***
Share:

Kadiskominfo Kota Bandung, dr. Ahyani Raksanagara, M.Kes : Dunia Seakan Tanpa Sekat

dr. Ahyani Raksanagara, M.Kes
KIM Cipedes, RE. Martadinata.

Hampir seluruh kebutuhan hidup manusia saat ini tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi internet sebagai bagian dari konsekuensi kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Internet atau Interconnection network adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung. Internet berasal dari bahasa latin “Inter” yang berarti “antara”. Internet merupakan jaringan yang terdiri dari milyaran komputer yang ada diseluruh dunia, dengan melibatkan berbagai jenis komputer serta topology jaringan yang berbeda.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, dr. Ahyani Raksanagara, M.Kes mengatakan hal tersebut dihadapan peserta Pembinaan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Tingkat Kota Bandung, dengan tema “literasi Digital : Membudayakan Incakap di Kalangan Warga Kota Bandung, bertempat di Grand Tebu Hotel Bandung, Senin, 23 Oktober 2017.

Pembicara pada kegiatan ini menghadirkan Dosen di Bidang Kajian Ilmu Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (UNISBA) Santi Indra Astuti dan Ketua Relawan TIK Kota Bandung, Moch. Latif Faidah

Menurut Ahyani, dunia seakan tanpa sekat jarak dan waktu, informasi begitu mudah diakses melalui internet, baik informasi positif, negatif, asli atau palsu alias HOAX. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet indonesia (APJII) merilis data pengguna internet di indonesia pada november 2016 mencapai 132,7 juta jiwa, atau 51,5 % dari total populasi penduduk indonesia 256,2 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 18,4 % atau 24,4 juta user ber-usia 10 sampai 24 tahun. Data ini menunjukkan betapa internet sudah menjadi kebutuhan hampir seluruh komponen masyarakat. Bandung bahkan menjadi Kota Kedua yang paling aktif mengonsumsi data intrnet,” ungkap Ahyani.

Tingginya angka pengguna internet, kata Ahyani, menjadi fenomena tersendiri, karena disatu sisi masyarakat memiliki hak kebebasan mendapatkan informasi dan salah satu sumber yang dapat diakses adalah internet. Namun disisi lain, pengguna internet tersebut memiliki dampak positif dan juga negatif karena konten-konten yang terkandung didalamnya, yang bisa mempengaruhi perkembangan, pergaulan dan masa depan generasi muda kita,” ujar Ahyani.

Fakta ini tentu sangat memprihatinkan kita, apalagi remaja adalah generasi harapan bangsa yang hak dan kewajibannya harus senantiasa dilindungi, termasuk dari kejahatan dunia maya. Pengguna internet secara sehat dan aman perlu ditanamkan sejak dini melalui pembelajaran etika berinternet (Cyber Ethic).

Karena itu, Ahyani berharap dengan adanya kegiatan ini mampu meningkatkan keterampilan para masyarakat khususnya warga Kota Bandung untuk lebih cerdas memilih konten yang berguna dan sesuai etika, kreatif menciptakan karya baru yang memberikan nilai tambah serta produktif mendapatkan manfaat maksimal. Dan dapat ditanamkan semangat revolusi mental yang diwujudkan sebagai agen perubahan informatika yang dapat mengedukasi dan mengajarkan masyarakat dalam memanfaatkan internet secara cakap. Semoga upaya ini menjadi pondasi yang kuat dalam membangun pemanfaatan internet sehat di Kota Bandung, serta mengalirkan kebaikan bagi masyarakat dalam mendukung Bandung Kota Juara yang unggul, Nyaman dan sejahtera.

Sementara itu, Dosen di Bidang Kajian Ilmu Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (UNISBA) Santi Indra Astuti mengutarakan literasi adalah kunci bagi masyarakat yang berdaya literasi bukan sekadar praktik. Literasi adalah nilai dan budaya.

TIK Kota Bandung, Moch. Latif Faidah mengajarkan cara membuat film pendek melalui smartphone. Secara teknis film pendek merupakan film yang memiliki durasi 60 detik sampai di bawah 50 menit. Film pendek bukan reduksi dari film cerita panjang, film pendek memiliki karakteristiknya sendiri yang berbeda dengan film cerita panjang,” ungkap Latif. @Edwandi
Share:

Kadis P3APM Kota Bandung, Dedi Supandi : Pemkot Bandung Akan Luncurkan Kredit Bagja

Bandung, kimcipedes.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung fokus dalam pemberdayaan dan meningkat kesejahteraan masyarakat. Setelah meluncurkan program kredit Melati dan Kredit Mesra, Pemkot Bandung akan segera meluncurkan program kredit Bakja (Bagian Keluarga Sejahtera) yang diperuntukan untuk kelompok – kelompok usaha di UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) salahsatu kegiatan Pokja 2 TP PKK Kota Bandung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung, Dedi Supandi mengatakan rencana lounching kredit Bakja ini sudah dibahas dengan Walikota Bandung, TP PKK Kota Bandung, PD BPR Kota Bandung dan Bagian Ekonomi Kota Bandung. UP2K mempunyai peran penting dalam menyalurkan bantuan kredit Bagja kepada kelompok-kelompok usaha disetiap kelurahan,” ungkap Dedi Supandi kepada KIM Cipedes ketika ditemui pada Musyawarah Kecamatan Forum RW Kecamatan Babakan Ciparay, bertempat di Aula Kecamatan Babakan Ciparay, Minggu, 22 Oktober 2017.

Dedi menjelaskan UP2K ini merupakan bagian dari kegiatan yang ditangani oleh Pokja 2 TP PKK Kota Bandung. Disetiap kelurahan ada Pokja 2 TP PKK sebagai Kopsus (kelompok khusus), dan nanti dimasyarakat ada Koplak (Kelompok Pelaksana). Saat ini sudah ada 867 Koplak di Kota Bandung. Anggaran yang disediakan Pemerintah Kota Bandung disetiap UP2K mencapai Rp. 6,06 Miliar. Bagi kelurahan yang tidak ada UP2K tidak akan mendapat anggaran kredit Bagja atau anggaran nol,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, masyarakat umum pun bisa mengajukan kredit Bagja ini, hanya yang menjadi juru taksir dari BPR untuk menilai masyarakat itu layak diberikan bantuan kredit Bakja ini adalah kelompok Khusus UP2K. Dan mengenai jaminan disesuaikan dengan aturan perbankan.

Mudah-mudahan, lanjut Dedi, dengan adanya kerjasama dari PD BPR Kota Bandung ini dapat meningkatkan pola manual UP2K menjadi pola perbankan. Lounching Kredit Bakja direncanakan pada tanggal 13 November 2017 pada kegiatan temu kader posyandu di Gedung Sabuga Bandung, kalaupun diundur kemungkinan tanggal 6 Desember 2017 di acara gelar Pemberdayaan Masyarakat,” pungkas Dedi Supandi. @Edwandi
Share:

Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan Membuka Jambore Kader Posyandu

Subang, kimcipedes.com - Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) memiliki peranan penting dalam peningkatan kesehatan masyara­kat terutama ibu hamil, bayi dan balita. Keberadaan posyandu ini perlu terus diberdayakan untuk meningkatkan kualitas kinerja kader sehingga mendapat dukungan masyarakat. Salahsatu upaya untuk hal tersebut, Pokjanal Posyandu Kecamatan Sukajadi mengadakan kegiatan Jambore Kader Posyandu Tingkat Program Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Yang Cerdas Terampil dan Produktif Menuju Posyandu Multifungsi Tingkat Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, bertempat di Taman Wisata Tirta Alam, Jalan Cibinong, Sagalaherang Kabupaten Subang, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan membuka secara resmi Jambore Kader Posyandu Tingkat Kecamatan Sukajadi Tahun 2017, turut hadir Sekretaris Kecamatan Sukajadi selaku Ketua Pokjanal Posyandu, Agung Purnomo, Ketua TP PKK/Pokjanal Kecamatan Sukajadi, Ny. Yustina Hermawan, S.Pd, Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH dan para Lurah lainnya Se-Kecamatan Sukajadi.

Ketua Pokjanal Posyandu Kecamatan Sukajadi, Agung Purnomo mengatakan Jambore Kader Posyandu ini, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kinerja para kader posyandu, sharing pengalaman dan pengetahun demi terwujudnya kader posyandu yang lebih cerdas terampil dan produktif . Posyandu multifungsi dan penyuluhan Rumah Sehat sudah disosialisasikan ke kader Posyandu se-Kecamatan Sukajadi, hal tersebut merupakan sebagian dari program kerja Pokjanal Kecamatan Sukajadi. Selain itu, Pokjanal Kecamatan Sukajadi juga menggelar Lomba Pemberian Makanan Tambahan Balita Sehat, dan lomba administrasi Posyandu tingkat Kecamatan Sukajadi serta Gebyar Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia Tingkat Kecamatan Sukajadi yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita Sri Hasniarty bertempat di SMA PGRI 1 Bandung, Sabtu, 14 Oktober 2017.

Agung berpesan, selama pelaksanaan kegiatan jambore ini, agar peserta jambore selalu menjalin kebersamaan dan kekompakan antar kader.

Sementara itu, Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH kepada KIM Cipedes mengatakan Jambore Kader Posyandu merupakan pelatihan program-program dalam meningkatkan sumber daya manusia kader Posyandu Tingkat Kecamatan Sukajadi. Mudah-mudahan setelah mengikuti jambore ini, Kader Posyandu dapat menerapkan metode – metode pembekalan alur program kerja kader posyandu di masyarakat,” harap Dedi.

Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan mengungkapkan hari ini kita akan lebih meningkatkan mempererat komunikasi, koordinasi dan persaudaraan antar kader posyandu se Kecamatan Sukajadi di Jambore Kader Posyandu ini. Jadi masing-masing posyandu nanti berbagi informasi dan inovasi untuk kemajuan posyandu yang lebih berprestasi kedepannya. Ahamdulillah Posyandu kita tahun-tahun sekarang sudah mulai memperlihatkan prestasi-prestasinya,” ungkap Yudi. @Asep WH
Share:

Aksi Bakti Lingkungan Warga Cipedes

Sukajadi, kimcipedes.com - Warga Kelurahan Cipedes menggelar aksi bakti lingkungan penanaman pohon dan bersih-bersih lapang Abra, Jumat, 20 Oktober 2017.

Aksi Bakti Lingkungan ini diawali dengan penanaman pohon nangka oleh Camat Sukajadi Drs. Yudi Hermawan dan pohon jeruk oleh Lurah Cipedes Dedi Rustandi, SH diikuti oleh Kasi Ekbang dan Lingkungan Hidup Meiti Irianti, S.S.Pd, Kasi Kemasyarakatan Martini Widyaningsih,SE, Bagian Pelayanan Kelurahan Cipedes, U. Samsudin, TP PKK Kelurahan Cipedes, Karang Taruna Rajawali, dan KIM Kelurahan Cipedes.

Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH mengucapkan terima kasih kepada warga yang ikut dalam aksi penghijauan penanaman pohon produktif yang disediakan oleh pihak Kecamatan Sukajadi.

Dedi menyampaikan kepada warga, setelah pohon ini ditanam, agar dapat menjaga dan merawat sehingga tanaman bisa tumbuh baik.

Camat Sukajadi Drs. Yudi Hermawan mengapresiasi aksi bakti lingkungan penanaman pohon yang dilaksanakan warga Kelurahan Cipedes. Penanaman pohon yang dilakukan sebagai upaya melestarikan dan memelihara lingkungan agar tetap sejuk dan tidak gersang. Selain itu, manfaat dari penanaman pohon ini sebagai resapan air. Penghijaun ini sangat penting karena menanam pohon dapat melestarikan lingkungan serta menciptakan lingkungan dan masyarakat yang sehat. Sebab kita ingin agar generasi muda dan masyarakat bisa ikut berpartisipasi merawat dan menjaga lingkungan dengan memotivasi mereka melakukan penanamn pohon di lingkungan sekitar rumah, di pinggir jalan umum dan komplek perumahan,” ungkap Camat Sukajadi. @Edwandi
Share:

Kadinkes Kota Bandung Hadiri Peringatan Hari CTPS Sedunia Tingkat Kecamatan Sukajadi

Sukajadi, kimcipedes.com - Kecamatan Sukajadi Kota Bandung memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia. Kegiatan CTPS diikuti anak-anak paud, TK, dan SD, bertempat di Halaman SMA PGRI 1 Bandung, Sabtu, 14 Oktober 2017.

CTPS Tingkat Kecamatan Sukajadi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita Sri Hasniarty, Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan, Sekcam Sukajadi, Agung Purnomo, Perwakilan PT. Bio Farma, Sarmedi, UPT Puskesmas Sukajadi, Lurah Cipedes Dedi Rustandi, SH, Lurah Sukabungah Suherman, SE, dan para Lurah lainnya di Kecamatan Sukajadi.

Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan mengatakan kegiatan CTPS ini digagas oleh TP PKK, Pokjanal Posyandu Kecamatan Sukajadi dalam rangka mensosialisasikan perilaku hidup sehat dengan membiasakan sebelum makan mencuci tangan pakai sabun. Semoga warga dapat menerapkannya dilingkungan keluarganya,” ungkapnya Camat Sukajadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita Sri Hasniarty mengapresiasi TP PKK Kecamatan Sukajadi dalam menyelenggarakan kegiatan memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ini. Kegiatan mencuci tangan yang dianggap sebagian orang suatu pekerjaan yang sepele, sehingga terkadang kegiatan itu seringkali diabaikan. Kegiatan mencuci tangan adalah suatu kegiatan yang ringan dilakukan, akan tapi memiliki efek dan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu tindakan sanitasi yang dilakukan dengan tujuan menghilangkan kuman dan bakteri yang menempel pada tangan, jari, serta kuku-kuku kita,” ujar Rita.

Lebih lanjut dikatakan Rita, setelah melakukan berbagai macam aktivitas, tangan menjadi salah satu tempat berkumpulnya berbagai macam bakteri, kuman, dan virus yang dapat menjadi penyebab berbagai macam jenis penyakit.Jenis-jenis penyakit yang dapat menyerang kita diantaranya Flu, meningitis, hepatitis (gangguan hati), penyakit kulit, gangguan usus dan diare. Biasakanlah mencuci tangan pakai sabaun untuk menghindari dan mencegah terserangnya penyakit-penyakit tersebut. @Asep WH/Edwandi.
Share:

Aneh, Kebanyakan Kecelakaan Terjadi Hari Rabu dan Jumat

KIM Cipedes, Balaikota - Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung melalui Sam Satriabdra Kepala Sub Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembang Wilayah II menjelaskan mengenai program Bandung Road Safety Annual Report 2015-2016 di Ruang Media Balai Kota Bandung, Kamis (12/10/2017).
Dalam kesempatan tersebut Sam mengatakan, Pemerintah Kota Bandung bekerja sama dengan kepolisian Kota Bandung dalam memberikan edukasi kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam berkendara di jalan.

“Kami dari Pemerintah Kota Bandung, sesuai arahan dari Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil untuk berkolaborasi untuk menciptakan Kota Bandung yang aman. Maka dari itu, kami bekerjasama dengan pihak kepolisian dan Tim BIGRD untuk menyebarkan edukasi tentang keselamatan berlalu lintas di jalan,” ujarnya.

Lanjutnya, menurut hasil survei yang dilakukan oleh Tim lead and transport BIGRS, tingkat kecelakaan di Kota Bandung sebanyak 72% pengguna sepedah motor, 23% pejalan kaki dan paling sedikit yaitu pengendara mobil sebanyak 5%. “Tren kecelakaan menurun sejak 2013-2016. Ini semua karena kampanye yang terus digalakan oleh Pemerintah Kota Bandung, kepolisian dan lembaga yang terkait. Dan kebanyakan dari 86% pengguna motor yang menggunakan helm, sebanyak 70 % salah dalam menggunakan helm. sehingga menjadi penyebab korban meninggal. Dan yang anehnya kebanyakan kecelakaan terjadi pada hari Rabu dan Jumat pada jam 08.00 sampai 10.00,” tuturnya.

Maka dari itu, Pemerintah Kota Bandung beserta pihak terkait sudah melakukan sosialisasi melalui media sosial, tv, radio dan media Massa lainnya untuk mengkampanyekan program “klik biar Selamat”. Dan aksi ini sudah kami buatkan situsnya supaya masyarakat bisa mendapatkan banyak ilmu dan wawasan dalam bekendara dengan aman.

“Melihat situasi seperti ini, untuk mencegah semakin banyak. Kita membuat program “Klik Biar Selamat” Dan sudah disosialisasikan melalui media sosial, tv, radio dan media massa lainnya. Kami harapkan dengan program ini penghuna motor yang memakai helm bisa lebih cermat dan benar dalam menggunakan helm, karena in sangat vital,” paparnya.

Disisi lain, menurut Tim lead dan transport coordination Bloomberg Initiative for Global Road Safety (BIGRS), Aine Kusumawati, kampanye untuk menggunakan helm kepada pengguna motor harus terus ditingkatkan. Karena, bagi pengguna motor, helm merupakan alat pengalaman yang sangat penting jika terjadi kecelakaan. Namun, disini selain himbauan dari petugas kepolisian, harus ada kesasaran dari diri sendiri.

“Saya pikir kampanye pengguna helm harus terus ditingkatkan, karena helm merupakan alat pengalaman yang sangat penting, tentu dengan pengguna yang benar. Jika ada petugas kepolisian yang melihat pengguna motor yang tidak meng-klik helmnya harap diberhentikan. Namun, ini hanya berupa teguran belum ada tindak lanjut sangsi tertentu. Selain itu, Ada teguran melalui audio yang dilihat dari CCTV sehingga ada efek malu bagi sipenggunanya,” ucapnya.

BIGRS sendiri merupakan sebuah organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan berkendara di jalan raya. satunya untuk tahun 2014 ini, Kota Bandung terpilih dari 10 kota lainnya di dunia yang yang mendapatkan hibah program keselamatan di jalan.

“Kita sedang bekerja untuk memperbaiki beberapa desain simpang yang ada di kota Bandung, yang akan diimplementasikan di Kota Bandung, seperti Simpang jalan Ahmad Yani-Naripan dan Jalan Veteran. Kedepannya nanti ada beberapa Simpang diantaranya Simpang Jalan Asia Afrika , Simpang cikudapateuh dan Simpang Balubur. Sebagai hibah program keselamatan di jalan, karena persimpangan merupakan lokasi yang banyak memakan korban juga,” imbuhnya.

Tambahnya, Pertumbuhan kendaraan yang semakin tinggi menjadi salah satu penyebab riuhnya kondisi di jalanan. Maka dari itu, jika tidak didukung oleh program keselamatan berlalu lintas dijalan, tentu akan menjadi masalah di kemudian hari. Dan menurut WHO pada tahun 2030. Jika angka kendaraan tidak ditekan, tingkat kecelakaannya pula akan semakin tinggi dan akan menempati peringkat ketujuh di dunia.

“Lihat saja sekarang, motor dan mobil semakin banyak. Jalan semakin macet dan ricuh. Jika semua itu tidak dibarengi dengan program keselamatan berlalu lintas, dapat dibayangkan akan menjadi masalah yang besar kelak, Dan kami akan membuat fasilitas penyeberangan jalan yang lebih banyak dan lebih berkeselamatan bagi para penyebrangan,” pungkasnya. ***
Share:

Program Kotaku Mulai Direalisasikan di Kota Bandung

KIM Cipedes, Cibiru - Pemerintah Kota Bandung mulai merealisasikan program Kotaku (kota tanpa kumuh). Program tersebut adalah program kerjasma Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang bermaksud untuk membangun sistem terpadu bagi penanganan kumuh.

"Ini adalah salah satu bentuk upaya rekonsiliasi Pemerintah Kota Bandung dengan masyarakat yang melibatkan seluruh elemen untuk kepentingan bersama," ungkap Wakil Walikota Bandung, Oded M daniel usai meletakan Batu Pertama pembangunan Kotaku di Kawasan RW 09 Kelurahan Pasirbiru Kecamatan Cibiru, Jumat (13/10/17).

Pihaknya berharap rekonsiliasi kolaborasi Pemerintah Kota Bandung dengan seluruh elemen masyarakat terus berjalan mulus, karena hal tersebut menjadi syarat percepatan pembangunan yang merata. "Partisipasi masyarakat selalu dikedepankan, pemerintah berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam perencanaan maupun implementasinya," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kordinator BKM tingkat Kota Bandung Dede Cahyat menjelaskan bantuan Kotaku rencananya akan di realisasikan di sebanyak 121 Kelurahan Sekota Bandung tahun 2019. "Jadi ada tiga tahap, di tahun ini hanya ada sebanyak 33 kelurahan sekota Bandung dengan jumlah nilai (Bantuan Dana Infrastruktur) sebesar Rp. 15 Miliar lebih" jelasnya

Progam Kotaku yang dikoordinir Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) direalisasikan untuk bantuan dana infrastuktur Yang Kondisi sarana dan prasarananya tidak memenuhi syarat Diantaranya, bangunan Jalan Lingkungan, Drainase, Penyediaan Air Bersih/Minum, Pengelolaan Persampahan, Pengelolaan Air Limbah, Pengamanan Kebakaran, dan Ruang Terbuka Publik.

Tujuan program ini adalah meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. ***
Share:

Diskominfo Kota Bandung Bersama KIM Basmi HOAX

KIM Cipedes Bimtek Literisasi Digital Bagi Warga, di Hotel Jayakarta Bandung, 10/10/2017
KIM Cipedes, Dago - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung bersama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se Kota Bandung akan berupaya memerangi konten-konten negatif yang marak beredar di dunia may seperti berita bohong alias hoax, ujaran kebencian, pornografi, penipuan dan radikalisme.

Kepala Diskominfo Kota Bandung, dr. Hj. Ahyani Raksanagara, M.Kes mengatakan maraknya konten-konten negatif merupakan ancaman bagi warga masyarakat dan tentunya akan menjadi insiden buruk Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia. Untuk itu, saya berharap warga masyarakat dapat memilah dan menelusuri kebenaran informasi sebelum disebarkan,” ungkap Ahyani pada Bimtek Literisasi Digital Bagi Warga Bersama KIM Membudayakan Internet Sehat, bertempat di Hotel Jayakarta Bandung, 9 – 10 Oktober 2017.

Bimtek ini menghadirkan narasumber Nursyawal, S.Sos., M.I. Kom Pengajar Jurnalistik dan penyiaran STIKOM Bandung dan MazNot Dosen Character Building STMIK “AMIK Bandung.

Ahyani mengajak seluruh elemen masyarakat dan komunitas untuk aktif menyebarkan konten positif di dunia maya. Jika menemukan konten-konten yang negatif silahkan lapor ke SARING - Sok Atuh lapoRkeun INformasi neGatif, melalui link : https://diskominfo.bandung.go.id/saring

SARING merupakan suatu sarana bagi masyarakat untuk dapat melaporkan konten-konten internet negatif yang tidak sesuai dengan nilai-nilai etika, moral, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI. SARING merupakan upaya mendukung program TRUS + TM POSITIF dari Kementrian Komunikasi dan Informatika .

Nursyawal, S.Sos., M.I. Kom Pengajar Jurnalistik dan penyiaran STIKOM Bandung menerangkan bahwa media siber adalah segala bentuk media yang menggunakan jaringan internet dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik yang mengacu kepada Undang-undang Pokok Pers Tahun 1999 dan Standar Pers yang ditetapkan oleh Dewan Pers.

Menurut Nursyawal, berita hoax / berita bohong, konten-konten negatif sudah ada sejak tahun 1965 sampai dengan sekarang. Tujuan dibuat berita – berita hoax ini untuk menarik pengguna internet untuk membuka konten tersebut. Semakin banyak yang mengklik, akan menambah penghasilan bagi pemilik konten. Untuk itu masyarakat harus pintar menelisik konten-konten sebelum dishare, dengan cara Periksa Judul berita, Kurun Waktu Peristiwa, alamat situs (website) atau tautan (Link), Fakta dengan membandingkan berita yang sama dan Periksa Gambarnya dengan bantuan Google Image / TinEye / dll. Salahsatu ciri-ciri berita hoax biasanya ada perintah “sebarkan”, “Pahala”, “dapat pulsa,” dan Baterai terisi, “ungkap Nursyawal.

Sementara itu, A.W. Hernoto yang akrab dipanggil MazNot, Dosen STMIK AMIK Bandung mengatakan kita perlu waspada dalam menghadapi semua informasi, kita perlu tenang, bijak, dan cerdas. Kita tahu, bangsa Indonesia ini bisa dikuasai pejajah selama berabad-abad, karena apa? Penjajah pakai cara memecah belah, sebar berita hoax, sehingga satu sama lain terjadi permusuhan.

Pemberontakan yang pernah terjadi di kita pun, caranya tidak jauh berbeda dengan menyebar berita HOAX, hingga jatuh korban, bahkan disinyalir sampai jutaan jiwa melayang,” ucap MazNot.

MazNot menjelaskan Hoax itu jahat banguet, bisa memfitnah dan dosa yang menjadi objeknya, rugi. bahkan berimbas sampai karier, keluargaa, bahkan turunannya. Yang untung siapa? Pihak yang melakukan cipta kondisi itu. Ibarat kita berdiri diatas butiran kelereng. atau bangunan yang dibangun dilahan yang rapuh. Akan mudah goyang, jatuh, dan runtuh.

Saat ini, acuan kebenaran berita, salahsatunya adalah media mainstream. Pertanyaannya adalah: bagaimana kalo media mainstream pun dikuasai oleh pihak – pihak yang membawa agenda kepentingannya masing. Sedangkan kita tahu, semakin kesini, raja – raja media di negara ini pun bisa dikatakan: tidak ada dari kubu yang netral,” ujar MazNot.

Menurut maznot ,” kita ini Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ada di barisan terdepan yang meluruskan dalam mengedukasi, memberikan kebenaran dan ketenangan kepada warga di sekitar kita, khususnya hadapi fenomena berita-berita HOAX. Salah satunya dengan cara menumbuhkan budaya Literasi kepada mereka,” imbuh MazNot. @Asep WH/Edwandi
Share:

Akhir Oktober 2017, Kominfo Terapkan Validasi Nomor Seluler Dengan NIK

KIM Cipedes, Jakarta - Demi peningkatan perlindungan hak pelanggan jasa telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memberlakukan registrasi nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan mulai tanggal 31 Oktober 2017. Penetapan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yang terakhir telah diubah dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Hal tersebut dikatakan Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Rudiantara pada siaran pers No. 187/HM/KOMINFO/10/2017 Tentang Pemerintah Akan Berlakukan Peraturan Registrasi Kartu Prabayar Dengan Validasi Data Dukcapil, Rabu, 11 Oktober 2017

Menurut Rudiantara, registrasi ini merupakan upaya pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan nomor pelanggan terutama pelanggan prabayar sebagai komitmen Pemerintah dalam upaya memberikan perlindungan kepada konsumen serta untuk kepentingan national single identity.

Kementerian Komunikasi dan Informatika u.p. Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Kementerian Dalam Negeri u.p. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), bersama dengan penyelenggara jasa telekomunikasi telah melakukan langkah-langkah koordinasi dan kesiapan teknis implementasi PM Kominfo No. 12 Tahun 2016 dan perubahannya.

Beberapa poin penting pelaksanaan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut:
Diberlakukan validasi data calon pelanggan dan pelanggan lama berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) yang terekam di database Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).
Registrasi dapat dilakukan langsung oleh calon pelanggan yang membeli kartu perdana, serta registrasi ulang bagi pelanggan lama.
Dampak dari tidak dilakukannya registrasi sesuai ketentuan ini adalah calon pelanggan tidak bisa mengaktifkan kartu perdana dan pemblokiran nomor pelanggan lama secara bertahap.
Pelanggan dapat menghubungi layanan pelanggan masing-masing penyelenggara jasa telekomunikasi seputar info registrasi atau ke Ditjen Dukcapil untuk info data kependudukan.
Ketentuan baru ini berlaku mulai 31 Oktober 2017.

Proses registrasi dimaksud meliputi verifikasi atau penyesuaian data oleh petugas penyelenggara jasa telekomunikasi, validasi ke database Ditjen Dukcapil dan aktivasi nomor pelanggan.

Cara registrasi kartu perdana dilakukan dengan mengirimkan SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#. Sedangkan untuk pelanggan lama dengan format ULANG#NIK#Nomor KK# . Informasi tersebut harus sesuai dengan NIK yang tertera di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP–el) dan KK agar proses validasi ke database Ditjen Dukcapil dapat berhasil.

Validasi Registrasi

Proses registrasi dinyatakan berhasil apabila data yang dimasukkan oleh calon pelanggan dan pelanggan lama prabayar tervalidasi. Namun jika data yang dimasukkan calon pelanggan dan pelanggan lama tidak dapat tervalidasi meskipun telah memasukan data yang sesuai dengan yang tertera pada KTP-el dan KK, maka pelanggan wajib mengisi Surat Pernyataan (sesuai lampiran pada Peraturan Menteri ini). Surat ini menyatakan bahwa seluruh data yang disampaikan adalah benar, sehingga calon pelanggan dan pelanggan lama prabayar bertanggung jawab atas seluruh akibat hukum yang ditimbulkan dan secara berkala melakukan registrasi ulang sampai berhasil tervalidasi. Setelah proses validasi, penyelenggara jasa telekomunikasi mengaktifkan nomor pelanggan paling lambat 1x24 jam.

Batas Akhir Masa Registrasi

Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menyelesaikan registrasi ulang pelanggan prabayar yang datanya belum divalidasi paling lambat tanggal 28 Februari 2018. Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menyampaikan laporan kemajuan proses registrasi ulang pelanggan prabayar setiap 3 (tiga) bulan kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) selama jangka waktu registrasi ulang.

Perpanjangan batas waktu penyesuaian pelaksanaan registrasi pelangan jasa telekomunikasi ini mempertimbangkan kesiapan dan kehandalan sistem untuk melakukan validasi data pelanggan dan mempertimbangkan perlindungan terhadap kepentingan pelanggan jasa telekomunikasi. 
Tim KIM Cipedes
Share:

Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan Pimpin Langsung Clean Up Day

KIM Cipedes, Sukajadi -  Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan memimpin langsung Clean Up Day. Ratusan warga Kecamatan Sukajadi antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan Clan Up Day. Kegembiraan para peserta terpancar, bersama-sama mereka menyanyikan lagu Halo-Halo Bandung.

Clean Up Day Kecamatan Sukajadi dimulai dari Giant, Jalan Djundjunan, Jalan Sukajadi dan berakhir di Mall Paris Van Java (PVJ). Bandung Internasional School juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan Clean Up Day ini. Terlihat Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH bersama para Lurah Se Kecamatan Sukajadi berbaur dengan para relawan untuk memungut sampah disepanjang jalan.
Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan mengatakan SDM masyarakat masih kurang dalam menjaga dan melestarikan lingkungannya. Kalau ingin wilayah Sukajadi khusus, umumnya Kota Bandung dapat diterapkan secara berkesinambungan membudayakan masyarakat cinta lingkungan,” ungkap Camat Sukajadi, Yudi Hermawan, 08/10/2017.

Hal yang sama juga dikatakan Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH, bahwa kebersihan adalah tanggungjawab kita semua. Gerakan pungut sampah rutin kita lakukan. Dikelurahan Cipedes juga digelar Lomba Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Panitia penyelenggarakan Lomba K3 telah mempersiapkan tropy penghargaan dan uang pembinaan bagi para pemenang serta tropy bergilir. Juara 1 mendapatkan tropy, uang pembinaan sebesar Rp. 2 juta, Juara II, tropy, uang pembinaan Rp. 1,5 juta dan Juara 3, tropy, uang pembinaan Rp. 1 juta,” ungkap Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH di lokasi kegiatan Clean Up Day.  @Asep WH/Edwandi
Share:

TP PKK Kelurahan Sukagalih Masuk Nominasi 6 Besar

KIM Cipedes, Babakan Jeruk - Berkat kekompakan dan kebersamaan serta partisipasi warga masyarakat didorong keinginan yang kuat dari kader-kader TP PKK Kelurahan Sukagalih Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, maka Tim Penggerak PKK Kelurahan Sukagalih berhasil masuk menjadi Nominasi 6 Besar Lomba Administrasi TP PKK Tingkat Kota Bandung Tahun 2017 dengan menyisihkan 146 Kelurahan se Kota Bandung.
TP PKK Kelurahan Sukagalih, Jumat 06 Oktober 2017 kedatangan Tim Recheking Administrasi PKK Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan Tingkat Kota Bandung yang dipimpin langsung oleh Umi Siti Oded. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan, Lurah Sukagalih, Aep Sahri, S.Sos, Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH. Lurah Sukabungah, Ketua TP PKK Kecamatan Sukajadi, Kapolsek Sukajadi, Babinsa, Ketua LPM, Ketua Karang Taruna Kelurahan Sukagalih dan tokoh masyarakat Kelurahan Sukagalih, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Sukagalih. Adapun tema dalam kegiatan Recheking ini “Mari Kerja Bersama Melalui Kesatuan gerak pkk – kb – kesehatanuntuk mewujudkan keluarga yang berketahanan”.

Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan ketika ditemui KIM Cipedes mengatakan TP PKK tingkat kelurahan merupakan ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat ditingkat RT dan RW. TP PKK Kelurahan Sukagalih selalu memotivasti TP PKK tingkat RT-RW agar dapat optimal dalam melaksanakan kegiatannya. Ini merupakan salahsatu bukti bentuk kesuksesan TP PKK Kelurahan Sukagalih sehingga hari ini dikunjungi Tim Recheking Administrasi PKK Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan Tingkat Kota Bandung,” ungkap Yudi.

Camat Sukajadi mengapresiasi kinerja TP PKK Keluarahan Sukagalih, mudah-mudahan dengan adanya kunjungan ini berharap kedepannya TP PKK kelurahan di Kecamatan Sukajadi muncul terobosan-terobosan yang lebih baik dan inovatif,” ungkap Yudi.

Yudi menambahkan bahwa tim Penggerak PKK Kelurahan mempunyai tugas yang sifatnya menyeluruh karena jaringan Tim PKK yang menjangkau ke setiap RT dan RW, dengan sikap mulia untuk mengabdi serta ditunjang dengan kedekatan emosional para kader dengan kelompok sasarannya yang menjadi faktor utama keberhasilan TP PKK Kelurahan Sukagalih ini. “saya harap prestasi ini bukan menjadi suatu jaminan tetapi harus menjadi tantangan ke arah yang lebih baik lagi, ,” ungkap Yudi.

Ketua TP PKK Kelurahan Sukagalih Heriyanti saat expose memaparkan program-program yang telah dilaksanakan termasuk mengenai administrasi TP PKK Kelurahan Sukagalih, seperti surat masuk, surat keluar, penggunaan dana PIPPK, pelayanan posyandu, jumlah balita, jumlah kader, peningkatan SDM, Magrib Mengaji dan lain sebagainya.

Pada kesempatan itu, Ketua Tim Recheking Administrasi PKK Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan Tingkat Kota Bandung Tahun 2017, Umi Siti Oded mengatakan kami melakukan Rechecking ini apakah sesuai dengan berkas-berkas administrasi yang telah dikirmkan kepada kami serta dicocokan pula dokumentasi-dokumentasinya.

Umi Siti Ode menyampaikan rasa apresiasinya kepada Tim PKK Kelurahan Sukagalih atas kerja keras dan pengabdiannya terhadap warga masyarakat.

Umi Siti Oded juga memperkenalkan Tim Recheking yang turut hadir saat itu, diantaranya dari Sekretariatan TP PKK Kota Bandung, Maman Tiasih, Pokja 1 Ema, Dedeh, Pokja 2 Lili, Alan, Pokja III Nia, Ria, Pokja 4 Lia Lestari, Aas, Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, DP3APN Ade, dan DPPKB Kota Bandung. Tim KIM Cipedes.***
Share:

Seklur Cipedes, Sudirman, S.Sos : Motivasi Menjaga Kebersihan Harus Ditanamkan Sejak Usia Dini

KIM Cipedes, Sukajadi - Jumat Bersih (Jumsih) merupakan kegiatan rutin dilaksanakan Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Hari ini, Jumat 06 Oktober 2017, Jumsih dilaksanakan sepanjang Jalan Sukagalih yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Kelurahan, Sudirman, S.Sos melibatkan gober,, Linmas, paratur kelurahan, Karang Taruna dan pasukan kebersihan cilik dari Santri DTA At Taqwa.

Sekretaris Kelurahan Cipedes, Sudirman, S.Sos mengatakan mengapresiasi santri DTA At Taqwa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan jumsih untuk membersihkan sehingga enak pandang. 

Menurut Sudirman membuang sampah pada tempatnya harus dibiasakan sejak usia dini, agar terbawa sampai dewasa. Karena itu, Sudirman sangat bersyukur pasukan kebersihan cilik Santri At Taqwa dapat ikut dalam kegiatan ini, sebagai pembelajaran dalan menjaga lingkungan.Melalui kegiatan ini santri-santri tidak hanya mendapat edukasi, tetapi bisa langsung terjun ke lapangan untuk merasakan bagaimana indahnya wilayah Cipedes jika bersih setiap hari. Mereka juga terlihat sangat antusias karena belajar sambil bermain," ujarnya. 

Lebih lanjut dikatakan Sudirman, motivasi menjaga kebersihan memang harus ditanamkan sejak kecil dan dimulai dari keluarga agar menjadi sebuah kebutuhan dalam diri. Jika dilakukan secara rutin, bukan tidak mungkin wilayah Cipedes kota Bandung menjadi kota yang bebas sampah,” pungkas Sudirman ketika ditemui KIM Cipedes disela-sela kegiatan Jumsih. 
Asep WH/Edwandi
Share:

LPM Fasilitator Pembangunan Kewilayahan

LPM

KIMCIPEDES.COM, BANDUNG - Lembaga Pemberdayaan Masyarakat se Kota Bandung mengikuti Pelatihan Metode Perencanaan Partisipatif Pembangunan Masyarakat Kelurahan (P3MK).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, DR. H. Yossi Irianto,M.Si membuka dan memberikan arahan kepada 150 orang peserta P3MK, bertempat di Sariater Kabupaten Subang, Rabu, 04/10/2017. Peserta P3MKini terdiri dari perwakilan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat tingkat Kelurahan Se-kota Bandung.

Sekda Kota Bandung, DR. H. Yossi Irianto, M.Si mengatakan masyarakat khususnya LPM agar dapat menjadi fasilitator untuk penyelesaian masalah pembangunan di tingkat Kewilayahan. LPM menjadi forum yang dapat menghadirkan musyawarah dan silaturahmi untuk seluruh komponen masyarakat agar masalah tersebut selesai secara musyawarah," ungkap Yossi.

Lebih lanjut disampaikan Yossi, musyawarah yang secara rutin digelar akan menentukan skala prioritas mana yang harus didahulukan untuk pembangunan masyarakat. "Nantinya musyawarah ini akan menentukan mana skala prioritas untuk pembangunan sehingga penyelesaianya akan diselesaikan berdasarkan kepentingan yang utama, hal ini yang menjadi tugas LPM, " jelas Yossi.

Yossi mengutarakan permasalahan pembangunan suatu daerah jika diselesaikan mulai dari bawah akan selesai secara komprehensif.

Hal senada juga dikatakan, Ketua LPM Kota Bandung, Merdi Hazizi, LPM dapat menjadi Leading sector pembangunan suatu daerah. "Masyarakat yang menentukan, masyarakat yang merencanakan, masyarakat yang bertanggung jawab untuk kepentingan masyarakat itu sendiri," ujarnya. 
*Edwandi
Share:

Warga Butuh Salinan Dokumen, Hubungi Depo Arsip Kota Bandung

KIM Cipedes, Wastukencana - Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung memiliki Depo Arsip yang menyimpan lebih dari 22.000 dokumen, ada juga dokumen ijin mendirikan bangunan zaman pemerintahan kolonial pada tahun 1815. Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Pengelolaan Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Nia Kusniatin dalam Bandung Menjawab di Media Lounge Balaikota Bandung, Kamis, 05/10/2017

Depo Arsip kata Nia, juga menyimpan berbagai dokumen sejarah Kota Bandung, mulai dari foto, film, hingga catatan-catatan penting. Semuanya masih tersimpan rapi dan dirawat dengan baik. Selain itu, juga menyimpan dokumen-dokumen salinan akta kelahiran, akta jual beli, dan ijin mendirikan bangunan dari tahun 1970. Bagi warga yang membutuhkan salinan akta kelahiran bisa meminta rekomendasi dari Dinas Pencatatan Sipil. Demikian pula dengan Ijin Mendirikan Bangunan bisa meminta rekomendasi dari Dinas Tata Ruang," ungkap Nia.
Nia menghimbau agar masyarakat dapat memperlakukan dokumen dengan benar. Selama ini, warga menyimpan dokumen dengan salah, yaitu dengan dilaminating. “Biasanya warga melaminasi dokumen biar awet. Padahal secara teknis itu salah. Kalau nanti mau dicek keasliannya, misalnya ijazah, ketika harus dibuka laminasinya, dokumen malah rusak,” katanya.

Nia menjelaskan tips menyimpan dokumen penting agar awet yaitu dengan enkapsulasi, menggunakan bahan Rigid PVC Film yang bisa didapatkan warga dengan mudah di toko alat tulis. Dokumen yang akan disimpan tinggal dilapisi Rigid PVC Film itu bagian atas dan bawah dan direkatkan dengan selotif di kedua sisinya. “Cara itu jauh lebih aman ketimbang dilaminating,” ujar Nia. @Edwandi
Share:

Pemkot Bandung Tidak Henti-Hentinya Raih Piagam Penghargaan

KIM Cipedes, Diponegoro - Kota Bandung tidak henti-hentinya meraih piagam penghargaan, hari ini piagam penghargan Anubhawa Sasana Kelurahan diberikan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia kepada Pemerintah Kota Bandung. Piagam penghargaan Anubhawa Sasana Kelurahan kepada Pemerintah Kota Bandung. Penghargaan Anubhawa Sasana merupakan pemberian prestasi dalam membina dan mengembangkan desa/kelurahan sadar hukum.
Pada akhir bulan September 2017 di ulang tahun ke 207 Kota Bandung, M. Ridwan Kamil Walikota Bandung, juga berhasil membawa pulang 5 penghargaan, Bandung meraih Kota Terbaik dan paling atraktif se-Indonesia menurut survey publik oleh Majalah Tempo dan Frontier consulting. Dengan diraih 1 penghargaan hari ini, total penghargaan selama 4 tahun (era kepemimpinan Ridwan Kamil) sebanyak 272 penghargaan.

Piagam penghargaan Anubhawa Sasana Kelurahan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial, di Aula Barat Gedung Sate Jalan Diponegoro, Rabu, 4 Oktober 2017.

Penghargaan Anubhawa Sasana merupakan pemberian prestasi dalam membina dan mengembangkan desa/kelurahan sadar hukum. Tidak hanya penghargaan di tingkat kota saja, lima kelurahan di kota Bandung juga mendapatkan penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia yang diwakili oleh Camat Kiara Condong dan Lurah Babakan Sari. Lima kelurahan tersebut adalah Babakan Sari, Mengger, Pasir Wangi, Cibaduyut, dan Cisaranten Wetan.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Hukum dan HAM Enny Nurbaningsih dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. 

Wakil Walikota Bandung, Oded M. Danial menyampaikan terima kasih kepada kecamatan maupun kelurahan yang sudah berupaya membina masyarakat agar sadar hukum. Ia berharap, selanjutnya seluruh kecamatan maupun kelurahan bisa membina kesadaran hukum ini. "Saya harap semua kelurahan dan kecamatan, juga masyarakat umum Kota Bandung bisa memahami hukum. Sehingga ke depan Bandung lebih baik," ujar Oded.
Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM, Enny Nurbaningsih mengatakan, terdapat 2.484 desa/kelurahan sadar hukum yang diresmikan. Jumlah tersebut yang terbesar dalam sejarah Kementerian Hukum dan HAM. "Saya bangga dengan banyaknya jumlah yang diresmikan. Dengan penghargaan tersebut wilayahnya menjadi lebih sadar mengenai hukum," ujar Enny.

Penghargaan ini bertujuan untuk mewujudkan kesadaran hukum yang lebih baik. Sehingga setiap anggota menyadari hak dan kewajiban serta budaya patuh pada supremasi hukum.

Enny menyadari tidak mudah mencapai desa sadar hukum. Banyak kriteria yang harus dipenuhi. Setiap tahun juga selalu dilakukan evaluasi. "Penghargaan yang diberikan harus harus dijaga, paling tidak tetap berlangsung jangan sampai menurun kinerja," jelasnya.

Untuk kriteria di tahun 2017, kata Enny terdapat perubahan, termasuk soal akses informasi hukum, akses keadilan, dan demokrasi. Tim R
Share:

Kota Bandung 6 Kali Juara Umum MTQ Tingkat Jabar

KIM Cipedes, Aceh - Kota Bandung enam kali berturut-turut menjadi juara umum dalam pelaksanaan MTQ tingkat Jawa Barat. Sebagai bentuk rasa syukur atas prestasi yang diraih 6 kali berturut-turut Juara Umum MTQ Tingkat Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung akan bangun sebuah gedung untuk penunjang kegiatan MTQ. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Yossi Irianto, saat memberikan sambutan dalam pergelaran MTQ ke-45 tingkat Kota Bandung, Selasa, 03/10/17.
Rencananya gedung tersebut akan dibangun di wilayah Gedebage. Pembangunan gedung tersebut atas dasar janji Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, sebagai apresiasi akan prestasi Kota Bandung yang telah diraih. Kota Bandung enam kali secara berturut-turut menjadi juara umum MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat.

Juara umum MTQ yang diraih Kota Bandung dimulai pada MTQ ke-29 di Cirebon, kemudian berturut-turut di Bandung, Depok, Karawang, Kabupaten Kuningan, dan terakhir di Tasikmalaya.

Dalam acara tersebut, dihadiri oleh sekira 500 orang dari berbagai kecamatan di Kota Bandung. Disamping panggung utama, panitia penyelenggara memajang piala - piala yang diterima Kota Bandung dalam pergelaran MTQ seJawa Barat.  
Edwandi
Share:

Polrestabes Bandung, Mulai Besok Menerapkan Tilang CCTV

KIM Cipedes, Bandung - Polrestabes Bandung, mulai besok akan memberlakukan penerapan tilang CCTV. Pengemudi kendaraan agar mematuhi peraturan lalu lintas apabila tidak ingin ditilang," ujar Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Mariyono di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (3/10/2017).

Mariyono menjelaskan pihaknya memfokuskan kepada pelanggar di lampu merah. Adapun jenis pelanggaran yaitu untuk sepeda motor seperti tidak menggunakan helm atau penumpang lebih dari satu orang dan untuk roda empat, berhenti di ruang henti khusus (RHK) sepeda motor. Jenis pelanggarannya yang terlihat secara kasat mata," kata Mariyono.

Lebih lanjut diungkapkan Mariyono, bahwa dalam pelaksanaannya nanti, polisi melalui CCTV akan memperhatikan para pengendara yang melanggar, dan akan dijadikan bukti bagi polisi melakukan penilangan. "Nanti nomor polisinya akan kita potong dan nanti kita cari pemilik kendaraan melalui nomor polisi itu. Kita datangi nanti ke rumahnya," ungkap Mariyono.

Langkah awal dalam penerapan tilang CCTV ini, Polrestabes Bandung akan bekerja sama dengan Pemkot Bandung. Polisi akan menggunakan CCTV yang dijalankan di Area Traffic Control System (ATCS) yang berada di Balai Kota Bandung. Setiap hari satu anggota polisi selalu siaga dibalaikota," pungkas Mariyono. @Edwandi
Share:

Sangat Inspiratif, Peggy Styles di Usia 86 Tahun Raih Gelar Doktor

KIM Cipedes, Inggris. Meski sudah berusia senja, tak membuat seorang nenek asal Inggris menyerah untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik lagi. Semangat menempuh kuliah dan mendapatkan ilmu pengetahuan masih tetap membara di dalam diri Peggy Styles meski sudah berusia 86 tahun.

Tahun ini ia berhasil menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar EdD (setara dengan PhD) dari University of Bristol. Untuk mendapatkan gelar ini Peggy Styles memerlukan waktu hingga 8 tahun hingga bisa menyelesaikan studinya tersebut.

Kisah hidup Peggy sejak muda tak berjalan mudah sehingga ia harus berhenti bersekolah di saat masih berumur 15 tahun. Setelah itu ia pun menikah sehingga tak ada waktu lagi untuk mencoba meneruskan pendidikannya.

Namun, ia kembali memiliki minat untuk mengenyam pendidikan setelah ia membantu mengerjakan tugas sekolah dari cucunya mengenai Perang Dunia II. Pekerjaan rumah cucunya itu pun membuat Peggy merenungkan hidupnya dan memutuskan untuk pergi ke universitas untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik lagi.

Jalan menuju gelar doktor itu pun tak mudah sebab Peggy harus menunda studinya karena terserang infeksi ginjal. Selama 18 bulan ia harus menunda studinya dan memulihkan kesehatannya terlebih dahulu.

"Saat itu aku merasa sakit sekali seperti akan mati. Aku di rumah sakit selama sebulan dan harus belajar berjalan lagi. Universitas setuju untuk menunda studiku dan aku pun selalu bertekad untuk menyelesaikan studiku," ucap Peggy Styles dikutip dari Metro.

Setelah kembali ke universitas, Peggy pun segera menulis disertasinya yang berjudul Old Wives Tales? Changing my Perception of the World yang dituliskan hingga 48 ribu kata. Disertasinya tersebut bertujuan untuk mengajarkan generasi penerus tentang sejarah pada abad ke-20 dari sudut pandang seorang manusia.

Namun, setelah ia selesai menulis desertasinya suami dari Peggy meninggal dunia. Meski begitu, saat hari kelulusan ia tetap ditemani keluarga besarnya yang sangat bangga bisa melihat nenek berusia 86 tahun menjadi lulusan dari University of Bristol.

"Aku masih sangat muda saat masa perang dan pergi ke universitas sama sekali bukan rencana siapa pun saat itu. Meski masa pasca perang masih tetap dalam ingatan, budaya telah berubah banyak. Inilah salah satu alasan mengapa saya ingin menulis tentang bagaimana sikap masyarakat terhadap pendidikan perempuan telah berubah secara bertahap," tambah Peggy.

Meski menjadi lulusan tertua dari University of Bristol, tapi Peggy Styles mengaku ia masih belum benar-benar merasa tua. Meski kaki dan lengannya sudah tak sebaik dulu, tapi ia mengaku otaknya masih berfungsi dengan baik dan ingin belajar selamanya jika keadaan memungkinkan.

Meski sudah berusia tua, tapi semangat belajar Peggy Styles nggak kalah sama yang masih muda nih Teens. Masa kalian yang masih remaja semangat belajarnya kalah nih Teens dengan nenek yang sudah berusia 86 tahun? Jadi jangan pernah malas dan tetap semangat belajar ya agar bisa sukses seperti nenek bernama Peggy Styles ini!
Sumber : https://www.teen.co.id
Share:

Semakin Erat Kerjasama Toyota Dan Bandung

KIM Cipedes, Pendopo - Setelah menjalin kerjasama dengan Kota Toyota, Pemerintah Kota Bandung semakin intensif menjalin komunikasi. Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil menerima delegasi dari Pemerintah Kota Toyota di Pendopo Kota Bandung, Senin (2/10/2017).

Kedatangan tersebut guna membahas tindak lanjut dari kerja sama yang telah disepakati. Keduanya setuju untuk memprioritaskan soal perawatan lansia dan transportasi. Jepang merupakan negara maju yang kini tengah mengalami masalah penurunan angka kelahiran. Sementara itu, angka penduduk yang lanjut usia hampir mendominasi populasi. Hal serupa terjadi pada Toyota. “Ada banyak lansia yang membutuhkan perawatan di sana. Maka kami berharap sumber daya manusianya bisa diperoleh dari Bandung,” tutur Shimizu Ikuo, pimpinan delegasi Pemerintah Kota Toyota.

Gagasan mengirimkan SDM Bandung untuk dikirim ke Jepang karena Bandung dikenal dengan kota yang ramah bagi penduduk lanjut usia. Program Bandung Cinta Lansia tengah berlangsung untuk membuat mereka betah dan bahagia berada di Bandung. Sebagai timbal baliknya, Kota Bandung mengajukan agar ada investasi transportasi dari Toyota. Bentuknya bisa berupa bis atau teknologi lain yang bisa memperlancar transportasi di Bandung.

“Kebutuhan kami yang paling prioritas adalah masalah transportasi. Kalau bisa, ada satu atau dua percontohan teknologi dari Jepang,” ungkap Ridwan.

Kedua kota kini sama-sama tengah mengkaji kerja sama itu. Dalam waktu dekat, keduanya akan menggelar pertemuan lagi. Tim R
Share:

Kang Emil : "Nikmat Allah SWT Turun ke Kota Bandung"

KIM Cipedes, Balaikota.
Seiring perjalanan waktu pemahaman dan implementasi Pancasila sebagai pandangan hidup, di kota Bandung mengalami kemajuan dengan berbagai inovasi. Diantaranya magrib mengaji, Bandung masagi, subuh berjamaah, penguatan empat pilar kebangsaan, gerakan Bandung hantam hoax, Bandung toleran, Bandung ramah HAM dan masih banyak lagi. Pancasila sebagai ideologi bangsa lahir dari keluhuran budi pekerti, kecerdasan mental dan spiritual serta kegigihan pendiri negeri untuk menciptakan suasana kehidupan yang sejahtera atas dasar Pancasila.

Hal tersebut dikatakan oleh Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil pada acara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balai Kota Bandung, Senin (2/10/2017).
Kang Emil sapaan akrab Wali Kota Bandung menjelaskan dengan berbagai program yang dijalankan Alhamdulillah situasi kota Bandung sejauh ini kondusif relatif tidak terjadi potensi perpecahan di antara warga dengan demikian indeks kebahagiaan sebesar 73,42 menjadi bukti nyata kondusifitas di kota ini terjaga dengan baik. Disamping itu, kota Bandung pun memberikan program kemanusiaan yang adil dan beradab yaitu mengumpulkan bantuan untuk Rohingya memecahkan rekor 4,4 miliar untuk bantuan kemanusiaan.

Kota Bandung pun merutinkan sekolah kebangsaan ideologi, yaitu menjadi pembina upacara di sekolah sekolah. Lalu untuk urusan demokrasi kota Bandung memiliki meadilan sosial dengan adanya kredit melati dan perlindungan UKM. "Jadi kesimpulannya jika ingin melihat sebuah kota yang menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam program-program yang inovatif."

Lebih lanjut Kang Emil mengungkap sebagai umat yang beragama harus bersyukur dengan "Nikmat Allah SWT yang turun ke Kota Bandung. "Salah satu nikmat itu adalah nikmat melakukan kegiatan pembangunan dengan aman dan nyaman kondusif. Nah ini datang dari kesepahaman baik pemerintah maupun warganya,"ujar Emil.

Lanjutnya sebagai masyarakat maupun pendatang atau wisatawan, jika ingin tinggal dan datang ke kota Bandung perlu menjunjung tinggi sebuah nilai Pancasila. "Alhamdulilah, baik warga wisatawan maupun pendatang ke kota Bandung sampai saat ini lebih baik. Karena mampu melakukan aturan yang berlaku dan saling menghargai satu sama lain."ujarnya.

Dirinya berharap momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini menjadi sarana evaluasi diri sebagai pondasi untuk melahirkan kreativitas dan inovasi. "Sehingga peringatan ini menjadi penguatan kolaborasi diantara kita sesuai peran dan kapasitas masing-masing demi mewujudkan Bandung yang aman dan sejahtera,"pungkasnya. ***
Share:

KAPOLRI

iklan banner

KAPOLRES SUMBAWA BARAT

iklan banner

IPTU RITA YULIANA,S.I.K.,M.M

Trending Minggu Ini

BERITA HARI INI

Arsip Blog