September 2017 ~ KIM Cipedes

Panwaslu Kota Bandung Mendapat Hibah Rp. 12,3 Milyar

KIM Cipedes, Pendopo -  Pemerintah Kota Bandung memberikan hibah senilai Rp. 12,3 milyar kepada Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Bandung untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018. Hal tersebut diwujudkan dalam penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil dan Ketua Panwaslu Kota Bandung Farhatun Fauziyyah di Pendopo Kota Bandung, Rabu (27/9/2017).

Walikota Bandung, M. Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Kota Bandung memberikan hibah senilai Rp12,3 milyar kepada Panwaslu Kota Bandung agar pelaksanaan Pilkada serentak tahun depan bisa berjalan dengan kondusif.

“Tahun depan ada dua peristiwa besar pilkada serentak, yaitu pemilihan Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Maka kondusivitas dan kelancaran harus diutamakan,” tutur Ridwan.

Namun berkaca pada pelaksanaan pemilihan Presiden RI tahun 2014, Ridwan menjelaskan, kondisi politik di Kota Bandung cenderung kondusif. Maka pelaksanaan pemilihan umum di Kota Bandung diperkirakan tidak akan ada banyak masalah.

“Saya meyakini penyelenggaraan pemilihan di Bandung, secara umum selalu baik. Terbukti waktu kita selenggarakan Pilpres dan Pileg (Pemilihan legislatif) relatif aman karena masyarakatnya relatif sudah melek politik,” imbuhnya.

Menurutnya, Panwaslu harus fokus pada ketertiban pelaksanaan sosialisasi atau kampanye. Sebab tahun ini, ada perbedaan regulasi di mana alat peraga kampanye seluruhnya disediakan oleh Komisi Pemilihan Umum. “Jadi setiap kandidat jumlah posternya sama, jumlah daya sosialisasinya sama,” katanya.

Maka dari itu, Ridwan Kamil meminta kepada Panwaslu agar menyusun peraturan yang sejelas-jelasnya agar proses pemilihan umum bisa berlangsung dengan sebaik-baiknya. “Saya titip ke Panwaslu, peraturan harus jelas hitam dan putihnya. Harus jelas mana yang boleh dan tidak boleh,” tuturnya.

Kang Emil sapaan akrab Walikota Bandung ini juga mengamanatkan agar Panwaslu juga bisa memberikan pendidikan demokrasi kepada masyarakat. Ia ingin agar masyarakat tidak melihat proses demokrasi ini sebagai sesuatu yang menakutkan. “Demokrasi bukan menakutkan, tapi satu peristiwa budaya yang baik untuk mengestafetkan kepemimpinan di daerah,” ujarnya. Tim R
Share:

"Kekasih Juara" Besok Diresmikan

Rita Verita - Kadinkes Kota Bandung
KIM Cipedes, Balkot - Dinas Kesehatan Kota Bandung berupaya meningkat pelayanan publik dengan berbagai inovasi terbaru. Besok Kamis, 28 September 2017, Dinas Kesehatan Kota Bandung akan meluncurkan program yang bernama Kekasih Juara (Kendaraan Konseling Silih Asih), yang akan diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil, bertempat di Taman Cikapayang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita pada kegiatan Bandung Menjawab di Ruang Media Balai Kota Bandung, Selasa (26/9/2017).

Rita menjelaskan bahwa Kendaraan Konseling Silih Asih adalah kendaraan yang akan hadir memberikan pelayanan konsultasi kesehatan dan program inovasi jemput bola, dengan tujuan memberi solusi terhadap psikologis warga Bandung. Pada tahap pertama ini Pemkot Bandung menyediakan tiga unit kendaraan untuk berkeliling di sejumlah titik strategis di kota Bandung.

“Kami desain sedemikian agar menarik dan membuat masyarakat ingin berkonsultasi. Bagi yang membutuhkan konseling ini hadir di beberapa taman taman, seperti taman Lansia, taman Cikapayang dan Taman Dewi Sartika,” ucap Rita.

Menurut Rita, ditempatkan beberapa taman di Kota Bandung agar masyarakat lebih mudah mengakses lokasi. Dengan kemudahan tersebut maka masyarakat akan lebih leluasa dan mudah untuk melakukan konseling. “Taman kan tempatnya terbuka, jadi jika ada yang konseling ke kami, itu bebas dan suasanua nyaman ga bosen seperti di ruangan,” ujarnya.

Ditambahkan Rita, dalam satu tim mobil Kekasih Juara ada 8 orang. Diantaranya, untuk HIV Aids, kesehatan reproduksi, Psikologi, ahli Gizi, KUA dan konseling untuk berhenti merokok. “Tim ini kami berikan yang berbeda agar ketika masyarakat melakukan konseling tidak hanya pada satu permasalahan saja, tetapi di bagian lain pun bisa melakukan konseling. Untuk jadwal konseling dimulai Setiap hari Minggu selama tiga jam,” jelas Rita.

Rita harap dengan jadwal konseling ini mudah-mudahan animo masyarakat baik. Dengan keberadaan kendaraan konseling ini diharapkan bisa membantu dan memberikan solusi bagi permasalahan yang ada pada masyarakat,” pungkasnya. Tim R
Share:

Launching Maskot dan Jingke Pilwalkot Bandung 2018

KIM Cipedes, Ujungberung - Launching Maskot dan Jingke Pilwalkota Bandung 2018 yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial, bertempat di Alun-Alun Ujungberung, Rabu, 27/09/2017.
Mang Oded sapaan akrab Wakil Walikota Bandung ini, berharap partisipasi pemilu dapat meningkat saat pilwalkot 2018 nanti. Maskot pilwakot tersebut bernama Simaung sedangkan jinglenya berjudul Untuk Bandung.

Lebih lanjut dikatakan Mang Oded, partispasi masyarakat menjadi cerminan kontribusi masyarakat untuk kemajuan kotanya, launching maskot dan jingle pemilu ini merupakan salah satu upaya pemerintah dan KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilu khusunya di kota Bandung. "Semoga partisipasi pemilu dapat meningkat, karena sesungguhnya ciri dari partisipasi pemilu yang tinggi merupakan cerminan kontribusi masyarakat yang ingin kotanya maju" tandasnya.

Tak hanya itu, Oded berpesan agar kondusifitas kota Bandung jelang pemilu tahun 2018 nanti untuk terus tetap dijaga. "Saya berharap kondisi kondusif ini dapat senantiasa terjaga, itu menjadi tanggung jawab dan kesadaran kita bersama" ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua KPU Kota Bandung, Rifqi Almubarok, kehadiran maskot dan jingle baru Pilwalkot Bandung ini akan menjadi salah satu alat promosi KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pilwalkot Bandung 2018. "Maskot dan jingle ini akan memberikan informasi mengenai pilwalkot bisa tersampaikan kepada masyarakat," kata Rifqi.

Si Maung yang berupa harimau lucu ini diharapkan dapat diterima masyarakat dan bisa menggiring warga untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilwalkot Bandung 2018. Tim R
Share:

Pemprov Jabar Rehab 43 Rutilahu

Mang Oded meletakan Batu Pertama Rehabilitas Rutilahu di Kel Palasari
KIM Cipedes, Palasari - Pemerintahan Provinsi Jawa Barat memberikan dana bantuan untuk 43 Unit Rumah Tidak layak Huni (Rutilahu) di Kelurahan Palasari RW 05 Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Bantuan Pemprov Jabar untuk rutilahu didistribusikan Pemkot Bandung

Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial bersama dengan perwakilan Pemprov Jabar dan perangkat daerah sekitar secara resmi rehabilitas rutilahu mulai dibangun yang ditandai dengan peletakan batu pertama, 27/09/2017. 

"Alhamdulillah kata Wakil Walikota Bandung, ini merupakan bantuan provinsi yang didistribusikan oleh Pemkot Bandung untuk kategori rumah yang tidak layak dihuni," ungkap Mang Oded sapaan akrab Wakil Walikota Bandung ini. Bantuan rutilahu di Kota Bandung akan terus diupayakan namun dirinya mengakui bantuan tersebut tidak bisa sekaligus. "Kita cicil, kita upayakan sehingga seluruh warga yang ada di kota Bandung mendapat rumah layak huni terutama bagi warga yang tidak mampu" jelasnya.
Ditambahkan olehnya bantuan rutilahu telah di upayakan pemerintah dan terbagi menjadi beberapa bagian sumber dana. "Jadi bantuan rutilahu ini ada 3, dari pusat, dari pemerintah provinsi dan bantuan pemerintah Kota," tuturnya.

Tak hanya itu, distribusi Rehab Rutilahu tersebut dijelaskan mang Oded telah melalui berbagai prosedur, pihaknya meyakini distribusi rehab ini tetap sasaran. "Insyaallah tepat sasaran, sesuai, soalnya terlebih dahulu kita pakai konsultan karena sesuai dengan aturan yang ada" jelasnya.

Bantuan Rutilahu yang didapat per Unit sebesar 15 Juta, 244 bantuan Pemerintah Provinisi dan telah direalisasikan 43 Unit di Kelurahan Rancasari , Rencananyaya sebanyak 744 bantuan pemkot Bandung akan didistribusikan di tahun ini, selain itu bantuan Rehab rutilahu didapat akan didapat dari pusat. Tim R
Share:

Seklur Cipedes Membuka Lomba Kebersihan Lingkungan Sehat

KIM Cipedes, Sukajadi - Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cipedes menggelar kegiatan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BGRM) dengan tema Kebersihan Lingkungan Sehat di setiap RW dan nantinya ada tim penilai yang akan berkunjung kesetiap RW-RW. Panitia penyelenggara BGRM telah mempersiapkan 1 (satu) Piala Bergilir dan 3 (tiga) piala tetap serta uang pembinaan bagi pemenang.

Kegiatan BGRM Kelurahan Cipedes, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kelurahan Cipedes, Sudirman, S.Sos, turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua LPM Kecamatan Sukajadi, Tamedi, Babinkamtibmas, Ketua Karang Taruna Rajawali Kelurahan Cipedes, Dedi, Ketua KIM Kelurahan Cipedes, Asep Wahyu Hermawan, Ketua RW dan Ketua RT se Kelurahan Cipedes, TP PKK Kelurahan Cipedes dan Ketua Forum RW Kelurahan Cipedes, Cecep Rohendi, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Cipedes, Jl. Sukagalih No. 24 Sukajadi Kota Bandung, 27/09/2017.

Sekretaris Kelurahan Cipedes, Sudirman, S.Sos menyampaikan permohonan maaf dari Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH tidak bisa hadir ditengah-tengah pembukaan kegiatan BGRM, karena menghadiri kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. 

Menurut Sudirman, kegiatan BGRM yaitu Lomba Kebersihan lingkungan sehat di setiap RW merupakan ajang untuk semangat kerja bersama dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 207 Kota Bandung dan Tahun Baru Islam 1439 Hijriah. Kegiatan yang seperti ini tentu sangat baik sekali, tentunya sebagai dukungan warga terhadap pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kota Bandung. Hal ini dibuktikan dengan 3 kali berturut-turut Pemerintah Kota Bandung meraih piala Adipura. Kita sebagai warga kota Bandung tentunya bangga atas prestasi yang telah diraih Pemerintah Kota Bandung dan piala adipura tersebut perlu kita pertahankan,” ungkap Sudirman. 

Diakhir-akhir kegiatan, dilakukan penyerahan baju kaos BGRM kepada para Ketua RW dilingkungan Kelurahan Cipedes. Dan tanpa disangka Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH juga menyempatkan diri untuk datang pada kegiatan BGRM dan berfoto bersama.Asep WH/Edwandi
Share:

BPNT Sudah Berjalan di 10 Kecamatan

Susatyo
KIM Cipedes, Bandung - Pemerintah Kota Bandung terus meningkatkan pelayanan bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) saat ini telah berjalan di 10 Kecamatan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Bidang Pengendalian Data dan Evaluasi Dinas Sosial dan Penanganan Kemiskinan Susatyo pada kegiatan Bandung Menjawab di Ruang Media Balai Kota Bandung, Selasa (26/9/2017).

Lanjutnya, 10 lokasi yang telah berjalan diantarnya Kecamatan Batu Nunggal, kecamatan Regol, ujung Berung, Cibiru, Astana Anyar, Babakan Ciparay, Bandung Kulon, Cibeunying Kidul, Bojong Loa kidul dan Sukajadi. "Lokasi tersebut sudah berjalan setelah dimulainya Program BPNT. Untuk lokasi yang belum melakukan program tersebut, diharapkan bisa menyelenggarakan secepatnya,"ujar Susatyo.

Menurutnya, hambatan penyelenggaraan bantuan ini terdiri dari beberapa aspek diantaranya proses pembangunan dan pengadaan barang dan tahap pencarian lokasi untuk pembuatan e waroeng. "Hal tersebut akan terus kami proses sampai masyarakat bisa mengakses dan menggunakan bantuan tersebut,"ujar Susatyo.

Lanjutnya, untuk semua masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan, maka persyaratan yang terpenting adalah memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan). Hal tersebut sangat penting karena untuk mendata masyarakat yang sudah terdaftar. "Maka saya himbau untuk masyarakat agar memiliki nik, agar pendataan menjadi lebih mudah,"tuturnya.

Susatyo berharap, agar masyarakat tersentuh seluruh bantuan yang diberikan. "Insyaallah jika prosedur untuk mendapatkan bantuan sudah lengkap, maka bantuan pun akan diberikan,"pungkasnya. Tim R
Share:

Pemerintah Yang Kuat Selalu Hadir Ditengah Masyarakat

Sekda Kota Bandung, Yossi Irianto, Camat Bacip, Momon A Imron berfoto bersama pemenang
KIM Cipedes, Bacip - Ribuan warga kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung memadati jalan Caringin yang biasanya padat oleh kendaraan yang melintasi daerah tersebut. Terlihat anak-anak, pemuda/i bahkan lansia berduyun-duyun mendatangi arena tersebut untuk menyaksikan Bacip Festival dalam rangka merayakan Hari Jadi ke 207 Kota Bandung, yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung DR. H. Yossi Irianto, M.Si Sabtu, 23/9/2017.

Puluhan stand kuliner dan fashion meramaikan acara. Tiap-tiap kelurahan mengisi sebuah stand yang menampilkan kekhasan kreativitas warga. Beberapa wahana permainan anak juga hadir memanjakan anak-anak usia balita.

Warga juga mengadakan lomba menghias tumpeng yang diikuti oleh perwakilan RW se-Kecamatan Babakan Ciparay. Setiap RW mendekorasi tumpeng dengan memperhatikan komposisi warna dan rasa tumpeng. Yossi berkesempatan untuk mencicipi tumpeng dan "botram" atau makan bersama dengan warga.

Tim Penggerak PKK di tiap kelurahan juga tak mau kalah. Ibu-ibu paruh baya mengikuti lomba kreasi yel-yel per kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 10 orang yang menampilkan gubahan lirik lagu populer dengan lirik yang bertemakan Hari Jadi Kota Bandung.

Yossi menyambut gembira inisiatif warga dalam merayakan Hari Jadi ke-207 Kota Bandung. Menurutnya, momentum ini menunjukkan tingkat partisipasi warga dalam pembangunan yang semakin baik. "Pemerintah yang kuat adalah ketika pemerintah bisa bersatu dengan warga, pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat, serta paham persoalan masyarakat, dan ciri masyarakat," tutur Yossi.

Istimewanya, Bacip Festival ini betul-betul digagas dan dikelola sendiri oleh seluruh elemen warga tanpa menyewa event organizer. Karang taruna, PKK, hingga organisasi kemasyarakatan di sekitar Babakan Ciparay masing-masing berkontribusi untuk kelancaran acara. Untuk itu, Yossi sangat memberikan apresiasi.

"Kegiatan ini harus menjadi role model di mana kegiatan murni digagas oleh stakeholder di kecamatan dan kelurahan. Seluruh stake terlibat dalam kegiatan hari ini," ucap Yossi.

Yossi lantas mengucapkan selamat atas kesuksesan acara ini dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga yang menurutnya luar biasa. "Saya berterima kasih atas terselenggaranya Bacip Festival Semoga ini menjadi kegiatan rutin yang bisa dilakukan Bacip sehingga menimbulkan daya tarik, gairah, dan membangun kebersamaan," pungkasnya.
Sementara itu, Camat Babakan Ciparay, Momon Ahmad Imron mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi, membantu dan menyukseskan penyelenggara Bacip Festival ini," ungkap Momon. Edwandi
Share:

HJKB ke 207, Damri Gratiskan 102 Unit Bus Bagi Pelajar

KIM Cipedes, Bandung - Hari Senin tanggal 25 September mendatang akan ada yang istimewa bagi para pelajar di seluruh Kota Bandung. Di Hari Jadi Kota Bandung ke 207, mereka tidak perlu mengeluarkan ongkos jika naik bus Damri.

Hal tersebut dikatakan, Asisten Manajer Pemasaran dan Pengembangan Usaha Perum Damri Cabang Bandung, Kusmaya bahwa pihaknya menggratiskan ongkos bagi pelajar sebagai kontribusi perusahaannya terhadap Hari Jadi Kota Bandung ke 207.

“Ada 102 bus yang kami gratiskan di lima trayek. Jadi para pelajar tidak usah membayar ongkos jika naik bus pada hari Senin nanti. Meski cuma satu hari, kami berharap program ini bisa meringankan para pelajar di Kota Bandung,” ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (22/9/2017).

Kusmaya merinci kelima trayek tersebut antara lain Cicaheum – Cibeureum, Leuwi Panjang – Ledeng, Leuwi Panjang – Dipati Ukur, Cicaheum – Leuwi Panjang, dan Cibiru – Kebon Kalapa.

“Jika dirata-ratakan per busnya ada 50 tempat duduk, maka dalam satu kali jalan ada sekitar 5.100 orang pelajar yang bisa terakomodasi dengan program ini. Kalau rata-rata satu bus bisa delapan kali jalan, berarti ada 40.800 orang pelajar yang bisa memanfaatkannya,” tuturnya.

Dia melanjutkan, program penggratisan bus bagi pelajar tersebut bukan pertama kali ini dilakukan. Sebelum-sebelumnya pun pernah dilakukan di beberapa momen seperti hari jadi kota Bandung maupun hari ulang tahun Perum Damri. “Melihat program sebelumnya, antusiasme pelajar cukup tinggi. Bahkan mereka nagih, maunya lebih dari satu hari programnya,” tukasnya.

Kabag Humas Setda Kota Bandung, Yayan A. Brillyana menambahkan, Pemerintah Kota Bandung menyambut baik program bus gratis bagi pelajar yang diadakan oleh Perum Damri. Dia pun berharap para pelajar bisa memanfaatkan program tersebut.

“Kami pun berharap pihak sekolah bisa berpartisipasi dengan mengarahkan peserta didiknya untuk naik bus Damri di hari Senin. Karena selain memperingati Hari Jadi Kota Bandung, program ini juga bagian dari kampanye angkutan massal, mengurangi kemacetan, program menghemat BBM, juga mengajarkan kepada para pelajar untuk mandiri,” ungkapnya. Tim R
Share:

Sekcam Sukajadi, Agung Purnomo Melepas Peserta Pawai Obor

KIM Cipedes, Sukajadi - Ratusan warga Kelurahan Cipedes memadati lapang volly Aspol RW 09 untuk mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1439 H. Walaupun sedikit gerimis, tapi tidak menuyurutkan niat warga kelurahan Cipedes untuk melaksanakan pawai obor. Selain Pemuda/i, tokoh masyarakat peserta Pawai obor ini juga terdiri dari santri-santri DTA yang ada diwilayah Kelurahan Cipedes. 
Secara resmi pawai obor ini dilepas oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sukajadi, Agung Purnomo yang didampingi Ketua RW 09, Suherman S, dan Sekretaris Karang Taruna Rajawali Kelurahan Cipedes, Asep Wahyu Hermawan. 

Ketua RW 09 Kelurahan Cipedes, Suherman S mengatakan warga kami sangat antusias mengikuti pawai obor ini, kami di RW 09 menyediakan 500 obor,” ungkap Suherman ketika ditemui KIM Cipedes di Lapang Volly Aspol RW 09, Rabu, 20 September 2017.

Lebih lanjut dikatakan Suherman, khusus warga Kelurahan Cipedes titik kumpul di Lapang Volly Aspol. Adapun route yang akan dilewati peserta pawai obor ini yaitu star dilapang volly Aspol RW.09 - Jl. Sukagalih - Jl. Cipedes Tengah - Jl. Mulyasari (balumbang) Jl. Sukamulya - Jl. sukagalih dan finish di Warung Nasi Serbu,” ujar Suherman. 

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Sukajadi, Agung Purnomo sangat mengapresiasi pelaksanaan pawai obor yang diprakarsai oleh Ketua RW 09 ini. Semangat dan antusias warga begitu menggelora, walaupun sedikit gerimis tapi tidak menyurutkan niat mereka untuk melaksanakan pawai obor dalam rangka menyambut 1 Muharam 1439 H. Semoga kegiatan ini mendapatkan barokah dari Allah SWT,” ucap Agung. Edwandi
Share:

Kurangi Jomblo, Pemkot Bandung Akan Gelar Festival Nikah Massal

Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil saat Press Conference
KIM Cipedes, Babakan Ciamis - Pemerintah Kota Bandung tengah fokus dalam meningkatkan kesejahteraan warganya dan berencana akan menggelar Festival Nikah Massal bagi warga Kota Bandung yang belum memiliki pasangan. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kami saat menggelar Press Conference di Taman Sejarah Kota Bandung, Jalan Aceh Babakan Ciamis Sumur Bandung, Selasa 19/09/2017.

Kang Emil panggilan akrab Wali Kota Bandung ini mengungkapkan bahwa tujuan Festival Nikah Massal ini dilaksanakan untuk meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat Kota Bandung dimana menurut survei yang dilakukan kebahagian warga kota Bandung salah satu faktornya adalah keharmonisan keluarga. “Hasil survei warga Bandung bahagia karena keharmonisan keluarga dan silaturahmi, yang bahagia kebanyakan  dari yang sudah menikah,” ujar Kang Emil.
Selain itu, lanjut Kang Emil, nikah massal ini juga bertujuan untuk mengentaskan kejombloan di Kota Bandung. “Nikah massal ini untuk merayakan berkurangnya jomblo-jomblo di kota Bandung,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua pelaksana kegiatan HUT Bandung ke 207, Kamalia Purbani mengatakan Festival Nikah Massal ini akan dilaksanakan pada 30 September 2017 dengan target peserta sebanyak 207 peserta. “Ini merupakan inisiatif dari Dinas Sosial Kota Bandung dan akan dilaksanakan tanggal 30 September di Aula SMA 7 Bandung,” ucapnya.

Bagi pasangan yang ingin ikut serta dalam nikah massal ini dapat mendaftarkan diri melalui Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) kota Bandung. “Silahkan bagi yang ingin mendaftar boleh memghubungi kesra,” terangnya. Edwandi
Share:

Pemkot Bandung Potong Kabel Udara

KIM Cipedes, Naripan - Dalam penataan kota yang lebih asri dan nyaman, Pemerintah Kota Bandung melakukan pemotongan Kabel Udara dalam rangka Program Bandung Tanpa Kabel.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Iskandar Zulkarnain dan Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Ismail melakukan langsung pemotongan di simpang Jalan Naripan - Braga Kota Bandung, Senin (18/9/2017).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keindahan kota Bandung. Selain itu pemotongan kabel juga bertujuan untuk memindahkan kabel ke bawah tanah yang merupakan sarana dan utilitas saluran infrastruktur jaringan komunikasi yang dapat digunakan secara bersama oleh seluruh penyelenggara layanan komunikasi yang dilakukan secara terpadu dengan perencanaan dan penataan estetika kota.

Dalam kesempatannya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Iskandar Zulkarnain menyampaikan, kegiatan tersebut mewujudkan smart city dimana sarana komunikasi tidak hanya sebatas alat untuk mengambangkan relasi sosial, tetapi juga koneksi ekonomi dan budaya.

Lanjutnya, penempatan jaringan optik yang tidak beraturan merupakan salah satu persoalan yang menambah kekumuhan kota, sehingga perlu dikendalikan agar selaras degan kaidah dan tata ruang estetika kota serta menciptakan suasana kota yang indah, tertib dan nyaman bagi masyarakat. "Oleh karena itu bentangan kabel di atas jalan akan menimbulkan gangguan-gangguan terhadap jaringan komunikasi yang banyak digunakan warga terutama terhadap kegiatan perekonomian,"ujarnya.

Ditambahkan Zulkarnain, pengandalian tersebut sangat diperlukan karena pembanguan kabel serat optik dan bawah tanah saat ini dilakukan oleh masing masing pengusaha telekomunikasi.

"Maka dari itu, penyelenggaan ducting bersama bisa menjadi solusi untuk mengatasi persoalan kabel. upaya tersebut merupakan salah satu program pemkot bandung dalam mewujudkan bandung bebes kabel,"jelas Zulkarnain.

Lanjutnya, dinas PU Kota Bandung menyediakan infrastruktur pendukung seperti itu agar terintegrasi dengan pembangunan trotoar dan aliran drainase yang selanjutnya dapat mendukung bersama Diskominfo terutama untuk mempermudah jaringan komunikasi dalam menata dan mendirikan jaringan.

"Alhamdulillah pembangunan fasilitas ducting di bebebrapa ruas jalan kota bandung ini dimulai sejak tahun 2014 dan sampai tahun 2016 membangun jalan sepanjang 31.708 meter. Pada tahun 2014 sepanjang 9894 meter, di tahun 2015 sepanjang 15.514 meter dan tahun 2016 sepanjang 6.300 meter. hal tersebut akan terus dikembangkan di tahun berikutnya. Khusus jalan naripan yang akan dilakukan penurunan kabel kami membangun fasilitas ducting di tahun 2016 yang berupa pipa paralon diameter 6 inci, sebanyak 8 buah selongsong yang panjangnya 1700 meter. Mulai dari simpang Braga sampai dengan simpang Jalan Sunda dilengkapi dengan fasilitas mainhole dan tiang distribusi di beberapa titik,"ujar Zulkarnain.

Dirinya berharap, pembangunan ducting bersama diharapkan menjadikan manfaat yakni kota menjadi bersih dari kabel udara, indah dan teratur. "Tidak perlu lagi gali lobang dan tutup lobang terutama di ruas jalan yang dimana sudah tertata rapi. Selain itu mengurangi biaya pemliharaan di kota Bandung serta ducting bersama juga mewujudkan smart city yang membangun setiap orang kerjasama berbasis inovasi dan teknologi,"ujarnya.

Sementara itu menurut Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Ismail menyampaikan, Kominfo menyambut baik kegiatan penurunan kabel yang merupakan bagian dari rencana Pita Lebar Indonesia (broadband) yang mengembangkan infrastruktur di Indonesia dari tahun 2014 - 2019.

"Jadi infrastruktur itu bisa di bagi, ada mobile broadband dan fix broadband. Nah optic ini kabel yang mendukung dua-duanya, jadi koneksi untuk mobile di support oleh fiber optic. Selain itu, Fiber Optic juga mensupport broadband sampai ke rumah rumah yang disebut Fiber To The Home, maka pelayanan terhadap jaringan bisa terasa sampai ke rumah."jelas Ismail.

Lanjutnya, program Kota Bandung ini mensienergikan dua sisi. Sehingga tidak semata mata melarang, tapi menyiapkan alternatif infrastruktur di bawah tanah. "Sebenarnya disetiap tempat juga kabel udara sifatnya primer dan tersier. Kalau sampai di perumahan maupun gang yang sangat sempit itu ya sulit untuk melakukan penggalian, tapi untuk daerah jalan raya kota besar mestinya kabel harus berada di bawah, namun di sesuaikan tempatnya,"pungkasnya Ismail. Tim R
Share:

Rencana Alokasi Anggaran APBD Kota Bandung Tahun 2018

KIM Cipedes, Balkot - Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembang (Bapelitbang) Kota Bandung  merencanakan di tahun 2018 untuk anggaran APBD akan dialokasi untuk beberapa bidang diantaranya, pendidikan, kesehatan dan RTH (Ruang Terbuka Hijau). Hal tersebut dikemukakan oleh Kasubag Analisis Pembangunan dan Perencanaan Bapelitbang Kota Bandung Rina Marlina dalam kegiatan Bandung Menjawab di Ruang Media Balai Kota Bandung, Selasa (12/9/2017).

Rina menjelaskan, sekitar 7,2 trilyun anggaran APBD akan direncanakan untuk bidang tersebut. Salah satu dalam pendidikan seperti bantuan untuk warga kurang mampu. Dalam hal kesehatan pun sama, akan digunakan untuk pembangunan RSKIA dan pembayaran iuran masyarakat miskin.

Rina menambahkan yang terbesar anggaran terdapat di bidang kesehatan, karena hampir mengeluarkan anggaran sebesar 96 milyar. "Sekitar 15 - 16 persen anggaran dikeluarkan untuk kesehatan. Maka dalam hal ini kami akan terus merencanakan dan mengkonsep apa saja yang terpenting itu akan dikedepankan," jelasnya.

Lanjutnya, untuk bagian PU pun porsinya hampir sama, akan melakukan pembangunan seperti apartemen rakyat. "Hal itu pun terus direncanakan, intinya apapun yang terbaik untuk rakyat akan dikedepankan demi kesejahteraan,"tuturnya.

Dalam kesejahteraan masyarakat pun dinas penanggulangan kemiskinan akan menggunakan alokasi tersebut untuk masyarakat berpenghasilan rendah, nantinya akan bekerjasama dengan dinas KUMKM antara masyarakat yang berpenghasilan rendah membuat usaha baru untuk memperoleh penghasilan yang cukup. "Mudah mudahan dengan rencana yang dikonsep ini menjadi terlaksana dengan baik dan masyarakat pun terlayani sepenuhnya oleh pemerintah,"pungkasnya. Tim R
Share:

Ketua MUI Kota Bandung K.H. Miftah Faridl : "Uang Umat Jangan Dikumpulkan Begitu Saja"

K.H. Miftah Faridl
KIM Cipedes, Balkot - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung K.H. Miftah Faridl mengatakan uang umat jangan dikumpulkan begitu saja tanpa manfaat. Kembalikan manfaatnya untuk umat, berupa sarana atau modal. Asal pertanggungjawabannya jelas dan ada lembaga yang mengurusinya. Maka Kredit Mesra merupakan salah satu jawabannya. Pihaknya pun mengapresiasi adanya terobosan tersebut. Ulama, lanjutnya, mendukung penuh dan berupaya untuk membantu apa yang bisa dilakukan. “Ini sangat baik untuk mengatasi persoalan yang muncul karena banyaknya rentenir,” ujar Faridl ditemui selepas sosialisasi Kredit Mesra yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Balaikota, Jalan Wastukancana, Bandung, Kamis (14/9/2017).

Faridl menghimbau agar para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk memanfaatkan program Kredit Mesjid Sejahtera (Mesra). Fasilitas pembiayaan dari PD BPR Kota Bandung ini berpotensi menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis masjid. “Pemkot Bandung punya program Kredit Mesra, diharapkan para pengurus DKM agar dapat memanfaatkannya sebagai jalan untuk menyejahterakan umat.

Faridl mengakui ada saja risiko yang muncul dari pembiayaan tanpa agunan dan tanpa jasa tersebut. Tapi ini, kata dia, merupakan langkah nyata yang harus didukung bersama demi menggerakkan ekonomi kerakyatan. “Kredit Mesra juga bisa menguatkan peran mesjid tidak hanya sebagai tempat beribadah melainkan juga untuk memberikan kesejahteraan bagi umat. Dan secara keilmuan, pembiayaan ini diperbolehkan atau halal karena bukan transaksi bisnis di dalam mesjid,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur BPR Kota Bandung, Rio Zakaria menambahkan, sejak diluncurkan, respon masyarakat terhadap Kredit Mesra sudah cukup bagus. Sudah ada sekitar 100-an masyarakat mengajukan pembiayaan. “Alhamdulillah, direspon positif oleh masyarakat kota Bandung. Kami terus-terusan sosialisasi sampai ke tingkat kewilayahan. Dalam satu hari bisa sampai tiga tempat yang berbeda,” bebernya.

Sementara itu, Warga Muararajeun Lama, Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Ratna Kurniawati (49) mengaku sangat terbantu dengan adanya Kredit Mesra. Dengan ketiadaan bunga, tanpa agunan, serta cicilannya sangat ringan. “Sepuluh hari lalu saya pinjam Rp1 juta dari Kredit Mesra. Uangnya saya gunakan untuk membayar roda yang sehari-hari digunakan untuk berjualan serabi. Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan adanya Kredit Mesra ini,” pungkas wanita yang merupakan anggota Baitul Maal Arum tersebut. Tim R
Share:

60 KK Mendapatkan Penghapusan PBB

KIM Cipedes, Sukajadi - Pemerintah Kota Bandung melalui Badan Pengelolaan Pendapatan Kota Bandung menghapuskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebanyak 60 kepala keluarga dari 557 warga miskin diwilayah Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Bandung. 

Penghapusan PBB tersebut berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengelolaan Pendapatan Kota Bandung Nomor 973/KEP.09448-BPPD/2017 tentang Pemberian Pengurangan Pokok PBB. 

Surat Keterangan Penghapusan PBB diserahkan langsung oleh Lurah Cipedes, Dedi Rustandi kepada warga miskin, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Cipedes, Jalan Sukagalih Bandung, Jumat, 15 September 2017 

Lurah Cipedes, Dedi Rustandi,SH mengucapkan Terima Kasih kepada Walikota Bandung, Camat Sukajadi, Badan Pengelolaan Pendapatan Kota Bandung dan pihak-pihak yang terkait lainnya.Asep WH

Share:

Srikandi Aspol Pimpin Karta Rajawali Unit RW 09

KIM Cipedes, Sukajadi - Pemilihan Ketua Karang Taruna (Karta) Rajawali Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung beralangsung aman dan lancar. 

Agustine, Srikandi RW 09 Pjs. Ketua Karang Taruna (Karta) Rajawali Unit RW 09. Pemilihan Ketua Karta Rajawali Unit RW 09 ini melibatkan perwakilan Pemuda/Pemudi RT-RT yang ada di RW 09. Nampak hadir pada kesempatan tersebut, Kasie Pemerintahan Kelurahan Cipedes, Asep Drajat, Bagian Pelayanan Kelurahan Cipedes, Samsudin, Ketua RW 09, Suherman, Sekretaris Karta Rajawali Kelurahan Cipedes, Asep Wahyu Hermawan, dan para Ketua RT RW 09, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, 16 September 2017.

Panitia Pelaksana Pemilihan Ketua Karta Rajawali menetapkan Agustine sebagai Pjs. Ketua Karta Rajawali Unit RW 09 setelah menyisihkan 3 calon lainnya yaitu Asep Ido, Kiki dan Yusuf. 

Agustine Ketua Karta Rajawali Unit RW 09 mengatakan bersyukur dapat diberi amanah untuk melanjutkan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Program yang paling utama adalah mempersatukan pemuda/i dilingkungan RW 09. Dan menghilangkan kesan yang selama ini beranggapan RW 09 hanya di Asrama Polisi (Aspol) saja, kita akan hilangan kesan tersebut. Setelah bersatu pemuda/i ini bersatu, kita akan konsep program kerja Karta Rajawali Unit RW 09 kedepannya,” ungkap Agustine ketika ditemui KIM Cipedes ditempat pemilihan Ketua Karta Rajawali Uni RW 09. 

Sementara itu, Ketua RW 09, Suherman mengatakan akan terus mendorong pemuda/i untuk berkarya, berinovasi dan berprestasi yang menjadi sebuah tanggungjawab bersama untuk terus menjaga semangat pemuda berhimpun dalam wadah organisasi kepemudaan ini. 

Lebih lanjut dikatakan Suherman, sangat disayangkan jika wadah strategis karang taruna tidak mampu secara konkrit menunjukan keberadaannya kepada masyarakat. Jika wadah bersama ini tidak dikelola optimal bagi pengembangan pemuda berdampak pada minimnya generasi milenial yang gigih berbuat bagi kemajuan lingkungan,” ujar Suherman. 

Sekretaris Karta Rajawali, Asep Wahyu Hermawan berharap pemuda/i Karta Rawajali Unit 09 yang tergabung dalam kepengurusan berkomitmen untuk menjalankan tugas yang diamanatkan organisasi dengan baik. “Untuk apa kalau hanya sekadar mencari berspekulasi mencari keuntungan. Berniat menjadi pengurus, maka harus siap bertugas,” tegas Asep WH yang akrab disapa Rommy. Edwandi
Share:

Mang Oded Pikirkan Ribuan Warmis

KIM Cipedes, Lengkong Besar -  "Apa bedanya pejabat dengan pemimpin?" tanya Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial pada para mahasiswa baru Program Studi Ilmu Administrasi Negara di Kampus Universitas Pasundan, Jalan Lengkong Besar No. 68 A Bandung, 13 September 2017.

Para mahasiswa baru itu bergeming, menunggu kelanjutan materi yang disampaikan Oded. Pria yang karib disapa Mang Oded itu memang diundang oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Unpas untuk memberikan motivasi pada sesi Masa Bimbingan mahasiswa baru. "Pemimpin adalah dia yang menerima amanah dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab, sementara pejabat sekadar menerima jabatan demi fasilitas-fasilitas," imbuh Oded.
Mang Oded sapaan akrab Wakil Walikota Bandung ini, mengimbau agar para mahasiswa tidak sekadar menjadi pejabat, melainkan menjadi pemimpin yang baik dan amanah. Dalam pandangannya, ada dua cara untuk menjalankan amanah sebagai pemimpin. Pertama, ia harus menggunakan akal dan pikirannya untuk menjalankan norma-norma yuridis. "Norma yuridis itu adalah aturan-aturan yang telah tertulis, seperti Undang-Undang. Seorang pemimpin harus patuh terhadap hal itu," katanya.

Sementara yang kedua, pemimpin juga harus memiliki norma-norma etis yang menggunakan hati nurani sebagai panduan. Ia menceritakan bahwa ia tak jarang menggunakan norma etis di atas norma yuridis. "Contohnya soal fasilitas negara, secara yuridis saya berhak mendapatkan fasilitas-fasilitas tertentu. Tapi saya dengan Wali Kota sepakat untuk menggunakannya secukupnya saja karena kami merasa masih ada ribuan warga miskin di Bandung yang harus lebih kami pikirkan," tutur Oded.

Oded menitipkan agar para mahasiswa harus menuntut ilmu secara tekun, tidak hanya di dalam kelas tetapi juga mendalami ilmu-ilmu kehidupan. Dengan begitu, kelak pada mahasiswa baru ini bisa menjadi pemimpin yang cerdas dan baik. "Saya titip pesan, negeri yang kaya raya yang kita tinggali ini mencari sosok pemimpin yang amanah. Jadilah pemuda harapan bangsa yang dicintai oleh masyarakat," ucap pria yang juga menjadi alumnus kampus tersebut. Tim R
Share:

KIM Cipedes Raih Penghargaan Kominfo Award 2017


KIMCIPEDES.COM, BANDUNG | Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung raih Juara II Lomba KIM Tingkat Jawa Barat Tahun 2017. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat menggelar acara bertajuk Kominfo Awards 2017 di Trans Luxury Hotel Bandung, Rabu (13/09/17). Berbagai inovasi berbasis IT dan peran-peran kelompok informasi masyarakat diapresiasi Pemerintah melalui berbagai penghargaan.

Kepala Diskominfo Jabar, Hening Widyatmoko mengatakan, penghargaan atau apresiasi tersebut diberikan kepada seluruh pelaku TIK dan Komunikasi Pertunjukan Rakyat di tingkat Provinsi Jawa Barat. Diskominfo juga turut memberikan penghargaan kepada Komunitas Informasi Masyarakat (KIM).

Hening menuturkan, acara ini dibuat agar pelaku TIK saling berkompetisi, baik di tingkat sekolah maupun umum. "Saya berkeinginan Pemerintah mengadakan kompetisi antara pelaku TIK baik tingkat Sekolah maupun umum, di tingkat provinsi, kota ataupun kabupaten. Pemerintah bisa menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk meningkatkan pelayan publik.


Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Cipedes, Asep Wahyu Hermawan mengatakan juara II dan penghargaaan Kominfo Award 2017 yang diraih KIM Kelurahan Cipedes salahsatu bukti kerja tim dari semua pihak, semua tidak luput dari peran dan dukungan Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH, Sekretaris Kelurahan Cipedes, Sudirman, S.Sos, Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan, dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Kota Bandung, para Ketua RT dan RW se Kelurahan Cipedes serta para tokoh masyarakat yang selalu memotivasi kami dalam menjalankan organisasi KIM di Kelurahan Cipedes yang kita cintai ini," Asep WH yang akrab dipanggil Rommy.

Menurut Ketua FK. KIM Kota Bandung, Yus Hartiman di sela – sela acara kominfo Award mengatakan ,” saya kira KIM Cipedes sudah cukup hebat, mampu bersaing dengan KIM di tingkat kota/kabupaten seperti Kota Bekasi dan Kabupaten Cianjur yang sudah cukup lama berkiprah di KIM. Sedangkan KIM Cipedes kan baru aktif awal Tahun 2017,” jelasnya.

Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH bangga dan mengapresiasi KIM Cipedes atas diraih Juara II dan Penghargaan Kominfo Award 2017. Semoga dapat menjadi memotivasi komunitas-komunitas yang ada dilingkungan Kelurahan Cipedes.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, dr. Ahyani Raksanagara, M.kes mengucapkan selamat dan sukses kepada KIM Kelurahan Cipedes, atas diraih penghargaan Kominfo Award 2017, prestasi tersebut agar dipertahankan dan terus berkarya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad heryawan hadir dan sekaligus memberikan penghargaan kepada pemenang lomba kominfo award 2017.

"Acara pemberian penghargaan penting adanya untuk memberikan perhatian, semangat serta dorongan supaya kita bisa tampil menjadi lebih baik dalam segala hal termasuk dalam teknologi informasi komunikasi," ungkap Kang Aher sapaan akrab Gubernur Jawa Barat.

Kang Aher menambahkan dalam hal elektronic goverment Jawa Barat sudah masuk dalam kategori baik, terutama dalam hal e- Tendering Jawa Barat menjadi pelopor di seluruh Indonesia karena satu satunya propinsi yang secara konsisten menjalankannya

Kominfo Award kali ini, memberikan penghargaan untuk berbagai kategori, antara lain, yaitu : website terbaik untuk perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota, kelompok informasi masyarakat (KIM), relawan TIK, inovasi pembuatan aplikasi, penyelenggara LPSE kabupaten/kota, dan lomba aplikasi inovatif.

Berikut secara lengkap daftar pemenang untuk berbagai kategori Kominfo Award Tahun 2017, dimana penghargaannya telah disampaikan oleh Kadiskominfo, Asisten Pemerintahan dan Kesra, dan oleh Gubernur Ahmad Heryawan.

Lomba Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ; Juara 1, KIM Kabupaten Bekasi ; Juara 2, KIM Cipedes Kota Bandung; Juara 3, KIM Kabupaten Cianjur. Lomba Kelompok Seni Pertunjukkan Rakyat (Petuntra) : Juara 1, Petuntra Kab.Bogor ; Juara 2, Petuntra Kab.Bandung, dan Juara 3, Petuntra Kab.Cirebon. Lomba Komunitas Relawan TIK : Juara 1, Bandung Barat ; Juara 2, Kota Bandung, dan juara 3, Kota Sukabumi. Lomba Inovasi LPSE : untuk kategori inovasi, juara 1, Kab.Bandung Barat; jura 2, Kota Depok;juara 3, Kota Bogor. Untuk kategori inspirasi inovasi IT diraih LPSE Kota Bandung.

Lomba pembuatan logo jabar smart province diraih oleh Husnul Yaqin. Lomba aplikasi inovatif : kategori SMA/SMK, diraih oleh SMK ICB Cinta Teknika Bandung. Untuk tingkat mahasiswa, juara 3, juara 1, Universita Majalengka; juara 2, ITB Bandung; juara 3, STT YBSI Tasikmalaya. Untuk masyarakat umum : juara 1, Yayasan Ma'had Usyaqil Qur'an (Aplikasi Rub in); juara 2, UNIKOM (Aplikasi Sallution) dan juara 3, UNIKOM (Aplikasi Tanah Airku).

Lomba Aplikasi Inpres 10 Tahun 2016 tentang Pencegahan Pemberantasan Korupsi : untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota : juara 1, Kota Bekasi; juara 2, Kab.Sumedang; juara 3, Kota Bandung. Untuk kategori perangkat daerah Prov.Jabar : juara 1, RS Jiwa Provinsi Jawa Barat; juara 2, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang; juara 3, Dinas Komunikasi dan Informatika.

Kemudian, Lomba website : untuk kategori Pemda Kab/Ko : juara 1, Kab.Tasikmalaya; juara 2, Kab.Bogor; juara 3, Kota Bandung. Untuk kategori perangkat daerah Prov.Jabar : juara 1, Dinas Sosial; juara 2, Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga; juara 3, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Untuk kategori lomba website perangkat daerah Prov.Jabar most improved, dimenangkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan. Untuk kategori most engaged, dimenangkan Dinas Perkebunan. Kemudian, untuk kategori sectoral acheivmen, dimenangkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu.

Penyerahan penghargaan, tropy dan hadiah dilakukan oleh Kepala Diskominfo Prov.Jabar, Hening Widiatmoko, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Koesmayadie Tatang Padmadinata, dan untuk pemenang lomba website tingkat Kab/Ko oleh Gubernur Ahmad Heryawan.

Kominfo Award 2017 dihadiri oleh utusan perwakilan Pemerintah Kab/Ko se-Jabar, utusan pejabat/pimpinan perangkat daerah tingkat Provinsi Jawa Barat, unsur relawan TIK, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), para siswa SMA/SMK pemenang lomba dan mahasiswa perguruan tinggi di Bandung yang memenangkan lomba.

Semarak Kominfo Award tahun ini disuguhi lantunan lagu lawas penyanyi legendaris asal Bandung, Inka Christi. Ketua KIM Cipedes, Asep Wahyu Hermawan berkesempatan berduet dengan Inka Christi membawa lagu dengan judul Bulan Madu Di Atas Pelangi yang diiringi band Ega Robot Perkusi, dan mendapat aplus dari undangan yang memenuhi ruangan utama Trans Luxury Hotel Bandung.  @ Edwandi
Share:

Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH : Jalinan Kebersamaan Antar Warga Agar Selalu Dijaga

KIM Cipedes, Bandung - Kreativitas warga Kelurahan Cipedes patut diacungi jempol, anak-anak, pemuda/i dan orangtua unjuk kebolehan dalam Pentas Seni yang digelar disetiap RT, RW. Kegiatan tersebut dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI K2 72.

Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH mengapresiasi aktivitas warga dalam rangka mengisi dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 72 disetiap RT, RW. Selain itu, yang paling utama makna dari penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah ajang silaturami antar warga yang selama ini karena kesibukan tersendiri sehingga jalinan silaturahmi agak berkurang. Disinilah waktunya yang paling tepat, bahu membahu, saling bantu membantu, dan bergotongroyong sehingga akan tercipta kerukunan antar warga. Hal ini terbukti dengan banyaknya kegiatan kegiatan di setiap lingkungan RT dan RW Se Kelurahan Cipedes. Seperti kegiatan Karnaval, Futsal dan Pentas Seni, juga kegiatan kegiatan lomba lainnya. Kita harapkan kebersamaan ini tetep selalu terjaga sehingga akan tercipta lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif,” ungkap Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH ketika ditemui KIM Cipedes diruang kerjanya, Senin, 11 September 2017

Hal yang serupa juga dikatakan Sekretaris Kelurahan Cipedes, Sudirman, S.Sos., bahwa warga masyarakat Cipedes memiliki bakat kreasi dalam berbagai bidang seperti seni budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Begitu juga dibidang olahraga, bakat anak-anak kita bisa disalurkan dengan adanya pertandingan futsal yang diselenggarakan hampir disetiap RW.

Saya menghimbau agar lebih di mantafkan dan di tingkatkan kegiatan -kegiatan di kalangan masyarakat, kami pihak Kelurahan sangat mendukung dan berupaya mendorong kegiatan yang ada di masyarakat supaya lebih baik dan lebih meningkat, karena semua itu adalah asset kelurahan, yang akan membawa nilai tambah bagi kelurahan Cipedes.

Selain itu, Sudirman juga menyampaikan kepada jajaran linmas agar lebih meningkatkan dalam menjaga keamanan lingkungannya serta gar dapat menangulangi masalah pendatang yang tidak diketahui identitas dirinya agar dapat melaporkan kepada RT dan RW setempat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi hal- hal yang tidak diharapkan,” ungkap Sudirman.

Lebih lanjut dikatakan Dirman sapaan akrab Seklur Cipedes ini, Linmas, Jabur, Gober dan Tim Kebersihan agar dapat mensosialisasikan kepada masyarakat program-program Pemerintah Kota Bandung salahsatunya Program Gerakan Hidup Sehat.

GERMAS

Pembangunan kesehatan menurut Dirman, pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” adalah gerakan bersama yang memiliki beberapa tujuan mulai menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kesakitan, kematian maupun kecacatan; menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas; menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan. Perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku kearah yang lebih sehat perlu dilakukan secara sistematis dan terencana oleh semua komponen bangsa ; untuk itu Gerakan Masyarakat (GERMAS) menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Secara umum tujuan Germas kata Dirman adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk berperilaku sehat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup. Sedangkan tujuan khususnya adalah meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi beban biaya kesehatan. Pergeseran pola penyakit ini mengakibatkan beban pada pembiayaan kesehatan negara. Sumber daya yang dibutuhkan untuk mengobati PTM selain membutuhkan biaya tinggi juga membutuhkan waktu yang panjang. Sehingga Kementerian Kesehatan mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung GERMAS sebagai tindakan preventif, dengan mengkampanyekan dan melakukan beberapa tindakan yang dianjurkan, yaitu melakukan aktivitas fisik, mengkonsumsi buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban," ujar Dirman. Asep WH
Share:

KIM Cipedes Akan Raih Penghargaan Kominfo Award 2017



KIM Cipedes, Bandung -  Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat akan menggelar Kominfo Award, bertempat di Ballroom Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto Bandung, Rabu, 13 September 2017.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Dr. Hening Widiatmoko, MA mengatakan bahwa dalam upaya mendorong pemanfataan serta tumbuhnya inovasi pada bidang Teknologi Informasi dan Komunitas (TIK), Gubernur Jawa Barat akan memberikan pennghargaan berupa Kominfo Award kepada Perangkat Daerah Provinsi, Bupati dan Walikota, LPSE Kabupaten dan Kota, Komunitaas Relawan TIK dan Perorangan yang telah berhasil memanfaatkan penggunaan TIK dan memunculkan inovasi.

Hal tersebut tertulis dalam Surat Dinas Komunikasi dan Informatikaa Provinsi Jawa Barat Nomor 005/1892/Diskominfo tanggal 31 Agustus 2017.

Dalam surat tersebut, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung salahsatunya yang akan menerima Penghargaan Kominfo Award, bersama KIM Kabupaten Cianjur dan KIM Kabupaten Bekasi.
Ketua KIM Cipedes, Asep Wahyu Hermawan mengucapkan syukur Alhamdulillah atas akan diraihnya Penghargaan Kominfo Award  Tahun 2017. Semua ini tidak terlepas dari peran serta dan dukungan Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH, Sekretaris Kelurahan Cipedes, Sudirman, S.Sos, Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan, dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Kota Bandung serta para tokoh masyarakat yang selalu memotivasi kami dalam menjalankan organisasi KIM di Kelurahan Cipedes yang kita cintai ini," Asep WH yang akrab dipanggil Rommy.***
Share:

KAPOLRI

iklan banner

IPTU RITA YULIANA,S.I.K.,M.M

Trending Minggu Ini

BERITA HARI INI

Arsip Blog