Juli 2018 ~ KIM Cipedes

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Selasa, 31 Juli 2018

Pukul 08.30 WIB, Wali Kota Bandung menghadiri peringatan Hari Krida Pertanian Tingkat Kota Bandung Tahun 2018, di Lapangan Urugan, Jln. A.H. Nasution RW 01 Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru. Acara yang dihadiri oleh 300 petani ini, dirangkaikan dengan launching ATM Beras.

Pukul 08.30 WIB, Wakil Wali Kota Bandung memberikan pengarahan sekaligus membuka acara Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018, di El Royale Hotel, Jln. Merdeka, Kota Bandung.

Pukul 09.00 WIB, rapat penyelenggaraan kirab obor memperingati Bandung Lautan Api, di Ruang Rapat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). 

Pukul 09.00 WIB, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung membuka acara Bimbingan Teknis Aplikasi BIRMS Untuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dan Pejabat Pengadaan (PP) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, di Hotel D’Sovia, Jln. Gardujati, Kota Bandung.

Pukul 09.30 WIB, Wakil Wali Kota Bandung memberikan tausyiah pada acara pemberian santunan jepada anak yatim dan marbot, di Hotel Malaka Bandung, Jln. Halimun, Kota Bandung.

Pukul 10.00 WIB, Bandung Menjawab di Ruang Media Balai Kota Bandung, dengan narasumber dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Camat Bandung Wetan.

Pukul 11.00 WIB, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung memberikan dukungan dan testimoni untuk Kecamatan Batununggal yang menjadi wakil Kota Bandung pada Lomba Sinergitas Kecamatan Tingkat Provinsi Jawa Barat. Tempat di Ruang kerja Sekda Kota Bandung, Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 11.00 WIB, Wakil Wali Kota Bandung meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Al Islam, Jln. Awibitung, Cicadas, Kota Bandung.

Pukul 14.00 WIB, Wali Kota Bandung didampingi Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung memimpin rapat pembangunan gedung kantor dan rapat lelang proyek, di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum, Kota Bandung.

Pukul 16.00 WIB, bertempat di Ruang Rapat Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum, Wali Kota Bandung menerima atlet Special Olimpiade Indonesia (Soina) yang bertanding di Pakanbaru, 19-23 Juli 2018.

Pukul 16.30 WIB, Wali Kota Bandung memimpin rapat Gelar PIPPK Tahun 2018, di Pendopo Balai Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum, Kota Bandung.
Sumber : humas.bandung go.id
Share:

Ridwan Kamil Sarankan Warga Ajukan Proposal Perayaan Hari Kemerdekaan RI

BANDUNG, kimcipedes.com - Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 semakin dekat. Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI berbagai perlombaan digelar warga masyarakat, seperti Panjat pinang, Balap karung, tarik tambang bahkan kreasi seni ditampilkan dipuncak acara. Masyarakat selalu ingin memeriahkan hari bersejarah itu dengan berbagai kegiatan yang meriah. Tak jarang, warga meminta sumbangan untuk mendukung kesuksesan acara.

Namun Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil mengingatkan agar masyarakat mempersiapkan perayaan kemerdekaan dengan cara-cara yang baik. Ia tidak menyarankan untuk meminta sumbangan apalagi di jalan raya. “Pada dasarnya mohon menahan diri. Jangan memaksa, membuat tidak nyaman, dan macet lalu lintas,” imbau Ridwan di Pendopo Kota Bandung, Senin (30/7/2018).

Ia tak melarang jika warganya berinovasi untuk mendapatkan pendanaan. Hanya saja, meminta kencleng di jalan kurang tepat. “Kita bisa memperoleh partisipasi masyarakat tanpa harus bentuknya secara fisik minta-minta. Saya sangat tidak suka,” ujar Ridwan Kamil.

Ia menyarankan, agar warga membuat proposal pendanaan dan diajukan kepada sponsor atau pihak swasta. “Lakukan pengumpulan dana dengan proposal, datangi perusahaan lingkungan dengan baik, anggarannya jelas,” tuturnya.

Menurutnya, cara tersebut lebih baik ketimbang harus meminta-minta di pinggir jalan. Ia lebih menghargai cara demikian untuk mengajak lebih banyak orang berpartisipasi. “Gotong royong bisa dilakukan tanpa harus terlihat minta-minta di pinggir jalan,” katanya. @****
Share:

SDN 208 Luginasari Kedatangan Tim Pembina UKS

Sukajadi, kimcipedes.com - Tim Pembina Unit Kesehata Sekolah (UKS) Tingkat Kota Bandung mengunjungi SDN 208 Luginasari yang terletak di RW 09 Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi, Senin, 30 Juli 2018.

Kunjungan Tim Pembina UKS ini dalam rangka meninjau kegiatan UKS dilingkungan SDN 208 Luginasari, seperti Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sehat serta sejauhmana para guru dalam membina dan mengembangkan UKS di lingkungan lembaga pendidikannya. 
Camat Sukajadi Drs. Yudi Hermawan, Sekretaris Kecamatan Sukajadi Agung Purnomo, Lurah Cipedes Dedi Rustandi,SH, UPT Puskesmas Sukajadi dr. Erti, Kasi Kesos Kecamatan Sukajadi Rijal, Kasi Kemasyarakatan Kelurahan Cipedes Martini Widyaningsih, SE, dan Ketua Karang Taruna Rajawali Dedi Djunaedi turut menghadiri dan mendampingi Tim Pembina UKS Tingkat Kota Bandung, Senin, 30 Juli 2018.

Dari pantauan kimcipedes.com, Tim Pembina UKS Tingkat Kota Bandung melakukan wawancara dengan dokter kecil (dokcil), meninjau kebersihan WC, dan lingkungan disekitar SDN Luginasari.

Kepala SDN 208 Luginasari Nyi R Waluyawati, S.Pd., M.Pd mengatakan syukur Alhamdulillah SDN 208 Luginasari sebagai perwakilan sekolah sehat di Kecamatan Sukajadi. Pada hari ini kita kedatangan Tim Pembina UKS Tingkat Kota Bandung yang meninjau langsung sarana prasarana sekolah sehat serta aktivitas murid dalam penerapan dalam menjaga kebersihan seperti Gerakan Pungut Sampah, Cuci Tangan Pakai Sabun, gosok gigi, kebersihan wc, dan dokcil UKS,” ungkap Waluyawati ketika ditemui kimcipedes.com disela-sela peninjauan Tim Pembina UKS.

Menurut Waluyawati, aktivitas murid tersebut rutin dilakukan bukan hanya karena ada kedatangan Tim Pembina UKS saja. Penerapan untuk menjaga kebersihan sudah melekat kejiwa murid-murid SDN Luginasari, hanya kita berupaya untuk lebih meningkatkan budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya disekolah tapi juga dirumah mereka sendiri. Tentu semua ini tidak terlepas dari peran orang tua murid dalam mendidik anak-anaknya,” ujar Waluyawati.

Sementara itu, Camat Sukajadi Drs. Yudi Hermawan mengatakan sekolah sebagai lingkungan pendidikan dan pengayoman bagi putra-putri bangsa sangat perlu mendapat perhatian lebih, terutama pada segi kesehatan, kenyamanan serta kebersihannya. Salah satu upaya pemerintah Kota Bandung untuk meningkatkan kesehatan dan kebersihan sekolah dengan membentuk UKS disetiap sekolah. Hal ini salahsatu upaya yang dilakukan dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga mutu pendidikan serta prestasi belajar anak dapat meningkat. Dengan lingkungan pendidikan yang bersih serta terjaga kesehatan, maka kualitas pendidikan akan optimal,” ,” kata Yudi yang merupakan salahsatu camat Terbaik Kota Bandung didampingi Lurah Cipedes Dedi Rustandi, SH. @***
Camat Sukajadi Drs. Yudi Hermawan, memberikan masukan dan arahan kepada Kepala SDN 208 Luginasari Nyi R Waluyawati, S.Pd., M.Pd, Lurah Cipedes Dedi Rustandi, SH & UPT Puskesmas Sukajadi dr. Erti
Share:

Layad Rawat Telah Melayani 9.635 Warga

M. Ridwan Kamil, Rita Verita & Atalia Praratya
 BANDUNG, kimcipedes.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memperingati satu tahun bergulirnya program Layad Rawat yang menjadi program unggulan instansi tersebut. Di usia setahunnya, Dinkes mendapatkan bantuan ambulans dari Corporate Social Responsibility sejumlah perusahaan.

Dinkes mendapatkan 17 ambulans motor dari PT Angkasapura dan BPJS Kesehatan. Motor-motor tersebut telah dirancang khusus agar mampu memasuki jalan-jalan sempit di berbagai sudut Kota Bandung. "Layad Rawat banyak menolong di kampung-kampung yang sempit," ujar Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kamis (26/7/2018).

Selain motor, ada pula bantuan 1 unit ambulans mobil dari PT Astra Daihatsu Motor yang dilengkapi dengan peralatan Intensive Care Unit (ICU). "Semua peralatan yang di rumah sakit seperti itu bisa kita hadirkan dalam perjalanan menuju rumah sakit yang sebenarnya," imbuh Ridwan.

Pemkot Bandung meggulirkan inovasi Layad Rawat untuk meringankan beban warga tidak mampu dalam mengakses fasilitas kesehatan. Program ini mengubah kondisi yang semula orang sakit harus pergi ke fasilitas kesehatan menjadi layanan kesehatan yang mendatangi warga ke rumah-rumah.

Program ini gratis untuk warga kurang mampu. Dalam setahun, Layad Rawat telah mampu melayani 9.635 kunjungan. 256 kunjungan diantaranya merupakan kondisi darurat. Layanan Layad Rawat dapat diakses melalui call center 119.

Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita mengungkapkan, sebagian besar pasien merupakan warga lanjut usia (lansia). Rata-rata, pasien berusia sekitar 70 tahun. "Rata-rata di usia 70 tahun dan di dalam pola penyakit post-stroke, hipertensi, dan diabetes mellitus," ungkap Rita.

Para perawat akan mengunjungi para pasien. Sekitar 30% dari keluhan pasien bisa tertangani di rumah dan tidak perlu ke rumah sakit. "Setelah diperiksa oleh tim Layad Rawat kalau misalnya ini bisa dengan home care perawatan mereka teruskan. Tapi kalau memang harus dirujuk, mereka rujuk," jelas Rita.

Saat ini, tim kesehatan di Dinkes Kota Bandung memiliki 86 dokter, 160 perawat, dan 120 bidan. Tim Layad Rawat pun terus berupaya agar fasilitas ambulans motor bertambah setiap tahunnya. "Idealnya karena kita akan punya 80 UPT Puskesmas ya setidaknya ada 80 ambulans motor," katanya. @***
Share:

Tanda-tanda Bangunan Cagar Budaya

Harastoeti
BANDUNG, kimcipedes.com - Kota Bandung kaya akan bangunan cagar budaya. Pada tahun 2009, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menetapkan 99 titik cagar budaya yang wajib dilindungi berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 19 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya.

Setelah Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya terbit, kriteria cagar budaya berubah. Pemkot Bandung mendata hampir 1.700 cagar budaya. Namun banyak masyarakat yang belum paham tentang bangunan cagar budaya.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kota Bandung, Harastoeti mengungkapkan, berdasarkan undang undang tersebut, kriteria cagar budaya dapat dirangkum menjadi lima syarat, yakni cagar budaya tersebut harus berusia minimal 50 tahun, memiliki nilai sejarah, nilai arsitektur, nilai sosial budaya, dan nilai ilmu pengetahuan.

“Menurut Undang Undang ini cagar budaya itu tidak hanya bangunan, tetapi juga terdiri dari benda seperti piring, sendok, lukisan, dan keris,” tutur Harastoeti dalam Bandung Menjawab di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Kamis (26/7/2018).

Ia menambahkan, ada pula cagar budaya berupa struktur, seperti menara, reservoir air, dan jembatan. Cagar budaya dapat pula berupa kawasan yang terdiri dari beberapa zona. Salah satu cagar budaya yang berupa kawasan di Kota Bandung adalah, Kampung Blekok. “Tapi ada catatannya. Tidak semua benda atau bangunan yang berusia 50 tahun dapat dikatakan cagar budaya. Kita kenal ada yang namanya tipe A, B, dan C,” tuturnya.

Cagar budaya tipe A adalah, yang memenuhi setidaknya empat kriteria. Tipe B memenuhi tiga kriteria. Sedangkan yang memiliki dua kriteria termasuk ke dalam tipe C.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengatakan, untuk mempertegas regulasi tentang cagar budaya di Kota Bandung, pihaknya tengah menuntaskan revisi Perda Kota Bandung Nomor 9 Tahun 2009. Regulasi tersebut akan mengatur segala hal tentang pengelolaan kawasan cagar budaya. “Sekarang sudah tahap finalisasi revisi. Bagian Hukum sudah melakukan legal drafting dan sedang proses fasilitasi ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Dewi.

Selain mengakselerasi proses revisi Perda, Dewi juga mengimbau kepada masyarakat dan aparatur kewilayahan untuk terus menjaga cagar-cagar budaya yang ada di Kota Bandung. Sebab hal itu merupakan kekayaan sejarah yang patut dibanggakan.

“Saya mengimbau, khususnya kepada aparatur kewilayahan, untuk meningkatkan kepedulian terhadap situs cagar budaya. Karena ini merupakan tugas kita bersama,” ucapnya. @***
Share:

Diskar PB Gandeng Satwankar Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran

Cecep Rustiana
BANDUNG, kimcipedes.com - Dinas Pemadam Kebakaran dan Pannggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung bersama Satuan Relawan kebakaran (Satwankar) terus menyosialisasikan pencegahan bencana kebakaran kepada masyarakat. Proses pencegahan merupakan bagian dari Pancadharma Satuan Pemadam Kebakaran yang pelaksanaannya harus merlibatkan masyarakat.

"Sosialisasi ini yang perlu ditekankan. Kuncinya masyarakat perlu terdukasi dengan baik," ujar Kepala Seksi Bina Partisipasi Mayarakat Diskar PB Kota Bandung, Cecep Rustiana dalam acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah Wiranatakusumah, Jln. Aceh, Kamis (27/7/2018).

Menurut Cecep, sosialisasi kepada masyarakat melibatkan Satwankar Kota Bandung. Satwankar dibentuk oleh Diskar PB dan anggotanya berasal dari elemen masyarakat. Saat ini jumlah anggota Satwankar sudah mencapai 27.000 orang.

Diskar PB telah mengedukasi Satwankar segala hal tentang upaya mencegah dan menangani kebakaran kecil. Satwankan diharapkan bisa membuat masyarakat paham mencegah dan menghadapi kebakaran. "Para relawan inilah yang membantu kami melakukan edukasi ke masyarakat karena mereka yang paling dekat dengan masyarakat," imbuh Cecep.

Sementara itu Ketua Satwankar Kota Bandung, Pram mengungkapkan, tidak mudah memberikan edukasi kepada warga. Tak jarang anggota Satwankar ditolak warga saat akan memberikan sosialisasi. "Iya, disangkanya mau minta sumbangan," tuturnya.

Padahal, Satwankar merupakan relawan yang dengan sukarela ingin membantu masyarakat mencegah kebakaran. "Kita sering sosialisasi di Car Free Day (CFD) dan di tempat-tempat keramaian, memberi stiker dan lain-lain. Harapannya, minimal mereka tahu cara menghubungi call center 113," ucapnya.

Satwankar terus mengedukasi agar masyarakat sadar dan paham bahwa kebakaran bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Di saat darurat tersebut, masyarakat harus bisa menanggapi dengan tepat dan benar. "Motto kami, pantang pulang sebelum masyarakat paham," katanya. @***
Share:

Prakiraan cuaca, Jumat 27 Juli 2018

Prakiraan cuaca hari ini, Jumat 27 Juli 2018, yang disampaikan BMKG lewat bmkg.go.id untuk wilayah Kota Bandung dan sekitarnya adalah:

Bandung
Pagi hari: Secara umum cerah berawan
Siang hari: Secara umum cerah berawan
Malam hari : Secara umum berawan
Dini hari : Secara umum berawan
Suhu udara : 18 - 30 °C
Kelembaban udara : 40 - 90 %
Kecepatan angin: 9 - 19 km/jam

Soreang
Pagi hari: Secara umum cerah berawan
Siang hari: Secara umum cerah berawan
Malam hari : Secara umum berawan
Dini hari : Secara umum berawan
Suhu udara : 19 - 30 °C
Kelembaban udara : 40 - 90 %
Kecepatan angin: 9 - 19 km/jam

Cimahi
Pagi hari: Secara umum cerah berawan
Siang hari: Secara umum cerah berawan
Malam hari : Secara umum berawan
Dini hari : Secara umum berawan
Suhu udara : 18 - 30 °C
Kelembaban udara : 40 - 90 %
Kecepatan angin: 9 - 19 km/jam

Purwakarta
Pagi hari: Secara umum cerah berawan
Siang hari: Secara umum cerah berawan
Malam hari : Secara umum berawan
Dini hari : Secara umum berawan
Suhu udara : 21 - 34 °C
Kelembaban udara : 50 - 90 %
Kecepatan angin: 9 - 28 km/jam

Cianjur
Pagi hari: Secara umum cerah berawan
Siang hari: Secara umum cerah berawan
Malam hari : Secara umum berawan
Dini hari : Secara umum berawan
Suhu udara : 20 - 34 °C
Kelembaban udara : 50 - 90 %
Kecepatan angin: 9 - 28 km/jam

Sumedang
Pagi hari: Secara umum cerah berawan
Siang hari: Secara umum cerah berawan
Malam hari : Secara umum berawan
Dini hari : Secara umum berawan
Suhu udara : 21 - 32 °C
Kelembaban udara : 50 - 90 %
Kecepatan angin: 9 - 28 km/jam

Garut
Pagi hari: Secara umum cerah berawan
Siang hari: Secara umum cerah berawan
Malam hari : Secara umum berawan
Dini hari : Secara umum berawan
Suhu udara : 18 - 34 °C
Kelembaban udara : 50 - 90 %
Kecepatan angin: 9 - 28 km/jam

Tasikmalaya
Pagi hari: Secara umum cerah berawan
Siang hari: Secara umum cerah berawan
Malam hari : Secara umum berawan
Dini hari : Secara umum berawan
Suhu udara : 18 - 34 °C
Kelembaban udara : 50 - 90 %
Kecepatan angin: 9 - 28 km/jam

Ciamis
Pagi hari: Secara umum cerah berawan
Siang hari: Secara umum cerah berawan
Malam hari : Secara umum berawan
Dini hari : Secara umum berawan
Suhu udara : 18 - 34 °C
Kelembaban udara : 50 - 90 %
Kecepatan angin: 9 - 28 km/jam Banjar
Pagi hari: Secara umum cerah berawan
Siang hari: Secara umum cerah berawan
Malam hari : Secara umum berawan
Dini hari : Secara umum berawan
Suhu udara : 18 - 34 °C
Kelembaban udara : 50 - 90 %
Kecepatan angin: 9 - 28 km/jam.
@***
Share:

Diskominfo Gunungkidul Studi Banding ke Pemkot Bandung



BANDUNG, kimcipedes.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gunungkidul, DIY melakukan studi komparasi ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Kamis (26/7/2018). Studi banding juga diikuti Forum Wartawan Gunungkidul (FWG) Wisanggeni yang terdiri dari wartawan media cetak, elektronik, dan media online.

Rombongan Diskominfo Kab. Gunungkidul dipimpin oleh Kepala Diskominfo Kab. Gunungkidul, Purnamajaya dan didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Irfan Ratnadi. Rombongan diterima oleh Staf Ahli Wali Kota Bandung Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), E.M. Ricky Gustiadi di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Ricky didampingi Kepala Sub Bagian Kemitraan Media dan Publikasi Bagian Humas Kota Bandung, Lilis Yuliani dan Plt. Kepala Sub Bagian Data dan Informasi Bagian Humas Kota Bandung, Yuyun Yuhaemi serta Kepala Bidang Diseminasi Informasi Diskominfo Kota Bandung, Eli Harliani.

Kepala Diskominfo Kab. Gunungkidul, Purnamajaya menyampaikan, tujuan studi komparasi ke Pemkot Bandung adalah, untuk bertukar informasi tentang langkah-langkah yang dilakukan Bagian Humas Kota Bandung dalam menjalin kemitraan dengan wartawan. "Kami ingin mengetahui, seperti apa Bagian Humas Kota Bandung menjalin kemitraan dengan wartawan," ungkapnya.

Rombongan juga ingin mengetahui tentang pengelolaan media sosial dan website yang dikelola Bagian Humas Kota Bandung serta dampaknya bagi kinerja Bagian Humas.

Kepada rombongan, Staf Ahli Wali Kota Bandung, Ricky Gustiadi menjelaskan bahwa Bagian Humas Kota Bandung yang semula bergabung dengan Diskominfo, saat ini menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mandiri di bawah Sekretariat Daerah. "Dalam melaksanakan tupoksinya, Bagian Humas Kota Bandung tidak lepas dari etos kerja Pemkot Bandung, yaitu Bandung Juara serta motto Kota Bandung, yaitu Bandung unggul, nyaman, dan sejahtera," katanya.
Sesuai perkembangan zaman, lanjutnya, kinerja Bagian Humas Kota Bandung pun tak lepas dari kemajuan teknologi. "Untuk menyebarkan informasi, Bagian Humas diantaranya menggunakan media sosial dan website. Ini salah satu upaya memanfaatkan teknologi," ujarnya. @***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Jumat, 27 Juli 2018

Pukul 09.00 WIB, Wali Kota Bandung menghadiri pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXV Tahun 2018, di Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Pukul 09.00 WIB, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung memimpin rapat terkait Perangkat Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Perubahan, di Ruang Rapat Tata Praja Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 13.30 WIB, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung memimpin rapat Rencana Penyampaian Raperda Penyertaan Modal PT BII, di Ruang Rapat Tata Praja Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 14.00 WIB, Wali Kota Bandung melakukan wawancara dengan Majalah Archinesia, di Kantor Wali Kota, Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 16.00 WIB, bertempat di Kantor Wali Kota. Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Wali Kota Bandung menerima kunjungan Ustaz Evie Effendi.
Sumber : humas.bandung.go.id
Share:

Oded M Danial Dukung Pemberian Dana Kelurahan

TARAKAN, kimcipedes.com - Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mendukung wacana pemberian dana kelurahan yang sempat digulirkan oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). Pasalnya, dana tersebut bisa menyejahterakan rakyat. "Ke depannya untuk dana desa ini semuanya terbagi, wilayah kelurahan juga akan ada. Artinya dana desa bisa merata,” kata Oded usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XII tahun 2018, di Tarakan Plaza Hotel and Convention Centre, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (25/7/2018).

Seperti diketahui, Pengurus Apeksi sempat meminta agar tatanan pemerintah kota, yakni kelurahan juga diberi dana seperti Dana Desa saat bertemu Presiden RI, Joko Widodo di Istana Bogor beberapa waktu lalu. Sebab dengan adanya Dana Kelurahan, akan sangat membantu mengatasi problematika yang terjadi di perkotaan.

Pada Rakernas ini, Oded juga mengajak penggiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melek teknologi. Oded meyakini, teknologi dapat meningkatkan produksi. "Di era digital ini potensi UMKM di daerah masing-masing sangat dibutuhkan. Apalagi Bandung dengan smart city harus menjadi contoh yang lebih baik," ujarnya

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan sekaligus Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Airin Rachmi Diany menyampaikan Rakernas Apeksi XIII itu lebih mengedepankan kerjasama antar daerah.

Menurutnya, dengan tema 'Penguatan Kerja Sama Antar Daerah Dalam Mengoptimalkan Potensi Daerah' mampu mengembangkan potensi yang dimiliki setiap masing - daerah. "Intinya komunikasi antar daerah harus baik itu kunci utamanya,"tegasnya.

Airin menegaskan, setiap pemerintah kota membutuhkan kerja sama agar dapat menjembatani kepentingan untuk maju bersama. "Kerjasama antar daerah sebagai wahana dan sarana untuk lebih memantapkan hubungan dan keterikatan daerah yang satu dengan daerah yang lain, menyerasikan pembangunan daerah, menyinergikan potensi antar daerah. "Teknologi dan informasi, serta komunikasi menjadi hal utama dalam kerjsama antar daerah," ujar Airin

Dalam Rakernas, diselenggarakan diskusi panel dengan narasumber Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM, Hermawan Kertajaya, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Suhajar Diantoro, Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono, Direktoral Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti, dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Kamis, 26 Juli 2018

Pukul 07.00 WITA, Wakil Wali Kota Bandung menanaman Pohon Khas Daerah, rangkaian Rakernas Apeksi XII Tahun 2018, di Bumi Perkemahan Binalatoeng Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Pukul 08.00 WIB, menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Tabanan, di Auditorium Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 08.00 WIB, Wali Kota Bandung memberikan sambutan pada acara launching ambulans mini ICU Daihatsu dan motor ambulans PT Angkasa Pura II, di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum.
Pukul 09.00 WITA, Wakil Wali Kota Bandung melanjutkan Rakernas Apeksi XIII Tahun 2018, di Kayan Function Hall H. Tarakan Plaza Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Pukul 10.00 WIB, FGD Bendera Merah Putih di Ruang Manglayang Gedung Sate, Jln. Diponegoro.

Pukul 10.00 WIB, Rapat Koordinasi Hari Anti Narkoba Indonesia, di Kantor BNN Kota Bandung, Jln. Cianjur.

Pukul 10.00 WIB, Bandung Menjawab di Taman Sejarah Wiranatakusumah Kota Bandung, Jln. Aceh. Narasumber dari Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Bandung dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung.

Pukul 10.00 WIB, menerima kunjungan kerja Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gunung Kidul, di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 14.30 WIB, bertempat di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum, Wali Kota Bandung membahas rencana kelanjutan Sister City Kota Bandung dengan Kota Dalas Fort Wort di Texas, Amerika Serikat.

Pukul 15.30 WIB, Wakil Wali Kota Bandung mengikuti penutupan Rakernas Apeksi XIII Tahun 2018, di Kayan Function Hall Hotel Tarakan Plaza, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Pukul 16.00 WIB, Wali Kota Bandung menerima Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Ditjen Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri, di Pendopo Kota Bandung.* Sumber : humas.bandung.go.id
Share:

Saber Pungli Akan Berantas Praktik Pungli di Kewilayahan

BANDUNG, kimcipedes.com - Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Bandung memprioritaskan menyosialisasikan pemberantasan pungli di dunia pendidikan Kota Bandung. Pasalnya, lembaga pendidikan rentan terjadi pungli.

Plt. Inspektur Kota Bandung selaku Wakil Ketua Satgas Saber Pungli Kota Bandung, Kamalia Purbani mengungkapkan, dari catatan Kementerian Hukum dan HAM tahun 2017 menyebutkan ada 31 ribu laporan yang masuk ke Satgas Saber Pungli. Sebagian besar laporan terjadi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Paling banyak di Kemendikbud dan disusul oleh kementerian lainnya. Hal yang dilaporkan adalah layanan masyarakat, hukum, pendidikan, perizinan, dan kepegawaian," jelas Kamalia saat sosialisasi Saber Pungli yang diikuti 240 peserta di Ruang Serbaguna Balai Kota Bandung, Rabu (25/7/2018).

Oleh karena itu, Satgas Saber Pungli Kota Bandung menetapkan stakeholder pendidikan menjadi yang pertama kali mendapatkan sosialisasi. Terlebih lagi, beberapa waktu lalu sekolah-sekolah Kota Bandung baru saja selesai melakukan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018. "Makanya kami prioritaskan kasus PPDB ini menyosialisasikannya kepada stakeholder pendidikan," ujarnya.

Tak hanya di bidang pendidikan, Saber Pungli juga akan memberantas praktik pungli di sejumlah sektor pelayanan publik, terutama di kewilayahan. Sebab tim menduga masih ada praktik pungutan ilegal dalam layanan-layanan masyarakat.

"Nanti tanggal 15 Agustus 2018 sosialisasi akan untuk kewilayahan. Karena kita menduga masih ada praktik pungli seperti dalam pembuatan KTP. Selanjutnya di bidang pelayanan perizinan pajak, kependudukan, dan Dinas Perhubungan," katanya.

Ia berharap dengan adanya sosialisasi ini, para stakeholder dan penyelenggara pelayanan publik dapat lebih memahami tentang batasan pungli, serta sanksi hukum yang menjadi konsekuensinya. "Harapan kami, para peserta dapat mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terkait pungli dan berkomitmen bersama mewujudkan pemerintahan yang bersih," katanya.

Pada sosialisasi ini, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat Haneda Sri Lastoto, Kepala Bidang PPSMP Dinas Pendidikan Kota Bandung Hadiana Soeriaatmaja, Plt. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Kota Bandung Atet Dedi Handiman, dan Unit Tindak Pidana Korupsi Polrestabes Bandung, Ahmand A turut memberikan paparan. @***
Share:

Pokja I TP PKK Kota Bandung Kunjungi Posyandu Perkutut

Sukajadi, kimcipedes.com | Keberadaan PKK sebagai mitra pemerintah sangatlah penting, sebagai salah satu peran dalam bidang pelayanan kesehatan ibu dan anak, pembinaan kesehatan lingkungan (penggunaan air bersih, spal, jamban keluarga dan rumah sehat), serta penyuluhan kesehatan dan pembinaan posyandu dan kader, telah terbukti efektif dan mampu memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat.

Kunjungan Tim Bina Wilayah Program Pokok PKK dan Monev Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan Tingkat Kota Bandung Tahun 2018 ke Posyandu Perkutut Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi merupakan kesempatan yang baik untuk menjelaskan sekaligus memperlihatkan hasil-hasil yang telah diperoleh dari pelaksanaan Program PKK, KB dan Kesehatan. Keberhasilan Program Kesatuan Gerak PKK KB dan Kesehatan harus selalu di upayakan karena sesungguhnya Kesatuan Gerak PKK dan KB yang baik dapat menghasilkan manfaat yang besar di masyarakat.

Kunjungan Tim Pokja I TP PKK Kota Bandung ke Posyandu Perkutut
 Hal tersebut dikatakan Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan didampingi Lurah Cipedes Dedi Rustandi,SH ketika ditemui kimcipedes.com disela-sela penerimaan kunjungan Tim Bina Wilayah Program PKK dan Monev Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan Tingkat Kota Bandung Tahun 2018, bertempat di Aula Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi, Rabu, 25 Juli 2018.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala UPT Puskesmas Sukajadi dr. Erty Rostiaty, Babinsa Kelurahan Cipedes Andrian, Binmas Kelurahan Cipedes Endang, Sekretaris Kelurahan Cipedes Sudirman, S.Sos, Lurah Sukabungah Suherman, SE Lurah Pasteur, Kuniya Lurah Sukagalih Aep Sahri, S.Sos, dan Lurah Sukawarna Adjat Sudradjat, SE, Ketua TP PKK Kecamatan Sukajadi Yustina Hermawan, Ketua TP PKK Kelurahan Cipedes Kaniawati Dewi, Ketua Forum RW Kelurahan Cipedes Suherman, Ketua Karang Taruna Rajawali Kelurahan Cipedes Dedi Djunaedi dan Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Cipedes Asep Wahyu Hermawan serta tamu undangan lainnya.

Yudi berharap dengan adanya kegiatan Monev ini dapat memotivasi seluruh warga Kecamatan Sukajadi, khususnya warga Kelurahan Cipedes, untuk terus berusaha memperbaiki segala kekurangan dalam upaya menyukseskan jalannya program ini. “Apapun hasil yang diperoleh dari Tim Penilai monev Kota Bandung akan menjadi masukan yang harus diperhatikan seluruh pihak yang aktif dalam mendukung program. Hal yang terpenting PKK perlu terampil dan bisa mendidik para kader maupun dalam lingkungan keluarga. "Maka dari itu bagi semua kader diharapkan bisa memberikan inovasi yang baik dan mempunyai pendidikan yang cukup sehingga PKK bisa lebih inovatif," ujar Yudi.

Hal senada juga dikatakan Lurah Cipedes Dedi Rustandi, SH bahwa PKK telah menunjukkan peran serta yang sangat aktif dalam berbagai program pembangunan. Pembinaan dan pengembangan gerakan PKK yang mengarah kepada peningkatan kualitas hidup keluarga beserta seluruh anggota menjadi sangat penting untuk di dukung dan dikembangkan. Oleh karena itu, dengan kehadiran tim monev dari Kota Bandung, selain memberikan penilaian juga diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kader PKK untuk bekerja lebih giat, fokus dan terukur agar kinerja TP PKK dapat dirasakan manfaatnya lebih luas," jelas Dedi.

Tim Bina Wilayah Program Pokok PKK dan Monev Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan Tingkat Kota Bandung Tahun 2018 terdiri dari unsur Dinas Kesehatan Kota Bandung Tita, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung Efi, Dinas Pendidikan Kota Bandung Deden, DPPKB Kota Bandung Eci, Tim Pokja I TP PKK Kota Bandung Ibu Bambang, Alan, Nia, Aas, Iin (Sekretariat), dan Tia (Bendahara).

Tim Bina wilayah tidak hanya terdiri dari Pokja I, tapi mulai dari Kesekretariatan, Bendahara, Pokja I, Pokja II, Pokja III, Pokja IV, dari TP. PKK Kota Bandung. Dan penilaianpun sesuai tupoksi. Pokja I TP PKK Kota Bandung menilai administrasi dan kegiatan Pokja I semua kelurahan di Sukajadi, masing-masing pokja beda program dan keggiatannya.

Sementara itu menurut Ketua Pokja I TP PKK Kota Bandung, Bambang menyampaikan kedatangan Tim Bina Wilayah Program Pokok PKK dan Monev Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan Tingkat Kota Bandung Tahun 2018 yaitu ingin mengetahui sejauh mana kesiapan dan hasil yang diberikan Posyandu Perkutut untuk masyarakat. "Kita bukan hanya sekedar menilai saja, tapi juga memberikan masukan yang tebaik untuk Psoyandu Perkutut demi masyarakat.

Ketua Pokja II TP PKK Kelurahan Cipedes, Sri Sumaryati mengucapkan terima kasih kepada Tim Bina Wilayah Program Pokok PKK dan Monev Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan Tingkat Kota Bandung Tahun 2018 yang menyempatkan untuk berkunjung ke Kelurahan Cipedes khususnya ke Posyandu Perkutut. Kegiatan ini mengusung tema melalui Pembinaan Kewilayahaan dan Monev Kesatuan Gerak PKK – KB- Kesehatan Kita Wujudkan Masyarakat Yang Berdaya Sehat Sejahtera Lahir dan Bathin.

Sekilas Profil Posyandu Perkutut

Posyandu Perkutut merupakan suatu bentuk UKBM yang berasal dari, oleh dan untuk masyarakat. Posyandu Perkutut terletak diwilayah RW. 03 tepatnya di RT 02 dimana memiliki batas wilayah :

- Sebelah Timur : Kelurahan Pasteur 
- Sebelah Barat : RW. 01 
- Sebelah Selatan : RW 04
- Sebelah Utara : RW 02

Luas wilayah RW. 03 adalah 5 Ha, jumlah RT 7, Jumlah Kelompok PKK RT : 7, Jumlah Dasawisma 10, Jumlah Kader Umum : 10 Orang, Jumlah Kader Khusus : 2 Orang, jumlah Kepala Keluarga 394 KK, jumlah Jiwa : Laki-Laki 725 jiwa, Perempuan 676 Jiwa.

Visi, Misi Posyandu Perkutut 
- Visi : Terwujudnya Posyandu yang berkualitas menuju Posyandu Multifungsi

Misi : 
- Menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dari tingkat bawah. 
- Mendorong kemandirian hidup sehat berbasis masyarakat 
- Mewujudkan, memelihara dan meningkatkan pelayanan yang bermutu dan terjangkau.

Fungsi :
- Memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Kegiatan Pokok Posyandu Perkutut RW 03 :

- Penimbangan BALITA : Sabtu Minggu Ke I
- Pembuatan Aneka Kerajinan : Kamis, jumat dan Sabtu
- Arisan RW : Kamis
- Pengajian Rutin : Sabtu Minggu ke I
- Pengajian Majelis Ta’lim Nurul Huda : Kamis Malam
- Kerja Bakti : Jumat Pagi dan Minggu Pagi
- Magrib Mengaji : Setiap Hari
- Shalat Subuh Berjamaah : Tiap Hari
- Berkebun : Tiap Hari Jumat
- Senam Lansia : Minggu Pagi

Prestasi yang diraih :

1. Juara II Lomba Balita Tingkat Kelurahan
2. Juara II Lomba Balita Tingkat Kecamatan
3. Juara II Lomba Tumpeng Tingkat Kelurahan
4. Juara I Lomba Ekspose Tingkat Kelurahan
5. Juara II Lomba Hantaran Tingkat Keluarahan
6. Juara II Lomba Loahan Toga Tingkat Kelurahan
Share:

Bappelitbang Kota Bandung Tingkatkan Pemahaman Tentang KIP

BANDUNG, kimcipedes.com - Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung menyelenggarakan Workshop Data dan Informasi Lingkup Bappelitbang Kota Bandung, di Hotel Kalimasada, Jln. Kalimantan. Workshop dibuka oleh Sekretaris Bappelitbang Kota Bandung, Henryco Arie Sopiie, Rabu (25/3/2018).

Narasumber pada kegiatan ini berasal dari Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, dan Bagian Humas Setda Kota Bandung.

Sekretaris Bappelitbang Kota Bandung, Henryco pada sambutan pembukaan mengatakan, workshop bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di lingkungan Bappelitbang Kota Bandung. "Dari workshop ini diharapkan peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan pengelolaan data serta informasi," kata Henryco.

Selain itu, lanjutnya, peserta bisa meningkatkan pemahaman terhadap penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP) dan agar bisa meningkatkan pengelolaan website dan media sosial Bappelitbang serta  meningkatkan pengetahuan tentang penyampaian informasi yang memenuhi kaidah jurnalistik," katanya.@***
Share:

DPPKB Kota Bandung Targetkan Penambahan 2.000 Akseptor KB

Ine Indriyani

BANDUNG, kimcipedes.com - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) telah melaksanakan berbagai program untuk menjaga agar tidak terjadi kelebihan penduduk (over-population) di Kota Bandung. Salah satu caranya adalah dengan mempromosikan program Keluarga Berencana (KB).

Data DPPKB menyebutkan, saat ini terdapat 396 ribu pasangan usia subur di Kota Bandung. Namun dari jumlah tersebut, baru 292 ribu yang menjadi akseptor KB, atau orang yang menjalankan program KB. Oleh karena itu, DPPKB terus berusaha keras merangkul 104 pasangan untuk bergabung menjadi akseptor KB.

“Ada banyak program KB. Kalau dulu terkenal menggunakan pil dan suntik karena paling gampang. Sekarang, sudah ada MOW (Metode Operatif Wanita). IUD (Intrauterine Device) juga masih dilakukan,” jelas Sekretaris DPPKB, Ine Indriyani dalam Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (24/7/2018).

Ine mengakui, tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk menjadi akseptor KB. Kurangnya pengetahuan, ketakutan, hingga adanya stigma tertentu terhadap KB membuat DPPKB harus mencari cara-cara yang efektif. “Inilah tugas kita sebagai pemerintah untuk memberikan pengetahuan, mengedukasi masyarakat agar berkenan mengikuti program ini,” katanya.

Ia menambahkan, tahun ini DPPKB menargetkan ada penambahan 2.000 akseptor KB. Ia bersama tim di 1.672 pos KB di Kota Bandung terus menyosialisasikan pentingnya menjadi akseptor KB.

“Kami juga memprogramkan akseptor KB Lestari, yaitu menjaga agar yang sudah menjadi akseptor tetap bertahan, tidak drop out,” ungkap Ine.

Guna mempertahankan para akseptor KB, DPPKB senantiasa memberikan apresiasi secara berkala kepada mereka yang tetap melaksanakan KB.
“Kami beri reward berupa uang pembinaan ke mereka yang menjadi peserta KB Lestari, yang 10 tahun, 20 tahun, dan sebagainya. Mereka juga menjadi motivator bagi masyarakat lain agar mau ber-KB,” imbuhnya. @***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Rabu, 25 Juli 2018



- Pukul 08.00 WIB, bertempat di Hotel Grandia, pelepasan Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Jawa Barat.

Pukul 08.30 WIB, Wakil Wali Kota Bandung menghadiri Pembukaan Rakernas Apeksi XIII Tahun 2018, di Kayan Function Hall Hotel Tarakan Plaza, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Pukul 09.00 WIB, sosialisasi Saber Pungli di Ruang Serba Guna Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 13.30 WIB, Wakil Wali Kota Bandung menghadiri Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Jln. Yos Sudarso, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Pukul 14.00 WIB, Wali Kota Bandung menerima Bikers Brotherhood, di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum. 
sumber : * humas.bandung.go.id
Share:

Pemkot Bandung Raih 3 Penghargaan Kementerian PPPA

BANDUNG, kimcipedes.com - Pemerintah Kota Bandung memperoleh tiga penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia pada acara puncak peringatan Hari Anak Nasional 2018 di Dyandra Convention Center Surabaya, Senin (23/7/2018).

Ketiga penghargaan tersebut yaitu, Penghargaan Kota Layak Anak tingkat Nindya, penghargaan Puskesmas Ramah Anak, dan penghargaan layanan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT P2TP2A) terbaik 2018.
Menteri PPPA, Yohana Susana Yembise menyerahkan secara langsung penghargaan Kota Layak Anak tingkat Nindya kepada Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.

Predikat Kota Layak Anak (KLA) tingkat Nindya ini setingkat lebih baik dibandingkan penghargaan yang diraih sebelumnya yaitu tingkat Madya. Tingkat Nindya tinggal selangkah lagi menjadi peringkat Utama.

Artinya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya memberikan yang terbaik menjadikan Kota yang layak untuk anak. Kota Bandung bisa memberikan rasa aman, nyaman, bebas diskriminasi dan eksploitasi. Jika suatu kota sudah layak anak, tentunya kota tersebut bisa layak untuk semua umur.


Penghargaan kedua yaitu diberikan kepada Puskesmas Garuda Kota Bandung. Puskesmas ini menjadi salah satu penerima penghargaan Puskesmas dengan Pelayanan Ramah Anak Terbaik tahun 2018.

Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang anak menilai, Puskesmas Garuda telah memberikan komitmen dan mampu mengembangkan Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP). Hal itu berdasarkan hasil penilaian administrasi dan verifikasi lapangan yang telah dilakukan pada 25 Juni hingga 9 Juli 2018 lalu.

Penghargaan ketiga yaitu Apresiasi Kementerian PPPA terhadap Pemkot Bandung yang telah menginisiasi pembentukan dan menyelenggarakan layanan perlindungan bagi perempuan dan anak melalui lembaga layanan UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak)

Pemerintah Kota Bandung membentuk UPTD PPA untuk memberikan pelayanan bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan, diskriminasi, perlindungan khusus, dan permasalahan lainnya. Atas raihan itu, Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengaku sangat bersyukur.

"Alhamdulillah hari ini kita mendapatkan tiga penghargaan. Penghargaan Kota layak anak ini menjadi penyemangat buat kita semua. Ini membawa edukasi kepada seluruh warga yang bersama-sama berujung Bandung menjadi Kota layak anak," katanya usai menerima penghargaan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung, Dedi Sopandi mengatakan penghargaan ini merupakan hasil kerja keras kita semua yang didukung kebijakan politik pimpinan. Termasuk beberapa klaster di antaranya terkait tumbuh kembang anak dan hak sipil, juga kolaborasi beberapa SKPD yang membantu terwujudnya Kota layak anak," ujarnya.

Tiga penghargaan itu semakin menambah panjang daftar prestasi Pemkot Bandung. Dengan demikian, saat ini Pemkot Bandung telah meraih 338 penghargaan selam 5 tahun terakhir. @***
Share:

Bangunan Rancangan Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno Dibongkar

BANDUNG, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil menyesalkan salah satu bangunan cagar budaya tang terletak di Jln. Gatot Subroto No. 54, Kota Bandung, dibongkar oleh pemiliknya. Apalagi pembongkaran tanpa rekomendasi Tim Cagar Budaya Kota Bandung.

Karena telah melanggar aturan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menyegel bangunan tersebut, sehingga pemiliknya tidak bisa melanjutkan pembongkaran. Penyegelan disaksikan langsung oleh Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil, Senin (23/7/2018).

Bangunan yang terletak di Jln. Gatot Subroto No. 54 merupakan bangunan cagar budaya yang dulunya digunakan sebagai Asrama Sekolah Guru Olahraga. Bangunan bergaya art deco tersebut, dirancang oleh Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno.

Sebagai bangunan cagar budaya, maka pemiliknya tidak bisa membongkar begitu saja. Berdasarkan Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 921 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 19 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya, pembongkaran maupun renovasi harus mendapatkan izin dan rekomendasi dari Tim Cagar Budaya Kota Bandung.

"Bangunan ini adalah bangunan bersejarah, bangunan cagar budaya dan sudah masuk klasifikasi di Perwal (Peraturan Wali Kota). Kemudian pemiliknya meghancurkan dengan cara-cara yang melanggar aturan," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Emil mengungkapkan, Pemkot Bandung sedang berusaha memproeksi bangunan-bangunan bersejarah untuk memperkuat identitas kota. "Saya perbanyak gaya-gaya art deco sebagai penyumbang karakter kota. Ini malah melawan kebijakan. Pemilik menghilangkan jejak-jejak art deco bangunan bersejarah di Kota Bandung," tegasnya.

Pembongkaran oleh pemilik, lanjutnya, sudah menghilangkan hampir 50% bentuk aslinya. Bagian atap sudah seluruhnya terlepas, selain itu di beberapa bagian sudah terpasang dinding baru.

Emil menegaskan, akan memproses pelanggaran sesuai dengan aturan. Bahkan Ia tak segan membawanya ke jalur hukum. "Kami akan memberikan hukuman sesuai dengan peraturan. Itu yang akan kita lakukan dan diharapkan ini menjadi pelajaran," tegasnya.

Kepada pemiliknya, Emil mendesak agar dikembalikan ke bentuk aslinya. Bentuk bangunan aslinya dapat terlihat dari "kembarannya" yang terletak persis di seberang gedung tersebut. "Tentunya kita menyesalkan karena walaupun dikembalikan kan auranya tidak seperti bangunan aslinya," sesalnya.

Sementara itu, pemilik bangunan, Rico Harsadi yang hadir saat penyegelan mengaku bahwa pihaknya tidak mengubah bentuk asli. "Nggak diubah kok. Hanya diperbaiki agar kokoh," katanya. Menurut Rico, bangunan tersebut dijadikan rumah tinggal. Rico mengatakan bahwa dirinya akan mengembalikan bentuk bangunan seperti semula.* nurul -
Share:

Pramuka Kota Bandung Berangkat ke Jepang dan Korea Selatan

Bandung, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Bandung M. Ridwan Kamil melepas delegasi Pramuka Kota Bandung yang akan mengikuti Jambore Pemuda ke Korea Selatan dan Jepang, di Pendopo Kota Bandung, Senin (23/7/2018).

Sebanyak 54 orang akan berangkat menuju jambore internasional di dua negara tersebut. Dari jumlah tersebut, 23 pramuka penggalang dan penegak serta 4 pembina pendamping akan berpartisipasi pada 17th Nippon Scout Jamboree 2018. Ajang lima tahunan tersebut digelar oleh Scouts Association of Japan (SAJ) di Refresh Village Hachigasaki, Suzu City, Ishikawa Prefecture Jepang, 4-10 Agustus 2018 .

Sementara itu, 27 anggota penegak akan mengikuti kegiatan 5th International Patrol Jamboree, di Gunung Seorak (World Jamboree Complex), Provinsi Gangwon, Korea Selatan pada 2-7 Agustus. Jambore itu diselenggarakan oleh Korea Scout Association.

Kepada para anggota yang akan berangkat, Ridwan mengucapkan selamat atas keberhasilan para peserta sehingga terpilih untuk mengikuti ajang bergengsi itu. Ia pun mengajak para delegasi untuk bersyukur.

"Adik-adik adalah orang yang beruntung. Maka jangan lupa mensyukuri nikmat. Tidak semua orang bisa ke luar negeri dan terpilih. Oleh karena itu, rasa syukur itu harus diperlihatkan," pesannya.

Cara memperlihatkan rasa syukur itu, kata Ridwan, adalah dengan menjadi duta bangsa yang baik. Ia mengingatkan bahwa para peserta merupakan representasi dari bangsa Indonesia yang berbudi pekerti luhur.

"Jaga perilaku, jaga kehormatan dan kemuliaan kita sebagai orang Indonesia. Tunjukkan prestasi bahwa pramuka Indonesia adalah individu yang hebat. Karena citra sebuah negara akan dilihat dari perilaku warga negaranya," lanjutnya.

Ridwan yakin delegasi Kota Bandung akan membawa harum bangsa. Mereka adalah orang-orang terpilih dan telah dibina, baik di sekolah maupun di Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bandung.

Sementara itu, Ketua Harian Kwarcab Kota Bandung Deni Nurdyana Hadimin mengungkapkan, telah menyeleksi dengan ketat untuk memilih para kandidat. Seleksi dan pembinaan berlangsung selama 3-6 bulan. "Kita selalu memberikan pembinaan yang ketat setiap mengirimkan delegasi ke tingkat Nasional, apalagi internasional. Pembinaan di tingkat regu, di sekolah, sampai di tingkat Kwarcab," paparnya.

Ia menyebutkan, ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan saat melakukan seleksi, mulai dari keterampilan, kekuatan fisik, hingga etika. "Daya dukung orang tua dan izin dari sekolah juga dipertimbangkan, karena ini dilakukan di waktu sekolah," katanya.

Setelah keberangkatan ke Jepang dan Korea Selatan, Deni yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PD Kebersihan itu mengatakan akan lebih sering mengikutsertakan Pramuka Kota Bandung di ajang-ajang internasional

"Semoga di masa yang akan datang Kwarcab Kota Bandung bisa selali berpartisipasi di kegiatan internasional," imbuhnya. @***
Share:

Umat Muslim Wajib Memakmurkan Masjid

Oded  M Danial
BANDUNG, kimcipedes.com - Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial meminta warga khususnya umat muslim tidak cepat berpuas setelah mampu membangun masjid. Hal yang lebih utama yaitu mengisi masjid dengan beragam kegiatan sehingga menjadi pusat kegiatan umat.

"Perjuangan untuk menjadikan mesjid ini jadi ladang pahala masih panjang . Jangan sampai saat sudah berdiri jadi sepi. Warga harus mengisinya sering diisi oleh kegiatan kegiatan yang dapat menjadikan ladang pahala bagi warga,” tegas Oded sesaat setelah meresmikan Masjid Hijau An-Nasuha di Jalan Embah Jaksa RT 01/12 Cipadung Kota Bandung, Minggu (22/7/2018).

"Alhamdulilah masjid yang diperjuangkan selama 7 tahun akhirnya berdiri. Kita wajib bersyukur kepada Allah SWT. Kita harus dapat mengisi baitullah (rumah Allah) ini dengan kegiatan sehingga masjid ini dapat menjadi lebih megah,” lanjut Oded.

Oded mengungkapkan, ada tiga hal yang menjadi kunci sukses dunia akhirat. Ketiganya yaitu membaca Alquran, salat, dan infak.

"Ada 3 perihal , pertama bacalah Alquran , manfaatkan mesjid untuk tilawah dan tadarus Alquran secara berkesinambungan , setiap saat dalam waktu yang kita miliki," pintanya.

Kedua, pria yang akrab disapa Mang Oded ini mengatakan sebagai umat Islam harus bisa mendirikan salat. Karena sesibuk apapun sebaiknya salat jangan ditunda-tunda.

"Ringankan kaki hati dan fisik. Saat ada azan cepatlah bergegas salat. Sesibuk apa pun, dirikanlah salat,” jelas Mang Oded.

Terakhir yaitu berinfak. Menurutnya, zakat , infak dan sedekah adalah kunci terahir sukses hidup di dunia. Infak tidak perlu besar, tetapi harus dilaksanakan secara kontinu. Jika berinfak setiap hari, maka akan menjadi ladang pahala dan bekal di akhirat nanti.

"Sebagai contoh dalam 1 RW ada 265 KK dan melaksanakan infak Rp2000 per hari. Jika dikali 30 hari sudah lumayan besar yaitu sekitar Rp15 juta. Itu bisa membangun masjid. Apalagi bila dilakukan secara berkesinambungan," jelas Mang Oded. @***
Share:

Even Olahraga Dapat Tingkatkan Kunjungan Wisatawan


KIMCIPEDES.COM, BANDUNG | Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil meyakini even olahraga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, maka dapat mendongkrak perekonomian.

“Even olahraga seperti marathon, mampu meningkatkan ekonomi dan jumlah wisatawan di Kota Bandung. Apalagi jika sekitar 8.000 pelari mengikuti marathon ini. Anggap aja setengahnya bukan warga Bandung, maka ekonominya kuat, parwisatanya meningkat, fisik masyarakat juga sehat,” ujar Ridwan Kamil usai mengikuti Pocari Sweat Bandung West Java Marathon 2018, di Gedung Sate Jalan Dipenogoro, Minggu (22/7/2018).

Ridwan mengatakan, cuaca sejuk Kota Bandung memang sangat mendukung untuk menggelar even olahraga seperti marathon. Apalagi, banyak taman-taman dan bangunan colonial yang sangat menarik di Kota Bandung. Hal itu menjadi nilai jual tersendiri bagi Kota Bandung.

“Kegembiraan membungkus marathon ini. Dengan melihat pohon-pohon rindang, taman - taman indah dan bangunan kolonial mampu menggembirakan warga yang ikut maraton ini,” tuturnya.

Oleh karenanya, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil mengapresiasi perhelatan Pocari Sweat ‘Bandung West Java Marathon 2018’ ini. Terlebih, marathon ini mengusung konsep “The Pride of West Java Sports Tourism”.

“Aktivitas seperti ini kita bentuk dengan even. Even paling murah meriah adalah marathon atau lari salah satunya,” kata Emil.

Selain Emil, Wali Kota Bogor Bima Arya dan aktor Ibnu Jamil juga ikut berlari. Pocari Sweat Bandung West Java Marathon 2018 hadir kembali dengan mengusung konsep “The Pride of West Java Sports Tourism” dengan membuka kategori 5K, 10K, Half Marathon, Full Marathon.

Para peserta berlari melewati beberapa landmark dan tempat bersejarah yang menjadi ciri khas kota Bandung dengan tetap mengedepankan #SAFERUNNING.
Share:

Mang Oded Terima Dua Penghargaan

BANDUNG, kimcipedes.com - Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menerima dua penghargaan sekaligus yang diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya untuk kategori 10 Terbaik Tingkat Nasional dan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenoek untuk kategori Tingkat Terbaik tingkat Jawa Barat di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat No. 17 Jakarta Pusat, Jumat (20/07/2018).
Pemenang di ajang ini adalah Kota atau kabupaten yang berkomitmen menerapkan program sustainable tourism development atau pembangunan pariwisata berkelanjutan dalam menerapkan wisata daerahnya," katanya.

Dua penghargaan tersebut yaitu kategori Kabupaten/Kota Terbaik di Provinsi Jawa Barat atas prestasi dalam performasi inovasi dan komitmen membangun pariwisata daerah, dan sebagai 10 Kota Terbaik Tingkat Nasional.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya menyerahkan langsung penghargaan untuk kategori 10 Terbaik Tingkat Nasional kepada Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Sedangkan untuk kategori Terbaik tingkat Jawa Barat diserahkan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenoek kepada Oded.

Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengaku bersyukur atas penghargaan ini, dan mempersembahkannya kepada warga Kota Bandung.

Ini merupakan kemenangan untuk warga Kota Bandung yang selalu mendukung bidang pariwisata. Dengan dua penghargaan ini, memberikan spirit dan motivasi untuk terus meningkatkan pariwisata sehingga Kota Bandung menjadi destinasi wisata terbaik," ungkap Mang Oded sapaan akrab Wakil Walikota Bandung ini. @***
Share:

Rumus Hidup Versi Ridwan Kamil

M. Ridwan Kamil
BANDUNG, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil menyebut terdapat dua kunci rumus dalam hidup, yaitu bersyukur dan sabar dalam menjalani hidup. Jika bisa melaksanakan keduanya, maka Allah akan memberikan nikmatnya.

"Jika dua kunci itu digabungkan, Insya Allah hidup akan tenang," ujar Emil, sapaan akrabnya pada kegiatan Pengajian Rutin Majelis Taklim, di Pendopo Kota Bandung Jalan Dalem Kaum, Sabtu (21/7/2018).

Menurutnya, jika selalu bersyukur dan sabar, maka manusia akan diberikan sejumlah nikmat. Di antaranya nikmat umur, nikmat kesehatan, dan nikmat silaturahmi.

"Kita rasakan, ada tiga nikmat itu karena dijalani dengan ikhlas. Karena ini merupakan nikmat dari Allah," tuturnya.

Sebagai seorang pemimpin, Emil pun mengaku terus belajar memperbaiki diri. Pasalnya, ia menyadari tidak mudah menjadi seorang pemimpin. "Tidak mudah jadi seorang pemimpin, maka dari itu saya selalu belajar memperbaiki diri," tuturnya.

"Setiap hari saya evaluasi diri supaya terus memberikan keputusan yang baik," lanjut Emil. @***
Share:

Jadikan Bandung Sebagai Top of Mind Pembuatan Film Indonesia

BANDUNG, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil mengajak para kreator film untuk menjadikan Bandung sebagai destinasi utama pembuatan film. Ia menjamin, Bandung memiliki paket lengkap bagi industri film.

"Saya mengimbau para produser dan industri film untuk selalu menjadikan Bandung sebagai top of mind kalau mau shooting," ujar Ridwan saat menerima kunjungan para pemain film “13 The Haunted” di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Sabtu (21/7/2018).

Ia mencontohkan, beberapa titik yang bisa menjadi referensi, seperti latar kota tua di Jalan Asia- Afrika, pegunungan di kawasan utara Bandung, hutan kota, hingga area sekolah zaman dulu.

"Tempat-tempat yang romantis banyak, bukit-bukit yang romantis banyak, jalan-jalan kolonial, bangunan kolonial, daerah yang rada keras juga ada, jadi lengkap dan kotanya menyenangkan," tambahnya.

Ridwan bermimpi ingin menjadikan Bandung sebagai kota film. Pemerintah bisa memulai dengan memberikan dukungan untuk mewujudkan visi tersebut. "Bedanya, yang shooting di Bandung, wali kotanya pasti mendukung," kata pria yang pernah menjadi cameo di beberapa film itu.

Ia mengaku sempat beberapa kali terjun langsung membantu menyukseskan pembuatan film yang mengambil latar di Kota Bandung, salah satunya film "Dilan 1990". Bahkan, ia juga memfasilitasi beberapa perizinan pengambilan gambar. "Itu dukungan-dukungan saya agar Bandung menjadi top of mind saat syuting," imbuhnya.

Tak hanya itu, pria dua anak itu juga mengimbau warganya untuk mendukung film Indonesia. Menurutnya, bentuk dukungan dari para penonton akan berdampak luar biasa bagi perfilman tanah air. "Dukungan terhadap film Indonesia itu harus luar biasa. Kita harus naik kelas, menginvasi juga negara lain," tuturnya.

Ia setuju jika peningkatan industri film harus dimulai dengan meningkatkan produktivitasnya. Selanjutnya, ia optimis kualitas dan teknik pembuatan film Indonesia juga akan semakin baik. "Dimulai dengan produktivitas dulu, diperbanyak dulu. Kemudian selain banyak juga kualitasnya naik, teknisnya naik, dan sebagainya," ucap pria berkacamata itu.

Hadir pada pertemuan tersebut para pemain “13 The Haunted”, seperti Valerie Thomas, Endy Arfian, Stefhanie Zamora serta beberapa kru. Pada kesempatan itu, sang produser, Raffi Ahmad yang tidak hadir, sempat berbincang dengan Ridwan melalui saluran telepon.@***
Share:

Ridwan Kamil Resmi Tunjuk Benny Bachtiar sebagai Sekda Kota Bandung

Benny Bachtiar
BANDUNG, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil merilis nama Benny Bachtiar untuk menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Bandung. Ridwan akhirnya memilih nama tersebut setelah melalui proses diskusi dengan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danail.

"Sudah berdiskusi berkali-kali dengan Mang Oded sebagai calon yang akan menggunakan Sekda ini selama lima tahun ke depan," ujar Ridwan di Graha Siliwangi Jalan Aceh, Jumat (20/7/2018).

Sebelumnya, Benny Bachtiar menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi. Selain Benny, ada dua nama lainnya yang juga menjadi kandidat Sekda Kota Bandung. Keduanya yaitu Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, M. Salman Fauzi.

Ridwan menerima daftar tiga kandidat dari Panitia Seleksi (Pansel). Tim Pansel diketuai langsung oleh Deputi Bidang SDM Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Setiawan Wangsaatmaja.

"Saya sudah menerima tiga nama dari Sekda itu kemudian mengkajinya. Hari ini saya umumkan secara fair dan adil dari hasil musyawarah," ucap pria yang akan berakhir masa jabatannya pada bulan September mendatang itu.

Ia mengakui, ketiga kandidat calon Sekda itu memiliki kualifikasi yang sangat baik. Namun setelah melalui tahapan yang panjang, Ridwan menetapkan bahwa sosok Benny adalah yang paling tepat dan dibutuhkan Kota Bandung untuk lima tahun ke depan.

Rencananya, pada Senin (23/7/2018) mendatang, Pemerintah Kota Bandung akan mengajukan nama Benny Bachtiar ke Kementerian Dalam Negeri untuk proses selanjutnya.

Selain Sekda, Ridwan juga mengumumkan nama-nama pejabat Eselon II yang akan mengisi posisi yang kosong. Jabatan Inspektur Kota Bandung dipercayakan kepada Fajar Kurniawan yang sebelumnya menjabat Camat Cicendo.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan akan dijabat oleh Dadang Dharmawan yang kini menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Setda Kota Bandung. Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan akan dipercayakan kepada Yayan Ahmad Brillyana yang kini menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung. @***

Share:

FRPBS Gelar Konsolidasi Kota Sehat 2018

Atalia Praratya
BANDUNG, kimcipedes.com - Forum Rempug Peduli Bandung Sehat (FRPBS) menyelenggarakan Konsolidasi Kota Sehat Tahun 2018, di Kopi Armor Bandung, Jln. Bukit Pakar Utara Ciburial, Cimenyan, Jumat (20/7/2018). 
Konsolidasi diisi antara lain ditandai dengan penandatangan Komitmen Kota Sehat 2018 Kota Bandung yang didahului oleh Ketua FRPBS, Atalia Praratya.
Konsolidasi Kota Sehat Tahun 2018 dihadiri Tim Pembina Kota sehat, camat se-Kota Bandung, dan anggota FRPBS. Konsolidasi sekaligus persiapan penilaian Swasti Saba Wistara, yaitu penghargaan yang diberikan kepada pemerintah kota atau kabupaten yang telah memberikan banyak kontribusi di bidang kesehatan. Tahun ini fokus persiapan pada transportasi sehat di Kota Bandung.

Kota Bandung sudah tiga kali menerima Penghargaan Swasti Saba Wistara, yaitu tahun 2016, 2017, dan 2018. Swasti Saba Wistara merupakan penghargaan tertinggi untuk Kota Sehat, dua penghargaan lain di bawahnya adalah, Swasti Saba Padapa dan Swasti Saba Wiwerda.@***
Share:

Bio Farma Kembangkan Wisata Sehat Melalui Museum


BANDUNG, kimcipedes.com - Bio Farma untuk pertama kalinya menggelar acara open house museum di Bio Farma. Acara ini di hadiri oleh komunitas-komunitas yang berada di Bandung seperti, Indonesian Medical Literacy (IMEL), Asosiasi Museum Daerah Jawa Barat (AMIDA JABAR), PERHUMAS Indonesia, Komunitas Aleut, serta tamu undangan lainnya, Rabu, 18/07/2018
Acara dibuka langsung oleh Direktur SDM dan Umum Bio Farma, Disril Revolin Putra.

Disril mengatakan bahwa Bio Farma tak semata-semata memproduksi vaksin, kami berkewajiban untuk membuat vaksin ini menjadi sebuah komunikasi yang membangun kepercayaan bagi masyarakat Indonesia. “Bahwasanya begitu pentingnya kesehatan bagi kesejahteraan bangsa, oleh karena itu kami mengharapkan dapat memperoleh partisipasi dari semua stake holder, bagaimana membangun komunikasi, pemahaman, serta pengetahuan, agar semua pihak meyakini bahwa kesehatan dapat di aplikasikan salah satunya melaui program imunisasi,vaksinasi, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang begitu penting bagi pertumbuhan bangsa” ujar Disril.
Open house museum kali ini turut hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari. “Gedung Bio Farma ini merupakan destinasi wisata yang saya lihat masuk kedalam lima klasifikasi wisata diantaranya : cagar budaya yang berklasifikasi A, kemudian sebagai wisata exhibition, dan health tourism, dimana lokasi gedung berdekatan dengan rumah sakit hasan sadikin, serta wisata edukasi dan tentunya wisata museum. Serta menambah daftar destinasi wisata yang dapat di kunjungi oleh wisatawan, baik dari domestik maupun mancanegara”, ujar Kenny.
Acara pun diawali dengan talkshow yang mengangkat topik menjajak sejarah museum medis Indonesia dan menghidupkan museum sebagai jejak literasi, yang di jelaskan oleh Ketua Indonesian Medical Literacy (IMEL) dr.Andri Edwin dan ahli sejarah dr. Luthfi Yondri serta mengedukasi pentingnya vaksinasi dijelaskan oleh Kepala Bagian Pelayanan Unit Klinik dan Imunisasi dr.Erwin, tak hanya talkshow acara ini pun di lengkapi dengan vaksinasi flubio, yang diakhiri dengan berkunjung ke museum Bio Farma

Dengan melihat animo masyarakat yang sangat antusias dalam acara open house kali ini. Head Of Corporate Communication Bio Farma Nurlaela Arief angkat bicara, “Kedepannya berencana akan membuka museum ini untuk umum, tentunya dengan konsep digital serta tak melepaskan unsur edukasinya. Untuk perihal waktunya nanti kami akan menginformasikan kembali secepatnya” Ujar Lala. @***
Share:

Kecamatan Sukajadi Nominator Anugrah PKB Tingkat Jawa Barat 2018

Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan saat sosialisasi pembayaran PKB di Pasar Sederhana
BANDUNG, kimcipedes.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masuk 10 Besar Nominator Penilaian Wilayah Anugrah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kategori Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bandung Raya tingkat Jawa Barat. Penilaian Wilayah Anugrah PKB terbagi dalam tiga wilayah, yaitu Purwakarta, Bandung Raya, dan Bogor.

Selain Pemkot Bandung, nominator lain untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bandung Raya adalah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Untuk kategori Kecamatan, kategori UPTD P3D, serta kategori Kader Penggerak Taat Pajak. Untuk kategori kecamatan, empat kecamatan di Kota Bandung menjadi nominator, yaitu Kecamatan Sukajadi, Cibeunying Kidul, Buah Batu, dan Kecamatan Lengkong.

Sedangkan nominator kategori UPTD P3D dari Kota Bandung adalah, UPTD P3D Wilayah Bandung II Kawaluyaan, UPTD P3D Wilayah Bandung I Pajajaran, dan UPTD P3D Wilayah Bandung III Soekarno Hatta. Untuk nominator kategori Kader Penggerak Taat Pajak, yaitu Yani Maryani dari Kota Bandung I Pajajaran.

Penilaian terhadap calon pemenang Anugerah PKB tahun 2018 sudah memasuki tahap penilaian program bertempat di Ballroom Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (19/7/2018), tim juri yang diketuai Dr. Memed Sueb melakukan penilaian terhadap nominator.

Setiap nominator memaparkan strategi dan program dalam bentuk presentasi selama 20 menit termasuk sesi tanya jawab. Pemaparan Pemkot Bandung dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Kota Bandung sekaligus Ketua Tim Peningkatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Kamalia Purbani.

Pada kesempatan tersebut, Kamalia memaparkan Kebijakan dan Strategi Pemkot Bandung dalam Meningkatkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Kamalia memamparkan beberapa program jangka pendek dan jangka panjang terkait optimalisasi perolehan PKB. "PKB merupakan salah satu kontributor terbesar dalam pendapatan dana pembangunan di Kota Bandung," katanya.

Pemkot Bandung, lanjutnya, tidak hanya mendorong masyarakat untuk taat membayar pajak, tetapi juga melakukan hal yang sama terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung. "Kendaraan bermotor yang belum membayar pajak, tidak diperbolehkan memasuki area Balai Kota Bandung," ujarnya.

Kendaraan yang sudah membayar pajak, tambahnya, akan mendapat stiker verifikasi yang ditempel di kendaraan. "Ini dilakukan agar setiap golongan di masyarakat lebih taat membayar pajak kendaraan bermotor," tuturnya.
Pengumuman pemenang APKB 2018 rencananya akan dilaksanakan bersamaan dengan perayaan HUT Provinsi Jawa Barat pada tanggal 19 Agustus mendatang. Tim juri akan memilih tiga terbaik yang akan mendapatkan penghargaan.
Camat Sukajadi Drs. Yudi Hermawan mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang telah melakukan pembayaran pajak kenderaan bermotor di Kantor Kecamatan Sukajadi. Sehingga Kecamatan Sukajadi termasuk salahsatu nominator Anugrah PKB Tingkat Jawa Barat Tahun 2018 diantara 4 kecamatan lainnya," ungkap Yudi ketika ditemui kimcipedes.com diruang kerjanya, Kamis, 19/7/2018.
Menurut Yudi, pelayanan Pajak kendaraan Bermotor diwilayah Kecamatan Sukajadi bekerjasama dengan Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kota Bandung I Pajajaran dan Bank BJB dalam rangka mendekatkan serta mempermudah warga dalam melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor," pungkas Yudi.  @***
Share:

Anak Merupakan Mata Rantai Manusia

BANDUNG, kimcipedes.ccom - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya menjadikan Bandung menjadi kota yang semakin layak untuk anak. Kota Bandung sudah menyandang predikat Kota Layak Anak tingkat Madya dan sekarang berusaha memperoleh predikat tingkat Nindya.

"Suatu kota berpredikat layak anak jika bisa memberikan rasa aman, nyaman, bebas diskriminasi dan eksploitasi. Jika suatu kota sudah layak anak, maka kota tersebut bisa layak untuk semua," tutur Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung, Eem Sukaemah, pada kegiatan Bandung Menjawab di Taman Sejarah Wiranatakusumah, Jln. Aceh, Kamis (29/7/2018).

Eem mengungkapkan, predikat Kota Layak Anak tingkat Madya diperoleh Kota Bandung pada tahun 2017. Tahun ini Kota Bandung berusaha naik tingkat menjadi Nindya, sebagai kota yang semakin layak untuk anak.

Untuk memenuhi hak anak, lanjut Eem, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya memberikan yang terbaik. Pemkot Bandung telah membuat berbagai kebijakan untuk menghadirkan kota yang nyaman bagi anak. "Memang untuk menghilangkan diskriminasi dan ekspolitasi anak itu sulit. Namun salah satu indikator penilaian KLA adalah, penanganan yang dilakukan pemerintah," ujarnya.

Kebijakan yang dibuat Pemkot Bandung mencakup enam klaster tumbuh kembang anak, yakni klaster kelembagaan, klaster hak sipil dan kebebasan, klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan. Sedangkan dua klaster lainnya yaitu klaster pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta klaster perlindungan khusus.

Pada klaster hak sipil dan kebebasan, Pemkot Bandung memberikan ruang kepada Forum Anak Kota Bandung untuk turut merencanakan pembangunan. Mereka dilibatkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Bandung. Selain itu, Pemkot Bandung memenuhi hak kependudukan anak dengan menerbitkan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak melalui sistem jemput bola.

Klaster kedua adalah, kesehatan dasar dan kesejahteraan. Pada klaster ini, Pemkot Bandung menyediakan akses kesehatan untuk anak dengan memperbanyak Puskesmas yang bisa melayani rawat inap dan melakukan berbagai inovasi kesehatan lainnya.

“Pemkot Bandung memang memberikan perhatian yang besar bagi anak-anak. Karena ini berkaitan dengan masa depan mereka,” katanya.

Pemkot Bandung, tambah Eem, menyadari bahwa anak merupakan mata rantai manusia yang sangat menentukan wujud dan kehidupan suatu bangsa pada masa depan. “Kita berusaha menyiapkan generasi muda yang berkualitas sebagai penerus dan pewaris bangsa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaaan dan Perlindungan Perempuan DP3APM Kota Bandung, Diden Siti Sondari menegaskan, Pemkot Bandung terus berupaya untuk memberikan perhatian khusus bagi anak- anak maupun keluarga.

Dari segi pendidikan karakter, Pemkot Bandung telah menggulirkan program Magrib Mengaji untuk memastikan anak-anak mendapatkan wawasan keagamaan. Setiap hari seusai salat Magrib, anak-anak pergi ke masjid untuk mengaji dan mendapatkan pendidikan akhlak. “Dengan menciptakan berbagai kegiatan, maka peran anak di lingkungan semakin produktif,” katanya.

Berkaitan peringatan Hari Anak Nasional, Pemkot Bandung akan mengelar Hari Anak Nasional di Taman Lalu Lintas pada 9 Agustus mendatang. Peringatan tahun ini mengusung tema "Menciptakan Anak yang Genius". Harapannya, peringatan tersebut menjadi inspirasi dan motivasi para orang tua untuk lebih meningkatkan kepedulian pada pemenuhan kebutuhan dan perlindungan anak-anak.. @***
Share:

2.500 Penari dari 10 Negara Bakal Meriahkan BIAF

BANDUNG, kimcipede.com - Sebanyak 2.500 penari dari 10 negara bakal memeriahkan Bandung International Art Festival (BIAF) 2018, yang berlangsung pada 27-29 Juli mendatang. Penari 10 negara yang bakal berpartisipasi di BIAF diantaranya berasal dari Jerman, Belanda, Italia, Maroko, India, Malaysia, Jepang, Rusia, dan Australia.

Selain Kota Bandung, daerah lain di Indonesia yang bakal memeriahkan BIAF 2018 di antaranya, Samarinda, Bogor, Kabupaten Bandung, Kota Makassar, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali.

Kepala Seksi Pengembangan Produk Budaya dan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Titin Kuswiatin mengatakan jumlah penari tahun ini semakin bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun sebelumnya, jumlah penari mencapai sekitar 1.700 orang," ungkap Titin pada pada acara Bandung Menjawab, di Taman Sejarah Wiranatakusumah, Balai Kota Bandung, Kamis (19/7/2018),

BIAF tahun ini mengusung tema “Seni Alam Doa”. Disbudpar Kota Bandung menggunakan tema tersebut karena tahun 2018 semua konsep kesenian yang digelar berkaitan dengan kondisi lingkungan alam sekitar.

Pada BIAF 2018, beberapa tempat di Kota Bandung akan menjadi pusat kegiatan. Di antaranya pembukaan di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung (YPK) di Jalan Naripan pada 27 Juli 2018, Cikapundung Riverspot Jalan Ir. Soekarno (28 Juli 2018), Car Free Day (CFD) Dago, serta Batu Templek Cimenyan pada 29 Juli 2018. “Jadi tahun ini tidak menggunakan panggung megah dan mewah. Hampir semua kegiatan bernuansa alam,” jelas Titin.

Lanjut Tititn, nantinya mereka akan menari bersamaan di CFD Dago dengan tarian Sunda Jaipongan diiringi lagu Daun Pulus Keser Bojong ciptaan Gugum Gumbira. Titin berharap, festival ini mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bandung. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian kota. “Kita menargetkan sekitar 3.000 wisatawan hadir pada festival ini,” ujarnya.

Perlu diketahui, BIAF merupakan festival yang mempunyai spirit seni untuk semua kalangan. Kegiatan ini berusaha merangkul lebih banyak kalangan dan seniman dari berbagai latar belakang seni. Kegiatan menjadi lebih menarik bagi para seniman karena memiliki tempat yang sangat spesifik dan bersanding dengan kearifan lokal. @***
Share:

Oded M Danial Bantu Kesejahteraan Guru TKQ/TPQ

Oded M Danial

BANDUNG, kimcipedes.com - Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mendukung pencanangan badan hukum Koperasi TKQ/TPQ. Dukungan tersebut sebagai bentuk komitmennya untuk membantu kesejahteraan guru Taman Kanak-kanak Quran/Tempat Pendidikan Quran (TKQ/TPQ) Kota Bandung.

"Koperasi khusus bagi guru TKQ/TPQ ini semoga membantu kesejahteraan guru.Kita akan bantu bentuk legal formal nya," kata Oded saat bersilahturahmi dengan Forum Komunikasi Pendidikan Quran (FKPQ) di GOR Pajajaran, Jln. Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (18/7/2018).

Menurut Oded, koperasi di Indonesia merupakan sism perekonomian yang bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan. Koperasi dengan prinsip-prinsip ekonomi masyarakat berasas kekeluargaan akan mampu mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera terutama bagi guru.

“Semangat perkoperasian ini harus kita dukung bersama. Di manapun, koperasi akan menjadi wadah untuk mengaktifkan geliat ekonomi masyarakat,” katanya.

Oded sangat bangga terhadap insan perkoperasian Kota Bandung yang aktif dan berprestasi. Saat ini, tercatat 828 koperasi yang berbadan hukum di Kota Bandung dan 500 koperasi simpan pinjam di antaranya berstatus sehat.

“Di masa-masa mendatang, semoga prestasi ini bisa ditingkatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan guru,” ujarnya. Selain membantu kesejahteraan guru lewat koperasi, Oded juga berkomiten mewadahi usaha dan keahlian guru untuk menambah penghasilan guru. "Kita juga berkomitmen mewadahi usaha dan keahlian guru untuk menambah penghasilan. Salah satunya dengan perizinan usaha yang mudah di Kota Bandung. Sehingga warga dan guru di Kota Bandung semakin sejahtera," tuturnya. @***
Share:

Guru Besar UPI : PPDB Sistem Zonasi Bagus untuk Pelayanan Pendidikan

BANDUNG, kimcipedes.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi dinilai bagus untuk pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Dengan penerapan konsep yang relatif baru di Indonesia ini, ada jaminan pemenuhan hak penduduk untuk mendapat pendidikan.

“Selain untuk kebijakan penerimaan siswa baru, konsep zonasi juga seharusnya digunakan untuk menentukan lokasi sekolah, membangun sekolah dan membina pendidikan,” ungkap Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Said Hamid Hasan kepada Bagian Humas Setda Kota Bandung, Rabu (18/7/2018).

Lebih lanjut Said mengemukakan, kondisi saat ini lokasi sekolah bertebaran dan tidak berada di lokasi penduduk yang dilayani. Di sisi lain, kualitas pendidikan tidak begitu merata dan masih ada sekolah negeri yang dikategorikan sekolah favorit. Termasuk adanya paradigma masyarakat dalam hal ini orang tua terhadap sekolah.

“Perlu dibenahi untuk implementasi kebijakan zonasi ini khususnya terkait letak sekolah dan kualitas sekolah. Minimum semuanya terakreditasi B dan arus masuk siswa baru dari SD ke SMP yang sudah ditentukan,” tuturnya.

Menurutnya, hal tersebut tentu harus ada jalinan kerja sama yang erat dengan dinas pendidikan provinsi untuk alur masuk ke SMA/SMK dari SMP yang jelas juga. “Jadi jaringannya dibentuk dari jenjang yang satu ke jenjang lainnya. Dengan begitu, siswa maupun orangtua serta sekolah sudah tahu ke mana melanjutkan pendidikan,” sambung Said.

Ke depan, kata dia, perlu ada penyampaian informasi yang berkelanjutan agar tidak timbul banyak masalah yang disebabkan tidak tersampaikannya informasi tentang PPDB berbasis zonasi.

“Perlu informasi yang berkelanjutan melalui media, kepala sekolah, komite sekolah ke masyarakat dan orang tua. Kita melawan dan mengubah tradisi, memang tidak mudah tapi saya yakin hal itu bisa diimplementasikan,” pungkasnya. ***
Share:

16 Ribu Warga Kota Bandung Tertolong Hidupnya

BANDUNG, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil meminta PD BPR Kota Bandung tetap fokus membantu pengembangan usaha kecil menengah bagi nasabahnya. Pasalnya, sejumlah program unggulan PD BPR Kota Bandung, telah terbukti mampu membantu keberlangsungan hidup masyarakat.

"PD BPR Kota Bandung harus menjadi banknya rakyat kecil. Banknya mikro, produk unggulannya bagus," kata Wali Kota di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Rabu (18/7/2018).

Ridwan menyebutkan, produk unggulan PD BPR Kota Bandung yang telah bergulir yaitu Kredit Melati (Kredit Melawan Rentenir), Kredit Mesra (Kredit Masjid Sejahtera) dan Kredit Bagja (Kredit Bangun Keluarga Sejahtera). Warga Kota Bandung telah menerima manfaat program tersebut.

“Sudah lebih dari 16 ribu warga Kota Bandung tertolong hidupnya oleh kredit yang basisnya sangat mudah proses dan persyaratannya. Kredit Melati kemudian Mesra dan Bagja dengan NPL Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalahnya kurang dari 5%,” jelasnya.

“Ke depannya, jika sudah terkendali maka dipastikan progran kredit yang digagas oleh Pemkot Bandung memiliki kemampuan yang maksimal,” lanjutnya.

Di luar itu, Wali Kota Bandung menyarankan agar PD BPR Kota Bandung menggunakan digital dalam melakukan transaksi khususnya dalam kredit Mesra (Mesjid Sejahtera). "Tantangan mereka adalah digital, bisa berkomunikasi membantu transaksi via digital," ujarnya.@***
Share:

KAPOLRI

iklan banner

KAPOLRES SUMBAWA BARAT

iklan banner

IPTU RITA YULIANA,S.I.K.,M.M

Trending Minggu Ini

BERITA HARI INI

Arsip Blog