November 2017 ~ KIM Cipedes

Diskominfo Kab. Bandung Bertandang ke KIM Kel. Cipedes

Bandung, kimcipedes.com - Keberhasilan Kelurahan Cipedes bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung dalam membina Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) menjadi tolak ukur Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bandung untuk bertandang ke KIM Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi yang merupakan Juara II Lomba KIM Tingkat Jawa Barat.

Kunjungan Diskominfo Kab. Bandung dalam rangka untuk belajar dan saling bertukar informasi bagaimana cara membentuk dan memberdayakan KIM.

Kedatangan rombongan Diskominfo Kabupaten Bandung terdiri dari Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik, Hj. Irma Novita,SH.,S.Pi, Ka. Sie Pelayanan Informasi Publik, Dra. Hj. Sri Lestari, M.Si, Ka. Sie Kemitraan Komunikasi Publik, Dra. Susi Sustiawati dan Pelaksana, Dedi Perinata disambut oleh Ketua KIM Kelurahan Cipedes, Asep Wahyu Hermawan, Sekretaris KIM Kelurahan Cipedes, M. Edwandi didampingi Sekretaris Kelurahan Cipedes, Sudirman, S.Sos, Kasie Pengelolaan Data dan Informasi, Diskominfo Kota Bandung, Hj. Tety Siti Hasanah,SH, Sekretaris FK KIM Kota Bandung, Asdar dan Pengurus FK KIM Kota Bandung, Asep Mulyana bertempat di ruang kerja Lurah Cipedes, Dedi Rustandi,SH, Kamis, 30 November 2017.

Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik, Diskominfo Kab. Bandung, Hj. Irma Novita,SH.,S.Pi, mengungkapkan, kedatangan jajarannya ke KIM Kelurahan Cipedes karena ingin membentuk KIM di wilayahnya. Selain itu, untuk mengetahui bagaimana caranya memajukan KIM sebagai organisasi yang berbasis informasi. “KIM Kota Bandung menjadi tujuan kami, karena kami mendengar salahsatu KIM Kota Bandung yaitu KIM Kelurahan Cipedes sudah berhasil dan terus berkembang, bahkan meraih Juara II Lomba KIM Tingkat Jawa Barat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan (Seklur) Cipedes, Sudirman,S.Sos menyampaikan permohonan maaf Lurah Cipedes, Dedi Rustandi,SH yang tidak bisa menghadiri pertemuan ini, karena tugas dinas di Balaikota.

Dirman sapaan akrab Seklur Cipedes ini, menyambut baik kedatangan Diskominfo Kabupaten Bandung. Keberadaan KIM di Kelurahan Cipedes ini sangat membantu terutama dalam bidang informasi yang sangat bermanfaat bagi warga masyarakat. Apalagi KIM Kelurahan Cipedes ini begitu aktif di media sosial (Medsos), sehingga program pemerintah melalui medsos ini begitu cepat diketahui masyarakat,” ungkap Dirman.

Kasie Pengelolaan Data dan Informasi, Diskominfo Kota Bandung, Hj. Tety Siti Hasanah,SH mengatakan KIM sudah terbentuk di 151 Kelurahan Se-Kota Bandung untuk membangun komunikasi efektif antara pemerintah dengan masyarakat, pemerintah dengan pemerintah dan masyarakat dengan masyarakat, menjadi kebutuhan mendasar, termasuk bagi Kelompok Informasi Masyarakat, untuk menunjang peran dan fungsinya mensosialisasikan program pembangunan, membangun jejaring kemitraan dengan kelompok lain, dan aspirasi masyarakat.

Bunda begitulah Kimmers Kota Bandung menyapa Tety yang merasa bangga terhadap Kimmers Kota Bandung yang senantiasa memiliki komitmen terhadap pemerintah Kota Bandung, dalam memberikan kontribusi untuk bersama-sama mewujudkan Bandung Juara.

Ketua KIM Kelurahan Cipedes, Asep Wahyu Hermawan mengucapkan terima kasih atas kunjungan jajaran Diskominfo Kab. Bandung. Dengan adanya kunjungan ini mampu membawa semangat Kimmers Kota Bandung. ***
Share:

Kelurahan Cipedes Juara 1 Lomba Asmaul Husna


Sukajadi, kimcipedes.com - Kelurahan Cipedes dibawah Pimpinan Dedi Rustandi,SH sepertinya tidak henti-hentinya meraih juara, mulai dari tingkat kecamatan,  Kota bahkan tingkat Provinsi.  

Pada Lomba Asmaul Husna Tingkat Kecamatan Sukajadi, RW 11 Kelurahan Cipedes berhasil meraih juara 1 dan siap bersaing ditingkat Kota Bandung. Lomba Asmaul Husna ini dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke 45 yang diselenggarakan oleh TP PKK Kecamatan Sukajadi, bertempat di Aula Kecamatan Sukajadi, baru-baru ini.

Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH mengucapkan syukur Alhamdulillah, Kelurahan Cipedes berkat kebersamaan dan kekompakan warga berhasil menoreh prestasi-prestasi dalam berbagai event. Prestasi yang kita raih ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik lagi,” ungkap Dedi.

Selain itu, kata Dedi, Kelurahan Cipedes Nominasi 10 Kelurahan Terbaik Se Kota Bandung. Mudah-mudahan kedepannya, inovasi-inovasi terbaru muncul dari warga masyarakat dalam berbagai bidang. ***

Share:

Wali Kota Bandung Resmikan Cibunut Berwarna

Bandung, kimcipedes.com -Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil memiliki visi menjadikan warga Bandung selalu bahagia. Cita-cita itu diwujudkannya dalam berbagai program.

Mimpi tersebut oleh warga diterjemahkan ke dalam berbagai kegiatan. Salah satu contohnya warga RW 07 Wilayah Cibunut Kel. Kebon Pisang Kec. Sumur Bandung yang melancarkan program Cibunut Berwarna dengan mengecat kampungnya dengan warna-warna yang terang dan cerah.

Program tersebut diinisiasi berkat keinginan warga untuk menjadikan lingkungan menjadi lebih asri dan menarik. Gagasan tersebut diapresiasi dan diresmikan langsung oleh Ridwan Kamil, Senin (27/11/2017). Peresmian dilanjutkan dengan peninjauan bersama warga dan jajaran pemerintah kota.

Cibunut Berwarna bisa terwujud atas kolaborasi dari berbagai pihak, yakni sumbangan dari Ikatan Alumni (IA) ITB Jawa Barat, Ikatan Alumni SMAN 3 Bandung, dan bantuan CSR dari AzkoNobel Decorative Paints Indonesia. Turut hadir Ketua IA ITB Jawa Barat Arfi Rafnialdi, serta Head of Brand and Consumer Marketing Anastasia Tirtabudi.

Dekorasi kampung Cibunut juga mendapat sentuhan artistik dari Komunitas Mural Bandung yang digawangi oleh Alga Indria. Seluruh proses tersebut melibatkan pula swadaya masyarakat dengan bergotong-royong mengecat 300 rumah di wilayah seluas 5 hektar itu.

Ridwan mengaku senang melihat warganya bisa sangat kompak membangun wilayahnya. Kekompakkan warga itu dinilainya sebagai wujud silaturahmi dan kondusivitas yang baik. "Mudah-mudahan (kampung ini) bisa kami promosikan sebagai wisata kampung di Kota Bandung di mana tempatnya sangat guyub, warganya sangat bahagia," ujar Ridwan.

Menurutnya, suasana kampung yang berwarna itu, selain bisa menghadirkan suasana bahagia di tengah warga juga bisa mengetengahkan nilai ekonomi masyarakat. "Kalau ini berhasil, kita evaluasi, nanti Insya Allah kita akan duplikasi di kampung-kampung yang lain," ucapnya.

Hal tersebut diamini oleh Ketua RW 07 Herman. Ia mengatakan, program ini adalah upaya masyarakat untuk mendukung program pemerintah kota mewujudkan Bandung yang bahagia. "Bahkan mungkin bisa jadi tempat wisata, karena banyak juga dari luar kota datang ke sini, sharing tentang pengelolaan kebersihan dan lain-lain," tutur Herman.

Ia juga menjelaskan, gagasan Cibunut Berwarna itu bermula dari aktivitas warga yang melaksanakan program bebas sampah. Program yang dilaksanakan warga banyak mendapat perhatian dari komunitas dan praktisi.

Warga dilatih untuk menghabiskan sampah mulai dari sumbernya. Mereka memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah melalui biodigester, sedangkan sampah anorganik dikelola melalui bank sampah. "Dengan adanya ini mudah-mudahan warga termotivasi menjaga lingkungannya," tandasnya.***
Share:

Penguatan Kelembagaan Kaderisasi Se-Kecamatan Sukajadi 2017

KIM Cipedes, Sukajadi
Camat Sukajadi Drs. Yudi Hermawan menyampaikan bahwa kegiatan ini salah satu untuk meningkatkan dan memperkuat kaderisasi kelembagaan baik PKK dan Kepemudaan Se Kecamatan Sukajadi, selain meningkatkan silaturahmi juga mengevaluasi kelembagaan PKK dan Pemuda , tujuan lainya adalah untuk meningkatkan potensi dan kemampuan masing" kelembagaan, baik PKK dan Pemuda serta meningkatkan pemberdayaan kapasitas kelembagaan masing" bagaimana Lembaga PKK dan Kepemudaan bisa lebih meningkatkan dan mensinergikan kegiatan dikecamatan dengan kegiatan di Pemerintahan. Begitu juga kegiatan PKK juga bisa mengevaluasi meningkatkan pemberdayaan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, mengevaluasi kegiatan 10 program PKK dan kelembagaan agar sinergitas dengan kegiatan pemerintahan Kota Bandung, juga berfungsi untuk menyempurnakan kegiatan dalam tatanan struktural supaya lebih kuat, dengan bersinergi dengan induk organisasi masing" dengan pemerintah kecamatan dengan pemerintah Kota Bandung, Selain Penguatan Kelembagaan kegiatan ini juga mendorong kaderisasi PKK dan Pemuda yang Alhamdulilah tahun 2017 ini banyak memperoleh prestasi-prestasi yang ditorehkan kecamatan, jadi yang hadir pada kegiatan ini adalah juara-juara lomba di tingkat Kota Bandung dan tingkat Provinsi Jawa Barat, yaitu :

· Juara III Lomba Menghias Kue TP-PKK Kecamatan Tingkat Kota Bandung Halfest 2017
· Juara I Lomba Pasanggiri Busana Perjuangan HUT PWRI Kota Bandung
· Juara II Lomba Festival Keanekaragaman Berbahan Baku Lokal TK Provinsi Jabar.
· Peringkat 6 Besar Lomba Inovasi Intensifikasi Pajak Kendaraan Bermotor Tingkat Prov. Jawa Barat
· Juara II KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) Kel. Cipedes Lomba KIM Tingkat Prov Jabar
· Peringkat I Realisasi PIPPK Se Kota Bandung (Bulan Januari-Juli 2017)
· Juara II Lomba evaluasi Kinerja (Kelurahan Sukawarna)
· Juara II Lomba Recheking Tertib Administrasi PKK dan Kesatuan Gerak PKK – KB- Kesehatan Tingkat Kota Bandung
· Juara I DWP Kecamatan Sukajadi Lomba Membuat Aksesoris dari Tepung Ketan Lomba Tingkat Kota Bandung.
· Juara II lomba Olimpiade Kader Posyandu Tingkat Kota Bandung (Ibu Hany RW05 Kel Sukagalih)

Kelembagaan yang kuat diharapkan mampu mngelola kegiatan secara lebih efisien, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program-program terkait. Dalam rangka pelaksanaan, maka penataan kelembagaan diharapkan mampu membuktikan kesiapan diri berintegrasi dengan kelembagaan formal dengan Pemerintahan lainnya.

Kelembagaan lokal masyarakat adalah lembaga yang cukup kredibel untuk menjadi agen pembangunan. Hanya saja sampai saat ini masih dihadapkan pada persoalan umum dimana keberadaannya masih memerlukan pembenahan, terutama menyangkut kapasitas sumber daya, pengorganisasian maupun kemampuan manajerialnya. Paradigma baru yang diharapkan adalah bagaimana agar kelembagaan masyarakat itu dapat berperan aktif dan optimal dalam pengelolaan pembangunan dengan visi pemberdayaan.

Dalam kebijakan tentang perlindungan dan pelestarian hasil-hasil program, Diantara hasil-hasil program sebelumnya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan adalah; Sistem, Asset dan Kelembagaan yang ada di kecamatan. Keberadaan lembaga pengelola di kecamatan dikuatkan secara legal dalam bentuk Badan Kerjasama Antar Desa (sesuai PP Nomor 72 Tahun 2005 dan Permendagri Nomor 38 Tahun 2007, dengan ketentuan ini maka BKAD menjadi jelas dan kuat aturan dasar organisasinya (Statuta), terutama dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengelola pembangunan partisipatif di kecamatan. Kebijakan ini dituangkan dalam panduan Penataan Kelembagaan yang disosialisasikan lewat pengintegrasian dan pembangunan reguler serta kebijakan tambahan.

Dalam melakukan pengembangan kelembagaan kelompok hendaknya didasarkan kepada tiga prinsip pendekatan sebagai berikut :

1. Enabling mampu mengenal potensi dan kemampuan yang mereka miliki, mampu merumuskan masalah-masalah yang mereka hadapi
2. Empowering Memperkuat daya yang dimiliki oleh masyarakat, dengan berbagai masukan (input) maupun membuka akses menuju peluang. Penguatan disini meliputi aspek penguatan modal mnusia, modal sumberdaya alam, modal financial, modal fisik, mupun modal sosial yang telah mereka miliki.
3. Protecting Mendorong terwujudnya tatanan struktural, yang mampu melindungi dan mencegah terjadinya praktek dominasi kekuatan kelembagaan yang kuat terhadap yang lemah,

Dalam kelembagaan terdapat beberapa aspek yang masih dirasakan sebagai permasalahan diantaranya:

· Praktek kegiatan kelembagaan-kelembagaan yang dibangun terbatas hanya untuk memperkuat ikatan-ikatan horizontal, namun lemah dalam ikatan vertikal.
· Kelembagaan yang dibentuk masih terbatas untuk tujuan distribusi bantuan dan memudahkan tugas kontrol bagi pelaksana program, bukan untuk peningkatan sosial kapital masyarakat secara mendasar.
· Struktur keorganisasian yang dibangun relatif seragam, padahal di setiap daerah memiliki nilai-nilai kearifan lokal dan karekteristik kemasyarakatan yeng berbeda.
· Meskipun kelembagaan sudah dibentuk, namun pembinaan yang dijalankan cenderung individual terbatas kepada pengurus dan tokoh-tokoh dengan prinsip ”trickle down effect”, bukan social learning approach.
· Pengembangan kelembagaan selalu menggunakan jalur struktural, dan lemah dari pengembangan aspek kulturalnya. Sruktur organisasi dibangun lebih dahulu, namun tidak diikuti perkembangan aspek kulturalnya (visi, motivasi, semangat, manajemen, dan lain-lain).
· Introduksi kelembagaan lebih banyak melalui budaya material dibanding nonmaterial, atau merupakan perubahan yang materialistik.
· Pembentukan kelembagaan kurang memperkuat kelembagaan lokal yang ada sebelumnya, sehingga mempengaruhi hubungan-hubungan horizontal yang telah ada.
· pada hakikatnya, pengembangan kelembagaan dirasakan masih lebih merupakan jargon daripada kenyataan yang riil di lapangan.
· Kelembagaan pendukung untuk pemberdayaan kurang dikembangkan dengan baik, karena struktur pembangunan yang sektoral.

Kritikan ini perlu segera dijawab karena urgensinya kelembagaan ini diharapkan akan menjadi wadah sekaligus agen penggerak dalam memfasilitasi, memediasi, mengkomunikasikan sekaligus menjadikan kelembagaan ini sebagai aktor utama dalam mendorong partisipasi, mendayagunakan keswadayaan dan gotong royong, demi menciptakan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat Sukajadi. 
***Asep WH
Share:

Perbaikan SD Perumnas Cijerah 182 Menunggu Police Line Dibuka

Bandung, kimcipedes.com - Dinas Pendidikan Kota Bandung menerjunkan tim untuk menanggapi peristiwa jatuhnya ampig bangunan SD Perumnas Cijerah 182 Kota Bandung, Jumat 24 November 2017.

Kepala Seksi Sarana Prasarana Bidang PPSD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Dani Nurahman mengatakan, Disdik akan segera memberikan bantuan untuk perbaikan ampig bangunan tersebut.

“Kita sedang menunggu dulu pencopotan police line yang akan dikoordinasikan oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah. Kalau dipersentase, hanya 10% bagian bangunan yang rusak. Sekarang juga bisa diperbaiki. Tapi karena masih ada police line, kami belum bisa masuk,” tutur Dani melalui sambungan telepon, Sabtu (25/11/2017).

Dani menjelaskan, kondisi sekolah saat ini bukan ambruk. Hanya ada bagian ampig yang jatuh dan menimpa plafon atap ruangan. Pecahan plafon itulah yang menimpa anak-anak yang tengah melakukan proses belajar mengajar pada pukul 10.30.

Atas kejadian tersebut, satu orang siswa kelas IV yang tertimpa pecahan plafon itu telah diberi perawatan di Rumah Sakit Avisena Jalan Melong, Cimahi. Nazwa, nama siswa tersebut harus mendapat tiga jahitan di bagian kepala. Ada pula Siti Yuliana, Laila Afifah, dan Siti Diva mengalami luka memar. Sedangkan 27 anak lainnya tidak mengalami luka-luka setelah mendapatkan pemeriksaan.

“Sebetulnya tindakan sekolah sudah sangat benar. Semua anak dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa satu-persatu. Mereka tidak apa-apa, hanya ada satu yang luka dan ada yang memar. Tapi tidak parah. Mereka langsung diperbolehkan pulang lagi,” ujar Dani.

Ruangan kelas yang berdiri sejak tahun 2006 itu, lanjut Dani, dari luar tidak terlihat ada kerusakan. Kendati begitu, pihak sekolah sudah mengajukan perbaikan untuk dikerjakan pada tahun anggaran 2018. Sebelumnya, bangunan itu telah diperbaiki pada tahun 2012 oleh pihak ketiga.

“Bagian itu memang kalau dilihat dari luar memang baik-baik saja, tidak rusak. Makanya belum dimasukkan ke alokasi perbaikan. Baru tahun depan mau diperbaiki,” katanya.

Dani mengaku telah siap melakukan perbaikan. Jika telah diijinkan, dalam kurun waktu kurang dari satu minggu perbaikan sudah bisa selesai. Anak-anak pun sudah bisa menggunakan kembali ruangan itu seperti sedia kala.

Ditemui terpisah, Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil mengatakan akan merespon cepat untuk mengatasi persoalan itu. Ia juga akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kita akan respon. Kita perbaiki secepatnya sekolah itu harus bagus, harus kuat, tidak boleh ada kejadian,” katanya di Pendopo Kota Bandung, Jumat 24 November 2017.

Ia mengimbau kepada para kepala sekolah agar secepatnya melaporkan kepada Dinas Pendidikan jika ditemukan potensi bahaya pada fasilitas pembelajaran. Dengan begitu, tindakan preventif bisa dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban.

“Kita lakukan evaluasi agar para kepala sekolah secepatnya memberikan info jika ada fasilitas infrastruktur yang punya potensi rusak, supaya jangan menunggu kecelakaan,” pungkasnya ****.
Share:

HUMAS KOTA BANDUNG RAIH PENGHARGAAN PEMBERITAAN MEDIA PERS TERBAIK I

Yayan A Brilyana
KIM Cipedes, Palembang
Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah (Humas Setda) Kota Bandung berhasil meraih penghargaan dalam Anugerah Media Humas 2017 pada Kategori Pemberitaan Media/pers untuk tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota. Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung Yayan A. Brilyana di Hotel Novotel Palembang, Kamis (23/11/2017).

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Pemerintah Kota Bandung dalam menjembatani informasi tentang seluruh kegiatan pembangunan Kota Bandung dan kegiatan pimpinan melalui media massa/pers sebagai sarana informasi bagi masyarakat.

Humas Setda Kota Bandung juga berhasil masuk dalam dua nominasi lainnya, yakni kategori Media Sosial, dan kategori Pemberitaan Media Internal.
Usai menerima penghargaan, Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung Yayan A. Brilyana mengucap syukur atas prestasi yang ditorehkan Humas di tahun pertama kepemimpinannya itu. Sebagai instansi yang baru terbentuk selama kurang dari satu tahun, Humas mampu menyumbangkan piala ke 269 untuk Kota Bandung.

"Alhamdulillah kita meraih kategori siaran media/Pers terbaik l. Hal ini menjadi suatu kebanggaan untuk humas Kota Bandung," tuturnya.

Ditambahkan Yayan, dirinya yakin dengan kerja bersama - sama maka hasilnya pun akan memuaskan. Baginya, sebagaimana diamanatkan wali kota, penghargaan bukan tujuan utama. Namun hal itu sebagai tanda apresiasi atas perubahan kinerja ke arah yang lebih baik.

"Maka dari itu kita terus bekerja dan memberikan informasi guna informasi mencerdaskan, bermanfaat dan intinya memiliki nilai positif untuk masyarakat," pungkasnya.

Anugerah Media Humas merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) untuk memberikan motivasi dan penghargaan kepada praktisi dan lembaga Humas pemerintahan dalam rangka membangun kinerja aparatur pemerintah yang profesional. Kegiatan ini menjadi tolok ukur kinerja Humas sehingga mendorong pencapaian kinerja Humas pemerintah yang lebih baik.***
Share:

Ridwan Kamil Jadi Saksi Nikah Massal

Bandung, kimcipedes.com - Hasil kajian Pemerintah Kota Bandung menyatakan bahwa keharmonisan keluarga merupakan faktor utama penentu kebahagiaan warga Bandung. Itulah mengapa Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Bandung menggagas kegiatan Nikah Massal di Pendopo Kota Bandung, Rabu (22/11/2017).

Sebanyak 40 pasangan dinikahkan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal tidak hanya dari Kota Bandung tetapi juga wilayah sekitar Kota Bandung, seperti Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, dan Kab. Sumedang.

Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil yang turut hadir menjadi salah satu saksi nikah pasangan pertama, yakni Moch. Arofi dan Yuni Reza, mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk memfasilitasi mereka yang ingin menikah namun menemui berbagai kendala. Salah satunya kendala ekonomi dan prasyarat administratif.
Share:

TP PKK Kelurahan Cipedes Gelar Lomba Asmaul Husna

Sukajadi, kimcipedes.com - Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke 45, TP PKK Kelurahan Cipedes menggelar Lomba Asmaul Husna sebagai bentuk implementasi Program Inovsi Pembangunan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) Kelurahan Cipedes.

Sekretaris Kelurahan Cipedes, Sudirman, S.Sos membuka secara resmi Lomba Asmaul Husna, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, (17/11/2017).

Sekretaris Kelurahan Cipedes, Sudirman, S.Sos mengatakan bahwa dalam rangka memperingati HKG Ke-45 dan salahsatu penyerapan PIPPK tahun 2017. Selain itu juga untuk meningkatakan pengetahuan dan wawasan dalam bidang keagaamaan dan mempererat tali silaturahmi bagi para penguus kader se kelurahan Cipedes, serta meningkatkan kerjasama kader-kader PKK se Kelurahan Cipedes, baik tingkat Posyandu tingkat Kelurahan dan tingkat RW, semua berkaitannya dengan program kegiatan penyerapan PIPPK," ungkap Dirman sapaan akrab Seklur Cipedes ini.

Dirman menerangkan yang terbaik dalam lomba ini akan menjadi utusan TP PKK Kelurahan Cipedes untuk mengikuti Lomba Asmaul Husna Tingkat Kecamatan Sukajadi. Alhamdulillah, Kelurahan Cipedes Nominasi 10 Kelurahan Terbaik Se Keota Bandung. Mudah-mudahan kedepan dengan penambahan-penambahan kegiatan ini bisa lebih meningkatkan dan juga penyerapan anggaran PIPPK lebih optimal.

Dengan adanya lomba Asmaul Husna ini, minimal peserta hafal lafal Asmaul Husna untuk diri sendiri sebagai salahsatu bekal nanti diakhirat. Rasul ketika diperintah oleh Allah walillahil Asmaul Husna adalah nama-nama yang baik maka Mintalah dengan 99 nama Asma Husna tersebut, dalam penilaian lomba asma h bapak jenal muttaqin Arrasyid ,kriteria yang dipilih dan memilih nama-nama mahorijul huruf cara pengucapan itu menyangkut panjang dan pendek itu ilmu tajwid, yang kedua kerusuhan itu artinya penjiwaan bacaan-bacaan, terus yang ketiga keserasian busana-busana, selain keserasian busana juga ada lagi ekspresi - ekspresi wajah tidak pakai teks juga ini menjadi salah satu penilaian yang utama, harapannya pertama itu lebih ditingkatkan dalam bacaannya lebih diperbaiki karena banyak bacaan-bacaan yang lebih tepat seperti dalam kalimat harus diperbaiki lagi, ini sangat baik dan untuk mengagungkan syiar agama Islam dan Agama Islam umat Islam itu lebih mencintai nama-nama Allah SWT kalau kita cinta kepada seseorang maka banyak menyebutnya termasuk kita banyak menyebut nama Allah Asmaul Husna. @Asep WH
Share:

DPU KOTA BANDUNG SIAGAKAN 400 PERSONIL TANGGULANGI BANJIR

Bandung, kimcipedes.com - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung mengandalkan unit reaksi cepat, pasukan katak, dan pasukan jurig cai untuk menanggulangi banjir yang mungkin terjadi pada musim hujan ini. Tim yang berkekuatan sekitar 400 personel tersebut setiap saat siaga di lapangan yang dilengkapi dengan pompa penyedot air.

Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengendalian DPU Kota Bandung, Tedi Setiadi mengemukakan, hampir setiap hari pihaknya membersihkan sungai-sungai, gorong-gorong, dan kali-kali air agar tidak tersumbat.
“Untuk pekerjaan yang besar, ada lima pekerjaan yang tengah kami garap untuk menanggulangi banjir di antaranya normalisasi sungai Citepus di Pagarsih yang merupakan langganan banjir, normalisasi Citepus setelah jalan Pagarsih, normalisasi sungai Cidurian, Cipamokolan daerah Soekarno-Hatta, dan Cikapundung daerah Sukaluyu,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Jumat (17/11/2017).

Khusus normalisasi sungai Citepus daerah Pagarsih, kata dia, pihaknya mencoba membuat saluran baru berukuran 5 x 4 meter yang bersebelahan dengan saluran eksisting berukuran 3 x 4 meter. Saluran baru tersebut akan menjadi basement air atau tol air sehingga membantu mengurangi limpasan air ke jalan jika terjadi banjir. 

“Normalisasi tersebut tidak hanya dibuat untuk penanggulangan banjir tapi juga untuk memperhatikan infrastruktur hijau. Jadi di samping menata untuk menanggulangi banjir, kami juga memperhatikan unsur estetikanya dimana nantinya akan ada tempat kaulinan budak, tempat jogging atau aktivitas lain disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sekarang masih dibangun, mudah-mudahan Desember ini bisa selesai,” bebernya.

Menurutnya, kontur Kota Bandung merupakan cekungan yang menyebabkan terjadi banyak genangan kalau hujan. Namun genangan itu tidak selalu banjir, melainkan hanya berupa cileuncang yang tidak lebih dari dua jam akan kembali surut.

"Kemarin saya berkeliling Kota Bandung misalnya di daerah Tubagus Ismail, Dago, Dipatiukur, Setia Budi, Pasirkaliki Gedebage, Margahayu, dan lainnya. Yang agak besar itu ada di Rancabolang, Cikadut dan Antapani," kata dia.

Berkat berbagai upayanya, dia bersyukur  sampai saat ini masih bisa diatasi karena personel dari DPU terus disiagakan karena potensi untuk cuaca ini diprediksi sampai Februari sebagaimana menurut BMKG. Dia pun meminta agar masyarakat segera melaporkan apabila terjadi banjir kepada DPU terutama melalui UPT terdekat antara lain Bojonegara, Cibeunying, Tegalega, Karees, Gedebage dan Ujung Berung.

Tedi pun menghimbau kepada masyarakat agar menjaga lingkungan tetap bersih dan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai maupun saluran air lainnya. Pasalnya, tiap hari tim kebersihan sungai  mengangkut tiga sampai empat truk perhari.

"Bantu kami dengan paling tidak membersihkan kali-kali air di depan rumah masing-masing karena itu akan membantu mengurangi sedimentasi. Kami sudah berupaya tapi kami juga meminta bantuan dari warga agar sama-sama bertanggung jawab karena keterbatasan, kami mohon maaf karena tidak bisa seluruhnya dilayani," paparnya.

Prakirawan BMKG Bandung, Asri menyebutkan, prakiraan cuaca di Kota Bandung pada bulan November ini cukup tinggi di mayoritas wilayah selain wilayah Bandung Utara dan Bandung Timur yang masuk kategori menengah. "Pada bulan Desember curah hujan akan lebih tinggi lagi," sebutnya. ***
Share:

Oded M Daniel Resmikan Sekretariat Karta Kel. Babakan

Bandung, kimcipedes.com - Konsep PIPPK (Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayah) merupakan rumus pembangunan yang cepat dan tepat. Bisa dirasakan selama kepemimpinan Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung, konsep tersebut membantu masyarakat dalam hal pemberdayaan kewilayahan yang lebih adil dan transparan.

Dalam kesempatannya, Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial menyampaikan, hampir selama 4 tahun Program PIPPK berjalan, bisa dilihat program tersebut menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan.

Lanjutnya, Kota Bandung dengan unsur kewilayah yang cukup banyak, diantaranya RW, Karang Taruna, PKK dan LPM diberikan dana oleh Program PIPPK. Hal tersebut memberikan kemudahan untuk pembangunan. Maka dari itu salah satu hasil dari PIPPK telah hadir sekretariat Karang Taruna di kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung.

"Saya apresiasi hadirnya tempat ini. Kita berkumpul memberikan inovasi dan kemajuan untuk pemuda pemuda di kota Bandung,"ujar pada acara peresmian Sekretariat Karang Taruna Keluruhan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung, Jumat (17/11/2017).

Oded berharap hadirnya tempat sekretariat Karang Taruna di kelurahan Babakan, bisa membantu wilayahnya menjadi lebih nyaman dan lingkungan yang asri. "Saya harap hadirnya sekretariat bisa mengembangkan wilayah keluruhan Babakan menjadi juara dan masyarakat tentram,"pungkas Oded. 
Pada kesempatan yang sama, Camat Babakan Ciparay, Drs. Momon A Imron berharap sekretariat Karang Taruna Kelurahan Babakan agar dapat dirawat dan dimanfaatkan oleh kader-kader Karta. Semoga dengan adanya Sekretariat Karta ini, dapat meningkatkan kinerja kader sehingga muncul inovasi-inovasi dalam membangun serta memajukan wilayah ini," ungkap Momon. ***  
Share:

Mang Oded : RW 01 Merupakan Salah Satu RW Yang Juara

Oded M Daniel - Wakil Wali Kota Bandung
KIM Cipedes, Babakan
Konsep lima jari merupakan satu cara membangun peradaban yang lebih baik. Dimulai dari jempol sampai dengan kelingking bisa diibaratkan sebagai pemimpin harus bersinergi dengan masyarakat. Hal tersebut dikemukakan oleh Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial pada acara peresmian Jalan Madrasah RW 01 Kelurahan Babakan Kota Bandung, Jumat (17/11/2017).

Lanjutnya, konsep lima jari harus di kepal seperti halnya bersama sama membangun wilayah agar sejahtera. Dengan demikian maka warga RW 01 menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat yaitu jalan yang nyaman untuk dilalui. "Ini merupakan wujud nyata bahwa kebersamaan itu menghasilkan manfaat yang bisa digunakan secara bersama sama,"tuturnya.

Menurut Mang Oded sapaan akrabnya, RW 01 merupakan salah satu RW yang juara. Karena pembangunan jalan tersebut hasil swadaya masyarakat.

"Mang Oded apresiasi pembangun jalan ini, dengan bersama sama memberikan infaq maupun sodakoh, maka menghasilkan jalan yang bagus. Intinya kita jika bersama sama, maka pekerjaan pun akan selesai dengan sempurna,"tuturnya.

Sementara itu menurut Ketua RW 01 kelurahan Babakan Iing Somantri menyampaikan, pengecoran jalan Madrasah tersebut memakan biaya sebesar 71 juta rupiah. Dengan hasil swadaya masyarakat, pembangunan tersebut baru dibayar Rp. 31juta. "Mudah mudahan sisa pembayaran bisa bayar secepatnya dengan hasil infak maupun sodakoh dari masyarakat,"ujarnya.

Ditambahkan Iing, pengecoran jalan tersebut memiliki panjang 152 meter, dengan pengerjaan hampir 4 Minggu.

Lanjutnya, pengecoran tersebut menggunakan mesin cor yang modern yaitu dengan truck dan memakan 66 kubik pengecoran beton. "Alhamdulillah dengan swadaya masyarakat, kami memberikan kualitas yang baik dan insyaallah kedepannya jalan ini bisa bermanfaat bagi semua warga,"pungkasnya.***
Share:

Sekdis Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Asep Sudrajat : Aparat Kewilayahan Tinggal Hubungi Jika Terjadi Kekurangan Bahan Pokok

Asep Sudrajat - Sekdis Pangan & Pertanian Kota Bandung
KIM Cipedes, Balaikota
Ketersediaan pangan di Kota Bandung saat ini mencukupi. Dari 80 ton pangan yang tersedia, 20 diantaranya diberikan kepada masyarakat yang terkena bencana dan warga kurang mampu. Sehingga pangan yang tersedia selama tahun 2017 di kota Bandung berjumlah 60 ton. Hal tersebut dikemukakan oleh Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Asep Sudrajat pada kegiatan Bandung Menjawab di Ruang Media Balai Kota Bandung, Kamis (16/11/2017).

Lanjutnya, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah atau sering disebut CPPD, di Kota Bandung sendiri baru berjalan tiga tahun dimulai dari tahun 2015 sampai saat ini.

Ditambahkan Asep, peruntukan pangan diberikan kepada masyarakat yang bersifat perlu atau membutuhkan sekali. Contohnya seperti korban bencana longsor, puting beliung, banjir dan sebagainya. "Maka dari itu, pemerintah wajib memiliki stok pangan yang cukup demi membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Ditambahkan Asep, di tahun 2016 kelas beras yang dimiliki Pemerintah Kota Bandung masih segar dengan Rasta, namun saat ini di tahun 2017 kualitas beras meningkat menjadi lebih baik yang berjenis premium. Bisa di klasifikasi harga 12 ribu/kilo. "Alhamdulilah kualitas beras saat ini lebih baik, sehingga masyarakat yang butuh bisa mengkonsumsinya dan tidak usah khawatir," ujar Asep.

Lanjutnya, kualitas beras pun ada dua jenis, pertama kualitas medium yaitu peruntukannya untuk masyarakat yang terkena bencana, sedangkan kualitas premium untuk masyarakat yang kurang mampu. Khusus untuk premium biasanya diberikan langsung oleh Walikota atau Wakil Walikota kepada masyarakat.

"Biasanya beras premium diberikan oleh Pak Wali atau Pak Wakil ketika mendatangi atau pada kegiatan makan bersama keluarga pra sejahtera. Jadi ketika beliau sudah melaksanakan makan bersama, dilanjutkan dengan pemberian bahan pokok. Nah salah satunya beras premium tersebut," jelas Asep.

Dirinya menghimbau kepada aparat kewilayah, jika di daerahnya terjadi permasalahan atau kekurangan bahan pokok untuk masyarakat kurang mampu tinggal menghubungi saja. "Jadi secepatnya menghubungi, nanti akan di survei lalu tindakan dan penyaluran bantuan," pungkasnya. ***
Share:

Kabag TU Pimpinan Setda Kota Bandung, Andri Darusman : Tiap Hari Hampir 60 Surat Masuk Ke Pemkot Bandung

Andri Darusman
KIM Cipedes, Balaikota.
Setiap harinya Pemerintah Kota Bandung maupun kepala daerahnya menerima tamu maupun kunjungan kerja yang cukup banyak dari kabupaten/kota se Indonesia. Hal tersebut tidak luput dari aktifitas atau kinerja dari bagian Tata Usaha Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Bandung.

Jika dihitung, dalam sehari TU Pimpinan menerima surat sebanyak 30 sampai 60 surat. Dari surat yang masuk itu, diseleksi kembali lalu dibagi kepada setiap SKPD yang wajib melayani. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Bandung Andri Darusman pada kegiatan Bandung Menjawab di Ruang Media Balai Kota Bandung, Kamis (16/11/2017).

Menurut Andri, yang sering masuk surat ke Pemerintah Kota Bandung yaitu tujuannya kunjungan kerja atau studi banding. Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah kota/kabupaten lain untuk mengetahui kinerja birokrasi Pemkot Bandung yang saat ini diapresiasi dan menempati ranking pertama di Indonesia.
Share:

KOTA BANDUNG RAIH PENGHARGAAN SEBAGAI KOTA SMART CITY

Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Daniel
KIM Cipedes, Jakarta.

Wakil Wali Kota Bandung Oded M.Danial mengatakan, Penghargaan yang kembali diterima oleh Kota Bandung merupakan hasil dari kerja keras dan keuletan semua pihak baik Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung maupun masyarakat Kota Bandung yang mendukung segala terobosan teknologi berbasis aplikasi di Kota Bandung.

"Alhamdulillah kembali, Kota Bandung mendapatkan kepercayaan untuk mendapatkan Penghargaan atas kerja kerasnya menerapkan sistem smart city dalam menjalankan roda pemerintahannya. Ini semua berkat kerja keras bersama baik Pemerintah Kota Bandung, maupun masyarakat Kota Bandung yang mendukung penuh sistem berbasis aplikasi, seperti aplikasi untuk membantu orang sakit yaitu layat rawat," Ujarnya sesuai menerima Penghargaan untuk Kota Bandung dalam acara Gerakan Menuju 100 Smart City 2017 di Hotel Santika Premier , Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Sebanyak dua puluh empat Kota/Kabupaten terpilih termasuk Kota Bandung ditahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City telah berhasil menyusun smart city masterplan. Di dalam smart city masterplan ini, harus memanfaatkan teknologi secara maksimal dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakses potensi yang ada di masing-masing daerah.

Dalam kesempatan itu, Oded mengingatkan kepada semua untuk terus berupaya mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang sudah di raih Kota Bandung.

"Saya bersama-sama dengan Wali Kota Bandung terus memberikan arahan kepada seluruh dinas-dinas untuk selalu fokus dalam membangun Kota Bandung ke arah yang lebih baik dengan semangat smart city. Sehingga kita dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang sudah di raih oleh Kota Bandung," tuturnya.

Lanjutnya, Oded berharap Penghargaan tersebut menjadi spirit bagi Kota Bandung untuk menghasilkan gagasan-gagasan baru dan meningkatkan sistem smart city untuk memudahkan segala urusan yang membantu Pemerintah Bandung dalam melayani masyarakat Kota Bandung.

"Harapan saya tentunya, dengan pencapaian ini akan menjadi spirit dan pemacu seluruh stekholder yang ada di Kota Bandung untuk terus menciptakan sejumlah gagasan dan terobosan terbaru untuk memudahkan dalam pelayanan masyarakat," harapnya.

Sebagai penutup, Oded menjelaskan salah satu komponen terpenting dalam semangat smart city ialah adanya kolaborasi antara seluruh masyarakat Kota Bandung dengan Pemerintah Kota Bandung. Sehingga Pembangunan yang ada dan akan dilakukan di Kota Bandung akan cepat terlaksana, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat sendiri.

"Yang harus digaris bawahi, salah satu komponen terpenting dalam mewujudkan semangat smart city ialah harus adanya kolaborasi dan kerjasama antara seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung. Jadi Pembangunan yang terus kita lakukan dapat secepatnya dinikmati oleh masyarakat Kota Bandung," tutupnya. ***
Share:

BPR Kota Bandung Luncurkan Kredit Bagja

(kika) Yayan A. Brillyana, Rio Zakaria
Bandung, kimcipedes.com -PD BPR Kota Bandung kembali menghadirkan inovasi pembiayaan. Setelah sebelumnya menghadirkan Kredit Melati dan Kredit Mesra, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bandung itu kini menghadirkan program serupa yakni Kredit Bagja, kependekan dari Kredit Bangun Keluarga Sejahtera.

Direktur BPR Kota Bandung, Rio Zakaria mengemukakan, sama seperti dua produk pembiayaan sebelumnya, Kredit Bagja bertujuan untuk mengurangi jumlah masyarakat yang meminjam uang kepada Rentenir.

“Dari hasil survey terbatas kami di lapangan ditemukan bahwa ternyata masih banyak korban rentenir. Mereka segan meminjam ke bank karena pesimis dengan beragam persyaratan. Makanya mereka lebih memilih rentenir karena persyaratannya dinilai lebih mudah,” ungkapnya kepada wartawan dalam Bandung Menjawab yang berlangsung di Bandoengsche Melk Centrale, Jalan Aceh, Selasa (14/11/2017).

Untuk itu, lanjutnya, pihak PD BPR Kota Bandung lanjut membuat beragam program untuk membantu masyarakat yang terjerat rentenir. Meskipun sudah ada Kredit Melati dan Kredit Mesra, pihaknya pun membuat Kredit Bagja. Karena, menurutnya, semakin banyak program yang dijalankan, akan semakin banyak pula masyarakat yang terhindar dari rentenir.

“Bedanya, Kredit Bagja diperuntukkan bagi kader-kader PKK. Sehingga untuk melengkapi persyaratan, selain ada fotokopi KTP, KK juga harus ada rekomendaasi dari ketua TP PKK kecamatan,”sambungnya.

Adapun plafon yang diberikan kepada pemohon adalah berkisar antara Rp1 juta hingga Rp3 juta. Pengajuan bisa dilakukan per kelompok maupun perorangan. Sama dengan produk kredit mikro lainnya, Kredit Bagja juga tidak dikenakan bunga, hanya ada biaya administrasi sebesar 8 persen.

Dia pun menjamin, pengajuan kredit Bagja ini tidak akan tumpang tindih dengan kredit mikro lainnya karena satu orang tidak boleh mengajukan lebih dari satu kredit. Kecuali kalau satu kelaurga, dua orang dalam satu KK yang sama diperbolehkan mengajukan kredit yang berbeda. Tapi kalau orangnya sama tidak boleh mengajukan kredit mikro lagi, walaupun jenis kreditnya berbeda.

Demi memperlancar pelaksanaan program Kredit Bagja ini, PD BPR menyiapkan dana sebeesar Rp25 milyar. Dana sebesar itu diambil dari pembiayaan yang digunakan untuk kredit melati yang sampai saat ini perputaran uangnya mencapai sekitar Rp50 milyar.

“Karena dari program Kredit Melati sudah ada yang membayar sampai lunas dan uangnya bisa dipakai untuk pembiayaan yang lain atau digunakan untuk pinjaman bagi orang lain,”sebut dia.

Pada praktiknya, PD BPR sudah menyiapkan 30 orang teller keliling untuk melayani masyarakat pemohon pembiayaan di 30 kecamatan. Mereka yang nantinya akan menjelaskan produk kredit mikro kepada masyarakat baik itu Kredit Melati, Kredit Mesra, maupun Kredit Bagja. Mereka juga yang akan menjemput aplikasi atau draft permohonan hingga tahapan menjemput angsuran.

“Masing-masing petugas kami sudah punya jadwal dan nomor kontak masing-masing yang bisa dihubungi jika ada yang ditanyakan atau dikeluhkan seputar pelayan PD BPR. Dengan begitu, diharapkan tidak ada celah lagi bagi para rentenir untuk mendekati masyarakat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabag Humas Setda Kota Bandung, Yayan A. Brillyana menambahkan, banyaknya program pembiayaan yang dijalankan oleh PD BPR Kota Bandung diharapkan mampu membantu perekonomian masyarakat yang dimulai dari tingkat keluarga terutama keluarga miskin.

Bagian Humas, sebagai corong informasi kegiatan pembangunan, penghubung antara masyarakat dan pemerintah serta media sosialisasi bagi proses pembangunan di Kota Bandung menjembatani semua komunikasi baik langsung maupun tidak langsung antara Media Massa, Press, dan Masyarakat.

“Begitupun terkait dengan produk PD BPR ini. Kami memiliki tanggung jawab untuk turut serta menyampaikan informasi ke khalayak agar program ini dapat diakses oleh masyarakat lebih luas lagi dan dapat sedikit demi sedikit menggerakkan ekonomi kerakyatan di Kota Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung, Dedi Supandi mengatakan Pemerintah Kota Bandung fokus dalam pemberdayaan dan meningkat kesejahteraan masyarakat. Setelah meluncurkan program kredit Melati dan Kredit Mesra, Pemkot Bandung akan segera meluncurkan program kredit Bagja yang diperuntukan untuk kelompok – kelompok usaha di UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) salahsatu kegiatan Pokja 2 TP PKK Kota Bandung,” ungkap Dedi Supandi kepada KIM Cipedes ketika ditemui pada Musyawarah Kecamatan Forum RW Kecamatan Babakan Ciparay, bertempat di Aula Kecamatan Babakan Ciparay, Minggu, 22 Oktober 2017 lalu.

Menurut Dedi, UP2K mempunyai peran penting dalam menyalurkan bantuan kredit Bagja kepada kelompok-kelompok usaha disetiap kelurahan. UP2K ini merupakan bagian dari kegiatan yang ditangani oleh Pokja 2 TP PKK Kota Bandung. Disetiap kelurahan ada Pokja 2 TP PKK sebagai Kopsus (kelompok khusus), dan nanti dimasyarakat ada Koplak (Kelompok Pelaksana). Saat ini sudah ada 867 Koplak di Kota Bandung,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, masyarakat umum pun bisa mengajukan kredit Bakja ini, hanya yang menjadi juru taksir dari BPR untuk menilai masyarakat itu layak diberikan bantuan kredit Bagja ini adalah kelompok Khusus UP2K. Dan mengenai jaminan disesuaikan dengan aturan perbankan. Mudah-mudahan, lanjut Dedi, dengan adanya kerjasama dari PD BPR Kota Bandung ini dapat meningkatkan pola manual UP2K menjadi pola perbankan. ***Edwandi
Share:

KARYA ANAK BANGSA HADIR DI KOTA BANDUNG


Bandung, kimcipedes.com -Karya anak bangsa di Kota Bandung kembali menghadirkan inovasi. Kali ini mahasiswa Itenas menciptakan kendaraan roda empat yang diberi nama EVHERO.

EVHERO merupakan kendaraan roda empat yang ramah lingkungan dan menggunakan bahan bakar listrik. Hal ini membuktikan bahwa anak bangsa bisa memberikan inovasi yang luar biasa untuk lingkungan maupun masyarakat di masa yang akan datang.

Peluncuran kendaraan tersebut langsung diresmikan oleh Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil dan Rektor Itenas Imam Aschuri serta Head of Research Team Tarsisius Kristyadi di Kampus Institut Teknologi Nasional (ITENAS), Rabu (15/11/2017).
Dalam kesempatannya Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil menyampaikan, Kampus di Bandung kali ini Itenas meluncurkan Kendaraan yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa anak bangsa bisa berinovasi dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

"Kali ini kendaraan yang bernama EVHERO hadir di kota Bandung. Dengan bahan bakar yang ramah lingkungan, dan berkapasitas lima orang membuktikan bahwa mahasiswa itu bisa menciptakan dan sudah siap menghadapi jaman dan teknologi yang baru,"ujar Ridwan

Menurutnya, dengan hadirnya inovasi anak bangsa tersebut seharusnya pemerintah pusat bisa mendukung. Karena sudah dibuktikan dengan inovasi yang hadir saat ini bahwa teknologi memberikan dampak yang positif dan bermanfaat bagi lingkungan. "Harusnya pemerintah pusat bisa lebih mendukung teknologi seperti ini. Dengan lahirnya kendaraan tersebut maka, lingkungan pun menjadi lebih bersih dan polusi berkurang."ujarnya.

Usai mencoba kendaraan yang berwarna orange itu, dirinya menuturkan, desain yang modern membuat kita sebagai pengendara menjadi lebih nyaman. Karena mobil ini di desain sesuai kebutuhan yaitu bahan bakar listrik yang ramah lingkungan. "Setelah saya coba tadi, suaranya tidak berisik malahan hampir tidak terdengar, dan saya coba keliling barusan, kendaraannya nyaman," ujar Ridwan.

Sementara itu menurut Head Of Research Team Itenas Tarsisius Kristyadi menyampaikan, mobil EVHERO ini berjenis mobil crossover, dipilih karena merupakan tipe yang sesuai dengan kondisi alamiah di Indonesia yang berbatu, berkelok, bervariasi dan tidak selalu mulus. Selain itu, mobil EVHERO pun berbentuk kompromi antara SUV dan kendaraan keluarga. "Jadi Mobil listrik ini khusus di desain untuk orang yang menggemari adventure tetapi ingin tetap gaya di kota, sehingga ini bisa melintas kemanapun," jelasnya.

Ditambahkan Tarsisius, kendaraan yang berkapasitas 5 orang dan kecepatan maksimal 70 km/jam tersebut memiliki kekuatan listrik selama 2 jam. Sementara itu, mengenai musim hujan yang saat ini sedang berlangsung, dirinya menjamin bahwa kendaraan listrik itu jika tekena air tidak akan konslet. "Karena didalam komponen listrik tersebut di cover dan dilindungi supaya tidak konslet jika terkena air," ujarnya.

Ditambahkan Tarsisius, kelebihan mobil tersebut selain dalam hal lingkungan maupun bahan bakar, usia baterai yang cukup lama yaitu 25 tahun. "Meskipun harganya cukup mahal, tetapi mobil ini kuat dan awet dibandingkan dengan mobil mobil konvensional lainnya," pungkas Tarsisius. ***
Share:

Lomba Balita Sehat dan Ceria dalam HKG 2017

Sukajadi, kimcipedes.com - Dalam rangka peringatan HKG ke 45 2017 kali ini panitia mengadakan PKK Pokja 4 Kelurahan Cipedes mengadakan keterampilan bagi balita usia 1 s.d 5 tahun, dengan mengadakan Lomba Balita Sehat dan Ceria, kegiatan ini adalah salah satu tujuan untuk meningkatkan indeks kebahagian keluarga dan melihat keaktifaan anak dalam masuk usia aktif dan produktif yang semangat penuh energy hingga anak-anak balita lebih berani tampil. Selain lomba bernyanyi, fashion dan wawancara anak, juga melakukan evaluasi pengecekan mengenai keaktifan ibu ibu pada kegiatan puskesmas maupun mengikuti kegiatan posyandu, melalui penilaian sdidtk dalam melihat perkembangan FDD atau simulasi intervensi dan efektif. Kegiatan ini untuk mumbuhkan ide-ide inovatif kerja PKK dalam rangka pengembanganan akselerasi program PKK. Selain itu Peringatan HKG PKK juga harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi mengenai hal-hal apa saja yang telah dilakukan oleh TP PKK selama setahun ini, dan apakah program yang yang dilakukan telah selaras dengan program-program pemerintah. Hal ini mengandung makna, bahwa melalui momentum Peringatan HKG PKK ini diharapkan mampu menyusun rencana aksi dalam rangka akselerasi atau percepatan program Inovasi.

Pada kesempatan tersebut, Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH memberikan apresiasi kepada kader kader PKK dan peserta lomba sekaligus mengucapkan terimakasih atas kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, teutama kegiatan lomba balita sehat ceria ini merupakan salah satu inovasi dari ibu-ibu PKK untuk meningkatkan indeks kebahagiaan. Bawah ini lah salah satu keluarga dan pengurus memberikan kebahagiaan perhatian penuh kepada putra putrinya, untuk selalu diberikan kesehatan anaknya menjadi anak yang sholeh dan seorang anak yang berguna.

Peran serta dan pertisipasi PKK sangatlah penting dalam melakukan pemberdayaan masyarakat, karena PKK merupakan salah satu unsur penggerak pembangunan, dimana keberadaannya menjadi pembangkit perekonomian keluarga dan masyarakat.

Untuk itu, dalam kesempatan yang baik ini, berharap agar PKK senantisa mendorong dan mengadakan pembinaan secara intern sehingga terbentuk kader PKK yang handal yang senantiasa siap melakukan pengabdian terbaik bagi masyarakat. "Sudah saatnya kita juga perlu mengimbangi prinsip kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan program-programnya, yakni kerja ,kerja dan kerja meskipun kita perlu menyesuaikan dalam skala Gerakan PKK," katanya.

"Marilah kita bersama-sama melaksanakan tugas sebagai TP PKK dalam rangka ikut mensukseskan program-program pembangunan Pemerintah Daerah untuk mewujudkan Cipedes yang sehat, cerdas dan sejahtera. ***










Share:

Menyambut Tahun Baru 2018, Pemkot Bandung akan Gelar Festival India

Bandung, kimcipedes.com - Pemerintah Kota Bandung akan menggelar Festival India pada malam menyambut tahun baru 2018. Hal tersebut terungkap saat Duta Besar India Pradeep Kumar Rawat menyambangi kediaman Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk membahas sejumlah kerja sama mulai dari pendidikan hingga budaya.

Kang Emil sapaan akrab Wali Kota Bandung mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang dibicarakan terkait kerja sama tersebut. Seperti rencana sister city dengan salah satu kota di India. Selain itu kerjasama yang ditawarkan adalah program beasiswa pendidikan untuk jangka pendek dan jangka panjang khususnya dalam hal pendidikan pelayanan publik. Sebab pelayanan publik di India semakin hari semakin baik. "Ketiga kerja sama bidang kesehatan, karena India terkenal dengan pelayanan medis yang murah tapi berkualitas di dunia. Operasi jantung di India cukup Rp. 50 juta, sementara di Singapura katanya sampai 500 juta rupiah," ujar Kang Emil di Pendopo Bandung, Kamis (2/11/2017) malam.

Bukan hanya itu, guna memperkuat kerja sama dari segi budaya, Pemkot Bandung bakal membuat sebuah festival serba India pada malam pergantian tahun 2017. "Nanti tahun baruan ada tema Festival India. Beliau (Dubes India) akan membawa kuliner, budaya, tarian, musik dan film. Saya rasa ini sekaligus memperkuat Bandung sebagai ibu kota solidaritas Asia Afrika," ucap Emil.

Sementara itu saat pertemuan digelar di ruang kerja Emil, Dubes India Pradeep Kumar Rawat membeberkan perkembangan dan keberhasilan India saat ini dari segi pelayanan publik hingga kesehatan.

"Pengobatan di kami sekarang menjadi rujukan bagi Asia bagian tengah dan timur tengah. Pertama lebih murah, dan tiket pesawat juga murah. Kualitas juga tinggi hampir 99,9 persen tidak ada kesalahan," katanya.

Pradeep siap memperkenalkan budaya yang nantinya akan dibawa saat festival. "Kita ada melempar bubuk berwarna saat festival. Mungkin itu bisa dibawa saat ada festival di Bandung," ujarnya. ***
Share:

Pemkot Bandung Raih Penghargaan "DUKCAPIL HEBAT"

Walikota Bandung, Ridwan Kamil, Kadisdukcapil Kota Bandung, Popong W Nuraeni & Jajarannya
Jakarta, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menerima penghargaan Dukcapil Hebat Menteri Dalam Negeri yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Sekretaris Jenderal Kemendagri, Hadi Prabowo saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2017 di Hotel Bidakara Grand Pancoran Jakarta, Kamis (09/11/2017) malam.

Penghargaan tersebut juga diberikan kepada delapan penerima dengan kategori berbeda yakni untuk kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, ormas, dan LSM atas dukungannya terhadap peningkatan kualitas pelayanan administrasi kependudukan.

“Alhamdulillah malam ini mewakili Pemerintah Kota Bandung menerima penghargaan atas berbagai inovasi pelayanan publik khususnya di bidang kependudukan dan catatan sipil,” ungkap Emil ditemui selepas menerima penghargaan.

Terdapat beragam inovasi yang dibuat oleh Pemkot Bandung melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di antaranya Mepeling kendaraan mobile pelayanan, e Punten untuk warga yang tinggal sementara dalam jangka waktu lama, KTP anak, delivery akte kelahiran, dan masih banyak lagi.

“Inovasi itu menjadi ciri khas Kota Bandung, dimana setiap ada masalah di situ ada inovasi dan mudah-mudahan dengan begitu Kota Bandung akan menjadi yang terdepan dalam pelayanan publik,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Popong W. Nuraeni mengemukakan, berbagai inovasi tersebut terbukti berhasil mengakselerasi pencapaian target beragam pelayanan administrasi dukcapil termasuk perekaman KTP Elektronik.

“Berdasarkan data, masih ada 27.000 lagi yang belum melakukan perekaman. Kami sudah bergerak dari awal Januari untuk melakukan perekaman 149.000 orang. Ini artinya kami selesaikan 98 persen lebih. Targetnya akhir 2017 ini selesaikan semua sebagaimana target dari Kemendagri,” beber Popong.

Atas penghargaan yang diraih Wali Kota Bandung, Popong pun menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya. Popong berpandangan, penghargaan tersebut layak diberikan kepada Emil karena selalu mendampingi Disdukcapil, aktif dalam mendorong untuk selalu berinovasi, dan berkolaborasi dengan SKPD terkait.

“Penghargaan ini bukan menjadi tujuan utama melainkan evaluasi atas kinerja kami selama ini. Makanya jargon Dukcapil Bisa kami terjemahkan menjadi berkarya inovasi sabar dan amanah. Semoga dengan berbagai inovasi dan dorongan pak Wali Kota, masyarakat senang, bahagia mendapatkan haknya,” pungkasnya. ***
Share:

9 PPID Pembantu Mendapat Penghargaan Diskominfo Kota Bandung

Bandung, kimcipedes.com - Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Bandung menggelar acara sosialisasi Hasil Akhir Pemeringkatan Monitoring dan Evaluasi Penerapan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik bagi PPID Pembantu dan Satuan Kerja Pendidikan Tahun 2017, bertempat di The Jayakarta Suites Bandung, Kamis, 9/11/2017

Pada sosialisasi hasil akhir pemeringkatan, hadir Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, dr. Ahyani Raksanagara, M.Kes memberikan secara langsung penghargaan kepada PPID Pembantu dan Satker Pendidikan dengan nilai tertinggi dari masing-masing kategori berupa plakat Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik dari PPID Utama Kota Bandung.

Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Daniel mengatakan bahwa transparansi dan akuntabitas penyelenggaraan pelayanan publik, merupakan wujud demokratisasi pemerintahan yang dapat melahirkan kepercayaan publik, guna mendorong pemenuhan hak terhadap akses informasi publik tanpa melalui proses sengketa. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, selain tentunya melaksanakan amanat undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Ia pun menambahkan “Kita patut bersyukur, karena penerapan keterbukaan informasi publik oleh PPID Kota Bandung bisa dikatakan berhasil serta mendapat apresiasi baik di tingkat provinsi, diantaranya sebagai juara 1 kategori informasi publik berkala, juara 1 kategori penyusunan standar pelayanan informasi publik, dan juara 2 kategori pembentukan PPID terlengkap.”

“Baru-baru ini di tingkat nasional pada Inews Indonesia Award, Kota Bandung mendapatkan predikat kota dengan keterbukaan informasi publik, dan dalam waktu bersamaan website PPID juga mendapatkan penghargaan great performing website dari digital marketing award 2017 kategori pemda tingkat kedua. Seluruh apresiasi dan penghargaan ini menjadi tolak ukur sekaligus pemicu semangat kita sebagai PPID, untuk memberikan pelayanan informasi publik sebaik-baiknya sesuai dengan prosedur dan tata perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Mang Oded sapaan akrab Wakil Wali Kota Bandung ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, dr. Ahyani Raksanagara, M.Kes menjelaskan garis besar dari tujuan kegiatan monev ini yaitu memetakan penerapan undang-undang keterbukaan informasi publik oleh PPID Pembantu di OPD, bagian, BUMD, BLUD dan PPID Sub Pembantu di Satker Pendidikan (SMP) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, mengumumkan hasil pemeringkatan pemenuhan kewajiban badan publik di lingkungan pemerintah Kota Bandung, serta memberikan apresiasi dan penghargaan bagi OPD dan badan publik sekolah di Kota Bandung yang telah mencapai peringkat yang baik dalam monitoring dan evaluasi tahun 2017.

Menurut Kepala Bidang Diseminasi Informasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Eli Harliani, partisipasi PPID Pembantu pada pemeringkatan monev ini mencapai 81%, sedangkan partisipasi Satker Pendidikan mencapai 42%. “PPID Kota Bandung sangat mengapresiasi pada PPID Pembantu dan Satker Pendidikan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan monev ini. Hal ini dapat dijadikan indikasi yang baik bahwa semakin banyak PPID Pembantu yang melaksanakan Undang-Undang KIP. Sedangkan untuk Satker Pendidikan sendiri masih termasuk kategori wajar karena baru dibentuk pada Maret lalu”. ujarnya.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi publik tidak dapat dilaksanakan secara instan, namun harus menjadi suatu kebiasaan bagi PPID Pembantu dan Satker Pendidikan.

Adapun penghargaan diberikan kepada PPID Pembantu dan Satker Pendidikan dengan kategori sebagai berikut:
1. Penghargaan kategori kepatuhan tingkat dinas: Satuan Polisi Pamong Praja
2. Penghargaan kategori kepatuhan tingkat badan: Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan
3. Penghargaan kategori kepatuhan tingkat bagian: Bagian Hukum
4. Penghargaan kategori kepatuhan tingkat kecamatan: Kecamatan Bandung Wetan
5. Penghargaan kategori kepatuhan tingkat BUMD: PD Air Minum Tirtawening
6. Penghargaan kategori kepatuhan tingkat BLUD: Rumah Sakit Umum Daerah
7. Penghargaan kategori kepatuhan tingkat sekolah: SMPN 6 Bandung
8. Penghargaan kategori ketepatan waktu bagi PPID Pembantu: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
9. Penghargaan kategori pembentukan dan dukungan PPID: Dinas Pendidikan
Pada akhir acara, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh PPID Pembantu dan Satker Pendidikan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang telah berpartisipasi pada monev tahun 2017. Ia berharap monev yang telah dilaksanakan ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Bandung.***
Share:

Peran Posyandu Dapat Menjadi Sarana Multifungsi

Bandung, kimcipedes.com - Posyandu memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam membangun sumber daya manusia untuk masa depan yang berkualitas, Peran Posyandu yang dapat menjadi sarana Multifungsi akan terus diupayakan Pemerintah untuk terus ditingkatkan karena Posyandu yang baik akan menjadi pilar kemajuan masyarakat yang baik pula.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Bandung selaku Ketua Pokjanal Kota Bandung Yossi Irianto dalam arahan Kegiatan Jambore Kader Pokjanal Posyandu Se-Kecamatan Cibeunying Kidul Tahun 2017 di Taman Hutan Raya Ir.H. Djuanda, Kamis (09/11/17).

“Maka dari itu kader dan seluruh elemen yang berkaitan langsung dengan posyandu harus memiliki daya saing yang cerdas secara intelektual dan cerdas secara spritual,” jelasnya.

Yossi menambahkan, berbagai upaya Pemerintah Kota Bandung melalui Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal), pembinaan posyandu baik tingkat kota maupun kecamatan telah melakukan berbagai langkah. “Salah satunya yaitu mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat melalui penguatan kelembagaan,”jelasnya

Lanjutnya, hal ini sejalan dengan karakteristik posyandu sebagai kegiatan pelayanan kesehatan dari, oleh dan untuk masyarakat.“Maka dari itu keberadaan posyandu di kota bandung sangat membantu masyarakat dalam memberikan pelayanan sosial,”ujarnya.

Tak hanya itu keberadaan posyandu yang aktivitasnya ditataran masyarakat cenderung meningkat. “Kondisi ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh pendukung pelaksana mulai dari tataran pokjanal sampai pada tingkat implementasi di masyarakat yang dilaksanakan oleh kader kader posyandu,” ucapnya.

Yossi berharap kegiatan ini dapat menguatkan komitmen dalam pelaksanaan pembangunan khususnya di Kota Bandung. “Mudah mudahan dengan dengan diadakannya acara jambore ini dapat menjadi penguatan komitmen kader posyandu Khususnya di Kecamatan Cibeunying Kidul khusunya untuk terus ditingkatkan" pungkasnya.


Jambore Kader Posyandu ini diikuti sekitar 500 kader posyandu kecamatan Cibeunying Kidul, Jambore ini mengusung tema "Dengan Jambore Kita Mantapkan Posyandu Multifungsi". ***
Share:

"Mengelola Kota Lebih Manusiawi"

Jakarta, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil bersama Tokoh Arsitek Jepang, Toyo ITO menjadi narasumber dalam Indonesia Japan Architecture Forum 2017, The 4th Asia Urban Architecture Forum di Ballroom Hotel Fairmont Jalan Asia Afrika Jakarta Pusat, Kamis (09/11/2017)

Hadir memberikan sambutan dalam forum tersebut Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Ahmad Djuhara, Pengusaha Nasional Rachmat Gobel serta arsitek dari dalam dan luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut Ridwan berbicara lebih menekankan bagaimana dirinya mengelola kota dari kacamata arsitek menjadikan kota yang lebih manusiawi, dengan dibangunnya berbagai infrastruktur mempermudah interaksi antar manusia secara langsung.

"Saya diundang disini tidak bicara tentang kecanggihan yang bagaimanapun kita kalah, namun tentang kemanusiaan bagaimana bangunan arsitektur itu memberikan nilai tambah bagaimana kota menjadi lebih manusiawi,"

Lebih lanjut dikatakannya, "Kita jangan terjebak terpukau oleh hal-hal yang mewah yang tampak pada dasarnya kita menjadi warga kota yang teralienasi, saya tidak mau terjadi di Kota Bandung dan kebetulan saya Walikota saya membuat peraturan perilaku yang membuat di Bandung ini lebih manusiawi, bukan arsitektur yang mengasingkan namun arsitektur yang memanusiakan,"

Sebagai narasumber Ridwan berpesan bahwa sebuah kota harus terus lebih maju tanpa melupakan keseimbangan antara aspek infrastruktur, kemanusiaan dan budaya

"Saya kira kota harus maju dengan teknologinya, Jepang ini terkenal dengan negara dimana infrastruktur dan arsitektur kota sudah salah satu yang terbaik di dunia, seperti bagunan rapi sekali itu sebuah perilaku yang harus diikuti kontraktor dan arsitek di Indonesia," pungkas Ridwan. ***
Share:

49 KELURAHAN DI KOTA BANDUNG TERIMA MANFAAT PROGRAM PPMK


KIM Cipedes, Bandung - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan fasilitasi ekonomi melalui program dana bergulir kepada 49 kelurahan di Kota Bandung. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di Jawa Barat.

Program tersebut digulirkan kepada 89 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang terdiri dari 974 anggota melalui program Peningkatan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas (PPMK). Tiap kelompok akan diberi dana senilai Rp100 juta untuk pengembangan usaha. Program ini merupakan bagian dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Selasa (7/11/2017), para penerima manfaat PPMK hadir di Ruang Serbaguna Balai Kota Bandung untuk diberi pengarahan dari koordinator kota tentang proses pengisian formulir untuk pencairan dana PPMK. Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial turut hadir memberikan arahan kepada KSM.

Oded mengatakan, terpilihnya 49 kelurahan di Kota Bandung dari 71 kelurahan di Jawa Barat merupakan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Para koordinator kota yang melakukan pendampingan kepada KSM mengevaluasi tiap kelompok. Hasilnya, 89 kelompok berhak untuk mendapatkan manfaat PPMK. "Di balik kebijakan ini artinya bahwa Kota Bandung sedang mendapatkan kepercayaan yang luar biasa," katanya.

Melalui dana tersebut, KSM bisa mengelola bisnis kelompok berbasis kerakyatan. Jika usaha para KSM ini mengalami perkembangan di kemudian hari, selanjutnya KSM bisa mendapat pendampingan oleh Business Development Center (BDC) yang difasilitasi oleh Bagian Perekonomian Setda Kota Bandung.

Kepala Bagian Ekonomi Lusi Lesminingwati mengatakan, produk unggulan binaan Business Development Center ini telah berhasil dipasarkan di berbagai titik, mulai dari Floating Market, Pasar Baru Square, hingga Pasar Sarijadi. "Kalau ada kendala pengembangan usaha atau fasilitasi bahan baku, alat produksi, dan lain-lain bisa berkonsultasi ke BDC," ungkap Lusi.

Selain PPMK, pemerintah pusat mencetuskan dua program lain yang diterima oleh Kota Bandung, salah satunya adalah program infrastruktur. Program ini sedang dalam proses dikelola oleh Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3). "Bantuan infrastruktur itu nilainya Rp15,45 miliar untuk 33 kelurahan," ucap Lusi. Dana tersebut langsung diberikan melalui koordinator kota, tidak masuk ke APBD.

Di samping itu, ada pula program pelatihan reguler untuk 151 kelurahan guna menyongsong Musrenbang kelurahan, dan ada pula pelatihan pembukuan untuk 89 kelurahan. Tiap-tiap pelatihan mendapatkan fasilitasi dana senilai Rp10 juta dari pemerintah pusat melalui program Kotaku. ***
Share:

KAPOLRI

iklan banner

IPTU RITA YULIANA,S.I.K.,M.M

Trending Minggu Ini

BERITA HARI INI

Arsip Blog