September 2018 ~ KIM Cipedes

Menlu Palestina, Riad Maliki Akan Berkunjung ke Kota Bandung

BANDUNG, kimcipedes.com - Menteri Luar Negeri Palestina, Riad Maliki akan berkunjung ke Kota Bandung pada 20 Oktober mendatang. Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Solidarity Week for Palestine yang digagas Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia.

Hal itu terungkap Wali Kota Bandung, OdedM. Danial menerima Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Cecep Herawan di Ruang Kenegaraan Balai kota Bandung, Jumat (28/9/2018).

Atas rencana tersebut, Oded mengaku merasa terhormat dan akan menyambut baik kedatangan Riad Maliki.
"Alhamdulillah, kami di Kota Bandung sangat mengapresiasi kedatangan Menteri Luar Negeri Palestina. Ini suatu kehormatan," ucap Oded.

Kegiatan Solidarity Week for Palestine bertujuan untuk menggalang kesadaran publik terhadap isu Palestina. Acara itu akan berlangsung pada15-21 Oktober 2018 di beberapa kota di Indonesia. Kemenlu ingin mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan kepada Palestina.

Selama di Kota Bandung, Menteri Riad akan bertemu dengan Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika dan para mahasiswa di Gedung Merdeka.

"Kota Bandung dipilih salah satunya karena kota ini merupakan ibu kota solidaritas Asia dan Afrika," lanjut Oded.

Sementara itu, Kepala Bagian Kerjasama Kota Bandung, Dodit Ardian Pancapana menambahkan, Pemerintah Kota Bandung akan bekerja sama dengan Kemenlu untuk menyelenggarakan International Day di Kota Bandung. Setelah tahun lalu mengangkat tema India, tahun ini Kota Bandung akan menampilkan budaya Palestina dalam gelaran akhir tahun itu.

"Mudah-mudahan lancar ya. Agenda International Day akan kita gelar setiap tahun," ujar Dodit.
Share:

Meski Singkat, Duta Besar Kim Menilai Pertemuan Tersebut Sangat Berarti

Oded M Danial - Wali Kota Bandung
BANDUNG, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial berkomitmen melanjutkan kerja sama antara Kota Bandung dengan Seoul dan Suwon, dua kota di Korea Selatan. Ia menyampaikan langsung kepada Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom di Ruang Kenegaraan Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (27/9/2018).

Pertemuan tersebut merupakan yang pertama sejak Oded M. Danial dilantik menjadi Wali Kota Bandung. Keduanya bersepakat untuk melanjutkan kerja sama sister city yang sudah terjalin antara Kota Bandung dengan Kota Seoul dan Kota Suwon. "Tentu akan kita lanjutkan, karena ini adalah kerja sama yang baik," tutur Oded.

Menurutnya, kerja sama sister city juga menjadi bagian dari konsep kolaborasi yang ia usung. Kolaborasi tersebut tidak sebatas di dalam negeri saja tetapi juga dengan luar negeri. "Kolaborasi itu bisa dalam bentuk apapun. Apalagi kalau dengan Seoul dan Suwon, itu sudah sister city," ucapnya.
Meski singkat, Duta Besar Kim menilai pertemuan tersebut sangat berarti. Pertemuan ini makin mempererat kerja sama antara Korea dan Bandung. Terlebih lagi, sebelumnya mantan Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil dan Wali Kota Seoul sudah pernah bertemu. "Kami juga sampaikan salam dari Wali Kota Seoul yang baru saja terpilih kembali untuk empat tahun ke depan," tutur Kim. ***
Share:

Ketua DPRD Kota Bandung, Isa Subagja : Tetap Berikan Pelayanan Yang Terbaik Kepada Masyarakat

Wali Kota Bandung, Oded M Danial bersama Ketua DPRD Kota Bandung, Isa Subagja
BANDUNG, kimcipedes.com - Bertepatan dengan HUT ke-208, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bertekad menjadikan Kota Bandung lebih baik. Pemkot Bandung bertekad mewujudkan Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis.

"Sesuai dengan tema peringatan tahun ini, 'Bandung Semakin Unggul, Semakin Juara'. Dengan itu kita harap dapat menggugah semangat Kota Bandung untuk meningkatkan berbagai keunggulan di berbagai bidang maupun sumber daya manusia (SDM)," kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pada Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung dengan agenda Peringatan Hari Jadi ke-28 Kota Bandung, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Selasa (25/9/2018).
“Dengan tagline, Bandung Sauyunan, mengisyaratkan bahwa membangun Kota berjuluk Kota Kembang harus dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat," lanjutnya.

Oded M. Danial berharap, peringatan ini dapat menjadi energi baru untuk menuntaskan berbagai persoalan sosial ekonomi, mengembangkan budaya dan menjaga keseimbangan manusia dengan lingkungan melalui kerja bersama. "Kami optimis, semua tantangan akan dapat diatasi melalui perencanaan yang matang. Program yang bersifat antisipatif dan jangka panjang, serta strategi implementasi yang tepat," paparnya.

Oded M. Danial mengaku memperoleh masukan dari legislatif untuk membangun Kota Bandung. Pemkot Bandung akan terus berupaya memberikan pelayanan prima, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. "Ini merupakan masukan untuk kami, harus meningkatkan kinerja dengan baik. Terimakasih kepada DPRD Kota Bandung yang telah memberikan masukan kepada Pemkot Bandung. Dengan bekerja sama, hal berat terasa ringan," katanya.

Bertepatan dengan HUT ke-208 Kota Bandung, Oded M. Danial juga mengajak kepada masyarakat untuk meningkatkan rasa hormat kepada pendiri Kota Bandung. Seperti pencatat sejarah, pejuang dan para pemimpin terdahulu yang telah mengantarkan Kota Bandung menjadi seperti saat ini. "Semoga karya nyata dan sumbangsihnya menjadi tanda bagi generasi sekarang," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Isa Subagja menyampaikan, pada perjalanan 5 tahun lalu, M. Ridwan Kamil dan Oded M Danial telah menorehkan banyak kemajuan. DPRD Kota Bandung mengapresiasi atas raihan tersebut.

"Terus semangat Pemkot Bandung. Dengan meraih penghargaan 348, bukanlah prestasi yang mudah. Tetap berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," katanya.

Isa mengungkapkan, beberapa kemajuan yang telah diraih seperti, laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung relatif stabil yaitu di atas 7 persen. Tingkat inflasi turun secara signifikan dari 7,69 persen di tahun 2013 menjadi 3,46 persen pada tahun 2017. Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 78,3 di tahun 2014 menjadi 80,31 pada tahun 2017.

"Maka dengan ini, Kota Bandung harus lebih berkembang. Bukan hanya mempertahankan lagi, tetapi meningkatkan dengan mengacu pada parameter keberhasilan yang telah dicapai," kata Isa.

Sedangkan Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama Setda Provinsi Jawa Barat, Dani Ramdan mengatakan, sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, peran Kota Bandung selalu terdepan. Hal itu yang membuat Kota Bandung istimewa.

"Kota Bandung adalah wajah dari perkembangan Jabar," akunya.

Dani juga menyebut, Kota Bandung pusat perdagangan dan jasa, perkembangan industri dan pusat pariwisata. Sehingga kemajuan pesat dapat tercipta di Kota Bandung. "Terus tingkatkan kinerja. Kita berharap Kota Bandung terus menjadi pelopor di Jawa Barat," ujarnya. ***
Share:

BPPD Kota Bandung Juara Lomba Tertib Arsip

BANDUNG, kimcipedes.com - Badan Pengelolaan Pendapatan daerah (BPPD) Kota Bandung menjadi pemenang pertama Lomba Tertib Arsip tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kewilayahan di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Trofi diberikan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial kepada Kepala BPPD Kota Bandung, Ema Sumarna pada upacara peringatan Hari Jadi ke-208 Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung, Selasa (25/9/2018).

Lomba Tertib Arsip merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusip) Kota Bandung. Lomba ini bertujuan untuk memacu dan memotivasi perangkat daerah dan kewilayahan tertib arsip. Harapannya, pengelolaan arsip menjadi semakin berkualitas.
"Arsip merupakan informasi penting dan juga merupakan bukti pertanggungjawaban yang otentik, baik secara fisik maupun isinya. Oleh karena itu, arsip harus disimpan dengan baik dengan menggunakan suatu sistem yang dapat memudahkan dalam menyimpan dan menemukan kembali," ungkap Kepala Dispusip Kota Bandung, A. Maryun Sastrakusumah kepada Humas Kota Bandung, Selasa (25/9/2018).

Menurut Maryun, pengelolaan arsip di perangkat daerah belum maksimal. Sejumlah faktor yang menyebabkannya, yaitu kurangnya sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dan anggaran pengelolaan arsip. Di antaranya banyak petugas arsip yang merangkap tugas pokok lain sehingga tidak fokus pengarsipan yang baik. "Melalui kegiatan Lomba Tertib Arsip, diharapkan semua pihak makin peduli terhadap pengelolaan arsip," imbuhnya.

BPPD Kota Bandung, lanjut Maryun, merupakan instansi yang paling tertib arsip. Skor BPPD mencapai 705 poin. Sementara itu, peringkat kedua diraih oleh Kecamatan Mandalajati dengan skor 685 dan peringkat ketiga Kelurahan Sukamulya dengan skor 650.

Selanjutnya, pemenang Harapan I diraih oleh Dinas Tata Ruang (Distaru) dengan skor 640, Harapan II Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dengan skor 635, dan Harapan ke III Bagian Hukum dengan skor 560.

Sistem penilaian berdasarkan ketentuan Undang Undang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Tim Dispusip menyebarkan kuesioner untuk diisi oleh tiap OPD. Selanjutnya, kuesioner tersebut diverifikasi dan ditindaklanjuti dengan peninjauan ke lapangan.

Maryun berharap, ajang ini dapat memberi pesan kepada seluruh instansi, terutama di Kota Bandung, agar lebih memperhatikan persoalan kearsipan.

"Lomba Tertib Arsip ini menjadi tolak ukur yang positif dalam melaksanakan tata kearsipan di tempat kerja masing-masing. Pada akhirnya kita jadi tahu bagaimana kondisi pengelolaan arsip di lingkungan Pemkot Bandung," katanya. ***
Share:

Kota Bandung 208 Tahun, Pemimpin dan Semangat Baru

ODED M DANIAL WALI KOTA BANDUNG - YANA MULYANA WAKIL WALI KOTA BANDUNG
BANDUNG - kimcipedes.com - Warga Kota Bandung hari ini patut berbahagia, karena kotanya tengah berulang tahun. Tepat pada tanggal 25 September, 208 tahun yang lalu Kota Bandung resmi berdiri.

Tepatnya, sejak Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels mengeluarkan surat keputusan memulainya pembangunan kota. Kota Bandung pun telah terkenal sebagai kota wisata sejak awal pendiriannya. Berbondong-bondong orang Hindia Belanda maupun pribumi menjadikan Bandung sebagai 'melting-pot', sehingga membentuk Bandung menjadi kota yang multikultural.
Kini, citra Bandung sebagai kota wisata masih sangat melekat. Hal itu dipertegas dengan diraihnya predikat Kota Wisata Terbaik versi Frontier Consulting dalam ajang Indonesia's Attractiveness Award 2018.

Kota ini pun semakin berkembang menjadi rumah bagi 2,4 juta penduduknya. Dengan berbagai pencapaian hingga 350 penghargaan dalam lima tahun, Kota Bandung telah menjelma menjadi kota metropolitan yang unggul. Wali Kota Bandung Oded M. Danial menyebutnya sebagai kota yang "semakin juara dan agamis."

"Alhamdulillah perubahan demi perubahan terus berlangsung sejalan dengan dinamika zaman. Kota yang juga menggambarkan miniatur Indonesia ini harus senantiasa guyub rukun sauyunan, meskipun dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku, adat, dan agama," tutur Oded M. Danial dalam amanatnya pada Upacara Peringatan Hari Jadi ke-208 Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Selasa (25/9/2018).

Peringatan Hari Jadi Kota Bandung tahun ini sedikit berbeda. Selain karena diawali dengan suguhan penampilan seni yang menggambarkan rasa syukur warga Bandung, tetapi juga karena Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana tampil sebagai pemimpin upacara.

Peristiwa ini jarang terjadi. Seorang wakil kepala daerah menjadi petugas upacara pada hari jadi kotanya.

Peristiwa hari ini juga terbilang bersejarah karena Kota Bandung memasuki babak baru dengan dimulainya masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang baru. Oded M. Danial dan Yana Mulayana merupakan kepala daerah hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 lalu.

Upacara tersebut seolah menandai semangat dan optimisme warga Bandung bersama kepala daerah yang baru. Dengan visi Bandung Unggul, Nyaman, Sejahtera, dan Agamis, Kota Bandung akan menjadi saksi kiprah kepala daerah tersebut lima tahun mendatang. ***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Selasa, 25 September 2018

Pukul 07.30 WIB, Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung mengikuti Upacara Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke- 208 Tahun 2018. Pada kesempatan yang sama diserahkan Penghargaan dan Piala Lomba Tertib Arsip Tingkat OPD dan Kewilayahan di lingkungan Pemkot Bandung. Tempat di Plaza Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.
Pukul 09.30 WIB, Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung mengikuti Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Bandung dengan agenda Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-208 yang bertemakan “Bandung Semakin Unggul Semakin Juara". Tempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Bandung.

Pukul 16.30 WIB, Wakil Wali Kota Bandung memberikan penghargaan dan piala kepada pemenang Lomba Ketrampilan Kepramukaan Tingkat SMP dan SMA se-Kota Bandung. Tempat di Batalyon Kavaleri 4/Kijang Cakti I Jln. Salak, Gatot Subroto, Bandung.

Share:

Wakil Kota Bandung : HJKB Semangat Menciptakan Bandung Lebih Baik

Oded M Danial
BANDUNG, kimcipedes.com - Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) tahun ini tidak sekadar upacara seremoni. Lebih dari itu, ada sesuatu yang dipandang lebih penting lagi yang dapat menumbuhkan semangat untuk menjadikan Kota Bandung yang berusia 208 tahun lebih baik.
Itulah keinginan Wali Kota Bandung yang baru beberapa hari dilantik, Oded M. Danial yang diungkapkan saat diwawancarai sejumlah awak media di Pendopo Kota Bandung, Senin (24/9/2018). “Peringatan Hari Jadi Kota Bandung ini diharapkan bisa membangkitkan spirit kita. Misalkan, semangat menciptakan Bandung lebih baik,” katanya.

Kemudian, Mang Oded bercerita tentang spirit yang diperolehnya dari keluarga besar R.A Wiranatakusumah II, leluhur yang memimpin cikal bakal Kota Bandung. Dahulu para leluhur merintis kota berjuluk Parijs van Java ini dari yang asalnya hutan belantara.
“Dulu Kota Bandung ini tina leuweung geledegan (hutan belantara, red) jadi sebuah kota. Leluhur kita menata dengan luar biasa hingga sekarang menjadi sebuah kota seperti ini. Itu kan spirit yang harus kita ambil,” tutur Mang Oded.

Bandung semakin juara

Yayan A Brillyana
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung, Yayan A. Brillyana mengemukakan, tema HJKB tahun ini adalah Bandung Semakin Unggul, Semakin Juara. Harapannya, tema dapat menggugah semangat Kota Bandung untuk meningkatkan keunggulan di berbagai bidang maupun SDM. Ini menjadi motivasi untuk semakin juara sebagaimana Visi Kepala Daerah Baru, yakni Melanjutkan Bandung Juara yang Unggul, Nyaman, Sejahtera, dan Agamis.

“Tagline yang diusung adalah Bandung Sauyunan karena kami ingin membangun kota berjuluk Kota Kembang ini bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat tanpa kecuali,” kata Yayan.

Sejalan dengan itu, logo yang dipilih menggambarkan jembatan Pasupati. Jembatan bukan sebagai pemisah tetapi sebagai pemersatu warga Kota Bandung untuk selalu mengedepankan keunggulan dan membuat Kota Bandung semakin juara. Warna oranye pada jembatan merepresentasikan warga kota yang ceria, kreatif, dan inovatif.

Dijelaskan Yayan, maksud dan tujuan penyelenggaraan HJKB antara lain untuk mengenang dan melestarikan kebesaran peran sejarah Kota Bandung sebagai kota perjuangan. Selain itu juga menumbuhkembangkan kesadaran, semangat dan rasa memiliki serta mencintai Kota Bandung, dan menumbuhkembangkan partisipasi, inovasi dan kreativitas seluruh masyarakat Kota Bandung.

“Untuk rangkaian acaranya, telah dimulai dengan pengambilan video ucapan selamat Hari Jadi ke-208 Kota Bandung yang telah dilaksanakan pekan lalu. Kemudian tadi pagi telah dilaksanakan ziarah ke makam leluhur pendiri Kota Bandung. Besok, Selasa (25/9/2018) akan dilaksanakan upacara puncak peringatan HJKB. Kemudian dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda DPRD dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-208 tahun 2018” terang Yayan.

Di samping itu, lanjutnya, ada juga pelaksanaan Indonesian City Government PR Summit yang akan digelar 4 Oktober 2018 mendatang, Bandung Light Festival (13 Oktober 2018) dengan peserta seluruh OPD dan Swasta di Kota Bandung, Bandung Halal Culinary (13 Oktober 2018), dan Bandung Great Sale dalam periode 14 Oktober 2018 sampai dengan 11 November 2018.***
Share:

Bandung Bergaung, 84 Negara Berkumpul Bahas Tata Kelola Pertanahan

BANDUNG,  kimcipedes.com - Di hari jadinya, Kota Bandung menjadi teramat istimewa. Menjadi tempat pertemuan 550 peserta internasional dari 84 negara serta 600 peserta Indonesia dari 25 provinsi dalam konferensi pertanahan terbesar di dunia, Global Land Forum 2018.
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution membuka secara langsung acara tiga tahunan tersebut di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Senin (24/9/2018).

Global Land Forum 2018 yang diselenggarakan oleh International Land Coallition (ILC) akan mengangkat lima tema. Lima tema tersebut, yaitu aksi efektif melawan perampasan tanah; mengunjungi kembali reforma agraria otentik, jawaban atas pembangunan global; kedaulatan pangan; masyarakat adat; dan perjuangan perempuan dan kelompok rentan untuk hak atas tanah.
Ketua Panitia Nasional Global Land Forum 2018, Dewi Kartika mengatakan bahwa forum ini ingin menekankan pentingnya tata kelola pertahanan berbasis rakyat untuk mengatasi kemiskinan, ketimpangan, permasalahan konflik agraria. Tata kelola pertanahan yang baik diharapkan dapat mencegah perusakan ekologis, pelanggaran HAM, dan krisis pangan, terutama di pedesaan.

Di Indonesia, tata kelola pertanahan juga tengah menjadi isu yang amat diperhatikan. Sejak tahun 2014, pemerintah pusat telah merumuskan Reforma Agraria yang mengatur tentang hal tersebut. Kini, seluruh mata dunia tengah menantikan penandatanganan Peraturan Presiden tentang Reforma Agraria.

“Kami berharap ada keputusan politik, terobosan hukum, untuk segera merealisasikan reforma agraria sejati, menata struktur agraria menjadi lebih adil dan mensejahterakan, meningkatkan derajat hidup dan harga diri kaum tani, kaum nelayan, dan masyarakat adat di Indonesia,” tutur Dewi.

Regulasi tentang reforma agraria itu merupakan wujud komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendorong tata kelola pertanahan yang adil dan merata. Itulah yang menjadikan Indonesia didaulat sebagai tuan rumah ajang ini.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial yang turut hadir dalam pembukaan Global Land Forum 2018 mengungkapkan dukungannya terhadap upaya-upaya konkret memberikan keadilan hak atas tanah kepada rakyat. Ia percaya bahwa komitmen yang baik dan kuat itu bisa bermanfaat sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

“Saya berharap Global Land Forum bisa mewujudkan keadilan atas hak tanah. Pemerintah pusat sudah menerbitkan 5 juta sertifikat, ini adalah langkah yang luar biasa. Saya berharap ke depan rakyat kecil pun merasakan keadilan atas tanah, tidak hanya pengusaha besar saja,” katanya.***
Share:

Sekjen Ombusdman : ERK Terbukti Mampu Meningkatkan Kinerja Pegawai

BANDUNG, kimcipedes.com - Setelah Sekretariat Negara Republik Indonesia, kini giliran lembaga pengawas layanan publik, Ombudsman menduplikasi aplikasi E-Remunerasi Kinerja (ERK) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Ombudsman menilai aplikasi tersebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.
Sekretaris Jenderal Ombudsman, Suganda Pandabotan Pasaribu menilai, aplikasi tersebut diduplikasi untuk meningkatkan kinerja pegawainya. 

Menurutnya, ERK terbukti mampu meningkatkan kinerja pegawai. “Tentunya Ombudsman memilih satu aplikasi terbaik di Indonesia. Tentang ERK kinerja ini pilihannya jatuh ke Kota Bandung. Kami akan replikasi agar lebih akuntabel dalam pelaksanaan,”ujarnya saat bertemu Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di Pendopo Kota Bandung, Senin (24/9/2018).
Suganda menambahkan, untuk lebih efisiennya waktu, rencananya akan melakukan perjanjian kerjasama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Pemkot Bandung dalam waktu dekat. “Mungkin 3 atau 4 Oktober 2018 mendatang. Tahun ini kami harus bisa menerapkan beberapa aplikasi, dengan cara transfer ilmu cepat dan mudah,” jelasnya.

Atas kerjasama tersebut, maka pihak Ombudsaman memberikan pendampingan yang berkualitas demi pelayanan publik yang lebih baik kepada Pemkot Bandung.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial merasa bangga karena aplikasi yang menjadi kunci utama kinerja Aparatur Sipil negara (ASN) diduplikasi Ombudsman.

“Tentu Mang Oded senang sekali. Kalau ada inovasi atau sebuah sistem apapun itu kebaikan di Kota Bandung, kemudian diadopsi orang lain. Saya senang sekali, yang penting jadi kebaikan,” katanya.

Oded M. Danial menyampaikan, kinerja pemerintah akan lebih produktif jika para pegawai mampu melaksanakan sesuai tugas pokok dan fungsinya. “Prinsipnya demi keutuhan Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI) dan kemajuan Indonesia ini. Sesungguhnya, apa yang ada di Kota Bandung itu merupakan inovasi ASN Pemkot Bandung. Sistem tata kelola pemerintahan ini, kita terbuka lebar jika ada instansi, kementerian maupun pemerintah daerah ingin melakukan hal yang sama,” katanya.

Mengenai pendamping yang akan diberikan oleh Ombudsman, Oded mengatakan, antara pemerintah dan instansi memang perlu saling mengisi agar pelayanan publik menjadi lebih prima. “Tentu saja senang, pelayanan publik lebih maksimal. Saya sependapat bahwa kerjasama bisa menghadirkan kebaikan untuk masyarakat,” ujarnya. ***
Share:

Mang Oded & Kang Yana Ziarah ke Makam Para Leluhur


BANDUNG, kimcipedes.com - Wali Kota Oded M Danial dan Wakil Wali Kota Yana Mulyana beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berziarah ke makam para leluhur pendiri Kota Bandung, Senin (24/9/2018). Ziarah ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi Kota Bandung ke-208 pada 25 September 2018.
Share:

Yana Mulyana Memberikan Suntikan Semangat Kepada Atlet Kota Bandung

BANDUNG, kimcipedes.com - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana melepas kontingen Kota Bandung yang bakal berlaga di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII/2018 di Kabupaten Bogor, 6-15 Oktober 2018 mendatang. 
Yana memberikan suntikan semangat agar para atlet Kota Bandung meraih prestasi terbaik. Porda XIII/2018 kali ini digelar bersamaan dengan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) V Jawa Barat.

"Saya termasuk insan olahraga dan suka berolahraga. Kalian harus bersemangat dan yang terpenting harus sportif. Karena itu merupakan tujuan dari olahraga," ujar Yana saat memberikan sambutan sekaligus melepas kontingen Kota Bandung di Graha Batununggal, Kota Bandung, Senin (24/9/2018).

Yana mengapresiasi kepada seluruh atlet, pendukung termasuk manajemen serta pelatih yang secara serius menyiapkan diri untuk even 4 tahunan tersebut. "Apresiasi setinggi-tingginya saya sematkan kepada atlet dan seluruh pendukung karena telah serius menyiapkan diri menghadapi Porda. Kita tahu atlet Kota Bandung sudah mengharumkan nama Indonesia dalam kancah Asian Games lalu," pujinya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung, Aan Johan mengatakan, kontingen Kota Bandung yang akan berlaga di Porda mendatang terdiri dari 928 atlet, 226 pelatih, 52 manager dan 60 mekanik. Mereka akan berlaga di 59 dari 60 cabang olahraga yang dipertandingkan. Di Porda mendatang, Kota Bandung menargetkan meraih 174 medali emas. "Kita sudah mempersiapkan atlet untuk Porda ini dari jauh-jauh hari. Mereka berlatihan secara rutin dan keras. Kalau tidak ada masalah teknis saat pelaksana, insya Allah kita akan menjadi juara umum," katanya.

Aan menegaskan, atlet berlaga murni hasil seleksi dan berasal dari Kota Bandung. Maka dari itu, ia optimistis seluruh atlet Kota Bandung akan mengerahkan kemampuannya untuk dapat membawa pulang medali emas. "Atlet yang kita berangkatkan asli dari Kota Bandung, tidak ada rekrutan dari luar. Kita optimistis semua atlet akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menjadi juara dan mengharumkan nama Kota Bandung," ucapnya.

Untuk atlet yang menjadi juara, KONI Kota Bandung dan Pemerintah Kota Bandungakan memberikan penghargaan. Selain berupa materi, akan ada kejutan lainnya untuk para atlet. "Kita sudah koordinasi dengan Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Kota Bandung, akan banyak bonus bagi atlet yang menjadi juara. Terpenting sekarang kita berusaha dan berdoa dan semoga semua atlet bisa menampilkan yang terbaik," imbuhnya. ***
Share:

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana; Seniman Harus Diberdayakan

Yana Mulyana - Wakil Wali Kota Bandung
BANDUNG, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menegaskan, Pemerintah Kota (Prmkot) Bandung akan terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif khususnya fesyen. Hal itu karena fesyen Kota Bandung mampu meningkatkan perekonomian Kota Bandung.
"Sinergi semua pihak, para penggiat fesyen berkolaborasi dengan kalangan seniman, menjadi kunci tumbuh kembangnya Kota Bandung," ujar Yana saat menghadiri Bandung Broadway 2018 di Jalan Braga, Sabtu (22/9/2018). 

Yana menegaskan, Kota Bandung memang dikenal sebagai kiblatnya ekonomi kreatif. Oleh karenanya, sub sektor seperti pariwisata, arsitektur, desain, produk, animasi, kriya, kuliner, fesyen dan kesenian perlu terus ditingkatkan. 

"Sub sektor fesyen, merupakan sektor yang harus didorong bersama. Fesyen diprediksi akan terus meningkat dan menjadi sektor unggulan," tuturnya.
Menurut Yana, seniman perlu diberdayakan. Hal tersebut penting dilakukan karena untuk menggali kreativitas. 

"Kita punya seniman yang kreatif, ini mampu ciptakan peluang Kota Bandung terus berkembang di industri kesenian maupun pariwisatanya," jelas Yana. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari menjelaskan, Kota Bandung memiliki16 sub sektor yang terdiri dari beragam komunitas dan bidang mulai Fesyen, musik, seni pertunjukan dan desain. 

Kenny mengungkapkan, beberapa waktu lalu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melakukan uji petik sekitaran Bandung raya. Menurut Bekraf, sub sektor fesyen Kota Bandung paling banyak menyerap tenaga kerja dan memberikan kontribusi. 

"Jadi menurut Bekraf, yang paling banyak menyerap tenaga kerjanya dan berikan kontribusi adalah sub sektor fesyen itu Bandung. Kalau Kabupaten Bandung Barat dalam sektor film, Kota Cimahi dalam sub animasi dan Kabupaten Bandung pada sub sektor seni pertunjukan," katanya. 

Atas raihan tersebut, maka Bekraf akan membantu Kota Bandung dalam memberikan aktifasi di beberapa sektor. 

"Kita rencana membuat satu prototipe model," kata Kenny. 

Rencananya, setiap kecamatan di Kota Bandung perlu membuat salah satu ciri khas unggulan pariwisatanya. 

"Dua bulan ke depan, desain semacam perencanaan dari satu distrik itu seperti apa. Nantinya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun stakeholder di Kota Bandung bersama wilayah jadi destinasi wisata layak uji ke depan. 30 kecamatan, jadi 30 destinasi wisata yang beda, jadi banyak pilihan yang berkunjung ke Kota Bandung," jelasnya. 


Share:

Mang Oded Bangun Bandung Dengan Kebersamaan

BANDUNG, kimcipedes.com - Setelah resmi menjabat Wali Kota Bandung, Oded M Danial beserta Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menggelar “Open House” di Pendopo Kota Bandung, Minggu (23/9/2018). Selain bersilahturahmi, acara ini juga untuk menyerap aspirasi dari warga.
Ketua TP PKK, Siti Muntamah Oded juga turut hadir di acara ini.

Warga yang hadir cukup antusias untuk mengucapkan selamat kepada Oded-Yana. Beberapa warga juga menyelipkan harapan dan doanya kepada Oded dan Yana.

"Wilujeng bapa, wilujeng ibu, (selamat)," ucapan tersebut terus terlontar dari masyarakat pada pemimpinnya.

Sementara itu, Mang Oded, sapaan akrab Oded M Danial berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung dan memberikan doa agar Kota Bandung semakin maju.
"Terima kasih kepada masyarakat Bandung yang telah menitipkan kepemimpinan ini kepada kami berdua. Mari membangun Bandung dengan kebersamaan. Saya berharap Bandung lebih baik ke depan," katanya.

Oded pun mengajak kepada masyarakat agar berpartisipasi membangun Bandung menjadi Kota yang juara. "Dengan kerja bersama, dan saling mendoakan insya Allah kota ini menjadi maju dan sejahtera," ujar Mang Oded.

Mang Oded menegaskan, ketika Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melantik dirinya, pada hakekatnya saat itu yang melantik dirinya adalah Allah SWT. Karena pada saat itu ada Alquran yang menyertai pelantikan tersebut.

"Saat pelantikan di atas kepala Mang Oded ada Alquran. Hal ini membuat saya merasa hakekatnya yang melantik Oded dan Yana adalah Allah SWT," ujarnya. ***
Share:

H. Dadang Rustama : "Terpilihnya Saya Sebagai Ketua RW 02 Merupakan Musibah"

H. Dadang Rustama Ketua RW 02 Terpilih
SUKAJADI, kimcipedes.com - Pemilihan Ketua RW 02 Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung berjalan aman, lancar dan kondusif. Wilayah RW 02 terdiri dari 6 RT menggelar Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua RW 02  bertempat di Halaman Sekretariat Posyandu Kenari RW 02, Minggu, 23 September 2018. Proses Pemilihan Ketua RW 02 disaksikan oleh Babinsa Kelurahan Cipedes, Adrianus Hulu, Bagian Pelayanan Kelurahan Cipedes, Samsudin, S.Sos, Staf Pelayanan Kelurahan Cipedes, Asep, dan Ketua Karang Taruna Rajawali Kelurahan Cipedes, Dedi Djunaedi serta Ketua RW 01, Ade Rohman serta tokoh masyarakat RW 02.

Hasil dari penghitungan suara, H. Dadang Rustama unggul dari dua calon Ketua RW 02 lainnya yaitu Usyuwandi Gunawan dan Marthinus Agan.

Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan RW 02, Tuti Kurnaeti pada kesempatan tersebut membacakan berita acara perolehan suara Pemilihan Ketua RW 02, Usyuwandi Gunawan meraih 59 suara, H. Dadang Rustama 95 Suara dan Marthinus Agan 51 suara, dengan total pemilih sebanyak 202 dari 313 hak pilih. Sehingga Panitia Pemilihan menetapkan H. Dadang Rustama Ketua RW 02 Terpilih  Masa Bakti Periode 2018 - 2021.

H. Karna Rumana yang sudah 3 periode menjabat sebagai Ketua RW 02, mengatakan bahwa H. Dadang Rustama Ketua RW 02 Terpilih sosok yang sudah berpengalaman dalam memimpin kewilayahan. Kami ini sebetulnya melanjutkan setelah kepengurusan beliau yang ketika itu habis masa jabatannya, dan sekarang kita serahkan lagi ke beliau atas kehendak warga tentunya dalam proses Pemilihan Ketua RW 02," ungkap Karna.

Ketua Panitia, Tuti Kurnaeti memimpin Proses Penghitungan Suara
Lebih lanjut dikatakan Karna, penggunaan manfaat anggaran Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK) Tahun 2018 sudah direalisasikan, terakhir penggunaan anggarannya untuk renovasi gedung sekretariat RW 02. Mudah-mudahan, dengan adanya rencana Pemerintah Kota Bandung untuk meningkatkan anggaran PIPPK RW menjadi Rp. 200 Juta dapat mengembangkan wilayah RW 02 lebih baik lagi kedepannya," ungkap Karna.

Sementara itu, H. Dadang Rustama Ketua RW 02 Terpilih dalam sambutannya mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, pada siang hari ini, dengan kondisi cuaca yang sangat panas kita dapat berkumpul melaksanakan sebagian ibadah kita diantaranya "Muamalah" bermasyarakat, mudah-mudahan semua ini menjadi ibadah. Dan sebetulnya saya terpilih ini musibah buat saya, karena 1. menambah lagi kerjaan 2. Beratnya tanggungjawab sebagai pemimpin wilayah. Jadi sebetulnya, saya dari kemarin tidak mencalonkan diri tapi dipaksa untuk dicalonkan dan akhirnya saya juga menyerah memberikan KTP dan foto," ungkap H. Dadang.

Alhamdulillah kata H. Dadang, kita juga bersyukur kepada Allah SWT, perjalanan musyawarah untuk mendapatkan pemimpin di wilayah RW 02 ini berjalan dengan baik, kalau sudah diberikan amanah, harus dijalani dan mudah-mudahan juga kita bisa melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya.

Tapi apa artinya seorang Dadang untuk RW 02 ini, kalau tanpa dukungan dari masyarakat semua, baik itu program dari pemerintah, baik itu program diwilayah sendiri, kalau tidak ada dukungan dari masyarakat tidak ada artinya. Siapapun yang mencanangkan program, sekalipun, misalnya Bapak Joko Widodo yang memimpin wilayah RW 02, tapi masyarakatnya cicing we, acuh tak acuh tak akan berhasil, keberhasilan itu adalah keberhasilan bersama. Keberhasilan pembangunan wilayah begitu signifikan oleh pengurus RW 02 yang lama, tentu keberhasilan semua itu tidak terlepas dari dukungan dan peran serta warga masyarakat. Bagi saya terasa berat, mempertahankan keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai Pengurus RW 02 lama, karena mempertahankan keberhasilan itu paling susah. Untuk itu, saya mohon dukungan dan kerjasama seluruh warga masyarakat, karena dengan kerjasama akan mencapai keberhasilan yang baik," ujar Dadang.


Samsudin, S.Sos, saat memberikan sambutan pada Pemilihan Ketua RW 02
Bagian Pelayanan Samsudin, S.Sos Kelurahan Cipedes menyampaikan permohonan maaf Lurah Cipedes Dedi Rustandi, SH yang pada kesempatan yang berbahagia ini tidak dapat hadir menyaksikan Pemilihan Ketua RW 02 karena ada kegiatan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan atau diwakilkan. “Saya atas nama Pemerintahan Kelurahan Cipedes mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Panitia Pemilihan Ketua RW 02 yang telah meluangkan waktu dan tenaga sehingga proses Pemilihan Ketua RW 02 ini berjalan aman, lancar sesuai yang kita harapkan,” ungkap Sam.

Sam mengucapkan selamat kepada H. Dadang Rustama Ketua RW 02 Terpilih, semoga dapat menjalankan amanah dan kepercayaan yang telah diberikan warga RW 02 dan berharap selalu bersinergis antara Ketua RT dan Ketua RW serta warga masyarakat dalam pembangunan diwilayah RW 02 untuk kesejahteraan warga,” ujar Sam.

Babinsa Kelurahan Cipedes Adrianus Hulu mengungkapkan dalam suatu pemilihan, kalah atau menang, terpilih atau tidak itu adalah soal yang biasa. Terpenting adalah pembangunan berjalan dengan lancar, pemilihan secara demokrasi berjalan dengan lancar dan tidak ada gotok-gotokan, semua ini tujuannya untuk melayani masyarakat. Tugas Ketua RT dan Ketua RW ini cukup berat, karena berbagai macam keinginan warga harus dilayani, dan bahkan kejadian kemalingan, keributan, RT dan RW yang tidak tau apa-apa pasti ke bawa-bawa terus dalam permasalahannya, dan itulah resikonya jabatan seorang Ketua RT dan Ketua RW.

Adrianus menjelaskan bahwa jabatan Ketua RW merupakan amanah yang diberikan warga masyarakat. Karena hidup ini adalah ibadah kita jalani dengan tulus ikhlas, sehingga akan membuat hidup kita tenang. Karena mau tidak mau harus dikerjakan, karena yang dilihat masyarakat itu bukan keberhasilan kita tapi begitu ada kesalahan menjadi persoalan sehingga akan menjadi omongan. Karena itu Ketua RT RW harus siap, supaya apapun yang disampaikan oleh masyarakat, menjadi pemicu bagi kita untuk bangun terus dan bukan menjadi suatu halangan tapi untuk menyemangati kita supaya tidak terlena. Kalau tidak ada koreksi-koreksi dari masyarakat, kita merasa akan benar selalu dalam menjalankan amanah yang diberikan. Dan jika ada koreksi-koreksi atau masukan-masukan dari masyarakat kita tampung dan komunikasi dengan baik, sehingga segala persoalan, masalah yang ada dapat secepat terselesaikan. Karena apapun hidup kita tidak terlepas daripada segala masalah, jangan mengurus satu rw, satu keluarga saja pasti ada permasalahan karena diantara anak-anak, istri, suami pasti ada perbedaan pendapat, tapi dalam perbedaan jangan kita permasalahkan, tapi kita komunikasikan dengan baik, dan menghasilkan keputusan yang baik,” ujar Adrianus. ***
Foto bersama seusai Pemilihan Ketua RW 02 Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, Minggu, 23 September 2018

Share:

Umi: PKK Bakal Jadi Garda Terdepan Pembangunan Kota Bandung

BANDUNG, kimcipedes.com - Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung, Siti Muntamah Oded menegaskan, organisasi yang dipimpinnya bakal menjadi garda terdepan untuk menyukseskan pembangunan di Kota Bandung. Termasuk untuk menyukseskan program 100 hari Oded-Yana "Beresih Kota Bandung".
"Tim ini akan menjadi pendukung utama di dalam menyukseskan kebijakan pembangunan lima tahun ke depan. Kami merupakan support systemterkuat karena keberadaan PKK secara organisasi menggurita sampai di dasa wisma," ucap Umi, sapaan akrabnya saat Pelantikan Pengurus Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Sabtu (22/9/2018).

Umi menjabarkan, PKK Kota Bandung memiliki sekitar 25.000 kader se-Kota Bandung. Wilayah kerjanya berada mulai dari level kota, kecamatan, kelurahan, RW, dan 10 rumah di setiap RW.

"Tentu saja potensi kader beserta keluarganya ini akan kita jadikan sebagai support yang penting di dalam hadirnya pembangunan yang sukses," imbuhnya.

Umi menambahkan, timnya akan menjalankan 10 Program Pokok PKK yang telah terlaksana di Kota Bandung. Namun, ia akan memberikan lebih banyak penguatan dan penetrasi dengan program-program unggulan.

"Misalnya untuk Pokja 1 berkaitan dengan kekuatan dan ketahanan keluarga. Kita akan tingkatkan kelentingan keluarga dan pola asuh anak," katanya.

Sementara di Pokja 2, Umi akan mengoptimalkan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Hal itu sejalan dengan harapan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial agar pembangunan ekonomi keluarga ini juga meningkat dengan adanya co-working space sebagaimana program 100 harinya.

"Alhamdulillah ini menjadi garda terdepan karena 100 hari Mang Oded (Oded M. Danial) ingin menghadirkan 'Beresih Kota Bandung'. Itu program kerjanya ada di Pokja kita, yaitu kelestarian lingkungan," jelas Umi.

Melalui kader PKK, Umi akan menyosialisasikan gerakan pilah sampah mulai dari keluarga. Ia berharap cara ini mampu menjadikan program ini gerakan yang luar biasa.

"Pertama kali yang harus pilah sampah adalah keluarga kader yang jumlahnya 15.000 rumah. Jadi ini adalah gerakan yang luar biasa yang kalau kita hadirkan insya Allah menjadi sebuah pemicu dari mengguritanya masyarakat mengikuti keteladanan kader-kader PKK," tegasnya.

Program pelestarian lingkungan termasuk ke dalam 100 hari Mang Oded. Salah satu kegiatannya adalah pilah sampah untuk mewujudkan zero waste city.

"Kita akan jadikan Bandung yang zero waste city. Kota yang sehat, yang memilah sampah, dan mampu menurunkan angka sampah kotanya dari 1.570 ton perhari minimal berkurang 30% dalam satu tahun," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas untuk menguatkan organisasi. Ia menaruh harapan besar pada organisasi yang dipimpin secara ex-officio oleh istrinya, Siti Muntamah Oded M. Danial itu.

"Saya melihat bahwa PKK adalah organisasi yang sangat strategis. Di Kota Bandung PKK tersebar di setiap wilayah RW, jumlahnya 15 ribu. Kalau 15 ribu itu bisa kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup, maka program 100 hari ke depan bisa membuat zero waste Kota Bandung," tuturnya.

Oleh karena itu Oded M. Danial berharap kader PKK harus menjadi manusia yang unggul dan berdaya. Dengan begitu, mereka bisa mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga.

"Syaratnya berdaya adalah punya semangat yang kuat. Saya percaya ibu-ibu memiliki sifat itu," katanya. ***

Share:

Mang Oded Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Membangun Bandung

Wali Kota Bandung, Oded M Danial 
BANDUNG, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama membangun Kota Bandung dengan mengedepankan prinsip gotong royong. Ia mengajak masyarakat perpartisipasi langsung dalam pembangunan sejak perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi.
Mang Oded, sapaan akrabnya mengutarakan hal tersebut dalam Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda Penyampaian Visi Misi Wali Kota Bandung periode tahun 2018-2023 yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Jumat (21/9/2018).

Ia memastikan, bersama sang wakil yakni Yana Mulyana atau Kang Yana memilih untuk lebih berperan sebagai pelayan masyarakat. Ia berusaha lebih memahami keinginan dan aspirasi masyarakat.

“Kami tidak akan menyia-nyiakan amanah ini. Terima kasih kepada seluruh warga yang memercayakannya kepada kami. Mudah-mudahan kami dapat menjaga amanah ini selama lima tahun ke depan,” ujarnya berkomitmen.

Pada pidato penyampaian visi misi tersebut dihadiri pra wakil rakyat, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, dan Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil. Mang Oded merasa amanah memimpin Bandung adalah ujian sehingga mengawalinya dengan kata-kata innalillahi wa inna ilaihi roojiuun.

Kepala daerah yang baru saja dilantik hari Kamis (20/9/2018) itu yakin dan sadar betul bahwa dirinya bersama Kang Yana bukanlah orang paling hebat. Akan tetapi karena melalui proses Pilkada dan berhasil mengungguli pasangan lainnya sehingga dapat mengembang amanah memimpin Kota Bandung selama lima tahun..

“Kami mohon dukungan dari semua pihak. Semoga Allah memberikan kesehatan dan kekuatan serta istiqomah kepada kami berdua dalam upaya menjadikan kota Bandung baldatun toyyibatun wa robbun ghofur,” sambungnya.

Mang Oded juga menyampaikan visi dalam membangun Kota Bandung untuk mewujudkannya menjadi unggul, nyaman, sejahtera dan agamis. Ibu kota provinsi Jawa Barat ini unggul karena memiliki kelebihan dibanding daerah lain, bernilai kompetitif khususnya infrastruktur, sumber daya manusia dan birokrasi.

Kota kembang disebut nyaman, kata Mang Oded, ketika memberikan ketenangan berinteraksi dengan seksama, ketenangan beribadah serta terjamin keamanan dan ketertiban. Sejahtera sendiri bermakna terpenuhi kebutuhan fisik lahiriah dan mental sekaligus meningkatkan indeks kemampuan hidup.

“Agamis bermakna terciptanya masyarakat taat aturan dan perilaku yang sesuai agama,” sebut dia.

Untuk mencapai visi tersebut, pasangan Mang Oded-Kang Yana memiliki lima visi antara lain 1) Membangun masyarakat yang humanis, agamis, berkualitas dan berdaya saing, 2) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif efisien bersih dan melayani, 3) Mewujudkan Bandung nyaman melalui perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur serta pengendalian pemanfaatan ruang yang berkualitas dan berwawasan lingkungan, 4) Membangun Perekonomian yang Mandiri, Kokoh dan Berkeadilan, dan 5) Mengembagkan pembiayaan kota yang bersifat partisipatif kolaboratif dan terintegrasi.

Ia bersyukur untuk mewujudkan visi misi tersebut telah ada pondasi yang kuat berupa. Pondasi itu yaitu pencapaian saat dirinya mendampingi M. Ridwan Kamil selama lima tahun ke belakang. Dalam bidang ekonomi, inflasi turun signifikan hingga menjadi 3,46 persen, IPM (Indeks Pembangunan Manusia) meningkat tajam dari 78,3 menjadi 80,31, pertumbuhan ekonomi juga stabil pada kisaran 7 persen di atas rata-rata provinsi dan nasional.

“Indeks kebahagiaan pun meningkat menjadi 73,42 yang artinya Warga Kota Bandung bahagia. Piala Adipura diraih tahun 2015 setelah 19 tahun tidak pernah memperolehnya. Kemudian diulang pada tahun 2016 dan 2017. Beragam pencapaian dan keberhasilan pun banyak diapresasi lembaga dan instansi pemerintah sebanyak 348 penghargaan selama lima tahun,” tambahnya.

Mang Oded pun berkomitmen akan melanjutkan semua pencapaian itu dengan visi misi dalam lima tahun ke depan. Ia optimistis target tersebut akan terealisasi karena sekarang masyarakat Kota Bandung lebih peka dalam menyikapi fenomena dan menguatnya partisipasi terhadap pembangunan. Partisipasi pemilih sebesar 78 persen pada Pilkada Serentak lalu adalah buktinya.

“Ucapan dan apresiasi tinggi juga saya sampaikan kepada Kang Emil yang hari ini sudah menjadi Gubernur Jawa Barat. Itu yang telah memberi fondasi kepada kami untuk melanjutkan pembangunan kota yang unggul nyaman sejahtera dan agamis. Semoga semua itu menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tuturnya. ***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Sabtu, 22 September 2018

- Pukul 10.00 WIB, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung menghadiri pelantikan Pengurus TP PKK Kota Bandung, di Ruang Serba Guna Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Jumat, 21 September 2018

Pukul 08.00 WIB, Wali Kota Bandung bersama Gubernur Jawa Barat meresmikan Taman Alun-alun Bandung.

Pukul 09.00 WIB, Wali Kota Bandung menghadiri serah terima jabatan Wali Kota Bandung dirangkaikan dengan pisah sambut, di Plaza Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.
Share:

Pemkot Bandung Raih Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018

SURABAYA, kimcipedes.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meraih penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018 dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Malam penganugrahan penghargaan digelar di Grand Ballroom Shangrila Hotel, Surabaya, Rabu (29/9/2018) malam.

Penghargaan diserahkan oleh Menpan RB, Syafrudin kepada para pemenang. Untuk Pemkot Bandung, penghargaan diterima oleh Kepala Badan Pengeloaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung, Emma Sumarna serta Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Elly Wasliah.

Penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018 diperoleh Pemkot Bandung atas dua aplikasi inovatifnya, yaitu eSatria dan Mini Lab Food Security.

Aplikasi eSatria atau elektronik self assesment tax report aps dikerjakan oleh BPPD Kota Bandung. Aplikasi ini merupakan sistem yang memberikan kemudahan layanan pajak, sehingga Wajib Pajak (WP) tidak perlu datang ke kantor, cukup mengakses aplikasi ini.

Sedangkan Mini Lab Food Security merupakan sistem yang memberikan keamanan dan kenyamanan dalam mengonsumsi bahan pangan segar. Konsumen dapat memeriksa kesehatan pangannya menggunakan Mini Lab Food Security.

Menpan RB, Syafruddin dalam sambutannya menyampaikan, pemerintah mendorong inovasi-inovasi yang bersifat lokal dan instansional, tetapi potensial untuk diterapkan secara nasional diangkat dan dijadikan program nasional.

“Inovasi - inovasi yang bersifat lokal dan instansional, tetapi potensial untuk diterapkan secara nasional, agar segera menjadi program nasional,” ujarnya.

Dikatakan lebih lanjut, saat ini sudah banyak inovasi dari pemerintah pusat maupun daerah yang mendapat penghargaan internasional. Hal itu sejalan dengan kebijakan Kemenpan RB yang terus berupaya mendorong terciptanya terobosan untuk meningkatkan pelayanan publik.

Inovasi terpilih pada Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018 terdiri dari 16 inovasi dari 11 kementerian, 10 inovasi dari lima lembaga, termasuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sementara, provinsi menyumbangkan 18 inovasi dari 13 pemerintah provinsi. Sedangkan kabupaten ada 39 inovasi dari 32 pemerintah kabupaten, serta 16 inovasi dari 12 pemerintah kota.* humas.bandung.go.id
Share:

Siti Muntamah Jabat Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kota Bandung

BANDUNG, kimcipedes.com - Usai pelantikan enam kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2018, para istri wali kota dan bupati langsung dilantik menjadi pejabat ex officio Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) kota/kabupaten periode 2018-2023, Kamis (20/9/2018).

Berbeda dengan pelantikan wali kota dan bupati yang dilaksanakan di Gedung Merdeka, pelantikan Ketua TP PKK dan Dekranasda diselenggarakan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro.

Ketua TP PKK Jabar, Atalia Praratya yang juga Ketua Dekranasda Jabar melantik secara langsung para ketua TP PKK dan Dekranasda kota/kabupaten. Termasuk istri Wali Kota Bandung, Siti Muntamah Oded.

Umi, sapaan akrab Siti Muntamah dilantik bersama sejumlah istri Wali Kota dan Bupati lainnya.

Usai pelantikan, Umi selaku Ketua TP PKK Kota Bandung menyatakan, siap menjadi mitra kerja pemerintah dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Ia pun siap membawa PKK Kota Bandung membantu Pemerintah Kota (Pemkogt) Bandung memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sedangkan terkait jabatannya sebagai Ketua Dekranasda Kota Bandung, Umi menyatakan, akan berusaha terus mengembangkan produk kerajinan di Kota Bandung. Apalagi sebagian besar pengrajin merupakan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM). "Tentu TP PKK dan Dekranasda akan membantu Pemkot Bandung untuk mensejahterakan warga," kata Umi. ***

Share:

PROGRAM 100 HARI KERJA ODED-YANA BABARENGAN NGABERESIHAN BANDUNG

BANDUNG, kimcipedes.com - Tanggal 20 September 2018 menjadi awal ukiran sejarah baru bagi Kota Bandung yang akan memasuki usia 208 tahun. Pasangan kepala daerah baru membawa semangat membara ingin menjadikan kota berjuluk Parijs van Java lebih unggul dalam berbagai bidang, nyaman dihuni, sejahtera warganya, dan menjunjung nilai agamis.

Untuk merealisasikan visi tersebut, pasangan Oded M. Danial dan Yana Mulyana akan memulainya dengan program “Bandung Beresih” yang mencakup berbagai aspek yakni lingkungan, infrastruktur, birokrasi, jaminan sosial, kerja sama dan terutama Sumber Daya Manusia (SDM).
Share:

Mang Oded di Antar Keluarga Besar Menuju Pelantikan

BANDUNG, kimcipedes.com - Siti Muntamah Oded M. Danial, istri Wali Kota Bandung terpilih Oded M. Danial tiba di Hotel Savoy Homann, Kamis (20/9/2018). Ia bersama ketujuh putri, empat menantu, dan tujuh cucu yang masih sangat belia akan mengikuti prosesi pelantikan suaminya sebagai Wali Kota Bandung di Gedung Merdeka.

Berbalut kebaya putih dan kain batik, ia kompak dengan putri-putrinya mengantarkan Oded menuju hari besarnya. Ia mengaku terbiasa membuat seragam untuk sekeluarga. Khusus seragam untuk pelantikan ini ternyata baru dibuat sepekan yang lalu.

“Sebelum jadi pejabat juga kami biasa berseragam. Ini warna putih. Kebaya putih. Cuma nuansanya toska, lima tahun lalu hijau. Kita suka warna-warna sejuk,” aku Umi, sapaan akrabnya.

Pakaian tersebut dijahit secara khusus oleh penjahit langganan keluarganya. Namun tak menyangka, Siti Muntamah juga ternyata pandai menjahit. “Kalau lima tahun lalu saya jahit sendiri. Sekarang tak sempat, banyak sekali agenda, tamu-tamu,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mengawali hari penting untuk keluarganya dan masyarakat Kota Bandung, ia sekeluarga berdoa bersama sebelum berangkat menuju Hotel Savoy. Ia bersama Oded, para putri serta menantunya berkumpul dan memanjaatkan doa untuk memohon kebaikan dari perjalanan yang akan dilaluinya dalam lima tahun ke depan.

“Seperti biasanya, sesungguhnya kami sudah terbiasa dengan melakukan salat berjamaah sekeluarga, salat malam sekeluarga. Jadi nanti begitu anak-anak sudah datang semua kita kumpul dan berdoa bersama. Mungkin juga plus tausiyah terakhir sebelum Mang Oded dan saya secara definitif menjalankan tugas-tugas kenegaraan,” terangnya.

Ia pun bersyukur dengan takdirkan Tuhan padanya hari ini. Ia bersyukur telah diberi kesempatan untuk menjalani proses yang amat panjang itu. “Yang jelas pasti bersyukur. Syukur dan syukur,” ungkap Umi kepada Humas Kota Bandung. ***
Share:

Yana Mulyana Wakil Wali Kota Bandung Pemegang Sabuk Hitam Taekwondo Dan II

BANDUNG, kimcipedes.com - Kesuksesan berawal dari mimpi. Ada banyak cara untuk mewujudkannya. Hal ini benar-benar dipegang betul oleh Yana Mulyana, Wakil Wali Kota Bandung periode 2018-2023. Sebagai orang lahir dan besar di ibu kota provinsi Jawa Barat, ia sadar betul bahwa dirinya harus masuk sistem agar mimpi-mimpinya dapat terwujud.

Lama berkiprah sebagai pengusaha serta memimpin sejumlah organisasi seperti PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) Kota Bandung dan REI (Real Estate Indonesia) Jawa Barat, Yana akhirnya memilih jalan menuju kursi kepala daerah dengan menjadi wakil Oded M. Danial. Keduanya kemudian terpilih pada Pilkada Serentak 27 Juni 2018 lalu.

“Setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin punya mimpi. Demikian juga dengan saya yang punya mimpi untuk menjadikan Bandung lebih aman, nyaman, enak, nyantai. Akhirnya perjalanan hidup membawa saya ke kondisi sekarang. Ini tidak pernah dimimpikan sebelumnya,” ungkap pria kelahiran Bandung 17 Februari 53 tahun yang lalu tersebut.

Sebagai orang Bandung tulen, suami dari Yunimar itu paham kalau masyarakat di kota kembang mau dan mampu berkolaborasi membangun kota tercinta menjadi semakin Juara. Dengan catatan selama dikomunikasikan, diajak gotong royong, dan diberi keteladanaan. “Insya Allah semua PR besar Bandung selama ini akan bisa teratasi. Intinya ada pada kolaborasi. Tidak memandang siapapun, kuncinya silaturahmi dan ajakan kepada masyarakat,” ujar pemegang sabuk hitam Taekwondo Dan-II itu.

Menurut ayah dua anak ini, pengalaman panjang menjadi pengusaha maupun aktif di berbagai organisasi membuatnya sadar akan pentingnya merangkul semua komponen masyarakat untuk membangun Kota Bandung. Pemerintah tidak bisa menuntaskan semua persoalan yang muncul tanpa dukungan masyarakat.

“Misalkan dunia olahraga sangat penting untuk mengajarkan sportivitas dan mengharumkan nama Kota Bandung. Demikian juga dunia usaha penting untuk menjadi mitra pemerintah. Sekali lagi saya katakan, Kita harus bisa mengolaborasikan semua komponen masyarakat supaya bersama-sama menjadikan Kota Bandung lebih baik lagi,” beber pria pehobi bersepeda ini.

Yana bertekad untuk menjalankan tugas sebagai Wakil Wali Kota secara optimal untuk memecahkan permasalahan Kota Bandung. Namun ia akan menunggu arahan Wali Kota.

“Ada beberapa tugas ex oficio sebagai Wakil Wali Kota seperti Ketua Satgasus PKL, Komda Lansia, dan beberapa bidang sosial lainnya. Saya akan berupaya melaksanakan semua tugas dengan sebaik mungkin,” sambung Kang Yana, demikian dia biasa disapa.

Dia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membangun Bandung. Dari yang sudah baik selama ini menjadi lebih baik lagi. “Hayu atuh kita bangun Bandung bersama-sama, membangun Bandung untuk kita semua,” ajaknya.

Di mata kedua anaknya, Kang Yana diakui sebagai sosok ayah yang baik, penuh humor, penuh keteladanan dalam mendidik, dan tidak pernah marah. Keduanya pun berharap ayah kebanggaannya tersebut dapat mengemban amanah sebagai orang nomor dua di Kota Bandung dengan baik hingga lima tahun ke depan.

"Ayah itu suka bercanda, santai banget orangnya, kalem, gak pernah marah, yang pasti orangnya baik, dan apa adanya. Dengan ayah jadi Wakil Wali Kota Bandung, semoga Bandung gak macet, pendidikannya bagus, dan gak banjir,” ujar Ahmad Reza Junadi, anak pertama Kang Yana yang kini tercatat sebagai mahasiswa Akuntansi Unversitas Parahyangan Semester 3.

Hal yang sama juga dilontarkan anak kedua Kang Yana yakni Alisha Misha Yunanti. Ia baru saja menjadi mahasiswi Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung 1.

“Ayah teh baik pisan, humoris banget, Ngedidik banget. Memang sehari-harinya seperti itu tanpa rekayasa, anti fake. Semoga Ayah sukses aja bikin Bandung makin baik, gak macet, pendidikan bagus, gak banjir dan menjadikan Bandung kayak luar negeri. Jangan jauh-jauh contoh Singapura yang tertata banget, masyarakat tinggal makin nyaman,” harapnya. ***
Share:

Yana Sarapan Roti dan Teh Manis Menuju Gedung Merdeka

Yana Mulyana sarapan bersama keluarga
BANDUNG, kimcipedes.com - Yana Mulyana telah bersiap menghadapi hari besarnya. Hari ini, Kamis (20/9/2018) ia akan dilantik menjadi Wakil Wali Kota Bandung mendampingi Oded M. Danial. Sejak pukul 06.00 WIB, ia telah mengenakan Pakaian Dinas Upacara Besar (PDUB) berwarna putih.

Sang istri, Yunimar, nampak merapikan atribut yang menempel di pakaian Yana. Yunimar mengenakan busana kebaya putih ditambah sentuhan batik bernuansa biru dan hijau tosca. Pakaian tersebut serupa dengan yang dikenakan Istri Oded, Siti Muntamah Oded M. Danial.

Di tengah kesibukannya itu, Yunimar masih sempat menyiapkan sarapan untuk suami dan kedua anaknya. Beberapa potong roti dan teh manis hangat telah tersedia di meja. Ia mengaku bahwa keluarganya, terutama Yana, tak terlalu bermasalah soal makanan.

“Kalau lagi riweuh gini mah roti saja cukup buat bapak. Sama teh manis, cukup. Bapak mah nggak susah (soal makanan),” tutur Yunimar kepada Humas Kota Bandung.

Demikian pula dengan kedua anaknya yang tengah duduk di bangku kuliah. Si sulung, Ahmad Reza Junadi (19) dan si bungsu Alisha Misyayunanti (18) tak sungkan melahap roti yang disiapkan sang ibu.

Saat pelantikan di Gedung Merdeka, selain didampingi istri dan kedua anaknya, Yana juga akan ditemani oleh saudara-saudaranya. Ibunya hadir pula memberikan doa restu. “Dari keluarga bapak ada tujuh orang yang datang, keluarga saya mungkin delapan,” tuturnya.

Sementara itu, ada pula puluhan tamu undangan lain yang akan hadir di pelantikan Yana. “Bapak dapat slot 30 orang. Bukan cuma saudara tapi juga teman-teman bapak yang di Bandung dan Jakarta. Belum lagi yang dari partai,” ujarnya.

Tepat pukul 07.00 WIB, Yana sekeluarga berangkat menuju Hotel Savoy Homann dari rumah yang berlokasi di komplek KPAD Gegerkalong. Di Hotel Savoy Homan, ia akan bertemu Oded dan kepala daerah lain yang akan dilantik. Dari Savoy Homann, mereka berjalan kaki menuju Gedung Merdeka, Kota Bandung.***
Share:

Besok, Mang Oded - Kang Yana Resmi Pimpin Kota Bandung

BANDUNG, kimcipedes.com - Oded M. Danial dan Yana Mulyana bakal memimpin Kota Bandung mulai Kamis (20/9/2018). Pasangan ini akan memimpin Kota Bandung periode 2018-2023 setelah Gubernur Jawa Barat melantiknya di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika.

Oded M. Danial akan menjadi Wali Kota Bandung ke-27. Ia juga akan menjadi Wali Kota ketiga yang melalui proses pemilihan secara langsung. Dua Wali Kota Bandung sebelumnya yang terpilih melalui pemilihan umum langsung, yaitu Dada Rosada (2008-2013) dan Ridwan Kamil (2013-2018).

Pada Pemilihan Wali Kota Bandung, 27 Juni 2018, pasangan Oded M. Danial (Mang Oded) dan Yana Mulyana (Kang Yana) meraih sebanyak 634.682 suara dari 1.305.872 warga Kota Bandung menyalurkan aspirasinya. Dari jumlah tersebut, Sebanyak 1.266.830 surat suara dinyatakan sah dan 39.042 surat suara tidak sah. Dari suara yang sah, pasangan ini memperoleh sekitar 50,1 Persen dukungan.

Pada pelantikan, Kamis (20/9/2018) sekitar pukul 09.00 WIB, pasangan Oded M. Danial dan Yana Mulyana akan menggunakan Pakaian Dinas Upacara Besar (PDUB) berwarna putih lengkap dengan topi dan atribut lainnya. Mereka akan didampingi istri dan anak-anaknya.

Sementara itu, Siti Muntamah Oded bakal menjadi Ketua Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung Masa Bakti 2018-2023. Ia akan dilantik oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya di Gedung Sate Jalan Diponegoro.

Pelantikan Ketua TP PKK Kota Bandung dirangkaikan dengan pelantikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung. Kedua jabatan tersebut secara ex officio diisi oleh istri kepala daerah. ***
Share:

Oknum Karyawan PT. Pos Indonesia Ketangkap Buang Sampah ke Bantaran Sunga Cipamongkolan


BANDUNG, kimcipedes.com- Dansektor 22 Citarum Harum Kol. Inf. Asep Rahman Taufik menindak tegas warga Kota Bandung yang membuang sampah sembarangan ke sungai maupun bantarannya.

Salah seorang oknum karyawan PT.  Pos Indonesia kepergok warga sedang membuang sampah dibantaran sungai Cipamokolan dengan menggunakan kenderaan milik PT.  Pos Indonesia, Minggu, 16 September 2018, sekitar pukul 03.40 Wib dini hari.

Satgas Sektor 22 dengan sigap langsung menindak lanjuti laporan warga,  dengan menangkap dan menindak oknum pembuang sampah sesuai dengan Peraturan sektor 22 Citarum Harum. Setelah menangkap, oknum tersebut diserahkan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bansung. 

Kolonel Inf. Asep Rahman Taufik mengatakan bahwa pelaku beserta barang bukti 1 unit kendaraan box roda 4 Mitsubishi L 300 milik SPP Bandung404000 dan 5 karung sampah diserahkan ke Satpol PP Kota Bandung untuk diproses hukum sidang tipiring berdasarkan Peraturan Daerah No.  11 Tahun 2005 tentang Kebersihan, Kententraman dan Keindahan.

Penyerahan oknum tersebut diterima langsung Staf Satpol PP Kota Bamdung didampingi staf Irwasda dan PD Kebersihan Kota Bandung untuk dibuatkan berita acara, " ungkap Asep. 

Menuru Asep, sanksi yang akan diberikan kepada pelaku berup Sanksi Sosial Karya bakti mengambil sampah di Sungai cipamokolan selama 10 hari dan menyetorkan sampah setiap harinya 50 Kg, membuat spurat pernyataan bahwa mengaku bersalah dan tidak akan membuang sampah sembarangan lagi diketahui RT RW dan Lurah setempat serta di ketahui 150 KK kelurahan setempat, "  ucapnya.

Tindakan mereka selanjutnya akan diproses secara hukum/peraturan yang berlaku, khususnya penegakan Perda No 11 Tahun 2005 tentang K3. Saya sarankan harus sampai kepersidangan TIPIRING. Kasus ini adalah yang pertama diproses sampai ke sidang TIPIRING, sejak dibuatnya Perda No 11 Tahun 2005 Tentang K3, "  ujar Asep. 

Asep menghimbau masyarakat, Instansi pemerintah dan pengusaha, mari kita Sukseskan Program Citarum dengan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga turut serta menjadi subjek untuk mengingatkan, mensosialisasikan agar anggota, karyawannya tidak membuang sampah sembarangan, " ujar Asep. 

Terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya saya sampaikan kepada Sdr Sigit warga Rt 07 rw 01 Kelurahan Cipamokolan Kec. Rancasari yang telah memvideokan peristiwa tersebut. Itulah wujud dukungan warga masyarakat terhadap Program Citarum Harum. 

Tidak lupa Saya ucapkan kepada Saudara Ardi sebagai ketua gerakan pencinta Sungai wilayah Bandung Timur yang telah mengirim/Memviralkan video tersebut sehingga pelaku bisa kita tangkap, kemudian diberi sangsi dan diproses lebih lanjut sesuai hukum/peraturan yang berlaku

Setelah dikonfirmasi ke Kantor Pos Balong Gede tempat pelaku bekerja bahwa pelaku a/n Asep Djaya sopir SPP 4040C, menggunakan kendaran dinas, tanpa seizin Pimpinanya, tapi dia sempat memberi tahu Satpam, bahwa dia minta izin menggunakan kendaraan tersebut untuk mengangkut barang pindahan anaknya dari Dago ke Rajawali.

Dan memanfaatkannya sekalian membuang sampah, Satu karung sampah sempat dibuang di TPS yang terdapat dijalan Rajawali, 12 karungnya lagi rencananya akan dibuang di TPS Cicadas tetapi batal karena menurut pengakuannya tidak ada penjaga TPS nya, selanjutnya sampah tersebut dibawa ke Sungai Cipamokolan wilayah Rw 01 Kel. Cipamokolan, tetapi keburu ketahuan dan diteriaki oleh Saudara Sigit warga rt 07 rw 01. Kemudian pelaku membawa sampah tersebut ke Kantornya di Sukarno Hatta Bandung.  ***
Share:

Deklarasikan Pemilu Damai 2019 di Kota Bandung

BANDUNG, kimcipedes.com - Dalam rangka menciptakan situasi keamanan tetap kondusif, damai dan sejuk menjelang pelaksanaan pesta demokrasi, Kota Bandung melaksanakan Deklarasi Damai Pemilu 2019, di Lapang Mapolrestabes Bandung, Senin (17/9/2018).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Rifqi Ali Mubarok membacakan deklarasi yang diikuti oleh seluruh peserta. Peserta terdiri dari pengurus partai politik, relawan tim sukses. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Kota Bandung, Zaky M. Zam Zam, Ketua Kejari Bandung, Rudi Irmansyah dan Ketua MUI Kota Bandung, KH. Miftah Faridz.

Deklarasi tersebut berisikan empat pernyataan. Satu, melaksanakan, mengawasi serta mengikuti pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019 aman, damai dan kondusif untuk mewujudkan demikrasi yang bermanfaat.

Kedua, mematuhi, menaati segala bentuk peraturan dan ketentuan yang berlaku serta menyelesaikan permasalahan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019 sesuai dengan prosedur hukum.

Ketiga, menolak upaya-upaya yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat dan menghindari kegiatan yang bersifat provokatif, menghasut, ujaran kebencian serta tidak mengunakan isu sara dalam melaksanakan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019.

Keempat, mendukung TNI/Polri dalam mengamankan pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019 di wilayah Kota Bandung sehingga tercipta situasi yang kondusif.

Dalam kesempatan itu, Pelaksana Tugas Harian (Plh) Wali Kota Bandung, Dadang Supriatna menyampaikan, salah satu pertahanan di lingkungan Kota Bandung yaitu hadirnya tiga pilar Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yaitu Pemerintah, kepolisian dan TNI.

Menurut Dadang, unsur tersebut sebagai ujung tombak atau garda terdepan dalam mewujudkan kondisi masyarakat yang aman dan kondusif. "Ini menjadi langkah strategis dalam mengantisipasi munculnya berbagai potensi gangguan keamanan," tegas Dadang.

Ia mengingat, Pilkada Serentak 2018 lalu menjadi contoh bahwa pesta demokrasi di Kota Bandung berjalan lancar dan kondusif. Hal itu juga harus terjadi saat Pemilu 2019 mendatang.

"Kepolisian, TNI, para pimpinan Parpol dan masyarakat untuk terus aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,"katanya.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema menyampaikan, pesta demokrasi yang berlangsung sekitar 23 September tahun depan perlu keamanan yang baik.

Diawali dengan kegiatan kampanye, maka kepolisian, partai politik dan pihak terkait untuk selalu menjaga kondusivitas. "Maka dari itu kita laksanakan deklarasi bersama. Mohon kiranya ini menjadi pedoman bersama," pintanya.

Irman menambahkan, pesta demokrasi yang menjadi agenda nasional itu harus berjalan lancar. "Dengan koordinasi, kita jaga Kota Bandung yang dicinta ini agar berjalan lancar saat pelaksanaan," tegasnya.

Sedangkan Dandim 0618/BS, Arfin Dahlan mengajak seluruh aparat terkait untuk selalu menjaga kondusivitas lingkungan.

Ia pun menyarankan para aparat mengajak juga kepada masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing. "Suasana politik harus tenteram, tidak boleh ada perpecahan," tegasnya.

Ia berpesan, meskipun berbeda golongan, berbeda partai politik, tetapi yang harus dikedepankan itu satu kebersamaan menghadirkan kenyamanan. "Perbedaan boleh saja. Beda pendapat, beda pemilih itu sah-sah saja. Yang terpenting, perhatikan pada aspek pilkada yaitu aman, Kondusif dan sejuk," kata Irfan. ***
Share:

Tidak Boleh Ada Kekosongan Jabatan Walaupun Hanya Sedetik, Dadang Supriatna Resmi Jabat Plh. Wali Kota Bandung


BANDUNG, kimcipedes.com - Tepat lima tahun, masa jabatan Ridwan Kamil dan Oded M. Danial sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung berakhir hari ini, Minggu (16/9/2018). Sedangkan Wali Kota Bandung terpilih baru akan dilantik 20 September mendatang.

Untuk menghindari kekosongan jabatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menunjuk Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dadang Supriatna menjadi Pelaksana Harian (Plh.) Wali Kota Bandung.

Penetapan Dadang sebagai Plh. Wali Kota Bandung ditandai dengan penyerahan Formulir Berita dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mewakili Gubernur Jawa Barat kepada Dadang Supriatna di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Minggu (16/9/2018).

"Hari ini saya ditugaskan menyampaikan formulir berita kepada Pj. Sekda Kota Bandung sebagai Plh. Wali Kota Bandung untuk mengisi kekosongan jabatan di Pemerintah Kota Bandung. Sebab tidak boleh ada kekosongan jabatan walaupun hanya sedetik," ungkap Iwa.

Pada formulir berita bernomor 131/177/Pemkam yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil, tanggal 14 September 2018 menyebutkan, sesuai dengan Pasal 131 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008 tentang Pemilihan, Pengesahan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, dalam hal terjadi kekosongan jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah, Sekretaris Daerah melaksanakan tugas selaku kepala daerah.

Di formulir tersebut tercantum bahwa Plh. Wali Kota Bandung akan menjabat sampai dengan dilantiknya Wali Kota Bandung.

Iwa menegaskan kepada Dadang bahwa ada 3 tugas penting Plh. Wali Kota selama menjabat. Pertama adalah, menjaga agar pelayanan pemerintahan tetap berjalan dengan baik. Kedua, memelihara komunikasi yang baik dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bandung dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Ketiga, memastikan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung terpilih berjalan dengan lancar.

"Saya percaya Pak Dadang mampu mengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya," ucap Iwa.

Sementara itu, Dadang Supriatna menuturkan bahwa kewenangannya sebagai Plh. Wali Kota tidak sama dengan pejabat definitif. Ia tidak boleh mengambil keputusan atau kebijakan yang bersifat strategis.

"Kewenangan Plh. itu tidak sama dengan pejabat definitif. Ada batasan-batasan mengenai kewenangan. Plh itu tidak dapat mengambil keputusan atau kebijakan mengenai perubahan status hukum organisasi, kepegawaian, dan alokasi anggaran," papar Dadang.

Ia mengaku sudah hafal betul tugas-tugas yang harus dilaksanakannya selama empat hari mendatang. Terutama terkait pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung. Pasalnya, Kota Bandung akan menjadi tuan rumah bagi pelantikan enam kepala daerah di Jawa Barat hasil pemilihan pada Pilkada Serentak 2018. "Meskipun kepanitiaannya dari provinsi, tetapi karena tempatnya ada di Kota Bandung, jadi peranan Kota Bandung sangat menentukan kelancaran kegiatan," katanya. ***
Share:

Kota Bandung Raih Penghargaan Kota Terbaik Pariwisata IAA 2018

Oded M Danial
JAKARTA, kimcipedes.com - Kota Bandung menerima penghargaan Indonesia Attractivness Award (IAA) 2018 dari Tempo Media Grup yang bekerja sama dengan Frontier Consulting Grup sebagai pemenang Gold kategori pariwisata.

Pelaksana Tugas Wali Kota Bandung, Oded M Danial menerima penghargaan tersebut yang diserahkan Direktur Tempo Media Group, Gabriel Sugrahetty dan CEO Frontier Consulting Group, Handi Irawan, dan disaksikan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo di Ballroom Dua Mutiara Hotel JW Marriot, Jl. Dr Ide Anak Agung Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Ini merupakan kali kedua Kota Bandung menerima penghargaan yang sama. Sebelumnya pada 2017, Kota Bandung juga meraih penghargaan kota terbaik untuk kategori pariwisata. Penghargaan tersebut melengkapi 348 penghargaan yang telah diraih selama kurun waktu tahun 2013-2018.

Sebelum memberikan penghargaan, penyelenggara meriset dengan melibatkan investor dan publik. Riset tersebut untuk memperoleh data mengenai daya tarik di sektor investasi, infrastruktur, layanan publik, dan pariwisata. Riset ini juga dilakukan kepada 48 nominator tingkat kabupten, kota dan provinsi di seluruh Indonesia.

Terpilihnya Kota Bandung sebagai pemenang menunjukkan adanya potensi besar Kota Bandung untuk menarik minat para investor berbagai industri dan pelaku bisnis.

Usai acara, Plt. Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, penghargaan tersebut menjadi spirit bagi Pemerintah Kota Bandung untuk terus membangun pariwisata. Penghargaan tersebut juga menjadi semangat agar pariwisata Kota Bandung menjadi lebih baik.

Ia mengungkapkan, Kota Bandung memang tidak memeiliki gunung atau lautan. Namun Kota Bandung memiliki infrastruktur yang dapat menunjang pariwisata. Taman-taman, trotoar, dan teras-teras mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Kota Bandung. “Pembangunan infrastruktur juga bagian dari strategi agar wisatawan datang dan betah ke Kota Bandung,” ungkap Oded.

Selain itu, Pemkot Bandung juga mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan sektor-sektor yang berkaitan dengan pariwisata. “Seperti kuliner. Di Kota Bandung hanya ada dua macam kuliner. Enak dan sangat enak,” tutur Oded. @***
Share:

KAPOLRI

iklan banner

KAPOLRES SUMBAWA BARAT

iklan banner

IPTU RITA YULIANA,S.I.K.,M.M

Trending Minggu Ini

BERITA HARI INI

Arsip Blog