Oktober 2018 ~ KIM Cipedes

Agenda Pemerintah Kota Bandung, 31 Oktober 2018

Pukul 07.00 WIB, Wali Kota menerima Kunjungan Kerja (Kunker) DPRD Kota Tasikmalaya, di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum.

Pukul 07.30 WIB, Wakil Wali Kota menerima Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerjasama Internasional LKPP, di Ruang Rapat Kantor Wakil Wali Kota, Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.
Share:

Gober Kota Bandung Agar Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Oded M Danial
KIM Cipedes,Cipedes, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus mendorong kepada para tenaga kerja untuk memiliki jaminan risiko sosial ekonomi. Pasalnya, jaminan ini penting sebagai pegangan bagi para pekerja.
Asisten Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat, Bambang Kenharto, menyampaikan, sebagian besar pekerja atau buruh di Kota Bandung sudah menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Namun pihaknya masih terus berusaha agar seluruh tenaga kerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Termasuk, pasukan kebersihan kewilayahan Gorong - gorong dan Kebersihan (Gober) Kota Bandung untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Upayanya kita lakukan sosialisasi di tingkat kecamatan bagi yang belum mendaftar," ujarnya saat menemui Wali Kota Bandung Oded M. Danial, di Pendopo Kota Bandung, Senin (29/10/2018).

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial berpesan, untuk memberikan edukasi kepada buruh terkait asuransi ketenagakerjaan, maka dibutuhkan pendekatan yang baik.

Menurut Oded terdapat beberapa hal untuk memberikan respon yang baik demi buruh atau pekerja Kota Bandung yang lebih sejahtera. Di antaranya mengubah mindset bahwa memiliki asuransi ketenegakerjaan.

"Untuk hadirkan itu, ya kita lakukan kolaborasi, masyarakat paham maka niat yang kita tuju yakni Bandung yang Unggul, Nyaman, Sejahtera, dan Agamis akan terwujud," tuturnya.
Share:

Kota Bandung Penutup Roadshow KPK

Fajar Kurniawan - Kepala Inspektorat Kota Bandung
KIM Cipedes, Bandung - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kota Bandung sebagai kota terakhir rangkaian roadshow "Kota Antikorupsi" yang digelar pada 30 Oktober mendatang. Demikian disampaikan Kepala Inspektorat Kota Bandung, Fajar Kurniawan pada acara Bandung Menjawab, di Taman Sejarah Wiranatakusumah, Kamis (25/10/2018).

“Kota Bandung terpilih sebagai kota terakhir sekaligus menjadi penutup bagi roadshow yang merupakan bagian dari upaya pemberantasan korupsi melalui kampanye berupa Road Show Bus KPK,” katanya.
Share:

Peringatan Sumpah Pemuda: 100 Persen Energi Pemuda Kota Bandung

KIM Cipedes, Bandung - Kota Bandung akan memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2018 ini penuh energi. Seluruh kegiatan yang bakal digelar merupakan prakarsa para pemuda Kota Bandung.

“100 persen kegiatan atas prakarsa pemuda dan pemudi di Kota Bandung. Saat pelaksanaan nanti semua unsur pemuda dari pelajar, mahasiswa, ASN (Aparatur Sipil Negara) dan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) serta Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) Kota Bandung terlibat di acara peringatan Sumpah Pemuda," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Dodi Ridwansyah pada kegiatan Bandung Menjawab di Taman Sejarah Wiranatakusumah, Kamis (25/10/3018).

Dodi mengungkapkan, tema peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini yaitu “Bangun Pemuda Satukan Indonesia”. Artinya peran pemuda di era modern saat ini merupakan faktor utama pemersatu Indonesia.

Ia meyakini, sebagai tulang punggung kreativitas, pemuda Kota Bandung terus berkreasi untuk kemajuan Kota Bandung. "Tugas Dispora adalah menjaga dan memotivasi para pemuda agar energi kepemudaan di Kota Bandung tetap pada jalurnya. Salah satunya dengan peringatan Sumpah Pemuda ini," ungkap Dodi.

Dodi juga berharap dalam peringatan ini rasa kebangsaan pemuda pemudi Kota Bandung dapat bangkit dan semakin termotivasi untuk mengisi kemerdekan. "Bandung dikenal sebagai kota kreatif dan inspiratif sehingga setiap tahun ada pemilihan pemuda pelopor. Harapannya ada inspirator dari tiap kecamatan pada bidang yang ditekuni dan menjadi teladan di wilayahnya," katanya.

Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, Kota Bandung bakal menggelar sejumlah acara. Di antaranya, Forum Diskusi Pemuda oleh Bandung Youth Forum dengan tema "Indeks Pembangunan Pemuda” (Upaya Kota Bandung dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Pemuda Jawa Barat yang menempati peringkat ke 31 dari 34 Provinsi di Indonesia).

Kegiatan tersebut dilaksanaan Dispora Kota Bandung bersama Kemenpora RI di Taman Wisata Rukun Kop, 27 Oktober mendatang.

Sejumlah kegiatan lain yaitu:
1. Lomba Kader Kesehatan, kegiatan ini digelar Dinas Kesehatan Kota Bandung dan UKS pada 27 Oktober 2018 di Balai Kota Bandung.
2. Pemilihan Pemuda Inspiratif Kota Bandung, Lapangan Gasmin Antapani, 3-4 November 2018.
3. Sepeda Nusantara Bersama Kemenpora dan Dispora Kota Bandung di Balai Kota Bandung, 28 Oktober 2018.
4. Screening film science “Film Festival Bersama Bandung Sister Cities Youth Forum", Deutschclub Bandung dan Goethe Institut di Bandung Creative Hub, 28 Oktober 2018.
5.Seminar kepemudaan dengan tema "Eksistensi pemuda dalam membangun generasi anti hoaks oleh KNPI Kom Bandung, 27 oktober 2018.
6. Pagelaran seni budaya pemuda di Pendopo Kecamatan Ujungberung dan Alun-alun Ujungberung oleh KNPI, 27-28 oktober 2018.
Share:

Dinkes Pakalpinang Belajar ke Dinkes Kota Bandung

KIM Cipedes, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang melakukan kunjungan kerja ke Dinkes Kota Bandung, Rabu (24/10/2018). Rombongan Dinkes Pangkalpinang yang dipimpin Sekretaris Dinkes, Suroyanto diterima oleh Sekretaris Dinkes Kota Bandung, Nina Manarosana.
Suriyatno mengatakan, kunjungannya ke Kota Bandung dalam upaya meningkatkan pelayanan di semua aspek. "Kunjungan kami untuk mempelajari bagaimana pengelolaan dan pelaksanaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kami ingin mengetahui apa yang menjadi kendala dan apa saja aturan yang harus dipenuhi," katanya.
BLUD adalah sistem yang diterapkan oleh unit pelaksana teknis dinas/badan daerah dalam memberikan pelayan kepada masyarakat yang mempunyai fleksibilitas dalam pola pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan daerah pada umumnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Kota Bandung, Nina Manarosana dalam keterangannya menuturkan, BLUD dipilih karena pertimbangan kondisi kerja pegawai daerah yang disiplin kerjanya rendah, SDM kurang memadai, sumber pendanaan terbatas, tata kelola yang kurang baik, kurang mampu bersaing, serta pengelolaan keuangan sangat rigid dan kurang transparan.

Tujuannya dibentuknya BLUD adalah, untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat tanpa mencari keuntungan dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Sedangkan fleksibilitas dalam BLUD berupa keleluasaan dalam pola pengelolaan keuangan dengan menerapkan praktik bisnis yang sehat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Nina juga menyampaikan upaya Dinkes Kota Bandung dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. Melalui puskesmas juara dan pelayanan juara, Dinkes Kota Bandung terus berusaha meningkatkan pelayanan.***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Kamis, 25 Oktober 2018

Pukul 08.00 WIB, Wali Kota menerima Tim Recheking Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Aula Kelurahan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul.

Pukul 09.00 WIB, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) menerima pengurus Koperasi Simpan Pinjam Ikatan Kerukunan Pensiunan Kota Bandung (KSP IKPKB), di Ruang Tata Praja, Balai Kota Bandung.

Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Rabu, 24 Oktober 2018



Pukul 09.00 WIB, Wali Kota menghadiri silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) bersama Ormas Islam dalam rangka menciptakan Bandung yang aman dan kondusif. Tempat di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum.

Pukul 13.00 WIB, Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah (Sekda) menjadi narasumber dalam kegiatan Perumusan dan Penyusunan Program Kerja Pokja Integritas Dinas Pendidikan Kota Bandung, di Hotel El Cavana, Jln. Pasirkaliki.

Share:

Wakil Wali Kota Palopo Boyong Camat dan Lurah Belajar ke Pemkot Bandung

KIM Cipedes, Bandung - Kota Bandung kembali menjadi benchmark bagi daerah lain untuk mengelola kota. Kali ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo berkunjung ke Kota Bandung untuk mempelajari sejumlah hal, salah satunya penataan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Wakil Wali Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso memimpin langsung kunjungan ke Balai Kota Bandung, Selasa (23/10/2018). Tak tanggung-tanggung, ia menyertakan semua camat secara yang berjumlah 9 orang. Tak hanya itu, ada juga perwakilan lurah dari tiap-tiap kecamatan, beserta beberapa kepala perangkat daerah. "Kami serius ingin belajar ke Kota Bandung tentang penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL). Makanya kami bawa langsung semua camat dan ada lurah juga beberapa," ujar Rahmat.

Ia menjelaskan, Palopo merupakan kota administratif di Sulawesi Selatan yang berpenduduk 200.000 jiwa dengan luas wilayah 250 km². Wilayah pantai yang didominasi oleh hutan dan pegunungan itu juga memiliki banyak tujuan wisata yang sering dimanfaatkan oleh PKL untuk berdagang.

Hanya saja, Rahmat merasa, penataan PKL belum optimal. Wakil Wali Kota yang baru dilantik 26 September 2018 itu ingin belajar tentang penataan PKL ke Kota Bandung.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengaku terharu sekaligus gembira menerima kunjungan ini.

Sebagai sesama pimpinan daerah yang terpilih melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018, Yana Mulyana memahami, pada awal-awal masa jabatan membutuhkan pembelajaran yang cepat untuk menghadapi persoalan di daerah.

"Hari ini bukan bapak-bapak yang belajar ke Kota Bandung, tapi kita saling sharing (berbagi) dan diskusi saja," ujarnya.

Ia pun menjelaskan untuk penataan PKL, Kota Bandung memiliki Satuan Tugas Khusus (Satgassus) PKL. Wakil Wali Kota secara ex-officio memimpin Satgassus.

"Kita melibatkan seluruh perangkat daerah karena penataan PKL ini lintas sektor. Apalagi di Kota Bandung jumlahnya sangat banyak, ada 22.000," tuturnya.

Penanganan PKL di Kota Bandung melalui perencanaan, penataan, pembinaan, serta pengendalian dan penertiban. Perencanaan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang), sedangkan penataan oleh Dinas Penataan Ruang (Distaru). Untuk pembinaan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah dan pengendalian menjadi tanggung jawab Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Jadi pengendalian itu belakangan. Sebelum ada penertiban, kita lakukan perencanaan, pembinaan, dan lain-lain," jelasnya.

Namun terpenting, lanjut Yana Mulyana, adalah komunikasi yang intensif dengan para PKL. Komunikasi dan pendekatan itu menjadi tugas para camat dan lurah di kewilayahan.

"Kita beri pengertian bahwa para PKL itu salah karena melanggar hak para pejalan kaki, mengganggu para pemilik toko yang secara legal berusaha dan sudah membayar pajak. Selain itu juga kurang elok dari sisi keindahan. Tapi kita juga mengajak agar mencari solusi bersama," kata mantan pengusaha real estate itu.***
Share:

Wayang Terbukti Mampu Menjadi Media Belajar

KIM Cipede, Bandung - Proses belajar bisa dilakukan melalui beragam media. Salah satunya melalui kesenian.Sebagai salah satu bentuk kesenian, wayang telah terbukti mampu menjadi media belajar. Karena itu juga, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial sangat mendukung program “Wayang for Student” yang digagas oleh Bank Central Asia (BCA).
"Selain dapat memupuk rasa cinta dan bangga terhadap seni budaya daerah, wayang juga menumbuhkan kemauan untuk belajar," ujar Oded M. Danial saat membuka acara Program Budaya BCA "Wayang for Student 2018" Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran Jalan Dipatiukur, Selasa (23/10/18).

Pada pembukaan ini, hadir pula Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, YP Heri Susanto dan Kepala Kanwil I BCA Kota Bandung, Lani Budiyati.

Wali Kota Bandung yang akrab disapa Mang Oded ini, mengatakan, dalam wayang terdapat beragam tokoh dan karakter. Setiap tokoh dapat menggambarkan kehidupan manusia. Melalui wayang, para siswa bisa memperoleh pengetahuan tentang etika dan moral. "Wayang diperkenalkan kepada para pelajar karena ceritanya. Banyak mengandung pesan dan tawarkan jalan hidup benar. Konteksnya membantu orang tua dan mengajarkan budi pekerti pemahaman agama," tutur Mang Oded.

“Dengan demikian wayang itu memberikan edukasi baik ilmu pengetahuan, sejarah, dan ajakan yang bermanfaat,” lanjutnya.

Oleh karenanya, Mang Oded berencana menghadirkan wayang di Pendopo. "Insya Allah Mang Oded akan memberikan edukasi melalui kesenian wayang, tempatnya di Pendopo. Ini sebagai bukti bahwa budaya dan pendidikan harus berkesinambungan untuk membangun bangsa," katanya.

Sementara itu, Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, YP Heri Susanto juga mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh BCA. Menurutnya, di zaman modern yang penuh dengan kecanggihan, unsur kesenian perlu dimasukkan. "Ini pas. Modernisasi dengan memberikan unsur kesenian untuk melestarikan budaya. Jadi pelajar pun paham dengan budaya yang kita miliki," katanya.

"Wayang for Student 2018" diantaranya menyuguhkan pagelaran fragmen yang dimainkan oleh para siswa SMAN 1 Bandung dan SMPN 25 Kota Bandung.***
Share:

Peringati HSN, ASN Pemkot Bandung Berpeci dan Berkoko

KIM Cipedes, Bandung - Ada suasana yang berbeda ketika apel pagi mengawali aktivitas di Balai Kota Bandung, Senin (22/10/2018) ini. Para pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dari mulai kepala perangkat hingga staff ramai-ramai berpeci dan berkoko.

Para pegawai mengenakan peci dan koko ternyata dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh tepat pada hari ini.

"Sesuai arahan Pak Wali Kota, kita mengenakan pakaian yang berbeda dari biasanya," ungkap Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Elly Wasliah yang menjadi pembina apel di Plaza Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana.

Arahan yang beredar melalui grup-grup internal pegawai Pemkot Bandung, seluruh kepala perangkat daerah dan seluruh Aparatur Sipil Negeri (ASN) Pemkot Bandung diwajibkan mengenakan pakaian yang menunjukkan ciri khas santri. Pakaian dimaksud adalah, laki-laki mengenakan atasan koko berwarna putih, bawahan celana gelap dan peci nasional. Sedangkan perempuan mengenakan pakaian muslim berwarna putih. "Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional," ujar Elly yang mengenakan baju dan kerudung putih.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Bina Sosial Keagamaan Bagian Keagamaan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Latief mengemukakan, Pemkot Bandung bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama kota Bandung mendukung Hari Santri nasional. Salah satunya dengan mengadakan halakah para alim ulama dan santri. Selain itu juga memberikan dukungan untuk perkemahan pramuka santri dengan mengirimkan santri ke Jambi. "Kami pun memberikan bantuan bagi guru tahfiz di ponpes, mengerahkan massa dari kalangan santriawan, santriawati dan majelis taklim untuk memeriahkan Hari Santri Nasional," sebutnya.

Menurutnya, semangat yang bisa ditularkan bahwa hari santri bukan hanya milik pesantren saja tapi milik bangsa Indonesia. Santri punya peran dan tanggung jawab strategis untuk melakukan perjuangan perdamaian. "Santri pun punya peran membuat rukun, bersatu, dan menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin," imbuhnya. ***
Share:

Mang Oded Rencanakan Edukasi Bahaya Narkoba ke Tingkat RW


KIM Cipedes, Bandung - Narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) telah menjadi salah satu yang bisa menyebabkan hancurnya generasi muda. Penyalahgunaan narkoba merupakan musuh bersama yang harus diperangi.

Untuk memeranginya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Badan Narkotika Nasional (BNN) akan melakukan sosalisasi dan penyuluhan tentang bahaya narkoba. Rencana tersebut menjadi pokok bahasan antara Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat, Sufyan Syarif dan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (22/10/2018)

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menyambut baik rencana kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan penyuluhan menjadi penting untuk memberikan ilmu kepada masyarakat bahwa narkoba sangat berbahaya.

Ia pun akan mengkoordinasikan bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung untuk menyusun beberapa rencana agar penyuluhan berjalan lancar. "Kita akan lakukan nanti di kewilayahan, dari Puskesmas, RW sampai tingkat kecamatan dan kelurahan. Ini penting untuk mengedukasi masyarakat," tegasnya.

Mengingat waktu masih dalam perencanaan, Oded M. Danial menugaskan agar setiap kegiatan di lingkungan pemerintahan menyelipkan sosialisasi bahaya narkoba.

Sementara itu, Ketua BNN Provinsi Jawa Barat, Sufyan Syarif mengatakan, Babinsa dan Babinkantibmas serta RW menjadi garda terdepan sebagai benteng untuk menjaga lingkungan.

Sufyan mengajak kepada Pemkot Bandung untuk bersama-sama memberantas narkoba di Kota Bandung. Hal tersebut sangat penting mengingat generasi penerus bangsa harus mempunyai etika dan pola pikir yang cerdas.

Ia menyarankan agar terciptanya kondisi yang nyaman, maka sosialisasi atau penyuluhan pun dilakukan di setiap kewilayahan. Kewilayahan merupakan lingkungan yang kecil untuk mengetahui peredaran barang haram tersebut.

Selain unsur tersebut, katanya, peran Puskesmas juga penting untuk melakukan sosialisasi melalui kesehatan kepada masyarakat. "Ini juga penting, karena Puskesmas berperan sebagai pemeriksa kesehatan sampai tahap kesembuhan," katanya.

Sebelumnya, BNN Jabar juga telah menggelar sosialisasi dan penyuluhan di beberapa wilayah seperti, Kawarang, Sukabumi, Cimahi, Bandung Barat, Kuningan, Ciamis, dan Bogor. "Kota Bandung salah satu kota metropolitan, maka kegiatan ini penting untuk menjaga masyarakat dari perbuatan negatif," tutur Sufyan.*
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Selasa, 23 Oktober 2018

Pukul 09.00 WIB, Wali Kota menghadiri Program Budaya BCA "Wayang Student", di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran (Unpad), Jln. Dipatiukur.

Pukul 09.00 WIB, Wakil Wali Kota menerima kunjungan Wakil Wali Kota Palopo terkait penataan PKL. Pertemuan berlangsung d Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 10.00 WIB, Wakil Wali Kota menerima laporan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), di Ruang Rapat Kantor Wakil Wali Kota, Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 10.00 WIB, Bandung Mnejawab di Media Lounge Balai Kota, dengan narasumber dari Bagian TU Setda Kota Bandung dan Pemerintah Kecamatan Rancasari.
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Senin, 22 Oktober 2018

Pukul 07.30 WIB, Upacara Pengibaran Bendera di Plaza Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 09.00 WIB, Wali Kota menerima audiensi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung, di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 09.00 WIB, Wakil Wali Kota menerima Bagian Pengadaan yang akan menyampaikan ekpose acara The World Bank, di Ruang Rapat Kantor Wakil Wali Kota, Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 10.30 WIB, Wali Kota menerima audiensi PT PLN Area Bandung, di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.
Share:

Tokoh Legenda 1001 Malam Tampil di Bandung Light Festival 2018

KIM Cipedes, Bandung - Ribuan pengunjung tumpah ruah di sepanjang Jalan Asia-Afrika menyaksikan rangkaian Bandung Light Festival (BLF) 2018, Minggu, 21/10/2018. 
Tokoh-Tokoh dari legenda 1001 Malam hadir di Kota Bandung yang bermandikan cahaya. Aladdin, Jasmine, Abu Nawas, Sindbad, hingga Cleopatra datang memeriahkan rangkaian Bandung Light Festival (BLF) 2018.

Legenda 1001 Malam memang menjadi tema Bandung Light Festival tahun ini. Suasana khas Timur Tengah, mulai dari musik hingga dekorasi, menyemarakkan kegiatan tahunan dalam rangka Hari Jadi ke-208 Kota Bandung ini.

Sebanyak 80 peserta yang berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi kewilayahan memeriahkan BLF. Festival semakin meriah dengan kehadiran berbagai komunitas yang turut berpartisipasi.

Para peserta menghias kendaraannya sesuai tema 1001 Malam. Dinas Perhubungan, misalnya, mengangkat tema bangunan masjid Timur Tengah dengan kubah-kubah bernuansa putih. Lain halnya dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung yang mengangkat cerita Aladdin dan Jasmine.


Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini para kepala OPD turun langsung menjadi peserta dengan menggunakan kostum-kostum tokoh 1001 malam. Salah satu contohnya adalah Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Eddy Marwoto yang hadir berkostum Sindbad.

Sejumlah warga mengaku puas dengan kemeriahan festival ini. Seperti yang diutarakan Ati (50) warga Kelurahan Cipedes yang datang berkunjung bersama dengan kader PKK Kelurahan Cipedes.

"Alhamdulillah setiap tahun selalu meriah. Kami bahagia dan senang karena nggak semua orang bisa berkesempatan nonton ini," ujarnya.

Senada dengan Aty, Suryani (30) juga mengapresiasi acara ini, dia datang bersama keluarganya. Menurutnya, BLF bisa menghibur seluruh lapisan masyarakat sehingga pengunjung sangat antusias menikmati suasana BLF, " ujar Aty.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial juga hadir menyaksikan bersama dengan warga. Sebelum hadir di festival ini, Ia menghadiri acara Malam Puncak Hari Santri 2018, Santriversary bersama Presiden RI, Joko Widodo di Lapangan Gasibu, Jln. Diponegoro.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana juga mengapresiasi gemerlap BLF. Hal itu membuatnya semakin optimis sektor pariwisata di Kota Bandung dapat semakin maju.


"Melihat keunikan dan kreativitas masyarakat, menjadi energi baru bagi dunia pariwisata Kota Bandung. Pariwisata akan semakin tumbuh ke depan dengan berbagai suguhan destinasi yang tambah menarik," tuturnya.

Pawai BLF 2018 ini melalui rute yang lebih pendek dari tahun lalu. Biasanya, arak-arakan dimulai dari halaman Gedung Sate. Tahun ini, karena bertepatan dengan perayaan Hari Santri Nasional di Lapangan Gasibu, rute Bandung Light Festival dimulai dari Taman Vanda, langsung menuju Jalan Lembong dan Jalan Asia Afrika

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbug) Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengungkapkan, BLF merupakan penutup rangkaian peringatan HUT ke-208 Kota Bandung. Acara ini selalu dinanti oleh warga Bandung maupun wisatawan.

"Kegiatan ini adalah puncak kemeriahan HUT Kota Bandung. Agenda ini bagian dari cara untuk menarik wisatawan untuk datang ke Kota Bandung," tutur Dewi.***
Share:

Mang Oded : 1000 Hafiz dan Hafizah di Setiap Kelurahan


KIM Cipedes, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mendorong setiap kelurahan melahirkan penghafal Alquran atau hafiz dan hafizah. Mulai dari kategori 1 juz hingga 30 juz.

“Targetnya 5 tahun ke depan, ada 1000 Hafiz dan Hafizah di setiap kelurahan. Kenapa ini dilakukan? Saya punya keyakinan, jika Kota Bandung dihuni oleh manusia yang mencintai Alquran, Insya Allah Rahmat Allah akan selalu turun di Kota Bandung,” kata Wai Kota Bandung, Oded M Danial pada acara silaturahmi di Masjid Al-Jabbar Komplek Rusunawa, Kota Bandung, Sabtu (20/10/2018).
Untuk menyukseskan program tersebut, Pemkot Bandung telah mengadakan pelatihan bagi masyarakat Kota Bandung yang ingin menjadi Hafiz dan Hafizah.

“Sekarang kita sudah menyeleksi, ada 300 pelatih untuk disebar ke Kewilayahan. Mereka nantinya akan memberikan pelatihan bagi masyarakat. Insya Allah ke depannya akan ada kebijakan sebagai penguat,” imbuhnya.

Menurut Oded, program tersebut masih seiring dengan visinya mewujudkan Kota Bandung yang agamis.

“Mang Oded bersama kang Yana memiliki visi dan misi salah satunya menjadikan masyarakat Kota Bandung yang agamis. Dengan beberapa program Pemkot Bandung, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghadiri majelis untuk menambah ilmu dan aktif di program Bersatu (Berjamaah Shalat Tepat Waktu),” ujar Oded.

Oded menjelaskan, Islam mengajarkan umatnya untuk selalu produktif dan berbuat baik. Di samping beriman dan beribadah kepada Allah SWT, umat Islam wajib membangun prestasi-prestasi kebaikan.

“Sudah jelas, konsep Islam itu, mengajarkan kita untuk selalu produktif. Bahkan dalam surat Al-Hajj dijelaskan selain beriman kepada Allah, juga ada aspek prestasi dalam berbuat kebaikan dan kegiatan positif. Baru setelah itu mendapatkan kemenangan dan sukses,” jelasnya.

Mm”Saya akan terus mendorong semua lapisan masyarakat agar produktif. Seperti contoh dalam mengelola sampah. Mengelola sampah bukan hanya tugas Pemerintah. Kita sebagai yang memproduksi sampah, harus ada tanggung jawab moral,” tutur Oded.**
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Sabtu, 20 Oktober 2018

Pukul 07.00 WIB, Wali Kota menghadiri silaturahmi Gema Keadilan di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum.

Pukul 08.00 WIB, Wali Kota menerima audiensi Vespa Club Bandung, di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum.

Pukul 15.00 WIB, Wali Kota menghadiri silaturahmi dan doa bersama untuk korban gempa dan tsunami Palu, Sigi, dan Donggala. Tempat di Masjid Al Jabbar Komplek Rusunawa, Jln. Cingised, Arcamanik.

Pukul 18.30 WIB, Wakil Wali Kota nonton bareng laga Persib di Kantor PSSI, Jln. Lodaya.
Share:

Tiga Hari Lagi ASN Guru Ikuti "Si Kasep"

 Elih Sudiapermana Kadisdik Kota Bandung

KIM Cipedes, Bandung - Tiga Hari Lagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Guru Kota Bandung dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi “Si Kasep” (Sistem Seleksi Kepala Sekolah Profesional). Pendaftaran berlangsung pada 22 Oktober hingga 2 November 2018.

Informasi yang disampaikan Humas Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, pendaftaran dilakukan secara online melalui alamat website www.disdik.bandung.go.id/sikasep. Persyaratan dan tahapan seleksi dapat diunduh di website.
Pendaftar hanya tinggal memasukan identitas single sign on (SSO) yang sudah dibagikan melalui operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di sekolah. “Pendafatrannya mudah, guru hanya tinggal login ke website Si Kasep, kemudian mengisi data dan mengupload file-file persyaratan yang dibutuhkan” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdik Kota Bandung, Cucu Saputra, Jumat (19/10/2018).

Menurut Cucu, sistem daring seleksi calon kepala sekolah ini merupakan inovasi Disdik Kota Bandung. Tujuannya untuk menyelenggarakan seleksi yang transparan dan akuntabel dalam upaya memperoleh kepala sekolah yang profesional.

“Aplikasi ini sangat mudah digunakan, jadi kami membuka peluang seluas-luasnya bagi ASN Guru untuk mendaftar,” kata Cucu.

Aplikasi Si Kasep diharapkan dapat menyeleksi calon kepala sekolah yang nantinya menghasilkan kepala kekolah profesional yang mau mengabdikan diri untuk membangun pendidikan Kota Bandung.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bandung, Elih Sudiapermana mengatakan, guru ASN yang memenuhi persyaratan dapat mendaftarkan diri maupun didaftrakan oleh rekan sejawat.

Bagi guru yang mengusulkan diri sendiri atau diusulkan sejawat dan belum direkomendasi kepala sekolah, maka calon peserta akan dibahas bersama tim seleksi dan kepala sekolah terkait, sehingga akhirnya memenuhi syarat mendapat rekomendasi. “Ini dilakukan agar tidak hilang kesempatan karena ada 'bottleneck' di sekolah,” tambah Elih.

Elih berharap, para kepala sekolah dan pengawas ikut memberi motivasi dan membantu Disdik menemukan mutiara-mutiara yang masih terpendam. “Kami yakin, guru-guru di Kota Bandung banyak yang akan berpartisipasi untuk meningkatkan pendidikan yang bermutu, berkeadilan, dan berwawasan lingkungan di Kota Bandung. ***
Share:

Pemkot Bandung Tambah 6 ATM Beras Pada Bulan November

KIM Cipedes, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menambah Anjungan Terima Mandiri (ATM) Beras. Rencananya pada bulan November mendatang, akan ditambah enam unit lagi.

“Jadi akan ada 12 ATM Beras pada November mendatang, yang bisa memfasilitasi 900 KK,” tutur Kepala Dispangtan Kota Bandung, Elly Wasliah saat menjadi narasumber pada acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Kamis (18/10/2018).

Saat ini enam unit ATM Beras di rumah-rumah ibadah di enam kecamatan se-Kota Bandung. Di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Kecamatan Gedebage, Masjid An-Nur Kecamatan Antapani, Masjid Atlas Kecamatan Kiaracondong, Masjid Al-Ikhlas Kecamatan Cicendo, Masjid Al-Ftroh Kecamatan Bandung Kulon, dan Gereja Tabernakel Kecamatan Cibeunying Kaler.

Elly menuturkan, program ATM Beras mendapat respon positif dari warga dan telah mampu mengguggah kepekaan sosial warga untuk berdonasi. Selain dapat membantu masyarakat miskin, ATM Beras juga menggugah kepekaan sosial warga mampu untuk berdonasi," katanya.

Dicontohkan yang terjadi di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Gedebage. Baru satu bulan ATM Beras dioperasikan, sudah ada donatur yang akan menyumbangkan beras untuk warga miskin yang disalurkan melalui fasilitas ATM Beras.

"Di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Kecamatan Gedebage, sudah ada warga yang mau menjadi donatur dengan menyumbangkan beras yang bisa meng-cover sampai 220 KK (Kepala Keluarga) setiap bulan. Kalau donasi tersebut kalau diuangkan, senilai Rp24 juta,” ujar Elly.

Pemkot Bandung, lanjut Elly, bersyukur karena mulai ada partisipasi dari masyarakat untuk mendukung program pengentasan kemiskinan di Kota Bandung. Ia pun mengajak warga Bandung lainnya yang mampu untuk berdonasi di ATM Beras yang sengaja ditempatkan di rumah-rumah ibadah.

“Pemkot Bandung ini hanya trigger (pemicu) untuk menarik partisipasi masyarakat. Kami bekerja sama dengan pengurus masjid dan gereja agar mereka mencari donatur yang bisa melanjutkan program ini. Kalau sekarang dari Pemkot dulu selama satu tahun, nanti diharapkan DKM atau pengurus gereja bisa mencari donatur sendiri,” ujarnya.

Di setiap ATM Beras, Pemkot Bandung setiap bulannya mengalokasikan beras untuk disalurkan kepada 75 KK di setiap ATM Beras. Satu KK mendapatkan jatah sebanyak 10 kg beras premium seharga Rp12.000/kg.

Program ATM Beras merupakan salah satu cara Pemkot Bandung untuk mengentaskan kemiskinan. Pemkot Bandung mencatat ada 63.000 KK yang termasuk kelompok warga miskin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52.000 KK sudah mendapatkan bantuan melalui program Bantuan Pangan Non-Tunai dari pemerintah pusat. “Artinya masih ada sekitar 12 ribu KK yang belum mendapat bantuan. Dengan program ini, setidaknya sudah 1100 KK bisa ter-cover, alhamdulillah,” katanya. ***
Share:

Mang Oded : Perangkat Daerah Harus Lebih Hati-Hati Menjalankan Program Pembangunan

Oded M Danial - Wali Kota Bandung
KIM Cipedes, Bandung - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta seluruh perangkat daerah hingga tingkat kewilayahan lebih hati-hati dalam menjalankan program pembangunan. Hal ini menyusul kasus dugaan korupsi yang menimpa Lurah Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Dayat Hidayat.

Pada beberapa kesempatan, pria yang akrab disapa Mang Oded telah menyampaikan, dalam bekerja itu tidak hanya sekadar boleh atau tidak boleh. Bekerja juga harus dibarengi dengan dimensi patut dan tidak patut. “Kalau kita bisa sampai patut atau tidak patut, harapannya akan lebih hati-hati. Kalau ada kasus seperti ini saya berharap semua perangkat daerah dalam bekerja menjalankan program pembangunan ini harus lebih hati-hati,” ungkapnya di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kamis (18/10/2018).

Jauh sebelum penahanan terhadap Lurang Warung Muncang, pada Rabu (17/10/2018) kemarin, Mang Oded sebenarnya sudah sempat memanggil yang bersangkutan beserta camat setempat. Ia telah meminta keduanya untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Langkah itu diambil setelah ada sejumlah RW di Warung Muncang memberikan informasi adanya masalah penggunaan dana Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK)

“Saya dapat keterangan dari lurah dan camat waktu itu, pekerjaan PIPPK dikerjasamakan kepada pengusaha. Menjadi masalah, saat pengusaha itu kabur. Saya sudah minta lurah dan camat untuk menyelesaikan masalah itu dengan baik. Tiba-tiba sekarang muncul penahanan, itu artinya prosesnya berjalan. Itu artinya arahan saya tidak dilaksanakan,” tuturnya.

Mang Oded menambahkan, Pemkot Bandung pun dengan tangan terbuka akan menerima laporan serupa untuk kemudian ditindaklanjuti. Ia menyadari sebagai pemerintah memiliki keterbatasan dalam hal pengawasan dan tidak boleh anti terhadap sikap kritis publik. “Justru kita harus bersyukur. Inspektorat kita kan terbatas. Ketika ada publik melakukan kolaborasi dalam pengawasan, kita harus bersyukur,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Umum (Pemum) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bandung, Asep S. Gufron mengaku masih berkoordinasi dengan Bagian Hukum Kota Bandung untuk kemungkinan pemberian pendampingan terhadap yang bersangkutan. “Saya masih mempelajari substansi kasusnya,” ujar dia.

Menurut pria yang belum genap dua pekan menjadi Kabag Pemum itu, PIPPK bisa saja disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Oleh karenanya, aparat kewilayah harus berhati-hati. Untuk itu, pihaknya akan terus membina kewilayahan. “Saya sudah rapat dengan para camat bahwa pertama mereka harus hati-hati, dalam arti sejauh mana mengelola keuangan. Apakah sudah sesuai dengan prosedur yang ada di Pemkot Bandung atau tidak. Hindari hal-hal yang dapat berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan,” bebernya.

Kepada para lurah pun, lanjutnya, tidak usah khawatir selama sesuai aturan dan mengikuti pedoman. Saat dana PIPPK itu bergulir, penggunaannya harus terencana, terpetakan, dan terpola. “PIPPK sangat membantu untuk pembangunan di wilayah masing-masing kecamatan maupun kelurahan. Apalagi menumbuhkan rasa kebersamaan warga Kota Bandung. Itu yang ingin kita munculkan,” terang Asep.

Untuk meningkatkan kompetensi para aparat kewilayahan, Bagian Penum akan menyelenggarakan bimbingan teknis. Hal itu untuk mempertebal pemahaman tentang pelaksanaan PIPPK. “Akan ada pertemuan khusus kecamatan yang di dalamnya ada narsum khusus yang akan memberikan penguatan terhadap pola pikir manajemen yang ada di masing-masing kewilayahan,” imbuhnya. ***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Jumat, 19 Oktober 2018

Pukul 08.00 WIB, Wali Kota membuka Forum Konsultasi Publik Rencana Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018-2023, di Hotel Papandayan, Jln. Gatot Subroto.

Pukul 08:00 WIB, Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah (Sekda) menghadiri Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Pengendalian Inflasi (Rakorpusda TPID) Tahun 2018, di Hotel Ambhara Jakarta, Jl. Iskandarsyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pukul 08.00 WIB, rapat lanjutan peresmian Pedagang Kaki Lima (PKL) Malabar, di Kantor Kecamatan Lengkong.
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Kamis, 18 Oktober 2018

Pukul 08.30 WIB, Wali Kota menerima kunjungan Dewan Direktur Asian Development Bank, di Ruang Rapat Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum.

Pukul 08.30 WIB, Wakil Wali Kota menerima audiensi Kelompok Penyanyi Jalanan, di Ruang Rapat Kantor Wakil Wali Kota, Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.
Pukul 09.00 WIB, menerima audiensi Paguyuban Kawanua Kota Bandung, di Ruang Rapat Kantor Wakil Wali Kota, Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 09.00 WIB, Wali Kota menerima kunjungan Konselor Bidang Politik Kedutaan Besar Amerika, di Ruang Rapat Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum.

Share:

Kecamatan Sukajadi Mendapat Apresiasi Pembentukan Bank Sampah

KIM Cipedes, Bandung – Kecamatan Sukajadi salahsatu wilayah dalam pengolahan sampah berbasis Kang PisMan (Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan) disalurkan dan dikelola melalui Bank Sampah.

Seperti halnya di Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi sudah membentuk unit-unit Bank Sampah di setiap RW sejak 6 bulan yang lalu, tepatnya, 27 April 2018, bertempat di Aula Kelurahan Cipedes. Pembentukan Unit-Unit Bank Sampah tersebut ditandai dengan lounching Ayo Menabung Sampah.

Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH mengatakan sampah merupakan salahsatu masalah lingkungan yang utama di Indonesia. Persoalan sampah saat ini sudah menjadi problem di masing-masing wilayah Rukun Warga, meskipun demikian, jika pengelolaan sampah dilakukan dengan cara yang benar, menjadi berkah bagi warga masyarakat," ungkap Dedi.
Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan  menimbang sampah di halaman Kantor Kec. Sukajadi, Selasa,16/10/2018
Atas dasar hal tersebut kata Dedi, maka setiap wilayah RW perlu segera melakukan penanganan sampah dengan efektif dan berwawasan lingkungan dengan membentuk unit-unit Bank Sampah di RT/RW. Bank sampah merupakan suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah diantaranya sampah plastik, kardus, koran, dan keresek akan menjadi barrokah amal sholeh kita, .....yuuk kita jadi pendonor bank sampah Kelurahan Cipedes feat bank sampah Karimbi Abra di dukung oleh Bank Sampah Hijau Lestari Kota Bandung,” ajak Dedi.

Sehingga, pada pencanangan Gerakan PisMan oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial, Kecamatan Sukajadi mendapat apresiasi salahsatu Kecamatan yang membentuk Bank Sampah ala Kang PisMan dalam rangka mewujudkan dan mensukseskan Kota Bandung bebas dari sampah.

Pencanangan Gerakan PisMan oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial bertempat di Cikapundung River Spot Jalan Soekarno Bandung, Rabu, 17/10/2018. 

Lounching Ayo Menabung Sampah di Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi
Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Sukajadi yang telah mendukung terbentuknya Bank Sampah ala Kang Pisman di wilayah Sukajadi, sehingga Kecamatan Sukajadi mendapat apresiasi dari Wali Kota Bandung, Oded M Danial atas terbentuknya Bank Sampah ala Kang PisMan," ucap Yudi. 

Menurut Yudi, Kantor Kecamatan Sukajadi yang terletak dijalan Sukamulya No. 4 Bandung menerima sedekah sampah dan tabungan sampah, termasuk di 5 (lima) Kelurahan, Cipedes, Sukabungah, Sukagalih, Pasteur dan Sukawarna. Dan untuk Pelayanan Bank Sampah dibagi 2 kategori yaitu Sedekah Sampah  dan Tabung Sampah.  Untuk pelayanan sedekah sampah kita buka tiap hari. Sedangkan untuk pelayanan Tabung Sampah 2 (dua) minggu sekali, setiap hari Selasa," ujar Yudi.

Sedangkan untuk Pelayanan Bank Sampah di Kelurahan, kata Yudi sudah ada jadwal masing-masing tiap kelurahan dan bahkan seluruh ASN dan aparat kewilayahan dilingkungan Kecamatan Sukajadi  sudah menjadi nasabah Bank Sampah," pungkas Yudi ketika ditemui KIM Cipedes dilokasi Pencanangan Gerakan PisMan.


Wali Kota Bandung, Oded M. Danial hadir didampingi Plh. Sekretaris Daerah Kota Bandung, Evi S. Shaleha dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung, Siti Muntamah. 

Mang Oded sapaan akrab Wali Kota Bandung ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan program Kang PisMan ini. Kepada segenap masyarakat, para tokoh-tokoh agama, pengurus tempat ibadah, RT, RW, kantor-kantor/gedung pemerintah dan swasta, komunitas, ormas untuk turut serta mendalami kepedulian bersama.

“Mari sukseskan dengan cara bergabung menjadi Balad Kang Pisman sebagai bentuk dukungan dan kepedulian menanggulangi masalah lingkungan kita bersama secara fundamental, sehingga Bandung Beresih dapat kita wujudkan,” ajak Mang Oded.

“Beberapa dinas, kecamatan dan kelurahan sudah mulai merespon dengan membuat bank sampah, diantaranya bank sampah Disdagin, Dinas Perhubungan Kota Bandung, BPPD, Kecamatan Sukajadi, dan DLHK. **
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Rabu, 17 Oktober 2018


Pukul 08.00 WIB, Wali Kota didampingi Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah (Sekda) menghadiri acara Penganugrahan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Bandung dan Penyerahan Truck Compactor. Tempat di Cikapundung River Spot, Jln. Soekarno.
Pukul 09.00 WIB, Wakil Wali Kota menerima Kepala Bagian Pengadaan di Ruang Rapat Kantor Wakil Wali Kota Bandung, Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 09.00 WIB, rapat persiapan Peringatan Hari Ibu, di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jln. Seram.

Pukul 09.00 WIB, Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah (Sekda) menghadiri kegiatan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung di Hotel Oasis, Jln. Lombok.

Share:

14 Kelurahan di Kota Bandung Akan dilintasi Kereta Api Cepat

KIM Cipedes,  Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT. PSBI) bersepakat menjunjung prinsip keadilan dalam menyelesaikan pemetaan lahan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Hal tersebut terungkap saat rapat koordinasi pembebasan lahan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) yang terlalui jalur kereta cepat, di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Selasa (16/10/2018).
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial memastikan, Pemkot Bandung mendukung program tersebut. Ia menginstruksikan jajarannya untuk memfasilitasi dan memberikan jalan terbaik agar pembebasan lahan dapat segera rampung.
Namun ia berpesan kepada PT. PSBI agar tetap mengedepankan kepentingan publik. Ia ingin agar hak-hak warga tetap terlindungi dengan menjunjung prinsip kesetaraan.

"Saya sangat mendukung program kereta cepat ini. Apalagi ini program strategis nasional. Tapi saya sebagai wali kota memiliki tugas untuk melindungi warga. Jangan sampai masyarakat terzalimi," tegasnya.

Perlu diketahui, proyek kereta cepat ini merupakan pembangunan transportasi publik alternatif yang menghubungkan antara Jakarta dan Bandung. Nantinya, dengan menggunakan kereta ini, waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya 30 menit saja. Saat ini, pembebasan lahan untuk program tersebut masih berlangsung.

Berdasarkan pemetaan PT. PSBI, jalur kereta ini akan melalui 14 kelurahan di Kota Bandung. Kelurahan tersebut, yaitu Kelurahan Gempolsari, Cigondewah Kaler, Cigondewah Kidul, Cigondewah Rahayu, Margasuka, Cirangrang, Cibaduyut Kidul, Cibaduyut Wetan, Mekarwangi, Wates, Mengger, Kujangsari, Cijawura, dan Kelurahan Mekarjaya.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Dadang Darmawan menjelaskan, di kelurahan-kelurahan tersebut ada lima kategori lahan PSU yang harus ditangani. Pihaknya sedang berkoordinasi dengan PT. PSBI untuk pembebasan dan penataan lahan.

"Pertama, ada PSU yang masih dikuasai oleh developer. Ada juga PSU milik pemerintah, seperti lahan dan bangunan fasilitas umum. Selain itu adalah kawasan pemukiman padat, lahan privat, dan tanah wakaf," jelasnya.

Pihaknya tengah mengupayakan agar pembebasan lahan untuk proyek kereta cepat tidak mengganggu pelayanan publik. Sebab ada beberapa aset milik Pemkot Bandung yang terlewati jalur kereta cepat.

"Di antaranya terminal bayangan di Cibaduyut dan Puskesmas Kujangsari. Ini kita sedang mencari (solusi) apakah relokasi atau dicarikan Puskesmas pengganti," katanya. ***
Share:

Arief Prasetya : Kolam Retensi Sirnaraga Tuntas Tahun Ini

KIM Cipedes, Bandung - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Arief Prasetya memastikan pembangunan kolam retensi Sirnaraga selesai akhir tahun ini. Kolam tersebut akan menjadi penahan debit air yang mengalir dari Sungai Citepus.
Arief menuturkan, saat ini pembangunan kolam retensi seluas 6.491 m2 telah mencapai 60 persen. Ia berharap pembangunan kolam retensi dengan anggaran Rp5,45 miliar itu dapat efektif menahan genangan di Jalan Pagarsih.

“Mudah-mudahan dengan kolam retensi ini kita bisa menahan debit air yang ke Pagarsih. Debit air bisa kita kurangi karena kita tahan di Sirnaraga,” ungkap Arief di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (15/10/2018).
Kolam retensi di Sirnaraga dapat menampung air sekitar 19.473 m3. Kolam berfungsi untuk menahan aliran air sehingga jika terjadi hujan besar tidak melimpah menggenangi jalan lingkungan rumah warga.

Arief menambahkan, pihaknya juga sedang mempersiapkan kolam retensi baru di Gedebage. Proyek tersebut akan dimulai tahun 2019.

“Sekarang DED (Detil Engineering Design) sedang dibuat,” imbuh Arief.

Di Gedebage, kolam retensi akan dibangun untuk mengatasi limpahan aliran air yang diperkirakan tidak dapat teratasi oleh kolam retensi besar yang tengah digarap Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kenapa di Gedebage? Karena meskipun sudah ada kolam retensi besar, tapi ada beberapa spot yang tidak tercover. Jadi kita membuat kolam retensi untuk menangani banjir yang dekat Pasar Gedebage,” tutur Arief.

Tak hanya membuat kolam retensi, DPU Kota Bandung juga mengantisipasi musim penghujan dengan memperbaiki saluran dan membersihkannya. Hal itu untuk menghindari penyumbatan.

“Antisipasi musim hujan kita merawat saluran dengan membersihkannya,” ujar Arief. ***
Share:

Kunci Sehat Lansia


KIM Cipedes, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya memberikan yang terbaik untuk Lansia. Pemkot telah menghadirkan Taman Lansia, Minggu Lansia, juga program Layad Rawat. Layad Rawat dapat memudahkan pemerikasaan kesehatan para Lansia.

Demikian dikatakan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat membuka acara Lomba Senam Lansia, di GOR Bulutangkis Bandung, Jalan Jakarta No. 18 Kota Bandung, Senin (15/10/2018).
Namun di luar itu, Kang Yana tetap berharap, para Lansia bisa menjaga kesehatannya. Salah satunya dengan rutin berolahaga.

“Olahraga termasuk senam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Berolahraga bisa mengoptimalkan fungsi jaringan dan organ tubuh kita,’” kata Kang Yana.

Kebiasaan berolahraga, kata Kang Yana, harus menjadi budaya. Hal itu menjadi indikator masyarakat untuk hidup sehat.

“Tidak perlu biaya mahal untuk olahraga. Khusus Lansia cukup dengan bersepeda, jalan santai, atau senam. Itu sudah mampu memenuhi kebutuhan aktivitas olahraga,” jelasnya.

Kang Yana menyambut positif lomba Senam Lansia ini. Selain mendorong semangat untuk tetap menjaga kesehatan dan kebugaran, lomba ini bisa memotivasi para Lansia agar mampu meraih kehidupan sejahtera dan bahagia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, Komarudin menyampaikan, tujuan Lomba Senam Lansia 2018 ini yaitu mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani maupun rohani.

“Ini juga sebagai ajang mengukur keberhasilan upaya peningkatan kesehatan dan kebutuhan jasmani pada kelompok lanjut usia,” jelasnya.

Komarudin mengungkapkan, sebanyak 150 Lansia dari 30 kelompok mengikuti lomba ini. Mereka mewakili kelompok Lansia tingkat kecamatan di Kota Bandung. Pembukaan lomba dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua TP PKK Kota Bandung, Yunimar dan istri Wali Kota Bandung, Siti Muntamah.***
Share:

Pentas Rakyat 2018: Sebarkan Informasi Positif Lewat Seni dan Budaya

KIM Cipedes, Bandung - Untuk mengembangkan potensi anak muda, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung bekerjasama dengan Ombudsman serta Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menggelar Pentas Rakyat Kota Bandung Tahun 2018. Acara yang digelar di Plaza Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana ini menyuguhkan ruang untuk meyalurkan informasi positif melalui seni.

Pada Pentas Rakyat ini digelar pentas seni vokal group, lomba video pendek, serta beragam kaulinan Sunda.

Sebanyak 60 Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Bandung mengikuti lomba video pendek. SMA Negeri 1 Kota Bandung terpilih menjadi juaranya. Peringkat kedua diraih oleh SMA Negeri 6 Kota Bandung dan disusul oleh SMA Negeri 17 Kota Bandung. Sedangkan SMA Negeri 26 Kota Bandung meraih pemenang favorit.

Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Dadang Gantina mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, di era modern, masyarakat perlu memahami teknologi dan informasi. “Pentas Rakyat ini harus memberikan informasi, khususnya dalam teknologi informasi sekaligus melestarikan kebudayaan,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Sabtu (13/10/2018).

Menurut Dadang, masyarakat harus memanfaatkan teknologi informasi secara optimal. Teknologi informasi bisa mengembangkan dan meningkatkan kualitas masyarakat. Jika pemanfaatannya cermat, maka bisa meningkatkan relasi kehidupan sosial. “Teknologi informasi perlu berjalan lurus dengan pola pikir. Jika hal tersebut mampu diterapkan, maka kebudayaan pun bisa dilestarikan lebih baik. Di samping itu pun berita hoaks akan hilang,” katanya.

Dadang menambahkan, hampir seluruh kebutuhan hidup manusia tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi informasi. Mulai dari transaksi perbankan, hubungan sosial hingga pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), perizinan, dan kesehatan. “Pemanfaatan teknologi informasi mampu meningkatkan kreativitas. Bahkan kini juga membuka kesempatan kerja dan usaha sehingga dapat meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

“Pemanfaatan teknologi informasi terbukti telah mendorong pembangunan di Kota Bandung. Pemanfaatan teknologi tidak bisa ditawar lagi karena terbukti efisien dan mampu memberi layanan publik yang baik,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Kota Bandung, Dicky Wishnumulya mengajak kepada para pemuda Kota Bandung untuk mengembangkan potensinya dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat. “Seperti Relawan TIK ini, kita rangkul untuk memberikan informasi yang baik. Mereka paham dengan konten yang perlu dikonsumsi masyarakat," kata Dicky.

“Memperbanyak konten positif di internet atau media perlu terus ditingkatkan. Bukan hanya meredam, tetapi juga wadah untuk tingkatkan kesadaran masyarakat atas isu yang menjadi masalah pada masyarakat, seperti hoax dan sebagainya,” tambahnya.

Dicky menambahkan, partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk menghindari dampak negatif dari hal tersebut. Sebagai bentuk peduli yakni dengan penyuluhan sampai memberikan saran. “Diskominfo bersama Ombudsman dan relawan TIK, berupaya menjaring partisipasi masyarakat tersebut dalam acara Pentas Rakyat Kota Bandung Tahun 2018. Kita berikan edukasi, melalui talkshow membahas pelayanan publik, penggunaan media yang baik dan budaya kesenian,” katanya.

Sedangkan Anggota Ombudsaman RI, Ahmad Alamsyah Saragih mengapresiasi acara ini. Pentas Rakyat memberi ruang untuk menyebarkan informai positif. “Ini harus terus dilakukan. Terpenting masyarakat paham dan mampu memahami informasi dengan bijak,” kata Ahmad.
Share:

Pindah Domisili Tidak Perlu Pengantar RT RW

KIM Cipedes, Jakarta – Warga masyarakat yang mengurus pindah domisili tidak perlu surat pengantar RT/RW, desa ataupun kecamatan. Masyarakat hanya perlu membawa fotocopy kartu keluarga (KK). Hal tersebut ditegaskan Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh, Jumat (12/10/2018).

Sebagaimana pasal 15 ayat 2 Undang-Undang (UU) No. 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk), mengamanatkan bahwa penduduk yang sudah berdomisili di alamat baru lebih dari satu tahun ataupun yang kurang, maka penduduk tersebut harus mengurus kepindahannya.

“Kita menegaskan kembali bahwa itu tidak perlu. Kita tegaskan dengan surat edaran kepada disdukcapil di daerah. Saya turun ke daerah ada kabupaten yang mengharuskan dengan pengantar RT/RW. Jadi saya tegaskan,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, Jumat (12/10/2018).

Dia meminta agar dalam melayani masyarakat mengurus kepindahan, para aparat di disdukcapil berpedoman pada surat bernomor 471.12/18749/Dukcapil tanggal 10 Oktober 2018. Di dalam surat tersebut terdapat mekanisme layanan surat pindah penduduk. Zudan berharap hal ini dapat membuat layanan lebih cepat dan mudah. “Penduduk yang datanya telah tercantum dalam database kependudukan dan akan mengurus kepindahannya, cukup datang ke disdukcapil sesuai alamat e-KTP atau KK dengan membawa fotocopy KK,” tegasnya.

Setelah menerima usulan kepindahan, disdukcapil daerah asal akan menerbitkan surat keterangan pindah warga negara Indonesia (SKPWNI). Sementara untuk disdukcapil daerah tujuan akan menerbitkan KK dan e-KTP baru sesuai dengan domisili baru.

“KK dan e-KTP baru diserahkan kepada penduduk sekaligus menarik e-KTP yang lama. Terhadap penduduk yang mencantumkan alamat baru pada SKPWNI tapi bukan merupakan rumah pribadi maka perlu melampirkan surat pernyataan tidak keberatan penggunaan alamat dalam dokumen kependudukan dari pemilik rumah,” jelasnya.

Zudan menambahkan, dalam pengajuan SKPWNI dapat dibantu dengan cara komunikasi melalui e-mail atau media elektronik lainnya antar disdukcapil asal dan tujuan. Dia juga meminta disdukcapil menyampaikan rekap perpindahan penduduk sebagaimana kepada kecamatan, desa/kelurahan secara reguler. “Rekap data disampaikan sekurang-kurangnya dua kali dalam satu bulan,” tuturnya.
sumber : https://www.sindonews.com/
Share:

Flayover Akan Dibangun di Jalan Garuda

KIM Cipedes, Bandung - Hibah jembatan layang atau flyover dari Korea Selatan diwacanakan dibangun di persimpangan jalan Garuda Kecamatan Andir. Lalu lintas di jalan tersebut dinilai sering mengalami kepadatan sehingga perlu solusi untuk mengatasinya.

Demikian disampaikan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial usai menerima pengusaha dari Korea Selatan di ruang rapat Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kamis (11/10/2018). Hibah tersebut, sebutnya, merupakan buah dari kerja sama selama ini dengan Pemerintah Kota Suwon, Korea Selatan.

“Saya kedatangan pengusaha dari Korea Selatan, PT Total Solution Intelligent yang bergerak di bidang pembangunan jembatan. Mereka menawarkan hibah membuat satu atau dua titik jembatan layang,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Mang Oded itu, terpenting dari hibah yang ditawarkan pengusaha negeri ginseng tersebut adalah teknologinya yang sederhana dan cepat. Teknologi sederhana corrugated steel (besi bergelombang) sudah terbukti pada pembangunan Jembatan Pelangi.

“Tadi diarahkan ke Jalan Garuda karena di sana crowded. Tapi baru kehendak saya, harus koordinasi dulu karena itu jalan nasional, juga dengan provinsi,” sambung Wali Kota.

Lebih lanjut Oded menjelaskan, selanjutnya akan dibuat DED (Detail Engineering Design) sehingga akan terlihat manfaat dan juga hambatannya. Mengingat lokasinya tidak jauh dari Bandara Husein Sastranegara yang mensyaratkan ketinggian bangunan dan gedung.

“Secepatnya harus dikejar progress-nya. Saya sudah tugaskan komandan di lapangan yaitu Pak Arif (Kepala Dinas Pekerjaan Umum),” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DPU Kota Bandung, Arif Prasetya menyebutkan, akan kembali menggelar pertemuan dengan pengusaha Korea Selatan untuk membuat DED. Langkah berikutnya, harus ada percepatan. Apalagi keinginan seperti di negaranya, sekarang dibicarakan, bulan depan langsung bekerja.

“Saya bilang tidak bisa seperti itu kalau di kita. Karena ini menyangkut stakeholders yang berbeda. Diperkirakan akan ada beberapa lokasi yang harus dibebaskan dan menyangkut instansi lain seperti Lanud Husein Sastranegara dan PT KAI,” terangnya.
Share:

Persyaratan Yang Harus Dipatuhi Penyelenggaraan DAM


KIM Cipedes, Bandung - Pengelolaan depot air minum (DAM) perlu mendapatkan pengawasan secara eksternal dan internal. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya kejadian luar biasa (KLB) sanitasi seperti diare.

Demikian disampaikan oleh Yuntina Erdani, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga (Kesling Kerjaor) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat pada acara "Pertemuan Pembinaan bagi Pengusaha Depot Air Minum di Kota Bandung" yang diselenggarakan Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga (Kesling Kerjaor) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rabu (10/10/2018), di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad).
Acara pembinana diikuti 86 peserta yang merupakan pengusaha Depot Air Minum (DAM) dan perwakilan Asosiasi Pengusaha DAM. Selain Yuntina, narasumber lain pada acara ini adalah, Dr. Ardhini Saptaningsih Raksanagara, dr., MPH., pengajar Departemen IKM FK Unpad dan Didi Purnama, SKM., MKM. dari BBTKL-PP Jakarta.

Yuntina yang mengangkat topik "Higiene Sanitasi DAM" selanjutnya menyampaikan, pengawasan eksternal terhadap pegelolaan DAM dilakukan oleh petugas sanitasi provinsi, kab/kota, dan KKP; sanitarian puskesmas; petugas penguji pada laboratorium kesehatan, masyarakat konsumen, serta mitra kerja terkait lainnya. Sedangkan pengawasan internal dilakukan oleh pengusaha DAM dan karyawannya.

"Titik kritis perhatian dalam penyelenggaraan DAM yang harus memenuhi prinsip-prinsip higiene sanitasi adalah, kualitas air minum, sumber daya manusia (operator/penjamah, tempat, peralatan, dan proses," katanya.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 492 Tahun 2010, setiap penyelenggara air minum wajib menjamin air minum yang diproduksinya aman bagi kesehatan. Hal ini meliputi kualitas air secara fisik, biologis, dan kimiawi.

Sementara itu, Dr. Ardhini Saptaningsih Raksanagara, dr., MPH. yang membawakan materi tentang "Peraturan Perundangan Higiene Sanitasi DAM" menyampaikan, hal yang terpenting dalam pengelolaan DAM adalah, kualitas air yang dihasilkan.

Ia mencontohkan, dalam pemasangan air mineral isi ulang, sering terdapat kasus ditemukan bakteri E.coli. Menurutnya, hal tersebut terjadi antara lain karena petugas atau operator tidak mencuci tangan dengan bersih, penggunaan alat yang tidak higienis, kesadaran pemilik dan petugas DAM yang rendah dalam menjaga kualitas air minum isi ulang yang diproduksinya, serta biaya operasional yang cukup mahal.

"Air minum yang bagus adalah, yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak mengandung bakteri/parasit, dan tidak mengandung logam berat," katanya.

Pemateri lainnya, yaitu Didi Purnama yang membawakan meteri "Teknologi Tepat Guna dan Teknis Pengolahan Air DAM" menyampaikan, ada persyaratan yang harus dipatuhi oleh penyelenggaraan DAM. Persyaratan tersebut meliputi desain dan konstruksi, bahan baku, mesin dan peralatan, produk air minum, sanitasi, higiene karyawan, serta penyimpanan dan penjualan.

Didi mengungkapkan, tidak semua persyaratan tersebut dipatuhi oleh pengusaha DAM. Contohnya masalah penempatan wadan penampungan air. Masih ada pengusaha yang menyimpan di sembarang tempat, padahal penempatan yang tidak sesuai akan menyebabkan rasa dan aroma air berubah.

"Rata-rata tempat penampungan air DAM terlalu pengap dan lembab, ini yang harus dihindarkan," katanya.

Persyaratan lain yang belum dipenuhi pengusaha DAM adalah, ketentuan tidak boleh menyegel galon. "Banyak pengusaha DAM yang menyegel galon. Padahal cara ini menyalahi aturan, karena nantinya bukan lagi sebagai air isi ulang tetapi menjadi air minuman kemasan," ujarnya.

Didi juga menyoroti masalah kesehatan karyawan pengelola DAM. "Kesalahan umum yang sering terjadi dalam pengelolaan DAM adalah, pengelola tidak memeriksakan kesehatan dirinya maupun pegawai," ujarnya.

Menurut Didi, seharusnya secara berkala pengusaha dan karyawan DAM memeriksakan rectal swab (usap dubur) untuk mengetahui apakah orang yang bersangkutan membawa bakteri berbahaya atau tidak. Pemeriksaan ini idealnya dilakukan setiap satu tahun sekali.***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Kamis, 11 Oktober 2018

Pukul 09.00 WIB, Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kota Bandung menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi DKP Kota Bandung, di Hotel Grandia, Jln. Cihampelas, Bandung.

Share:

Pemkot Bandung Akan Tertibkan Aset di RW 11 Kelurahan Tamansari

Oded M Danial - Wali Kota Bandung
KIM Cipedes, Bandung -Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menertibkan aset barang milik daerah di kawasan RW 11 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan. Hal ini sebagai upaya menyelesaikan pembangunan rumah deret Tamansari.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengungkapkan hal tersebut usai menggelar rapat koordinasi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (10/10/2018).

“Langkah berikutnya penertiban aset Pemkot Bandung,” ungkap pria yang akrab disapa Mang Oded itu.

Wali Kota mengambil keputusan tersebut usai mengeksplorasi progres terakhir dari berbagai sudut pandang. Terlebih pertemuan lintas sektoral di Mapolrestabes kali ini merupakan momen tidak rutin yang harus dimanfaatkan untuk menentukan sikap terhadap pembangunan rumah deret.

Mang Oded mengakui bahwa masih ada kekurangan di sana-sini. Akan tetapi secara hukum kepemilikan sudah banyak bukti-bukti yang menyatakan tanah di kawasan bakal pembangunan rumah deret itu merupakan milik Pemkot Bandung. Bahkan sertifikasi tanah sedang diproses di Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Saya meminta tim agar melengkapi berbagai celah kekurangan baik secara hukum maupun sosial. Saya serahkan ke tim untuk melakukan rapat lagi. Saya hanya kebijakan saja,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Dadang Dharmawan menjelaskan, penertiban aset dimaksud karena Pemkot Bandung memiliki aset di lokasi bakal pembangunan rumah deret. Saat ini, lahan tersebut masih diduduki pihak lain. “Kita rencananya membuat rumah deret di atas lahan seluas 6.000 meter persegi. Saat ini ada sebagian yang masih dikuasai pihak lain. Makanya kami akan menertibkan aset terlebih dahulu,” tuturnya.

Terkait pembuatan sertifikat tanah, kata Dadang, saat ini sedang diajukan ke BPN. Tapi ada persyaratan pembuatan sertifikat itu bisa diproses ketika lahannya dikuasai pemohon. Sementara saat ini masih ada empat rumah yang dikuasai pihak lain.

Untuk detail teknis penertiban aset, menurutnya akan ada pertemuan lanjutan dengan semua pihak terkait. Termasuk membahas mengenai bentuk dan waktu penertibannya. “Kami pun akan bermediasi dengan masyarakat yang belum bersepakat sesuai dengan arahan pimpinan kepada DPKP3. Kami sedang menyusun untuk menjadwalkannya. Saya kira harus secepatnya,” ujarnya. ***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Rabu, 10 Oktober 2018

Pukul 09.00 WIB, Wali Kota Bandung menghadiri pembahasan Rumah Deret Tamansari RW 01 Kecamatan Bandung Wetan di Aula Mapolrestabes Bandung, Jln. Merdeka.

Pukul 09.00 WIB, Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung menghadiri acara perjanjian kerja sama mengenai pembagian tugas penyediaan sarana dan prasarana serta pembiayaan lain dalam pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2018, di Aula Barat Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Bandung.

Pukul 11.00 WIB, Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung menghadiri Forum Penanganan Permasalahan Proses Perizinan di Kantor UPTD Sertifikasi dan Pembenihan Tanaman Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Jln. Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Share:

Wali Kota Bandung Ajak Masyarat Taat Bayar Pajak

BANDUNG, kimcipedes.com - Wali Kota Kota Bandung, Oded M. Danial mengajak kepada masyarakat Kota Bandung agar taat membayar pajak. Menurutnya, jika masyarakat taat membayar, akan berdampak baik pada pembangunan daerah.

Oleh karenanya, Oded M. Danial menyambut positif kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung dan Direktorat Jendral Pajak untuk menyosialisasikan pajak.

"Kami mengapresiasi sosialisasi ini. Mudah-mudahan kolaborasi ini mampu bertukar informasi agar perpajakan di Kota Bandung berjalan signifikan dan maksimal,” kata Oded saat bertemu dengan Kepala Kanwil Direktorat Jendral Pajak Jawa Barat I, Yoyok Satiotomo pada acara pembahasan Sosialisasi PP No 31 Tahun 2012 tentang Pemberian dan Penghimpunan Data Informasi yang berkaitan dengan Perpajakan dan Permenkeu Nomor PMK-2228/PMK.03/2017, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (8/10/2018).
Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jendral Pajak Jawa Barat I, Yoyok Satiotomo menyampaikan bahwa wajib pajak di Kota Bandung cukup besar. Ia berharap, para pengusaha mal, kontrakan dan indekos di Kota Bandung untuk taat membayar pajak.

“Pusat pendidikan di Bandung ini cukup besar, sehingga membuat para pengusaha untuk menghadirkan rumah untuk di kontrakan maupun kost. Hasil pajak dari ini cukup besar, sehingga kami akan dorong terus agar para wajib pajak membayar tepat waktu,” katanya.

Yoyok menambahkan, pihaknya sangat membutuhkan data tematik. Hal tersebut diperlukan untuk menambah wajib pajak.

Menurutnya, agar Wajib Pajak dapat memenuhi kewajibannya dengan mudah serta aparatur perpajakan dapat membina dan mengawasi dengan baik, maka perlu aturan tentang kewajiban pihak lain memberikan data dan informasi.

“Tujuan pemberian dan penghimpunan data dan informasi yang berkaitan dengan perpajakan adalah, untuk membangun data perpajakan sebagai dasar pengawasan kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. Sehingga dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak, meminimalkan kontak antara aparatur perpajakan dengan Wajib Pajak. Termasuk meningkatkan profesionalisme bagi aparatur perpajakan maupun Wajib Pajak," katanya. ***
Share:

Oded M Danial : Camat, Lurah, dan Warga Harus Bersatu


BANDUNG, kimcipedes.com - WaliI Kota Bandung, Oded M. Danial mengajak warga Kota Bandung bersatu. Bersatu yang ia maksudkan, yaitu gerakan Berjamaah Salat Tepat Waktu.

“Apa itu Bandung Bersatu? Kalau dikaitkan dengan ibadah kepada Allah SWT maka bersatu itu maknanya adala, berjamaah salat tepat waktu. Tadi Mang Oded lihat waktu, salat berjamaah heula tepat waktu,” katanya saat hadir di Cimincrang Culinary Night di Kelurahan Cimincrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Sabtu (6/10/2018) malam.
Selain Salat Berjamaah Tepat Waktu, Oded M. Danial juga mengungkapkan, makna Gerakan Bandung Bersatu lainnya. Bila dikaitkan dengan aktivitas sosial, Cimincrang Culinary Night erat kaitannya dengan membangun kesatuan bersama. Hal itu berguna saat menghadapi tantangan pembangunan di masing-masing wilayah di Kota Bandung.

“Makna bersatu yang lain adalah, jika kita ingin unggul maka semua elemen harus bersatu. Di kewilayahan, camat, lurah, warga, harus bersatu dan berkolaborasi untuk membangun wilayah kita,” jelasnya. “Jadi bersatunya antara pemimpin, pak camat, pak lurah, pengusaha, tokoh masyarakat, para pemuda, juga ibu-ibu, kalau itu hadir di Cimencrang akan semakin unggul dan juara,” lanjutnya.

Oded M. Danial hadir ke acara Cimincrang Culinary Night bersama sang istri, Siti Muntamah Oded. Ia sempat menyambangin semua stan yang ada di acara tersebut. Di saat yang bersamaan, ia juga menerima ajakan warga untuk berfoto.

Ia mengapresiasi Cimincrang Culinary Night ini. Acara yang digelar di Komplek Cempaka Arum tersebut mengusung konsep hutan kota. Para pengunjung bisa menikmati hidangan di tempat yang terbuat dari kayu beratap jerami. “Kolaborasi ini, sebagai penguatan dari inovasi kita. Ada inovasi culinary night berkonsep hutan kota, yah itu luar biasa sekali,” katanya. ***
Share:

KAPOLRI

iklan banner

KAPOLRES SUMBAWA BARAT

iklan banner

IPTU RITA YULIANA,S.I.K.,M.M

Trending Minggu Ini

BERITA HARI INI

Arsip Blog