Agustus 2018 ~ KIM Cipedes

Kang Emil : Bobotoh Harus Mampu Mengikuti Perkembangan Zaman

M. Ridwan Kamil melepas 'Turn Into Gold Anniversary Viking 25 th'
BANDUNG, kimcipedes.com - Tahun ini, salah satu kelompok suporter terbesar di Indonesia, Viking Persib Club berusia 25 tahun. Sebagai pendukung Persib Bandung, kehadirannya sangat berpengaruh bagi perkembangan sepak bola di Indonesia.

Bukan hanya mengumandangkan yel-yel, konfigurasi tiga dimensi, atau Viking Claps saja, tetapi saran, kritik, dan pemikiran Viking sangat dipertimbangkan oleh pemangku kepentingan sepak bola khususnya Persib.

Perayaan Hari Jadi ke-25 ini, Viking menggelar silahturahmi di Pantai Pangandaran. Sekitar 7.000 orang diperkirakan bakal hadir di acara 'Turn Into Gold Anniversary Viking 25 th', 1-2 September 2018.

Dari Kota Bandung, sekitar 600 orang telah berangkat dari Stadion Sidolig menuju Pangandaran Jawa Barat dengan 10 bis, Jumat (31/8/2018). Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil melepas keberangkatan tersebut.

Ia mengucapkan selamat ulang tahun kepada Viking Persib Club. Ia berharap, organisasi pendukung sepak bola ini menjadi keluarga yang solid. "Viking ini harus jadi keluarga bahagia, bukan hanya fans bola, tapi keluarga," tegasnya.

Kang Emil, panggilan akrabnya Wali Kota Bandung ini mengatakan, sebagai masyarakat khususnya Bobotoh harus mampu mengikuti perkembangan zaman. "Hasilkan sebuah gagasan. Zaman baru, pemimpin baru dengan cara baru. Maka saat ini kita harus berkembang, dunia makin digital, makin militan," tuturnya.

Di samping itu, mengenai stadion GBLA yang akan diserahkan kepada PT Persib, ia berpesan agar fasilitas tersebut dipelihara dengan baik. "Jadi nanti kelolanya harus profesional. Saya titip, bikin stadion seperti di Spanyol atau Inggris, ramai meskipun tidak ada pertandingan. Pokoknya perekonomian tetap berputar," kata Emil.

Ia pun berharap kepada Bobotoh agar markas viking yang nantinya berada di kompleks GBLA harus dipelihara dan dimanfaatkan dengan kegiatan positif. "Markasnya harus juara. Harus jadi terbaik sedunia. Jadilah organisasi terbaik, citranya yang positif yaitu kekeluargaan dan berbudaya baik," kata Emil.@***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Jumat, 31 Agustus 2018

Pukul 08.30 WIB, Wali Kota Bandung melepas konvoi Ulang Tahun ke-25 Viking di Lapangan Sidolig Persib, Jln. Jend. Ahmad Yani, Bandung.

Pukul 10.30 WIB, Wali Kota Bandung menerima wawancara penulis Buku "Masjid 5 Benua” dalam rangka Ulang Tahun ke-30 Shafira, di Pendopo Balai Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum, Bandung.

Pukul 11.45 WIB, Wali Kota Bandung bersama Fatih Seferagic melaksanakan salat Jumat di Masjid Trans Bandung, Jln. Gatot Subroto, Bandung.
Share:

SKPD Punya Problem, Konsultasi ke Inspektorat

Riki Fachdiar Iskandar
BANDUNG, WASTUKENCANA - Demi kinerja pemerintahan berjalan akuntabel, Inspektorat Kota Bandung membuka pintu untuk konsultasi atau coaching clinic kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Hal ini agar SKPD menjadi lebih paham tentang tugasnya.

Menurut Pengawas Pemerintahan Madya Inspektorat Kota Bandung, Riki Fachdiar Iskandar, Coaching clinic salah satu media inspektorat sebagai konselor SKPD. “Perangkat daerah diberikan keleluasaan manakala akan melaksanakan konsultasi,” ujarnya pada kegiatan Bandung Menjawab di Taman Sejarah Wiranatakusumah, Jln. Aceh, Bandung, Kamis (30/8/2018).

Riki mengatakan, pihaknya tak segan untuk memberikan masukan demi terselenggaranya kinerja pemerintahan yang baik. Inspektorat akan membantu setiap kendala yang dihadapi SKPD. “Apapun problematika atau kendala yang dirasakan oleh SKPD, kita terbuka dan siap membantu. Inspektorat membuka coaching clinic satu minggu sekali setiap hari Jumat,” ujar Riki.

Menurut Riki, konsultasi selain dilakukan di Kantor Inspektorat, juga dilakukan secara langsung ketika sedang audit reguler maupun operasional. “Jadi ketika pemeriksaan, SKPD itu sekaligus konsultasi. Jadi tidak selalu datang ke Kantor Inspektorat,” ujarnya.

Riki menambahkan, sejumlah hal yang sering ditanyakan antara lain masalah lelang, pengadaan barang dan jasa, kendaraan hilang, dan perjalanan dinas. “Jika ada sebuah pelanggaran, itu pada umumnya bukan unsur disengaja, tetapi unsur ketidakpahaman terhadap aturan. Kami luruskan dan memberikan solusi dengan baik,” ujarnya. @***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Kamis, 30 Agustus 2018


Pukul 08.00 WIB, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung memberikan arahan pada Apel Sinergitas 3 Pilar, di Polrestabes Bandung, Jln. Jawa, Bandung.
Pukul 10.00 WIB, Bandung Menjawab di Taman Sejarah Wiranatakusumah, Jln. Aceh dengan narasumber dari Inspektorat Kota Bandung dan Bagian Pemerintahan Setda Kota Bandung.

Pukul 11.00 WIB, Wali Kota Bandung menerima Bupati Subang di Pendopo Kota Bandunh, Jln. Dalem Kaum, Bandung.
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Rabu, 29 Agustus 2018

Pukul 08.00 WIB, bertempat di kediaman pribadi di Jln. Cimindi, Wakil Wali Kota Bandung menerima petugas pendataan Keluarga Sehat tahun 2017 Kota Bandung.

Pukul 09.00 WIB, Kunjungan Kerja (Kunker) DPRD Kota Dumai, Riau di Ruang Rapat Asisten I, Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 09.00 WIB, Wakil Wali Kota Bandung menghadiri pendistribusian zakat kepada mustahik sekaligus menyerahkan kartu Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) secara simbolis kepada seluruh muzaki Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Tempat di Masjid Al Ukhuwah, Jln. Wastukancana, Bandung.
Share:

Program Citarum Harum Diapresiasi Juri Nirwasita Tantra Award 2018

JAKARTA, kimcipedes.com - Pemulihan sungai Citarum dari pencemaran limbah melalui program Citarum Harum mendapat apresiasi positif dari 4 Panelis atau tim juri penilaian Nirwasita Tantra Award 2018 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Program Citarum Harum yang telah digulirkan sejak tahun lalu dan merupakan lanjutan dari program Citarum Bestari ini dipaparkan secara rinci oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan di hadapan para pakar lingkungan hidup yang berasal dari LSM, KPK, Akademisi dan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Senin (27/08/2018) di ruang Rimbaw II Manggala Wanabakti kantor Kementerian LHK Jakarta.

Paparan dan wawancara tersebut juga merupakan tahapan terakhir sebelum ditetapkan meraih penghargaan Nirwasita Tantra 2018. Jabar masuk seleksi tahap akhir bersama Provinsi Jatim, Sumsel, Sumbar dan Bali.

Menurut salah satu Panelis, Hariadi Kartodihardjo, sungai Citarum mengalami perubahan signifikan saat ini. Terlebih pasca turunnya payung hukum yaitu Perpres No 15 tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum yang menguatkan program Citarum Harum. "Ini (Citarum Harum) inovasi yang sangat baik dan saya lihat ada kemajuan belakangan ini," kata Hariadi.

Ia mengatakan, terobosan yang menarik dalam penanganan sungai Citarum adalah dilibatkannya TNI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Bagaimana bisa melibatkan KPK dalam penanganan limbah tapi setelah mendengar penjelasan ternyata para pelanggar industri bisa dijerat dengan pasal korupsi karena merugikan negara," terangnya.

Ia juga meyambut baik dilibatkannya unsur militer dalam hal ini Kodam III Siliwangi yang siaga mengawasi sungai sepanjang 300 km tersebut walaupun sempat menuai pro dan kontra. "Walaupun ada pro dan kontra dalam keterlibatan militer, namun melihat tingkat kesulitannya saya kira wajar dilibatkan," katanya.

Keberhasilan pemulihan sungai Citarum ini menurutnya bisa dikembangkan atau diadopsi di sungai Siak, Kapuas dan Ciliwung. "Pelajaran penting dari Citarum Harum ini bisa dikembangkan ke Siak, Kapuas dan Ciliwung," ujarnya.

Dalam tahapan tersebut Pj Gubernur Jabar Iriawan menjelaskan mengenai kinerja pengelolaan lingkungan hidup di Jabar. Dari perkembangan selama 2 bulan terakhir kepemimpinannya, Iriawan bersama jajaran terkait merumuskan tentang isu lingkungan strategis, dimana muncul 5 skala prioritas yang harus segera ditangani, yaitu masalah kualitas air, resiko bencana, perkotaan, tata guna lahan, dan kualitas udara.

"Dilatarbekakangi dengan penugasan saya yang kebetulan hanya kurang lebih 3 bulan kami langsung melakukan langkah-langkah dan evaluasi yang berkaitan dengan lingkungan dan yang paling kami soroti adalah kualitas air," kata Iriawan.

Hal tersebut menurutnya bukan tanpa alasan, sebab, meningkatnya jumlah industri dan pertumbuhan penduduk di Jabar terjadi pergeseran kualitas air karena limbah industri dan sampah rumah tangga banyak mencemari. Ada empat sungai besar di Jabar yang terindikasi pencemaran limbah yaitu sungai Citarum, Ciliwung, Citanduy dan Cimanuk. Bahkan Citarum sempat menjadi sungai terkotor di dunia. "Semua sungai itu sudah menjadi perhatian kita khususnya sungai Citarum," ujarnya.

Setelah berbagai upaya dilakukan dan melibatkan banyak pihak sungai Citarum perlahan mulai membaik. Pengangkatan sampah dan sanksi tegas bagi industri pembuang limbah langsung ke sungai terus berjalan hingga kini. Masyarakat di sepanjang DAS Citarum pun turut andil karena telah dibentuk masyarakat Ecovillage atau masyarakat berbudaya lingkungan.

Terkait pelibatan TNI dalam penanganan sungai Citarum, menurut Iriawan merupakan langkah yang tepat. Anggota TNI memiliki ketegasan, ketahanan dan sudah terlatih. "Walaupun sacara civil society kurang pas, tapi TNI lebih mudah digerakkan, ketahanannya bagus sangat tahan di tempat seperti itu, makan, mandi, tidur disitu, mereka sudah terlatih tidak bertemu keluarga dalam waktu lama," terangnya.

Pelibatan KPK dalam penindakan pencemaran sungai Citarum pun merupakan gagasan dirinya. Iriawan telah berkoordinasi Kepala Unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) terkait penerapan pasal korupsi. "Ya ini ini gagasan saya dan ternyata memang bisa dijerat pasal korupsi," ucapnya.

Nirwasita Tantra Award adalah penghargaan pemerintah kepada kepala daerah yang dalam kepeminpinannya berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan sesuai prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan sehingga mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya. Jawa Barat tahun 2018 ini berpeluang besar kembali meraih Nirwasita Tantra Award 2018. @***
Share:

Dansektor 21 Ancam Cor Kembali Saluran Limbah 2 Pabrik

KAB. SUMEDANG, kimcipedes.com. Dansektor 21 Kol. Inf. Yusep Sudrajat melakukan monitoring IPAL PT. Central Sandang Prima (CSP) dan PT. Koriester yang beralamat di Jl. Raya Rancaekek KM. 25,5 Kabupaten Sumedang, Senin, 27/08/18.
Monitoring ini sebagai tindak lanjut dari kunjungan Dansektor 21 beberapa minggu kebelakang tentang mutu limbah yang ternyata memiliki baku mutu yang sangat mengecewakan dan limbahnya dibuang ke sungai sehingga saluran limbah tersebut dicor oleh pasukan Siliwangi Sektor 21.

Tujuan monitoring Dansektor 21 dan Pasukan Satgasnya adalah meneliti dan mengukur standar mutu kelayakan hasil limbah yang dikeluarkan oleh PT. Central Sandang Prima (CSP) dan PT. Korieste, apakah sudah memenuhi standar mutu layak atau belum.

Dalam penelitiannya Dansektor 21 Kol. Inf. Yusep Sudrajat menemui pemilik kedua pabrik tersebut dan langsung meninjau kolam limbah yang diolah  dengan mesin pengolah limbahnya dengan hasil yang belum bagus sesuai dengan standar mutu kesehatan karena masih tercium bau dan air hasil akhir masih agak kotor

Standar baku mutu yang dihasilkan oleh Pabrik PT Central Sandang Prima (CSP) dan PT Koriester Kol. Inf. Yusep Sudrajat ditengah kesibukannya menyampaikan bahwa kedua limbah pabrik PT. CSP dan PT. Koriester belum memenuhi syarat menurut baku mutu kesehatan, selain air limbah yang agak kotor juga derajat COD dan BOD nya belum normal, sehingga kedua pabrik tersebut saya nyatakan belum layak dan belum bisa beroperasi kembali," kata Yusep. 

Walaupun demikian," ungkap Yusep, saya minta surat pernyataan dari kedua pemilik pabrik apabila hasil limbahnya tidak sesuai dengan baku mutu yang telah ditentukan dalam 7 hari menurut standar kesehatan maka pabrik ini akan saya cor kembali saluran limbahnya," tegas Yusep.

Setelah kedua belah pihak setuju dengan hasil penelitian dan pengecekan atas limbah yang dibuang pabrik tersebut maka dilanjutkan penandatanganan surat pernyataan tentang kesiapan membuang limbah dengan hasil pengolahan yang sudah bersih dan sehat. @edwandi 
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Selasa, 28 Agustus 2018


Pukul 09.00 WIB, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung menghadiri Rapat Kerja Badan Anggaran DPRD Kota Bandung dengan agenda Pembahasan Bidang Pendapatan. Tempat di Ruang Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi.


Pukul 13.00 WIB, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung melakukan serah terima penempatan veteran di Rusunawa serta serah terima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni, di Ruang Serba Guna Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana. Acara ini dihadiri anggota DPR RI Komisi V dan perwakilan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Share:

AGENDA PEMERINTAH KOTA BANDUNG, SENIN, 27 AGUSTUS 2018

Pukul 07.45 WIB, Upacara Pengibaran Bendera dengan pembina upacara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, di Plaza Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 08.00 WIB, Wakil Wali Kota Bandung meninjau pertandingan bowling Asian Games XVIII di Komplek Stadion Jakabaring Palembang.

Pukul 09.00 WIB, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung menghadiri Rapat Kerja Badan Anggaran DPRD Kota Bandung, di Ruang Rapat Nadan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi.
Share:

Oded M. Danial Ungkap Tiga Aspek Kunci Pembangunan Wilayah

BANDUNG, kimcipedes.com - Wakil  Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menyebut transformasi, kaderisasi dan kemandirian merupan tiga aspek yang menjadi kunci pembangunan sebuah wilayah. Ketiga hal itu dapat menjadikan lingkungan yang nyaman, aman, dan tentram.

"Apabila Baladesa ingin maju dan berkembang dengan baik, maka minimal ada tiga aspek yang harus hadir. Tiga diantaranya transformasi, kaderisasi dan kemandirian," ungkap Oded saat membuka Kongres Pertama Baladesa (Balad Orang Desa) di RM Cibiuk, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Minggu (26/8/2018).

Mang Oded sapaan akrabnya yakin jika tiga aspek tersebut berjalan dengan baik, maka desa atau lingkungan akan maju.

"Kalau kita sebagai warga mampu menghadirkan hal itu, maka jaminannya akan maju. Jadikan Baladesa ini sebuah organisasi yang mampu memberikan transformasi kepada masyarakat," kata Oded.

Menurut Oded, sebagai organisasi, Baladesa harus menjelaskan visi maupun misinya. Kedua tujuan itu harus jelas sehingga bisa menjawab kebutuhan masyarakat.

"Visi misi ini harus tersampaikan kepada masyarakat. Secepatnya informasikan kepada masyarakat maksud dan tujuannya agar wilayah menjadi maju," imbaunya.

Oded mengingatkan, setiap wilayah pasti ada pemimpinnya. Setiap pemimpin pasti memiliki rencana untuk membangun wilayahnya lebih maju. Oleh karenanya, ia meyakini, pemimpin pasti memberikan yang terbaik untuk kemajuan lingkungan.

"Yakin kalau kita berorganisasi dengan benar, berniat ikhlas serta punya kesempatan besar, maka apa yang kita targetkan akan tercapai," ujarnya. @***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Minggu, 26 Agustus 2018

Pukul 04.35 WIB, Wali Kota Bandung melaksanakan program Subuh Keliling dengan salat Subuh berjamaah di Masjid Agung Lembang, Jln. Raya Lembang, Jayagiri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Pukul 04.30 WIB, Wakil Wali Kota Bandung melaksanakan program Subuh Keliling dengan salat Subuh berjamaah di Masjid al Fitrah RW 5 Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon.

Pukul 08.00 WIB, Wakil Wali Kota Bandung menghadiri sarasehan anggota AMZT Indonesia, di Lapangan Parkir Pusenkav, Jln, Salak, Kota Bandung.

Share:

Humas Kota Bandung akan Gelar Indonesian City Government PR Summit 2018

BANDUNG, kimcipedes.com - Humas Kota Bandung akan menggelar Indonesian City Government PR Summit 2018 pada 4 Oktober mendatang. Acara yang mempertemukan para pranata Humas pemerintah dari 500 kota dan kabupaten itu akan dilaksanakan di Trans Luxury Hotel Bandung.

Acara ini merupakan ajang bagi pranata Humas pemerintah untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan tentang pengelolaan citra kota dengan baik. Dengan pengalaman “best practices” di tiap-tiap daerah, harapannya Humas mampu mengangkat potensi daerah. Ujungnya, akan berdampak positif bagi kemajuan daerah.

Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil akan hadir pada acara yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia itu. Ia akan hadir menyampaikan keynote speech sebagai Gubernur Jawa Barat.

"Saya hadir nanti. Karena acaranya tanggal 4 Oktober, kapasitasnya mungkin nanti sudah jadi Gubernur Jawa Barat. Kita berharap semua yang datang ke Bandung kita bisa sharing, saling belajar," tutur Ridwan saat Gala Dinner menjelang Indonesian City Government PR Summit di Nara Park Café, Jumat (24/8/2018) malam.

Ia akan membagikan pengalamannya mentransformasi Kota Bandung menjadi kota yang memiliki identitas dan “brand image” yang kuat di mata publik. Salah satu dampak positifnya adalah peningkatan wisatawan hingga mencapai 6.9 juta pelancong pada tahun 2017.

"Citra kota itu datang dari akumulasi perulangan hal-hal. Kalau perulangannya negatif ya jadi citra negatif. Kalau perulangannya hal positif maka jadi citra postif. Maka di Bandung yang sering berulang-ulang adalah hal yang positif," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung Yayan A. Brillyana mengungkapkan, Humas Kota Bandung juga ingin belajar dari kota dan kabupaten lain. Ia mengaku pernah belajar tentang pengelolaan media internal ke DKI Jakarta dan pengelolaan media sosial ke Surabaya.

"Nah saya yakin daerah lain juga punya keunggulan, maka siapapun yang hadir ini akan bisa saling belajar," ungkap Yayan.

Guna memfasilitasi hal itu, Indonesian City Government PR Summit akan terdiri dari sharing session dan plenary session. Pada sharing session, para pranata Humas akan dibagi menjadi kelas-kelas kecil berdasarkan topik. Nantinya, mereka akan berdiskusi dan belajar langsung dari best practices. "Di plenary session kita akan hadirkan tokoh dan pakar di bidang city branding," katanya. @***
Share:

Kampung KB Sejahtera RW 02 di Kunjungi DPPKB Kota Bandung

SUKAJADI, kimcipedes.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung mengunjungi Kampung KB Sejahtera RW 02 Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, Kamis, 23/08/2018.

Kedatangan DPPKB Kota Bandung sebagai Tim Monitoring Kampung KB bertujuan untuk memberikan pembinaan tata kelola program Kampung KB Sejahtera kedepannya. Nampak hadir pada kesempatan tersebut, Sekdis DPPKB Kota Bandung, Ine Indriyani, Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan, Lurah Cipedes Dedi Rustandi, SH, Kepala UPT Puskesmas Sukajadi dr. Erty Rostiaty, Kasi Kemasyarakatan Kel. Cipedes Martini Widyaningsih, SE, Bagian Pelayanan Kel. Cipedes Samsudin, S.Sos, PKK Kel. Cipedes, Rosmiati, LPM Kel. Cipedes, dan Ketua Karang Taruna Rajawali Kelurahan Cipedes, Dedi Djunaedi serta Ketua RW 02.

Sekretaris DPPKB Kota Bandung, Ine Indriyani mengatakan salahsatu upaya dalam menjaga agar tidak terjadi kelebihan penduduk di Kota Bandung mempromosikan program Keluarga Berencana. Diharapkan dengan adanya Kampung KB Sejahtera ini dapat menekan tumbuhnya angka kependudukan di Kota Bandung.

Ine mengapresiasi Camat Sukajadi Drs. Yudi Hermawan, Lurah Cipedes Dedi Rustandi yang begitu peduli mendampingi sehingga terwujudnya Kampung KB Sejahtera di Kelurahan Cipedes.

Menurut Ine, saat ini terdapat 396 ribu pasangan usia subur di Kota Bandung. Namun dari jumlah tersebut, baru 292 ribu yang menjadi akseptor KB, atau orang yang menjalankan program KB. Oleh karena itu, DPPKB Kota Bandung terus berusaha keras merangkul 104 pasangan untuk bergabung menjadi akseptor KB. Tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk menjadi akseptor KB. Kurangnya pengetahuan, ketakutan, hingga adanya stigma tertentu terhadap KB. Melalui Kampung KB Sejahtera ini, mudah-mudahan dapat memberikan pengetahuan, mengedukasi masyarakat agar berkenan mengikuti program ini,” ungkap Ine.

Ine menambahkan, tahun ini DPPKB Kota Bandung menargetkan ada penambahan 2.000 akseptor KB. Ia bersama tim di 1.672 pos KB di Kota Bandung terus menyosialisasikan pentingnya menjadi akseptor KB.

Ine menjelaskan ada 8 faktor program kerja Kampung KB yaitu agama, pendidikan, ekonomi, sosial budaya, permukiman, pelestarian lingkungan hidup, kasih sayang dan reproduksi.

Camat Sukajadi Drs. Yudi Hermawan mengatakan keberadaan Kampung KB salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehingga pengendalian laju arus kependudukan dapat terwujud. Kampung KB adalah merupakan media untuk dapat mengimplementasikan semua kegiatan yang terkait dengan program pengendalian laju arus kependudukan, sekaligus untuk meningkatkan taraf hidup warga masyarakat,” ungkap Yudi.

Sementara itu, Lurah Cipedes mengungkapkan pembentukan Kampung KB ini merupakan salah satu kepedulian warga RW 02 dalam mensukseskan Program Pemerintah dalam pengendalian pertumbuhan penduduk sehingga akan berindikasi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Lurah.
Sekdis DPPKB Kota Bandung, Ine Indriyani saat memberikan pengarahan
Kampung KB Sejahtera RW 02 terbentuk pada 26 September 2017 turut membantu program pemerintah dalam menekan dan menurunkan angka kelahiran. Dengan mensukseskan program MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) dengan lebih optimal. RW 02 dengan jumlah penduduk 1.026 jiwa, yang terbagi di 6 (enam) Rukun Tetangga (RT). Kampung KB Sejahtera memiliki 19 kader, dengan jumlah KB aktif 175 orang. @ME
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Kamis, 23 Agustus 2018

Pukul 09.00 WIB, Penjabat Sekretaris Darah (Sekda) Kota Bandung menghadiri Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Bandung terkait Laporan Pansus 1, 6, 7, 8, dan Pansus 9. Tempat di Ruang Rapat Banmus DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi.
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Rabu, 22 Agustus 2018

Pukul 06.00 WIB, Wali Kota Bandung melaksanakan Salat Iduadha di Alun-alun Cicendo, Jalan Aruna. Usai Salat Iduladha, wali kota menyaksikan penyembelihan hewan qurban di Masjid Al Muhajirin RT 05/RW 04 Kelurahan Husein, Jln. Arjuna.

Pukul 06.00 WIB, Wakil Wali Kota Bandung melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Al Fatah. Jln. Caringin Blok Kupat RT 02/RW 13 Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay. Usai Salat Iduladha, wakil wali kota akan menyaksikan penyembelihann hewan qurban.
Share:

Kang Emil di Tabrak Motor, Saat Bersepeda

M. Ridwan Kamil
BANDUNG, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil dan sepeda kesayangannya ditabrak oleh pengemudi motor yang kabur dari razia oleh aparat kepolisian. Insiden tersebut diketahui dari postingan wali kota di instagramnya, Selasa (21/8/2018).

"Kabur razia, nabrak wali kota". Demikian postingan yang ditulis Wali Kota Ridwan Kamil yang kemudian banyak dikomentari netizen.

Masih di postingan yang sama, Kang Emil menuliskan, "Barusan pas bike to work, saya dan sepeda kesayangan ini ketabrak motor yang melawan arus yang mencoba kabur dari razia di Jln Surapati".

Terkait postingannya di instagram, Kang Emil yang ditemui di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum menuturkan, dirinya ditabrak oleh pengendara motor saat akan menghadiri acara ground breaking pembangunan tahap II Skywalk Cihampelas di Jalan Cihampelas.

"Ya saya kan rutin tiap pagi bersepeda, dari rumah di Cigadung ke Balai Kota atau ke Pendopo. Rutenya selalu melewati Jalan Suci, setelah melewati perempatan kemudian lurus ke Jalan Surapati di daerah Gasibu. Saya di jalur kiri sudah mepet-mepet, saking sopannya bersepeda. Tiba-tiba di garis yang sama, motor tanpa basa-basi menabrak saya," ungkapnya.

Usai menabrak dirinya dan sepeda kesayangannya, pelaku bukannya minta maaf tetapi justru memaki-maki Kang Emil. "Di titik tabrakan, dia maki-maki saya karena menganggap menghalangi jalan. Setelah dia tahu saya, baru pucat," tuturnya.

Pengendara sepeda motor tersebut ternyata tidak mempunyai kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor. Ia tidak bisa menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Ditanya SIM, nggak ada. Ditanya STNK, bilangnya ketinggalan. Ketika saya tanya kenapa melawan arus, bilangnya ada yang ketinggalan," ujar Kang Emil.

Setelah dicek, lanjut Kang Emil, ternyata pengemudi tersebut menghindari razia yang digelar aparat kepolisian. "Pas saya cek, dia ternyata menghindari razia, karena 100 meter dari titik tabrakan sedang ada razia motor. Jadi ketika dia mengendarai sepeda motor, banyak pelanggaran yang dilakukan, jadi balik kananlah dia," katanya.

Menurut Kang Emil, pengemudi sepeda motor itu mempunyai lima kesalahan. "Pertama, melawan arus. Kedua, nggak pakai plat nomor. Selanjutnya nggak ada SIM, nggak ada STNK, dan nabrak wali kota," katanya.

Kang Emil mengimbau kepada warga Kota Bandung khususnya para pengguna jalan, supaya mematuhi aturan dan taat lalu lintas. "Kita hidup berlalu lintas ini harus taat. Kalau taat, hidup aman. Kalau tidak, risiko ambil sendiri," tegasnya. ***
Share:

Pemkot Bandung Tambah Panjang Teras Cihampelas

 BANDUNG, kimcipedes.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melanjutkan pembangunan skywalk atau Teras Cihampelas. Hingga akhir tahun ini, Teras Cihampelas akan bertambah panjang 250 meter ke arah flyover Pasupati. "Ini melanjutkan proyek-proyek infrastruktur Kota Bandung," ujar Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil usai acara ground breaking pembangunan Skywalk Tahap II di Cihampelas, Selasa(21/8/2018).

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan, setelah tahap II, pembangunan Skywalk Cihampelas akan dilanjutkan ke tahap III. Tahap III skywalk akan menghubungkan Cihampelas-Dago yang terletak pada sisi Jembatan Pasupati. Jalur skywalk ini akan menghubungkan taman-taman yang berada di bawah Jembatan Pasupati seperti Taman Film dan Taman Jomblo. "Jadi di akhir 2019, turis atau wisatawan dari Dago bisa berjalan kaki menuju Cihampelas. Karena Cihampelas memang telah menjadi destinasi nomor satu Kota Bandung," tutur Emil.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Arief Prasetya mengungkapkan, Pemkot Bandung menganggarkan sebesar Rp23 miliar untuk pembangunan Teras Cihampelas tahap II. Teras Cihampelas tahap II akan memiliki lebar sekitar 7,2-16,4 meter. Pengerjaannya selama 120 hari. "Kami mohon maaf jika ada pengguna jalan yang merasa terganggu karena pembangunan ini," kata Arief.

Namun untuk meminimalisir gangguan, Arief menegaskan, pada siang hari pembangunan akan difokuskan di bagian sisi jalan. Sedangkan jika malam hari, akan fokus untuk pekerjaan yang melintang. "Saat ini pembangunannya telah dimulai. Insya Allah, 4 bulan selesai," ujar Arief.

Sebelumnya, Arief mengungkapkan, berbeda dengan Teras Cihampelas sebelumnya, di tahap II ini difokuskan untuk pedestrian. Sehingga tidak akan ada pedagang yang berada di Teras Cihampelas Tahap II.

"Disainnya masih sama, tetapi tidak ada para pedagang. khusus untuk pedestrian orang. Kalau kami tugasnya membuatkan jempbatannya. Kami tidak mendesain untuk ada pedagang. Tapi kalau nanti perlu, bisa kita bicarakan," tutur Arief.
Share:

Jalan Braga Saksi Perjalanan “Kotatje Bandoeng”

BANDUNG, kimcipedes.com - Jalan yang panjangnya tak lebih dari 1 km atau hanya sekitar 700 meter ini, tak bisa dilepaskan dari sejarah Kota Bandung. Jalan ini menjadi saksi bisu pertumbuhan kota berjuluk “Parisj van Java”, sejak masih menjadi “kotatje” atau kota mungil sampai menjadi kota besar seperti sekarang.

Berada tepat di jantung kota, Jalan Braga benar-benar tak terpisahkan dari Kota Bandung. Saat ini, kalau kita menyusuri Jalan Braga, masih ada nuansa masa lalu, sehingga kita seperti menjadi bagian dari sejarah masa lalu. Jejak kejayaan Braga pada waktu lampau masih terlihat dari bangunan-bangunan tua bergaya art deco yang megah dan masih berdiri kokoh di beberapa bagian.

Beberapa toko masih mempertahankan style-nya, sehingga menjadi daya tarik di masa kini. Sebelum bernama Bragaweg, jalan ini bernama Jalan Culik dan masih berupa jalan kecil di depan permukiman penduduk pribumi yang cukup sunyi. Saat itu, di jalan tersebut memang rawan terjadi tindak kriminal, seperti penculikan.



Ada cerita unik seperti terkait nama Jalan Culik, seperti diungkapkan oleh Haryoto Kunto (Alm.) dalam bukunya "Wajah Bandoeng Tempo Doeloe". Menurut Haryonto Kunto, kemenakan pemilik toko kelontong "De Vries", M. Klass de Vries yang bernama Jan R. de Vries atau sering disebut "Junior", setiap pulang dari berjaga di toko, berusaha menghindari Jalan Culik yang menyeramkan. untuk sampai di pemondokannya di Merdika Lio.

Setiap pulang, Junior ditemani Atmo dan Karta yang nyoren bedog sambil membawa obor menuju pemondokannya di Merdika Lio. Saking ketakutannya, mereka pulang dengan cara nguriling lewat Alun-alun, jalan Raya Barat, belok Pasar Baru, sampai di prapatan "Pompa" belok kanan menyusuri Suniaraja, lalu nyeberang Cikapundung depan "Grand National" Hotel (kini PT KA). Kemudian belok melewati Gedong Papak (sekarang Balaikota) yang rada ramai sampai malam.
Ketika orang Belanda datang, jalan ini disebut Karrenweg atau Pedatiweg atau Jalan Pedati. Disebut Jalan Pedati, karena jalan yang lebarnya sekitar 10 meter itu banyak dilewati pedati. Maklum saja, saat itu alat transportasi masih didominasi pedati.

Baraga

Mengenai penggunaan nama Braga, banyak versi yang menyebutkan asal muasal nama Braga. Ada yang menyebutkan bahwa nama Braga berasal dari kata Sunda, baraga yang artinya jalan-jalan. Kebetulan di dekat Braga ada Sungai Cikapundung dan masyarakat kerap baraga atau jalan-jalan menyusuri sungai ini.

Versi lain mengatakan bahwa nama Braga diambil dari nama perkumpulan tonil "Braga" yang didirikan Pieter Sijthoff pada 18 Juni 1882. Tonil "Braga" sangat terkenal, sehingga diabadikan menjadi nama jalan yang kemudian menjadi pusat para sosialita Belanda berkumpul. Tahun-tahun berikutnya, di sekitar Jalan Braga dibangun gedung besar yang dinamakan Socitet Concordia (sekarang Gedung Merdeka). Gedung ini menjadi tempat rekreasi bagi orang-orang Eropa di Bandung.
Setiap akhir pekan atau hari libur, biasanya para pemilik perkebunan yang membentang di berbagai pegunungan di Jawa Barat, beramai-ramai turun gunung untuk berlibur. Pada malam hari, di gedung ini dipentaskan berbagai pertunjukan kesenian, makan malam, dan hiburan lainnya. Gedung ini termasuk yang paling mewah dibandingkan dengan gedung lainnya saat itu.


Kawasan Elit Sejak Dulu

Di penghujung tahun 1870-an, Jalan Braga berkembang menjadi kawasan elit, setelah kehadiran toko kelontong "De Vries" milik M. Klass de Vries. Toko ini selalu dikunjungi petani Priangan yang kaya raya (Preanger planters) untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari.

Sebagai orang Eropa ke-1500 yang menginjakkan kakinya di Bandung, Tuan Vries memang cerdas, bahkan ada yang menyebutnya sebagai pioner perdagangan di Kota Bandung. Di tokonya, De Vries menyediakan berbagai kebutuhan, mulai dari barang pecah belah, kain, sepatu, alat tulis dan buku, juga obat-obatan. Bisa jadi Toko "De Vries" menjadi cikal bakal supermarket (toko sagala ada) di Bandung.

Ramainya kunjungan petani keturunan Belanda ke toko "De Vries", ungkap Haryoto Kunto dalam "Wajah Bandoeng Tempo Doeloe", membuat kawasan Braga menjadi hidup. Perlahan tetapi pasti mulai berdiri bangunan baru di sekitarnya. Mulai dari hotel, restoran, gedung bioskop hingga bank.

Sebagai kawasan elit, maka tidak sembarang toko dan tempat usaha diizinkan didirikan di Jalan Braga. Butik Au Bon Marche, contohnya, yang hanya menjual pakaian impor dari Paris. Keberadaan butik inilah yang membuat Bandung dijuluki Parisj van Java.

Kemudian ada toko jam Stocker yang hanya menjual jam buatan Swiss, toko bunga Van Doup, toko mobil pertama di Hindia Belanda Fuchs & Rents, hingga penjahit August Savelco yang menjadi langganan tokoh penting seperti JP. Coen hingga Bung Karno.

Terlepas dari berbagai versi nama yang beredar, yang pasti Jalan Braga kemudian menjadi sentra perdagangan dan jasa yang diperuntukkan bagi kaum Belanda. Julukan sebagai "De meetst Europeesche winkelstraat van Indie" atau komplek pertokoan Eropa yang paling terkemuka di Hindia sempat disandang Jalan Braga.

Daya tarik Jalan Braga yang tak lekang oleh zaman, membuat Pemerintah Kota Bandung berupaya "menghidupkan" kembali jalan ini lewat berbagai upaya. Seperti misalnya gelaran Braga Festival atau Brafest. Beragam kegiatan kreatif serta seni dan budaya ditampilkan di gelaran ini. Meski belum optimal, namun kehadiran Brafest bisa "menghidupkan" jalan yang menjadi saksi bisu perkembangan Kota Bandung sejak zaman penjajahan Belanda hingga era globalisasi sekarang.
Sumber : humas.bandung.go.id
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Selasa, 21 Agustus 2018

Pukul 08.00 WIB, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung menerima lima Pejabat Eselon 2 Diklat Pim II terkait mentor laporan Diklat Pim II, di ruang kerja Sekda, Jln. Wastukancana.

Pukul 09.00 WIB, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung menghadiri rapat persiapan pelantikan Wali Kota Bandung terpilih periode 2018-2023, di Ruang Rapat Sanggabuana Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Bandung.

Pukul 09.00 WIB, Wakil Wali Kota Bandung memberikan sambutan sekaligus membuka acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Zero Waste Life Style, di Hotel Cipaku, Jln. Cipaku Indah, Ledeng, Cidadap.
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Senin, 20 Agustus 2018

Pukul 07.45 WIB, Upacara Pengibaran Bendera di Plaza Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.

Pukul 08.00 WIB, Wakil Wali Kota Bandung menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Penatausahaan Barang Milik Daerah, di Ruang Amartapura AB El Royal Hotel, Jln. Merdeka, Bandung. Ikut mendampingi Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung.

Pukul 10.30 WIB, Wali Kota Bandung menghadiri Rapat Pimpinanan Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Penjabat Gubernur Jawa Barat, di Ruang Rapat Papandayan Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Bandung.
Share:

HUT ke-73 Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung Raih Tripartit Award dan Lima Penghargaan

M. Ridwan Kamil - Wali Kota Bandung
BANDUNG, kimcipedes.com - Kota Bandung meraih penghargaan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Award. Selain itu, Kota Bandung juga meraih lima penghargaan lainnya.

Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil menerima piala Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Award pada upacara peringatan Hari Jadi ke-73 Provinsi Jawa Barat di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Minggu (19/8/2018). Penghargaan diserahkan langsung oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat, M. Iriawan.

“Alhamdulillah, ini sebuah prestasi, menambah prestasi Kota Bandung dan definisi Bandung Juara hadir di momen ini. Mudah-mudahan ini menjadi penghargaan yang tidak akan berubah lagi,” ucapnya.

Ridwan menuturkan, penghargaan tersebut diperoleh berkat hubungan yang harmonis antara tiga unsur ketenagakerjaan di Kota Bandung, yaitu pemerintah, pengusaha, dan para pekerja. Keharmonisan itu terbangun berkat upaya ketiganya membangun dialog yang baik. “Kepemimpinan di Bandung memang selalu turun tangan. Makanya sudah dua tahun tidak demo (saat Hari Buruh),“ ungkapnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung selalu berinovasi agar kesejahteraan buruh di Kota Bandung bisa terwujud. Tidak hanya dengan meningkatkan standar upah tetapi juga memberi berbagai fasilitas untuk menekan pengeluaran mereka.

“Kita membuat inovasi-inovasi yang membuat buruh itu nyaman di Kota Bandung. Ada program rumah susun untuk buruh, sembako delivery untuk buruh, membuat peraturan yang kondusif bahwa semua perusahaan tidak boleh diskriminatif termasuk kepada disabilitas,” paparnya.

Regulasi tersebut mengatur segala hal yang berkaitan dengan buruh. Tak hanya menyangkut hak dan kewajiban tetapi juga perlindungan bagi buruh, terutama buruh difabel dan buruh perempuan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Asep C. Cahyadi mengungkapkan, regulasi yang mengatur segala hal yang berkaitan dengan buruh yang membuat Kota Bandung unggul pada penilaian ini.

“Kita mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai kota yang LKS-nya terbaik. Kita diperkuat dengan produk hukum, yaitu Perda (Peraturan Daerah). Perda kita tentang ketenagakerjaan yang melindungi tenaga kerja dan pengusaha lebih baik lagi," tutur Asep.

Perda Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2018 tentang Ketenagakerjaan itu, lanjut Asep, dapat mendorong kesejahteraan buruh serta mendukung para pengusaha agar tetap bisa meningkatkan investasi di Kota Bandung. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung yang kini mencapat 7,8% dan dapat terus meningkat.

Selain penghargaan LKS Tripartit Award, di momentum yang sama Kota Bandung juga meraih lima penghargaan lainnya. Untuk Penghargaan Intensifikasi Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung menjadi Tiga Terbaik dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama dengan Kab. Karawang dan Kota Tasikmalaya. Kecamatan Lengkong juga menjadi Kecamatan Tiga Terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat.

Masih Penghargaan Intensifikasi Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor, Kota Bandung juga memperoleh penghargaan untuk Kategori Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Terbaik Kelompok Besar Tipe A melalui Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kota Bandung II Kawaluyaan. Pada Kategori Kader Penggerak Taat Pajak Enam Terbaik, warga Kota Bandung, Yani Maryani juga memperoleh penghargaan mewakili Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kota Bandung I Pajajaran.

Sementara itu, penghargaan individual diterima Elis Solihat untuk Kategori Pelopor Pemberdayaan Masyarakat Jawa Barat Tahun 2018. Eli yang memperoleh hadiah Rp50 juta, dinilai berprestasi karena dedikasinya dalam memberdayakan perempuan melalui Program Pembinaan Terhadap 130 Unit Bank Sampah Hijau Lestari di Kota Bandung. ***
Share:

Lansia Kota Bandung Bergembira di Taman Film


BANDUNG, kimcipedes.com - Ratusan lanjut usia (Lansia) Kota Bandung berkumpul di Taman Film dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Tingkat Nasional (HLUN), Minggu (19/8/2018). Meski tak lagi muda, semangat para lansia untuk beraktivitas tetap menyala.

Alunan angklung dan kecapi yang mengiringi lagu Sunda membuat mereka teringat masa muda.

Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil merasa bangga karena Kota Bandung merupakan Kota yang memiliki dinas khusus untuk mengurus Lansia. Hal itu ia rancang ketika membuat SOTK baru, agar Lansia Bandung bahagia lahir maupun batinnya. "Satu satunya kota yang punya unit kerja dalam bentuk bidang Lansia itu hanya Kota Bandung," tutur Emil sapaan akrabnya.

Menurutnya memuliakan Lansia sama dengan memuliakan orang tua sendiri. "Insya Allah, memuliakan orang tua akan diridoi oleh Allah," katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat memberdayakan lansia dengan berbagai macam program seperti Minggu Lansia. Khusus Minggu Lansia, program ini juga menghadirkan relawan yang diberi nama 'Sahabat Lansia'.

Lansia pun memiliki kegiatan yang cukup banyak, di antaranya ESQ, kegiatan kesenian, Lansia Mengaji, Senam Lansia dan kegiatan wisata.

Menurutnya, Lansia di Kota Bandung itu bahagia karena beberapa kegiatan itu langsung disusun oleh para Lansia. "Tupoksinya nggak usah rumit, apa maunya orang tua, ya itu yang harus dipenuhi. Jadi apa programnya terserah Lansia," ungkapnya.

Usai memberikan sambutan, Emil pun memberikan ucapan selamat kepada Lansia tertua di Kota Bandung. Untuk perempuan Lansia di Kota Bandung dengan nama Enoh berumur 109 tahun yang tinggal di Jalan Cicukang RT 03 RW 07 Kecamatan Arcamanik. Sementara itu untuk laki bernama, Pakih Juhana berumur 112 tahun. Keduanya terlihat gembira ketika bertemu dengan Wali Kota Bandung dan berfoto bersama.

Sementara itu, pasangan Suami isteri tertua di Bandung berada di wilayah kecamatan Bandung Wetan. Suami bernama Ramelan dan Istrinya Srijati, yang sampai saat ini beranjak 61 tahun masa pernikahan. ***
Share:

LPM Kel. Cipedes Hadirkan Juri Dari Unikom

Sukajadi, kimcipedes.com – Ratusan peserta karnaval dan Kirab Budaya yang terdiri dari anak-anak, pemuda bahkan lansia yang merupakan utusan dari RW se Kelurahan Cipedes turut andil memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73.


Lurah Cipedes Dedi Rustandi, SH melepas peserta karnaval dengan mengucapkan Bismillahirohmanirahim. Walaupun sejak pagi matahari mulai menyengat tapi tidak terlihat sedikitpun surut semangat para peserta karnaval. Adapun route yang dilalui peserta karnaval, start didepan Kantor Kelurahan Cipedes, melewati Jalan Sukagalih, Cipedes Tengah dan berakhir di Lapang Abra yang merupakan panggung utama kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke 73, Minggu, 19 Agustus 2018.
Karnaval dan Lomba Senam Chantik merupakan akhir dari rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke 73 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cipedes didukung oleh Karang Taruna Rajawali, PKK, BKM, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Cipedes, ormas/okp se Kelurahan Cipedes.

Bahkan untuk menjaga kenetralan dalam penilaian karnaval dan kirab budaya, LPM Kelurahan Cipedes menghadirkan DR. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si Dekan Pasca Sarjana Universitas Komputer (Unikom) Indonesia - Bandung sebagai Dewan Juri. Sedangkan untuk Juri senam Cantik Djulaehan dari Kelurahan Pasteur.

DR. Rahma mengatakan merupakan suatu penghargaan dapat berkumpul ditengah-tengah warga kelurahan Cipedes untuk melakukan penilaian lomba karnaval sesuai dengan permintaan Ketua LPM Kelurahan Cipedes, M. Raka Mandala Putra,” ungkap Rahma.

Menurut Rahma, ada beberapa kategori dalam penilaian lomba karnaval ini, diantaranya jumlah pakaian adat yang digunakan, property dan keunikan bahkan bunyi-bunyian yang dibawa peserta.

Ketua LPM Kelurahan Cipedes, M. Raka Mandala Putra mengungkapkan terima kasih kepada Lurah Cipedes Dedi Rustandi, SH, Ketua Karang Taruna Rajawali Dedi Djunaedi, Ketua PKK, Babinsa, Binmaspol Kelurahan Cipedes Endang, BKM, Forum RW, Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Cipedes, Ketua RW se-Kelurahan Cipedes, dan kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini.

Raka menegaskan bahwa kita tidak boleh mengeluh, kita gelorakan semangat kebersamaan untuk membangun bangsa ini. kita sebagai estafet penerus bangsa, harus menjaga kesatuan dan persatuan NKRI, maka kita harus menyadari apa yang telah kita berikan pada bangsa. apa yang telah kita berikan kepada bangsa ini. Tanpa semangat kebersamaan, mustahil para pejuang kita dengan menggunakan bambu runcing mampu mengalahkan penjajah dengan peralatan senjata yang begitu modern. Untuk itu, mari kita bersama-sama membangun demi kemajuan warga Cipedes,” ujar Raka.

Sementara itu, Lurah Cipedes Dedi Rustandi, SH mengapresiasi kerjasama terjalin baik antar LKK Kelurahan Cipedes sehingga kegiatan – kegiatan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 73 dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Pejuang-pejuang kita berhasil meraih kemerdekaan dengan peralatan seadannya, kunci keberhasilannya adalah Kebersamaan. Mari kita pupuk rasa kebersamaan antar lembaga kelurahan untuk mewujudkan kelurahan Cipedes lebih baik lagi kedepannya,” ungkap Lurah.

Pada kesempatan tersebut, Lurah Cipedes mengajak warga mendoakan para pejuang Kemerdekaan RI.

Hal senada dikatakan Tokoh Masyarakat Kelurahan Cipedes, Rukmana merupakan legend Persib Bandung, saya sangat berterima kasih kepada LPM Kelurahan Cipedes yang mampu menghibur warga dengan berbagai kegiatan dalam rangka memeriah HUT Kemerdekaan RI ke 73. Mudah-mudahan kedepannya lebih semarak lagi,” ucapnya.

Pemenang Lomba Dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke 73 :

a. Lomba Futsal :
    - Juara 1 : RW 04 (Piala Bergilir Lurah Cipedes)
    - Juara 2 : RW 09 
    - Juara 3 : RW 05
    - Juara 4 : RW 06

b. Lomba Adzan
    - Juara 1 : Muhammad Rafli (RW 01)
    - Juara 2 : Reffa Anugrah Santosa (RW 01)
    - Juara 3 :Rafli Outra Pratama (RW 11)

c. Lomba Karnaval & Kirab Budaya
    - Juara 1 : RW 04 (Piala Bergilir Ketua LPM  Kel. Cipedes)
    - Juara 2 : RW 08
    - Juara 3 : RW 03
    - Kostum Terunik : RW 11

d. Juara Senam Cantik
    - Juara 1 : RW 11
    - Juara 2 : RW 02
    - Juara 3 : RW 05
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Minggu, 19 Agustus 2018

Pukul 04.00 WIB, Wali Kota Bandung melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Alun-alun Tanjungsari, Jln. Raya Cirebong-Bandung Jatisari, Tanjungsari.
Pukul 08:00 WIB, Wali Kota Bandung menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Provinsi Jawa Barat, di Lapang Gasibu, Jln. Diponegoro, Bandung. Pada kesempatan yang sama akan diserahkan Piagam dan Penganugrahan LKS Tripartit Award Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 serta pemberian Penghargaan Intensifikasi Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor.

Share:

45 Bendera Negara Peserta Asian Games 2018 Berkibar di Kota Bandung

BANDUNG, kimcipedes.com - Sebanyak 135 Pramuka Penegak dan Pandega Kota Bandung mengibarkan 45 bendera negara peserta Asian Games 2018 di Jalan Soekarno Kota Bandung, Sabtu (18/8/2018). 
Pada pengibaran bendera itu, Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil bertindak selaku Inspektur Upacara. “Hari ini secara resmi kita menaikkan bendera-bendera negara peserta Asian Games. Ini akan berlangsung selama penyelenggaraan Asian Games. Kita doakan lancar di semua daerah,” ujarnya.

Tak hanya mengibarkan bendera, Pramuka dari SMPN 12 Kota Bandung juga memeriahkannya dengan tetabuhan marching band. Ridwan mengaku bangga kepada para Pramuka yang telah berlatih berhari-hari.

“Ada ratusan Pramuka yang sudah berlatih berhari-hari untuk memastikan acara lancar. Alhamdulillah tadi lancar. Terima kasih ke keluaga besar Pramuka, saya selaku Mabicab (Majelis Pembimbing Cabang) juga berkewajiban untuk mengedukasi mereka untuk bangga (terhadap pelaksanaan even ini),” ujarnya.

Kendati Kota Bandung tidak menjadi lokasi pelaksanaan perhelatan olahraga terbesar di Asia itu, Ridwan merasa Kota Bandung tetap harus berpartisipasi memeriahkannya. Sebagai ibu kota solidaritas Asia Afrika, Kota Bandung tetap memiliki tempat dan peran dalam ajang ini.

“Kita sedang menghadapi perhelatan nasional, Asian Games di Indonesia. Kita bagian dari NKRI ikut senang dan ikut mendukung. Ada tidaknya perhelatan di Kota Bandung bukan masalah, kita menunjukkan semangat. Apalagi Bandung kan ibu kota solidaritas Asia Afrika,” imbuhnya.

“Warga Bandung akan membantu viralisasi, dukungan secara digital agar sukses acara Asian Games ini,” katanya.***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Sabtu, 18 Agustus 2018

Pukul 08.00 WIB, pembukaan Crafashtival oleh Atalia Praratya di Jln. Ir. Soekarno, Bandung.
Pukul 11.00 WIB, Wali Kota Bandung menghadiri pengibaran bendera Asian Games yang dilanjutkan dengan meninjau Crafashtival sekaligus melihat Pameran Foto Perjalanan 5 Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung. Tempar di Jln. Ir. Soekarno
Pukul 12.00 WIB, Wali Kota menerima kunjungan dan silaturshmi Ustaz Shamsi Ali dalam rangka membangun sinergi untuk Jawa Barat, di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum.
Pukul 18.30 WIB, bertempat di Jln. Soekarno, Wali Kota Bandung menyerahkan piagam penghargaan kepada sponsor acara Beberes Bandung, diantaranya kepada sponsor, TNI, Polri, kecamatan, dan relawan.
Pukul 19.00 WIB, Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung menghadiri Pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Pukul 20.00 WIB, Wali Kota Bandung menghadiri acara pisah sambut Kapolrestabes Bandung, di Ballroom Crowne Hotel, Jln. Lembong, Bandung.
Sumber : humas.bandung.go.id
Share:

Pj. Sekda Kota Bandung Dadang Supriatna : Pemuda Tulang Punggung Negara

BANDUNG, kimcipedes.com - Generasi muda harus memanfaatkan momentum HUT ke-73 Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya. Salah satu caranya adalah dengan menjaga keutuhan Pancasila.

“Sebagai penerus tongkat estafet kemerdekaan, generasi muda harus menjaga keutuhan Pancasila dan menjiwai Pancasila,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung Dadang Supriatna,usai bertindak selaku Inspektur Upacara Penurunan Bendera dalam rangkaian Gelar Senja HUT ke-73 RI tingkat Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat (17/8/2018).

Menurut Dadang, gerenasi muda harus memperjuangkan keutuhan Pancasila dengan cara menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi, Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) pada 2019 mendatang.

Momentum demokrasi itu, lanjut Dadang, jangan sampai menimbulkan gejolak yang berlebihan, apalagi sampai terjadi perpecahan. Generasi muda harus cerdas dan cermat melihat situasi. “Pemuda menjadi tulang punggung negara. Pemuda harus berperan aktif pada Pileg dan Pilpres,” ujar Dadang.

Oleh karena itu, pembinaan generasi muda perlu terus dilakukan. Di Kota Bandung, pembinaan pemuda berada di bawah kewenangan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung. Dispora menaungi berbagai program kepemudaan yang diharapkan dapat mewujudkan pemuda Kota Bandung yang berprestasi.

Pembinaan pemuda, di antaranya oleh Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bandung. Selaku pasukan pengibar Bendera Pusaka, PPI Kota Bandung memiliki peran penting dalam pembinaan pemuda untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air dan memupuk rasa persatuan dan patriotisme.

Sementara itu, dalam rangkaian HUT ke-73 RI ini, Paskibraka Kota Bandung menggelar Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) tingkat SMA/SMK dan SMP. Sebanyak 30 tim mengikuti lomba tersebut.

Ketua PPI Kota Bandung, Eki Dudi Darmawan menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk membina dan melatih generasi muda.

“Alatnya LKBB, tapi tujuannya untuk membina, melatih disiplin, kerja sama, tanggung jawab, kebersamaan, mengikuti instruksi, dan lebih jauh adalah persaudaraan antarpelajar,” ucapnya.
@***
Share:

338 Perubahan di Kota Bandung, Warga Bahagia

M. Ridwan Kamil - Oded M Danial
BANDUNG, kimcipedes.com. - Kota Bandung telah bergerak menjadi lebih baik dan telah bereformasi menjadi kota cerdas yang menjadi teladan dalam berbagai hal. Tidak hanya diteladani di tingkat regional, tetapi juga nasional dan internasional.
Demikian disampaikan Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil dalam pidato kemerdekaan pada Upacara Peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia, Jumat (17/8/2018), di Plaza Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Bandung. Pidato kemerdekaan kali ini merupakan pidato kemerdekaan terakhir Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung.

"338 penghargaan yang telah diraih oleh Kota Bandung selama lima tahun menjadi ukuran bahwa telah terjadi 338 perubahan di kota ini," tutur pria yang terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat pada Pilkada Serentak 2018 lalu.
Menurutnya, perubahan itu terjadi di berbagai sektor. Mulai dari reformasi birokrasi dengan pencapaian rangking 1 nasional pada Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang melompat dari rangking 200-an, sampai lahirnya sistem pendidikan karakter Bandung Masagi.

Lahirnya berbagai infrastruktur juga menjadi penanda hadirnya perubahan. Taman-taman tematik untuk meningkatkan indeks kebahagiaan warga sudah dirasakan manfaatnya. Hampir 90% warga Bandung mengaku bahagia tinggal di kota yang akan berusia 208 tahun pada September 2018 mendatang.

"Secara teknis, warga Kota Bandung adalah warga yang paling bahagia di Indonesia," ujarnya.
Ia lantas berpesan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung agar terus mempertahankan kinerja agar prestasi-prestasi itu semakin bertambah. Tiga prinsip yang ia tekankan untuk ASN Pemkot Bandung, yaitu integritas, profesional, dan melayani.
"Jika ketiga itu dilaksanakan dan dipegang teguh, maka ASN Kota Bandung akan menjadi ASN terbaik di Indonesia," katanya.

Sementara itu, Emil yang ditemui awak media mengaku terharu saat menyampaikan pidato terakhirnya. Mulai bulan depan, ia akan bertugas di tempat yang baru. Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial akan menjadi Wali Kota Bandung setelah terpilih pada Pilkada Serentak di periode yang sama.

Ia pun telah menitipkan berbagai program yang perlu dilanjutkan kepada Oded M. Danial. Emil percaya, Oded mampu membawa Kota Bandung lebih baik lagi di masa mendatang.

"Yang berhasil saya titipkan ke Mang Oded supaya dipertahankan. Hal yang kurang-kurang, nanti Mang Oded punya kesempatan menyempurnakan selama lima tahun ke depan," tuturnya.

Salah satu program yang harus berkelanjutan adalah, soal transportasi. Kendati begitu, sebagai Gubernur Jawa Barat terpilih, Emil menyatakan akan membantu Kota Bandung dalam kapasitasnya yang lebih luas.

Masalah transportasi akan saya selesaikan sebagai gubernur, karena memang repot ternyata. Kalau itu bisa bersinergi harusnya Bandung bisa mengalami lompatan luar biasa. Kalau lain-lain tinggal mempertahankan," katanya.***
Share:

Aparatur Kelurahan & Kecamatan Jangan Berdiam Diri, Bentuk Tim Kewaspadaan Dini

BANDUNG, kimcipedes.com - Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta kelurahan dan kecamatan untuk membentuk tim kewaspadaan dini. Tujuannya untuk semakin meningkatkan keamanan dan ketertiban Kota Bandung.
"Setelah terbentuk, nanti kita kerja sama dengan TNI maupun Polri. Hal ini harus dilakukan agar menghasilkan sinergitas untuk menjaga kondusivitas Kota Bandung," ujarnya pada Rapat Koordinasi dan Pemantapan Aparatur dalam Membangun Keterpaduan dan Sinergitas untuk Menjaga Kondusivitas Wilayah Kota Bandung di Hotel Grand Asrilia, Jln. Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Kamis (16/8/2018).
Oded menegaskan, meski saat ini Kota Bandung sangat kondusif, tetapi bukan berarti aparatur berdiam diri. Sebaliknya, aparatur harus semakin meningkatkan kewaspadaan. "Kita harus tetap berhati-hati dan selalu meningkatkan kewaspadaan," kata Mang Oded.

Mang Oded juga meminta kepada aparatur kewilayahan supaya lebih mengeratkan koordinasi dengan instasi lain dan warga. "Dengan berkumpul antara pemimpin dengan warga dan unsur kewilayahan itu sudah cukup. Intinya kita meningkatkan silaturahmi," tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengajak seluruh aparatur kewilayahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Ia berharap, melalui rapat koordinas para peserta mampu meningkatkan peran serta berbagai elemen di wilayahnya masing-masing.

Hal itu untuk membangun keterpaduan agar mampu memberikan kenyamanan. Mari kita tingkatkan sinergitas dan saling berkomunikasi antar aparatur demi kenyamanan lingkungan," katanya. ***
Share:

Agenda Pememerintah Kota Bandung, Jumat, 17 Agustus 2018

Pukul 07.30 WIB, Wali Kota Bandung menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kota Bandung, di Plaza Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana. Upacara dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bandung, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung.
Pukul 09.30 WIB, Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung menghadiri Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018. Tempat di Gasibu, Jln. Diponegoro, Bandung.
Share:

Tim Futsal RW 04 Berhasil Rebut Piala Bergilir Lurah Cipedes

SUKAJADI, kimcipedes.com – Tim Futsal RW 04 berhasil meraih juara 1 pada Turnamen Futsal Mini antar RW memperebutkan Piala Bergilir Lurah Cipedes. Pada final turnamen futsal ini, RW 04 membobol gawang tuan rumah RW 09 pada penambahan waktu dimenit-menit terakhir babak kedua.

Pantauan kimcipedes.com wrga terlihat begitu antusias, mereka berbondong-bondong datang memadati arena futsal untuk menyaksikan laga pemungkas tim kesayangannya.

Suporter Tim Futsal RW 04 melompat kegembiraan setelah wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya turnamen Futsal Mini antar RW se Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, bertempat di Lapang mini futsal RW 09, Aspol Sukajadi Kota Bandung, Rabu, 15/08/18.

Pertandingan pemungkas antara RW 04 melawan RW 09 disaksikan oleh Lurah Cipedes Dedi Rustandi, SH, Binmaspol Kelurahan Cipedes Endang, Babinsa Kelurahan Cipedes, Andrianus, Ketua LPM Kecamatan Sukajadi, Kasi Kemasyarakatan Kelurahan Cipedes Martini Widyaningsih, SE, Bagian Pelayanan Kelurahan Cipedes Samsudin, S.Sos, Ketua LPM Kelurahan Cipedes M. Raka Mandala Putra, Ketua Karang Taruna Rajawali Kelurahan Cipedes Dedi Djunaedi, Ketua PKK Kelurahan Cipedes, Ketua BKM Kelurahan Cipedes Suherdin, Ketua Forum RW Kelurahan Cipedes Suherman, Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Cipedes Asep Wahyu Hermawan, Ketua RT dan RW se Kelurahan Cipedes.

Turnamen Futsal Mini antar RW se Kelurahan Cipedes dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke – 73 yang diselenggarakan oleh LPM Kelurahan Cipedes bekerjasama dengan Karang Taruna Rajawali Kelurahan Cipedes, PKK Kelurahan Cipedes didukung oleh Forum RW Kelurahan Diproses dan KIM Kelurahan Cipedes.

Turnamen Futsal Mini Antar RW se-Kelurahan Cipedes Tahun 2018 :

- Juara 1 : RW 04
- Juara 2 : RW 09
- Juara 3 : RW 05
- Juara 4 : RW 06
Masing-masing mendapatkan berupa Piala, Dana Pembinaan dan Sertifikat. ***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Rabu, 15 Agustus 2018

Pukul 08.00 WIB, Wakil Wali Kota Bandung memberikan sambutan pada acara Pencanangan dan Pelayanan KB Kesehatan Kodim 0618/BS Tahun 2018. Tempat di Klinik Utama Monalisa, Jln. Moh. Ramdan, Bandung.

Pukul 10.00 WIB, Wali Kota Bandung meninjau Gedung Creative Center Bogor di Ruang Dinas Bakorwil, Jln. Pajajaran, Bogor.

Pukul 11.00 WIB, Wali Kota Bandung menghadiri rapat dengan Mr. Mark Field MP (The Foreign Officer Minister for Asia and The Pacific) dan Mr. Moazzam Malik tentang kerja sama antara United Kingdom dengan Kota Bandung. Tempat di Garden Cafe, Kebun Raya Bogor.

Pukul 11.00 WIB, Wakil Wali Kota Bandung menghadiri acara serah terima Bendera Pusaka di Aula Timur Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Bandung.

Pukul 14.00 WIB, Wakil Wali Kota Bandung menerima silaturahmi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, di Ruang Rapat Kantor Wakil Wali Kota Bandung, Jln. Wastukancana.
sumber : humas.bandung.go.id
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Selasa, 14 Agustus 2018


Pukul 08.00 WIB, Focus Group Discussion (FGD) bidang transportasi di Hotel Luxton, Jln. Ir.H. Djuanda, Bandung.

Pukul 08.00 WIB, publikasi produk hukum Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, di Ruang Serba Guna Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana.
Share:

Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan Buka Turnamen Futsal Antar Gober

Sukajadi, kimcipedes.com – Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, Kecamatan Sukajadi menggelar turnamen Futsal Gober antar Kelurahan. Pertandingan Futsal ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar Gober.

Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan membuka Turnamen Futsal Gober di Gedung Orange, Jalan Babakan Jeruk, Kelurahan Cipedes, Senin, 13/08/18.

Camat Sukajadi, Yudi Hermawan mengatakan penyelenggaraan pertandingan futsal Gober ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat serta mempererat tali silaturrahmi diantara sesama Gober.

Bagi tim Futsal yang nantinya akan bertanding, kata Camat Yudi jaga sikap sportifitas dan fair play dalam bermain, sikap menghargai lawan tanding, dan rasa persaudaraan. Junjung sportifitas dan raih kemenangan dengan gemilang. Semoga segala yang kita lakukan akan mendapat Ridho dari Allah SWT,” ungkap Yudi.

Pertandingan perdana diawali Tim Futsal Gober Cipedes melawan Tim Futsal Gober Sukagalih.

Sekretaris Kecamatan Agung Purnomo, Lurah Cipedes, Dedi Rustandi,SH, Seklur Cipedes, Sudirman, S.Sos, Kasi Ekbang & LH, Meiti Irianti, S.S.Pd, Kasi Kemasyarakatan Martini Widyaningsih, SE dan Bagian Pelayanan Samsudin, Lurah Sukagalih Aep Sahri, S.Sos. beserta jajarannya turut  menyaksikan pertandingan Futsal Gober Cipedes vs Futsal Gober Sukagalih. ***

Share:

Sektor 9 Satgas Citarum Harum Tetap Semangat Dengan Peralatan Seadanya

KBB, kimcipedes.com. - Semangat Satgas Citarum Harum Sektor 9 patut diacungi jempol, dengan peralatan seadanya serta dibantu oleh 11 orang mahasiswa KKN Tematik UPI dan puluhan warga Desa Cikande, terus lakukan kegiatan bersih lingkungan jalan Desa sepanjang 2 km. Minggu (12/8/18).
Desa Cikande merupakan Desa paling ujung dari Subsektor Batujajar, walaupun demikian tidak menyurutkan semangat Kapten Inf Nasrul T sebagai Dansubsektor, serta anggota Satgas Citarum lainnya untuk terus melaksanakan amanat Perpres 15 tahun 2018.
Menurut Kades Cikande Ruhiyat, dirinya merasa beruntung satgas Citarum ada yang bertugas di daerahnya. "Selain Satgas Citarum yang bertugas di Desa ini, ditambah dengan 11 mahasiswa KKN Tematik dari UPI, sangat membantu tugas saya sebagai Kepala Desa, terutama dalam merubah pola pikir warganya untuk lebih menjaga lingkungan. " ungkap Ruhiyat yang memimpin 5400 jiwa di Desa Cikande dengan luas wilayah 450 hektar ketika ditemui di sela sela kegiatan bersih bersih nya.

Sementara itu Dansubsektor Batujajar Kapten Inf Nasrul T yang mewakili Dansektor 9 Kol Inf Sahal Ma'ruf mengatakan kurangnya perlengkapan, bukan berarti kami harus kehilangan semangat, sebagai prajurit Kodam III/Siliwangi, dimanapun kami ditugaskan sebagai satgas Citarum, kami akan bekerja semaksimal mungkin," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Kapten Inf Nasrul, setiap hari Satgas Citarum melakukan edukasi kepada warga tentang Sampah dan menjaga lingkungan sekitar Genangan Saguling, kami melibatkan warga setempat karena ketika nanti kami sudah tidak bertugas sebagai Satgas, warga sudah terbiasa dengan pola hidup sehat dan tetap menjaga lingkungannya," pungkasnya.***
Share:

Agenda Pemerintah Kota Bandung, Senin, 13 Agustus 2018

Pukul 07.45 WIB, Wali Kota Bandung menjadi inspektur upacara pengibaran bendera yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dengan 8 lembaga perbankan. Upacara diikuti oleh Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung. Tempat di Plaza Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Bandung.
Share:

KAPOLRI

iklan banner

KAPOLRES SUMBAWA BARAT

iklan banner

IPTU RITA YULIANA,S.I.K.,M.M

Trending Minggu Ini

BERITA HARI INI

Arsip Blog