Januari 2018 ~ KIM Cipedes

PEMKOT BANDUNG AKAN OPTIMALKAN PEMANFAATAN KAWASAN SUNGAI CIKAPUNDUNG

Bandung, kimcipedes.com - Pemerintah Kota Bandung akan mengoptimalkan aset di sepanjang sungai Cikapundung. Khususnya kawasan sungai Cikapundung di Jalan Peta hingga Jalan Soekarno-Hatta.

"Kawasan itu akan kita perbaiki. Konsepnya bisa taman pasif yang isinya rumput dan tanaman atau bisa taman aktif seperti alun-alun kecil. Intinya masyarakat kota Bandung ingin lingkungannya dekat dengan air dan memiliki ruang terbuka nyaman," ujar Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung Jalan Dalem Kaum, Senin (15/1/2018).
Diungkapkan Ridwan, optimalisasi aset ini masih berkaitan dengan program Citarum Harum yang telah menjadi agenda nasional. Optimalisasi aset itu merupakan bagian dari proses di level kota.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bandung telah berusaha maksimal membersihkan sungai yang menjadi anak sungai Citarum. Selain membersihkan sampah, Pemerintah Kota Bandung juga telah memiliki 12 ruang khusus untuk sungai. Ruang khusus ini untuk menyaring agar sungai menjadi lebih bersih.

"Jadi sampai saat ini Kota Bandung sudah maksimal membersihkan sungai Citarum. Bukan hanya pembersihan saja, kota Bandung pun terus melakukan penataan lingkungan khusus untuk sungai Citarum," katanya. ***
Share:

PEMKOT BANDUNG AKAN REVITALISASI SOSIAL LINGKUNGAN KAWASAN REL KERETA API

Bandung, kimcipedes.com -Pemerintah Kota Bandung akan merevitalisasi kawasan rel kereta api yang masuk wilayah Kota Bandung pada tahun 2018 ini. Program ini merupakan bagian dari revitalisasi sosial lingkungan di Kota Bandung.

Program ini juga merupakan salah satu cara Pemkot Bandung meminimalisir terjadinya kejahatan seperti kekerasan seksual terhadap anak di kawasan sepanjang rel kereta api."Jadi hadirnya program ini memastikan tidak ada kekerasan khususnya pada anak-anak," ujar Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Senin (15/1/2017).
Menurutnya, program tersebut akan bergerak selama tahun 2018. Wilayah yang direvitalisasi yaitu antara perbatasan Kota Cimahi hingga ke arah Sumedang.

"Nantinya kita adakan tim berbasis formal di tingkat kecamatan. Jadi, setiap wilayah akan dibuat tim khusus untuk melakukan program tersebut," tuturnya.

Ditambahkan Ridwan, revitalisasi ini juga akan membantu masyarakat dalam hal perekonomian. "Intinya, jika keluarga tersebut perkonomiannya perlu dibantu, pemerintah akan membantu. Contohnya melalui kredit Melati (Melawan Rentenir) ataupun kredit Bagja (Bangun Keluarga Sejahtera). Pokoknya kami siapkan program program peningkatan kualitas manusia yang setara agar masyarakat kota Bandung lebih sejahtera," pungkas Ridwan. ***
Share:

SIAPKAN 24 TON PER HARI, PEMKOT BANDUNG GELAR OPM BERAS HINGGA FEBRUARI MENDATANG

KIM CIPEDES, PENDOPO.| Mengantisipasi kenaikan harga beras, Pemerintah Kota Bandung bekerja sama dengan Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) berencana menggelar Operasi Pasar Murah (OPM). Operasi ini akan berlangsung hingga Februari mendatang.

Pada pekan pertama ini, Pemerintah Kota Bandung menetapkan 10 titik OPM di seluruh wilayah Kota Bandung.

Pada Senin (15/1/20178), OPM telah digelar di halaman kantor Kec. Andir dan Kantor Kelurahan Cipamokolan Kec. Sukasari.  OPM digelar untuk menindaklanjuti naiknya harga beras kelas medium di pasaran.
Berdasarkan hasil survei pasar, terdapat kenaikan harga beras sebesar 18-20% dari Harga Eceran Tertinggi (HET). HET beras medium yang ditetapkan pemerintah adalah Rp 9.450 per kilogram, sedangkan harga di pasaran mencapai Rp 11.000 – Rp 11.500 per kilogram.

“Karena kenaikannya sudah di atas 10%, maka berdasarkan regulasi kita harus menggelar operasi pasar,” ungkap Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Elly Wasliah di Pendopo Kota Bandung, Senin (15/1/2018).

“10 titik tersebut nanti akan dievaluasi di pekan pertama. Kalau antusiasime masyarakat di satu lokasi kurang peminat, kita akan alihkan ke kecamatan lain. Ini akan dilakukan secara bergiliran,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan OPM, Pemerintah Kota Bandung bekerja sama dengan Perum Bulog akan menyediakan sebanyak 8 ton beras di tiap titik dengan harga Rp 8.200 per kilogram. Masyarakat bisa membeli beras 5 kg sampai maksimal 15 kg.

Setiap hari, OPM akan dilaksanakan di tiga titik. Namun khusus hari pertama ini, OPM hanya dilakukan di dua titik saja, yakni di Kec. Andir dan Kec. Sukasari. Menurut Elly, hal itu karena di Ujungberung sudah dilaksanakan Bazar Pasar Murah pada Jumat, 12 Januari 2018 lalu.

Pasar murah di Ujungberung merupakan program pemerintah pusat yang dilaksanakan atas kerja sama Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat serta Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung. Khusus pasar murah itu, beras yang dijual dengan harga Rp 8.800 perkilogram bukan berasal dari Bulog melainkan langsung dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Program tersebut dilakukan serentak di empat provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Di Jawa Barat, pasar murah dilaksanakan di Kota Bandung dan Kota Cimahi. Di Kota Bandung sendiri, pasar murah digelar di dua titik, yakni di Kantor Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat serta Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung.

Adanya operasi pasar dan berbagai antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah dan Bulog, Eli optimis harga pangan, terutama beras, akan kembali stabil pada pertengahan Februari mendatang.

“Karena Februari dan Maret itu kita akan ada panen raya. Insya Allah beras akan melimpah dan mencukupi kebutuhan kita,” ucap Elly.

Pada hari pertama operasi pasar ini, sebanyak 4,5 ton beras berhasil didistribusikan kepada 362 orang pembeli di kantor Kel. Cipamokolan. Sementara itu di kantor Kec. Andir sebanyak 6,4 ton telah dibeli oleh 556 orang warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Erik M. Attaurik, selain dijual langsung ke konsumen di 10 titik tersebut, operasi pasar juga dilakukan di lima pasar tradisional yang menjadi titik pantau inflasi Badan Pusat Statistik dan Perum Bulog, yakni Pasar Kiaracondong, Pasar Kosambi, Pasar Baru, Pasar Sederhana, dan Pasar Andir.

“Pada operasi tersebut kita bermitra dengan Bulog dengan harga jual di pasar tidak lebih dari Rp 9.350 per kilogram,” jelas Erik.

Antisipasi Kenaikan Harga Daging Ayam
Selain beras, Pemerintah Kota Bandung juga tengah mengantisipasi jika terjadi gejolak harga pada sektor ayam non ras atau ayam broiler. Hal ini dilakukan karena harga daging ayam sudah menyentuh angka Rp 35.000 per kilogram.

Erik menjelaskan, harga ayam di wilayah Cianjur juga sudah mencapai angka Rp 35.000. Di sana, gejolak harga itu diiringi dengan aksi mogok berjualan yang  dilakukan oleh pedagang ayam. Hal serupa juga dikabarkan terjadi di Tasikmalaya dan Garut. ***
Share:

Pedagang Kaki Lima Cicendo Naik Kelas

Bandung, kimcipedes.com - Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan sekitar Alun-alun Cicendo kini naik kelas. Mereka sudah enggan disebut PKL pasca relokasi dari badan jalan ke kios-kios yang terletak di dalam Alun-alun Cicendo, Rabu 10 Januari 2018 lalu.

“Mereka sekarang sudah tidak mau dipanggil PKL, maunya dipanggil pedagang jongko karena masing-masing sudah memiliki kios,” ujar Camat Cicendo Fajar Kurniawan saat dihubungi melalui telepon, Kamis (11/1/2018).

Sebanyak 69 pedagang itu kini telah memiliki kios untuk berjualan. Awalnya, mereka membangun bedeng-bedeng untuk berjualan di sekitar alun-alun. Pada saat pembangunan alun-alun, mereka dipindahkan sementara ke badan jalan agar tidak mengganggu konstruksi.

Setelah pembangunan rampung dan diresmikan pada malam tahun baru 2018 lalu oleh Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil, para PKL pun kembali boleh berjualan di alun-alun dengan tempat yang sudah ditata dengan jauh lebih baik.

Fajar mengungkapkan, para pedagang menyambut baik segala proses penataan. Mulai dari pembongkaran kios hingga pemindahan ke lokasi baru berjalan sangat lancar dan bisa berlangsung dalam waktu 3 jam saja.

“Ini mungkin penertiban tersingkat yang pernah ada. Dari mulai membongkar sampai memindahkan, sampai bersih tidak ada sampah-sampah,” jelas Fajar.

Kendati begitu, Fajar mengungkapkan, ada proses sebelumnya jauh lebih rumit dari pada itu. Komunikasi yang dilakukan oleh kecamatan kepada para PKL memakan waktu hampir 3 bulan. Mereka bermusyawarah dengan para tokoh masyarakat hingga akhirnya para PKL tersebut bersedia mengikuti program pemerintah.

Oleh karenanya, Fajar sangat mengapresiasi para pedagang. Pasalnya, selama kurang lebih 25 tahun PKL di wilayah tersebut belum pernah ditertibkan. Kini, para pedagang justru dengan sukarela mau pindah dari lokasi berjualan sebelumnya.

“Kata kuncinya dengan kebersamaan dan komunikasi. Jadi kami kompak karena menginginkan hal yang sama. Para pedagang kan asalnya PKL jadi punya jongko,” tuturnya.

Para pedagang yang sebagian besar menjual beragam produk besi dan sparepart kendaraan itu kini menghuni kios-kios milik pemerintah kota. Ke depannya, para pedagang menyewa kios tersebut tiap bulan dengan biaya yang terjangkau. Soal pemeliharaan kios, para pedagang telah bersedia untuk menjaga kebersihan dan kerapian kios mereka masing-masing.

Salah satu pedagang kelontong penerima fasilitas yang disediakan Pemerintah Kota Bandung, Ida (47) mengaku sangat senang. Apalagi kios yang ditempati saat ini lebih tertata baik. Sehingga ia merasa lebih nyaman saat mencari nafkah untuk keluarganya.

"Alhamdulillah Pemkot sudah memberikan tempat yang ditata senyaman ini. Saya dan pedagang yang lain bisa mencari nafkah dengan nyaman. Prosesnya juga terhitung cepat," ujarnya.

Hal itu pun diungkapkan pedagang lain, Firman (21). Baginya, pindah ke kios yang lebih baik merupakan berkah bagi keluarganya. Pedagang dinamo mobil ini berharap Pemerintah Kota Bandung bisa menyediakan lebih banyak tempat seperti ini sehingga lebih banyak pedagang yang merasakan kemudahan dalam berjualan.

"Tempat baru, semoga jadi barokah bagi saya dan keluarga berjualan. Saya diajak orang tua berjualan di sini. Semoga ramai dan memberikan banyak kemudahan bagi saya dan pembeli. Tempat yang nyaman, Insya Allah membuat pembeli merasa nyaman saat mencari barang," tuturnya.***
Share:

Hari Pertama 2018, 95% Kehadiran ASN dilingkup Pemkot Bandung

KIM Cipedess, Balaikota.| Setelah libur tahun baru 2018 yang jatuh pada 1 Januari 2018. Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bandung kembali kepada rutinitasnya melayani masyarakat Kota Bandung. Terbukti dihari pertama kerja tahun 2018 ini, Selasa (02/01/2018) sebanyak 95% ASN di ruang lingkup Pemerintah Kota Bandung kembali bekerja. 

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Bandung Gunadi Sukma Bhinekas, mengatakan bahwa ASN Kota Bandung dengan penuh kesadaran dan disiplin kembali bekerja setelah menikmati perayaan malam pergantian tahun dan libur tahun baru 2018.

“Alhamdulillah setelah kami cek terakhir jam 10 siang tadi, sebanyak 95% ASN hadir dan bekerja kembali sisanya yang 5% mereka yang izin karena sakit atau halangan lainnya. Ini bukti kedisiplinan ASN di Kota Bandung dan sebelumnya sudah kami himbau untuk kembali bekerja seperti biasanya dan tidak ada yang bolos-bolos,” Ujarnya, Selasa (02/01/2018).

Lanjutnya, data yang dihimpunnya tidak hanya dari dinas, pihaknya juga sudah mengantongi data kehadiran dari Kewilayahan. Hasilnya memuaskan, tidak ada laporan ASN yang dikewilayahan yang bolos karena sistem online yang diterapkan di Kota Bandung dapat mendeteksinya. “Hasil yang kami punya tidak hanya dari SKPD yang di dinas saja. Yang di Kewilayahan bahkan yang di RSUD kami punya. Jadi kami bisa tahu. Alhamdulillah tidak Ada yang bolos,” tuturnya.

Selain itu, Gunadi mengatakan, dengan hasil 95% kehadiran ASN diseluruh lingkup Pemerintah Kota Bandung sudah dipastikan pelayanan kembali berjalan normal dan masyarakat bisa kembali mengurusi urusannya khususnya di kewilayahan. “Dilihat dari prosentase 95%, sudah saya pastikan pelayanan akan kembali berjalan seperti seharunya, khususnya di kewilayahan. Masyarakat bisa kembali menerima pelayanan. Apalagi pelayanan di kewilayahan lebih diutamakan. Namun sebelumnya, teman-temannya kita di Dinas Kebersihan, Satpol PP dan Dishub sudah bekerja sebelumnya, bahkan mereka Ada yang lembur,” Katanya.

Gunadi akan bersikap tegas jika ada ASN Pemerintah Kota Bandung yang dengan sengaja bolos dengan memberikan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah No.53 tahun 2010 yang mengatur kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Jika ada yang melanggar, kita akan tegas memberikan sanksi sesuai PP no.53 tahun 2010. Disitu sangsinya mulai dari teguran, secara tertulis jika tidal ada sama sekali informasi, dan apa bila terbukti bolos yang begitu lama bisa sampai diberi sanksi menurunan pangkat,” pungkasnya. ***A1
Share:

Nuansa Bollywood Meriahkan Momen Pergantian Tahun di Bandung

Bandung, kimcipedes.com - Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil didampingi istri Atalia Ridwan Kamil bersama dengan Duta Besar India Pradeep Kumar Rawat membuka sekaligus memberikan sambutan acara Pertunjukan Tari Budaya Bollywood (Bollywood Dance and Culture Performance) di Jalan Braga Pendek Kota Bandung, Minggu (31/12/17).

Acara ini merupakan rangkaian Festival India Culture Week yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Kedutaan Besar India untuk Indonesia.

Dalam sambutannya Wali Kota Bandung mengatakan setiap tahun di Bandung nantinya akan digelar acara pergantian tahun tematik yang menampilkan berbagai kebudayaan negara-negara di belahan dunia.

“Ke depan dalam pergantian tahun akan ada kegiatan tematik dengan negara negara sahabat, dimulai tahun ini yang mengusung tema negara India ” ucapnya saat membuka Bollywood Dance and Culture Performance.

Selain itu Ridwan mengungkapkan akan ada kerjasama dengan Negara India, salah satunya adalah rencana sister city antara Kota Bandung dengan salah satu kota di India yakni Bangalore.

Ditambahkan Emil sapaan karib Wali Kota Bandung, Kerja sama lainnya adalah program beasiswa yang ditawarkan India dalam bidang pendidikan untuk jangka pendek dan jangka panjang khususnya dalam hal pendidikan pelayanan publik. Dipilihnya India, karena pelayanan publik di India semakin hari semakin baik.

Sementara itu, Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat sangat mengapresiasi gelaran kegiatan pekan budaya India, ia bahkan mengaku tak menyangka gelaran kegiatan Pekan Budaya akan meriah.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, saya tidak bisa berkata kata karena ternyata budaya India sangat diapresiasi di Kota Bandung” ungkapnya.

Kegiatan Pekan Budaya India ini berlangsung mulai tanggal 30 Desember 2017 sampai dengan 5 Januari 2018.
Sehari sebelumnya (30 Desember 2017) telah dilakukan pembukaan Pekan Budaya India dan Seminar Pariwisata Kunjungi India di Hotel Savoy Homann Bidakara Hotel.

Bergeser ke Gedung De Majestic, ada Festival Film India yang memutarkan film-film klasik dan bersejarah didatangkan langsung dari India, salah satunya adalah film bisu panjang pertama di India, Raja Harishchandra yang diproduksi pada tahun 1913. Ada pula film-film populer baru, seperti Barfi, Tanu Weda Manu, Peepli Live, Love Aaj Kal, Rock On, dan Hum Aapke Hain Kaun.

Gedung Bandung Creative Hub juga akan dijadikan venue pameran foto yang menampilkan perjalanan persahabatan Indonesia dan India. Pameran fotografi ini merupakan upaya sederhana untuk memperingati sejarah, bagaimana Indonesia dan India bersama-sama melalui masa-masa sulit di masa lampau. ***
Share:

MUHASABAH MENJELANG PERGANTIAN TAHUN

KIM Cipedes, Jl. Aceh – Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil, Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial, dan Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto bermuhasabah di Masjid Al-Ukhuwah pada malam pergantian tahun, Minggu (31/12/2017).

Muhasabah itu turut dihadiri oleh ribuan jamaah yang ingin mengikuti kajian dari Ust. Evi Effendi. Kajian itu akan dilanjutkan dengan dzikir bersama dan diakhiri dengan shalat subuh berjamaah.

Kepada warga yang hadir Wakil Wali Kota Bandung mengajak untuk merefleksikan apa yang telah terjadi selama setahun ke belakang. Ia menasehati agar perilaku yang sudah dan akan dilakukan hendaknya ditujukan untuk beribadah dan kebaikan. “Tahun depan harus lebih ringan ke mesjid dan ringan bersedekah,” ujar Oded.

Bagi Ridwan Kamil, tahun 2017 adalah tahun penuh dengan program pembangunan berbasis Al-Quran dan hadits, seperti Magrib Mengaji yang sukses berjalan di 3.000 masjid dan gerakan Ayo Bayar Zakat yang berhasil meningkatkan pendapatan zakat hingga lima kali lipat.

Belum lagi dengan program Layad Rawat di mana layanan kesehatan untuk warga miskin dihadirkan ke rumah. “Bukan warga yang mendatangi dokter tapi dokter yang datang ke rumah warga,” ujarnya.

Pada tahun 2018, Ridwan dan Oded masih akan berjuang untuk mewujudkan cita-cita yang belum tuntas, yakni menghadirkan LRT dan cable car sebagai solusi transportasi di Kota Bandung.

“Tahun 2018 adalah tahun terakhir kepemimpinan saya dan Mang Oded, berharap mudah-mudahan semua janji yang belum tuntas sudah bisa hadir,” ucapnya.

Kepada warga Bandung, Ridwan berpesan untuk terus memelihara Kota Bandung agar selalu juara dan menjaga kualitas-kualitas positif yang sudah ada. “Kita sudah banyak rangking satu dalam berbagai bidang. Mudah-mudahan tidak turun lagi dan tetap menjadi kota yang inspiratif dan percontohan,” pungkasnya. ***
Share:

KAPOLRI

iklan banner

IPTU RITA YULIANA,S.I.K.,M.M

Trending Minggu Ini

BERITA HARI INI