April 2017 ~ KIM Cipedes

RIDWAN KAMIL : WARPU HARUS BANTU WARKIN



KIM Cipedes, Sukajadi -Warga masyarakat Kecamatan Sukajadi berbondong-bondong datang ke Masjid Al Insani untuk melaksanakan Rukun Islam ke 2 yaitu mendirikan Shalat.

Shalat Subuh di Mesjid Al Insani kali dihadiri oleh Walikota Bandung, M. Ridwan Kamil, Camat Sukajadi, Yudi Hermawan, Lurah Sukagalih, Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH, Lurah Sukabungah,  Lurah Pasteur, Lurah Sukawarna, Lurah, Muspika Kecamatan Sukajadi dan para Ketua RT/RW Se Kecamatan Sukajadi, serta tokoh masyarakat Kecamatan Sukajadi, Minggu, {30/4).

Camat Sukajadi, Yudi Hermawan mengatakan bahwa kita terus menggalakan Shalat Subuh berjemaah dan Magrib Mengaji di Mesjid-Mesjid, Mushola yang ada lingkungan wilayah Sukajadi. Dan kita mengajak pemuda/pemudi juga dapat berperan serta meramai rumah Allah SWT dalam menunaikan ibadah Shalat 5 waktu,” ujar Camat Yudi ketika ditemui KIM Cipedes di Mesjid Al Insani

Hal serupa juga dikatakan, Lurah Cipedes, Dedi Rustandi, SH, program Subuh Berjema’ah, Magrib Mengaji yang dicanangkan Walikota Bandung, Alhamdulillah sudah berjalan di beberapa Mesjid/Mushola di wilayah Cipedes. Program Subuh Berjemaah dan Magrib Mengaji juga akan kita terapkan kepada anak-anak sekolah tingkat SD, SMP, dan kita akan bekerjasama dengan pihak sekolah. Sebagai salahsatu upaya dalam mendidik generasi penerus bangsa yang disiplin, berakhlak mulia untuk bekal dunia dan akhirat,” ungkap Dedi.

Walikota Bandung, M. Ridwan Kamil dihadapan jama’ah Mesjid Al Insani menyampaikan makna surat Al Ma’un, diantaranya dianjuran untuk memuliakan anak yatim, orang miskin. Menjaga shalat, dan selalu perhatian padanya.Perintah untuk ikhlas atas semua pekerjaan dan dianjurkan untuk berbuat kebaikan sekecil apapun.

Kang Emil sapaan akrab Walikota Bandung ini, mengharapkan penanganan mengenai warga miskin bisa ditangani oleh warga sendiri. Inti warga mampu (warpu) diwilayah harus membantu warga miskin (warkin). Dan silaturahmi agar selalu dijaga baik dikeluarga maupun sesama warga, agar tercipta Bandung kondusif. Family for family, badatun toibaytun robatun

Pembangunan perbaikan infrustrukur Kota Bandung sudah dirasakan manfaatnya oleh warga. Sehingga Indeks kebahagian warga Kota Bandung meningkat,” ungkap Kang Emil. Asep Wahyu/Edwandi
Share:

FK KIM Kota Bandung Akan Kedatangan Tamu


Bandung, KIM Cipedes - Forum Koordinasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK - KIM) Kota Bandung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung akan kedatangan tamu dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang yang sebelumnya juga dikunjungi oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Malang. Tujuan kunjungan Diskominfo Kota Serang ini dalam rangka pelaksanaan kegiatan optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi, dan akan berlangsung selama 3 hari, 2 – 4 Mei 2017,” ungkap Kasie Pengolahan Data dan Informasi, Diskominfo Kota Bandung, Tetty Siti Hasanah, SH, melalui whatsapp FK KIM Bandung Juara. Asep Wahyu/Edwandi

Share:

KURANGI KOMPETISI PERBANYAK KOLABORASI

Bandung, kimcipedes.com - "Indonesia bisa menjadi negara hebat dengan dua cara, pertama jika mempunyai super presiden atau dengan cara kedua jika punya walikota walikota yang bersatu yang luar biasa kompak, dengan semangat Komwil III Apeksi ini mari kita kurangi kata kompetisi perbanyak kolaborasi karena kita NKRI," ujar Ridwan.

Hal tersebut dikatakan Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil selaku Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) sebelum menandatangani Kesepakatan Bersama Hibah Aplikasi Smart City antara Pemerintah Kota Bandung dengan anggota Komwil III APEKSI.

Surat kesepakatan tersebut ditandatangani bersama Wali Kota Salatiga Achmad Rofai dan Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarip Hidayat mewakili Wali Kota Bogor Bima Arya sesaat sebelum dilaksanakan sidang pleno Musyawarah Komwil III APEKSI di Hotel Onih Bogor Jl. Paledang Blok Sukalaya No. 52 Kota Bogor, Kamis (27/04/2017).

Dalam surat kesepakatan tersebut, tidak hanya dihibahkan aplikasi smart city dan e-Goverment saja, namun juga pengembangan kebudayaan dan pariwisata, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), perencanaan daerah, promosi dan pengembangan industri, perdagangan dan investasi, juga disepakati kerjasama dalam pengembangan ekonomi kreatif, koperasi, usaha kecil dan menengah.

Ridwan mengatakan dalam sambutannya para pemimpin daerah harus mempunyai semangat terbuka untuk berkolaborasi dan mengurangi keinginan untuk berkompetisi, "Hal hal positif harus kita bagi bagi karena jabatan sebagai pimpinan itu hanya sementara, jangan hanya gara-gara ego kita melupakan mimpi besar Indonesia."

Dengan semangat berbagi berkolaborasi Ridwan berharap sesama anggota komwil III APEKSI untuk saling belajar antar kota satu dengan kota lainnya, agar terjadi perubahan melalui reformasi kedalam peningkatan etos kerja aparatur sipil negara dan inovasi melayani masyarakat dengan cara-cara baru menjadi semangat APEKSI.

"Yang baik kita tiru saling menginspirasi, tidak ada kota yang sempurna kita semua memiliki kekurangan, karena itu inovasi akan menjadi sebuah ukuran di masa depan maka kota yang jauh dari inovasi maka akan tertinggal dan yang bagi banyak berinovasi maka roda pembangunannya akan jauh melompat," ujar Ridwan.

Hal senada juga dikatakan Direktur Eksekutif APEKSI, Sarimun Hadisaputra dalam sambutannya, "Kekompakan ini dicontohkan para anggota Komwil III APEKSI, kita harus berkolaborasi kita sekarang bukan era nya lagi berkompetisi, karena kompetisi ini bisa saja berdampak pada kompetisi yang kurang sehat, tetapi dengan kolaborasi kita bisa maju bersama-sama dan kita jangan malu-malu untuk saling menunjang antar kota satu dengan lainnya."

Lebih lanjut dikatakan Sarimun, kinerja anggota Komwil III dibawah pimpinan Wali Kota Bandung mempunyai prestasi yang sangat luar biasa karena kerjasama dilakukan tidak hanya dilakukan antar anggota saja tapi merambah dengan kota-kota diluar keanggotaan Komwil III, "Ini menjadi suatu prestasi tersendiri dari APEKSI."

Muskomwil III APEKSI tersebut dihadiri 25 walikota se-Komwil III yang terdiri dari kepala daerah se-Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta, diisi diskusi dengan tema "Implikasi penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang perangkat daerah".

Selaku Ketua Komwil III Asosiasi APEKSI Ridwan Kamil menyampaikan laporan pertanggung jawaban pengurus Komwil III APEKSI periode 2014-2017 dan menyerahkan jabatan kepada Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo sebagai Ketua Komwil III APEKSI periode 2017-2020.

Sehari sebelumya Ridwan bersama wali Kota anggota komwil III APEKSI lainnya menghadiri jamuan makan malam di Balaikota Bogor, mengunjungi kebun raya bogor dan melakukan penanaman pohon di Lapang Heulang. ***
Share:

PEMKOT BANDUNG SABET 2 PENGHARGAAN DALAM SEHARI

Jatim, kimcipedes.com - Kota Bandung berhasil mendapatkan Penghargaan Tematik dari Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia untuk kategori Tata Kelola Kota Pintar Berbasis Teknologi Informasi Tahun 2017 yang langsung diterima Wali Kota Bandung M.Ridwan Kamil yang diserahkan oleh Dirjen Otda Soni Sumarsono.

Ini merupakan penghargaan kedua dalam sehari yang didapatkan Pemerintah Kota Bandung dalam acara peringatan hari otonomi daerah XXI tahun 2017 di Alun-Alun Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (25/04/2017).

Bersama tiga wilayah lainnya yaitu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Makassar, berhasil menciptakan banyak gagasan yang berbasis teknologi untuk mempermudah sistem pemerintahan dalam melayani masyarakat.

Ridwan Kamil mengatakan, merasa semakin terdorong untuk terus meningkatkan pencapaian yang saat ini diperoleh Kota Bandung.

"Hal ini akan terus mendorong kami Pemerintah Kota Bandung untuk menciptakan gagasan dan inovasi yang akan memajukan sistem teknologi informasi di Kota Bandung," ujarnya.

Selain itu, Emil menambahkan, Pemerintah Kota Bandung berupaya menyelesaikan masalah-masalah di kotanya dengan solusi yang juga kreatif yang dinamakan Smartcity. Sebuah penerapan kebijakan dengan mensosialisasikan segala kebijakan dengan menggunakan teknologi informasi melalui media sosial, seperti Twitter dan Facebook.

Ridwan Kamil menambahkan, Banyak sektor pelayanan di Pemerintahan Kota Bandung menggunakan aplikasi yang mempercepat proses pelayanan bagi masyarakat, sehingga tidak ada lagi keterlambatan dalam pembuatan izin apapun dan tidak ada lagi masyarakat yang di pingpongkan.

"Mendirikan ruang lingkup Smart city yang mencakup antara lain bidang transportasi, kesehatan, pendidikan, energi, e-governement, lalu lintas, e-payment dan perizinan lainnya. Hal ini sebagai langkah untuk mempercepat proses pelayanan dari kami kepada masyarakat sehingga tidak ada lagi masyarakat yang kurang mampu tidak mendapatkan haknya dalam mendapatkan pengobatan, tidak ada lagi masyarakat yang sulit mengurus surat tanah bahkan sekarang bagi pengusaha dengan pendapatan dibawah Rp.500 juta tidak usah menguruskan izin namun hanya cukup melaporkan saja," tambahnya.

Tidak hanya itu, Kota Bandung telah mewujudkan pusat kendali kota yaitu Bandung Command Center (BCC). Tujuannya adalah untuk memberikan layanan akses yang cepat dan efisien kepada masyarakat untuk memberikan bantuan terhadap permasalahan kota, secara 24 jam, dimana saja dalam wilayah pemerintahan Kota Bandung.

"Kami memiliki BCC sebagai pusat kontrol. Hal tersebut dimungkinkan karena di ruangan yang desainnya mirip kokpit pesawat Star Trek ini, banyak sekali data yang bisa diakses. Misalnya laporan dan opini warga dari aplikasi dan media sosial, pantauan kamera CCTV dari jalan raya, peta kondisi lalu lintas, GPS tracker untuk melacak posisi kendaraan dinas, maupun data-data internal dari semua SKPD," tandasnya.

Emil berharap, semua jajaran di Pemerintah Kota Bandung akan terus bersama-sama mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Dari semua ini akan tercipta Kota Bandung yang juara.

"Saya harap, dengan segala penghargaan dan apresiasi yang kita dapat akan menjadi dasar semangat kita dalam mewujudkan Kota Bandung yang juara," pungkasnya.
Sumber: bandung.go.id
Share:

Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Kominfo Terbitkan Prangko

Jakarta, kimcipedes.com - Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia Tahun 2017 ini lebih meriah dengan penerbitan Prangko Istimewa seri Kebebasan Pers Se-Dunia atau World Press Freedom Day. Penerbitan prangko merupakan penugasan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada PT Pos Indonesia (Persero) selaku penyelenggara pos milik negara.
Setiap tahunnya Ditjen PPI memiliki agenda penerbitan prangko berkaitan dengan peristiwa atau peringatan tertentu pada tahun berjalan. Penerbitan itu mempertibangkan usulan dan masukan dari seluruh komponen masyarakat.

Hari Kebebasan Pers Dunia secara internasional diproklamasikan Majelis Umum PBB pada tahun 1993 menyusul rekomendasi Sidang ke-26 Konferensi Umum UNESCO Tahun 1991. Setiap tanggal 3 Mei dirayakan prinsip-prinsip dasar kebebasan pers. Peringatan itu merupakan respons atas ajakan kelompok Wartawan Afrika pada tahun 1991 sesuai kesepakatan Deklarasi Windhoek yang berisi tentang pluralisme dan kemandirian media.

Peringatan Hari Kebebasan Pers Se-Dunia merupakan momentum evaluasi kebebasan pers di seluruh dunia. Selain itu juga menjadi upaya mempertahankan media dari ancaman atas kemerdekaan dan larangan membayar upeti kepada wartawan serta untuk memberikan penghormatan kepada wartawan yang telah kehilangan nyawa mereka dalam menjalankan profesi.

Momentum 3 Mei merupakan pengingat kepada pemerintah mengenai komitmen untuk menghormati kebebasan pers dan refleksi di kalangan profesional media mengenai isu kebebasan pers dan etika profesional. Melalui peringatan Kebebasan Pers Sedunia setiap pihak diharapkan dapat mendorong dan mengembangkan inisiatif untuk mewujudkan kebebasan pers di seluruh dunia. ***
Share:

Warga Cipedes Nyaman & Familier Layanan Tim PTSL

KIMCIPEDES.COM, BANDUNG | Warga Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung sangat antusias mengikuti Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Tim PTSL Kelurahan Cipedes dalam melayani warga terlihat ramah dan santun. Warga merasa nyaman dan familier dengan layanan Tim PTSL Kelurahan Cipedes ini sehingga warga tidak segan-segannya bertanya langsung mengenai kekurangan dokumen dan persyaratan tanah yang mereka ajukan.

Suryani, Warga RT 04 RW 05 mengucapkan syukur Alhamdulillah berkas pendaftaran PTSL sudah lengkap dan datanya sudah dientry TIM PTSL Kelurahan Cipedes. Dan kita berharap sertifikat kepemilikan tanah diterbitkan secepatnya. Pelayanan yang diberikan TIM PTSL juga sangat ramah dan santun, sehingga kita sebagai warga sangat memahami, mengerti apa yang dijelaskan Tim PTSL untuk melengkapi kekurangan dokumen/persyaratan bukti tanah yang kita miliki,” ungkap Suryani.

Hal senada juga dikatakan Asep, warga RT. 002 RW. 006, bahwa Program PTSL ini sangat membantu warga yang mengurus surat tanah terutama kaum lanjut usia seperti saya ini. Alhamdulillah semua dokumen/persyaratan PTSL sudah lengkap, tinggal menunggu informasi sertifikat diserahkan, mudah-mudahan secepatnya,” harap Asep saat ditemui KIMCIPEDES.COM diruangan Tim PTSL, (20/04) lalu.

Ketua TIM PTSL Kelurahan Cipedes, Agus mengatakan bahwa target PTSL untuk kelurahan Cipedes sekitar 870 bidang, dan data yang sudah dientry lebih kurang sekitar 450 berkas. Mengenai pengukuran tanah warga saat ini sudah tuntas dilakukan. Kita akan berupaya membantu warga yang dokumen / bukti kepemilikan tanah tidak lengkap, dengan menyarankan untuk membuat sisilah ahli waris tanah kepemilikan tanah tersebut. BPN memberi masyarakat kemudahan karena proses sertifikasi dilakukan tanpa dipungut biaya, warga hanya mempersiapkan materai saja,” ungkap Agus ketika ditemui Portal Editor di Kantor Kelurahan Sukajadi, Selasa, (25/04).

Agus menjelaskan tujuan program PTSL ini, untuk mengakselerasi pemberian kepastian hukum hak atas tanah. Objek program ini adalah seluruh bidang tanah yang belum terdaftar dalam satu wilayah kelurahan, mulai dari tanah milik adat hingga tanah negara. Kita akan berupaya keras untuk menuntaskan sertifikasi, karena ini sangat penting agar masyarakat memiliki kepastian hukum atas kepemilikan tanah mereka,” pungkas Agus.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto mengatakan, Pemkot Bandung akan senantiasa mendukung program-program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakatnya seperti program PTSL. “Inilah bentuk perhatian pemerintah pusat dan pemerintah kota kepada yang belum mendaftarkan tanahnya. Prinsipnya satu, kita akan mendukung pencapaian Nawacita pemerintah kita,” kata Yossi.

Yossi menghimbau agar warga masyarakat Kota Bandung, agar segera berpartisipasi dalam program PTSL dengan harapan, suatu saat nanti sengketa-sengketa akibat adanya perselisihan atas bidang tanah dapat dihindari lantaran telah memiliki kepastian hukum. “Karena 60 persen persoalan tahah, dipicu oleh perseteruan hak-hak atas tanah,” ucapnya. ** Edwandi
Share:

KAPOLRI

iklan banner

IPTU RITA YULIANA,S.I.K.,M.M

Trending Minggu Ini

BERITA HARI INI