Penipu Penerbitan ID SPPG Palsu, Sdr. Okky Septian ditangkap Kerugian 2 M

Polda Jabar

KIMCIPEDES.COM, BANDUNG | Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat kembali melakukan upaya paksa terhadap tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Kali ini, petugas menangkap tersangka bernama Okky Septian Pradana di Apartemen The Metro Suites, Kamis (21/5/2026) dini hari.

Penangkapan dilakukan oleh Unit I Subdit I Ditreskrimum Polda Jabar sekitar pukul 03.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut dipimpin AKP David Jou, MA., S.Pd., M.H bersama anggota dan Tim DF Ditreskrimum Polda Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan penangkapan dilakukan dalam rangka penanganan laporan polisi terkait dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

“Benar, penyidik Ditreskrimum Polda Jabar telah melaksanakan perintah membawa sekaligus penangkapan terhadap tersangka OSP atau Okky Septian Pradana terkait perkara dugaan penipuan dan penggelapan,” kata Hendra dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi Nomor LP/B/5/I/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT tanggal 6 Januari 2026 atas nama pelapor Anwar Yusup.

Hendra menjelaskan, para tersangka diduga menjalankan modus dengan menjanjikan kepada korban bisa membuka portal koordinat SPPG sesuai keinginan korban dengan syarat menyerahkan uang mulai Rp 75 juta hingga Rp 150 juta per titik koordinat dapur MBG.

Untuk meyakinkan korban, para pelaku memberikan ID palsu seolah-olah titik koordinat tersebut telah disetujui oleh Badan Gizi Nasional. Padahal faktanya, Badan Gizi Nasional tidak pernah menerbitkan ID SPPG sebagaimana yang diberikan kepada korban,” ujarnya.

Dalam praktiknya, para korban diminta mentransfer sejumlah uang ke rekening tertentu yang telah disiapkan oleh para pelaku. Dari hasil penyelidikan, total kerugian korban mencapai sekitar Rp 1,9 miliar.

Hendra menerangkan, kasus ini bermula ketika pelapor berkeinginan memiliki dapur SPPG di wilayah Kota Banjar dan Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap pada Desember 2025. Pelapor kemudian bertemu dengan salah satu terlapor yang mengaku memiliki koneksi di Badan Gizi Nasional dan sanggup membuka titik SPPG yang diinginkan korban.

“Terlapor meminta sejumlah uang sebagai syarat pembukaan titik SPPG. Setelah korban melakukan pembayaran, ternyata titik yang dijanjikan tidak dapat diakses dan korban baru mengetahui bahwa pembukaan titik SPPG tidak dipungut biaya,” katanya.

Polisi menyebut, penyidik masih terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

“Penyidik terus melengkapi berkas perkara dan melakukan pengembangan terhadap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat,” ucap Hendra.

Dalam proses penangkapan terhadap tersangka Okky Septian Pradana, situasi berlangsung aman dan kondusif.

“Polda Jabar berkomitmen menindak tegas setiap tindak pidana yang merugikan masyarakat serta memberikan kepastian hukum kepada para korban,” pungkasnya.
** M. Edwandi

0/Post a Comment/Comments

POLRI PRESISI

KIM Cipedes
KIM Cipedes

TOTAL VISITS :

Rumah Subsidi Rasa Komersil di Sumedang Kota, Hanya 33 Ribu Perhari

KIM Cipedes