Panen Ecoenzyme Bhayangkari Ranting Cileunyi, Dukung Pengurangan Sampah dan Gerakan Ramah Lingkungan

Polresta Bandung

KIMCIPEDES.COM, CILEUNYI | Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus digaungkan oleh Bhayangkari Ranting Cileunyi Cabang Kota Bandung. Setelah tiga bulan menjalani proses fermentasi, para pengurus akhirnya memanen ecoenzyme yang sebelumnya dibuat dalam kegiatan workshop serentak rangka rekor MURI, Senin (2/3/2026)

Kegiatan panen ecoenzyme tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2026, di Ruang Bhayangkari Ranting Cileunyi, Jalan Panyawungan No. 5, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa saat Ketua Bhayangkari Ranting Cileunyi, Ny. Desti Anggy Prasetiyo, bersama para pengurus membuka toples-toples fermentasi yang telah diproses sejak 28 November 2025 lalu.

Program ini bermula dari workshop ecoenzyme serentak yang digelar pada Jumat, 28 November 2025, bertempat di Aula Polsek Cileunyi, Cabang Kota Bandung. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional Bhayangkari dalam rangka memecahkan rekor MURI melalui pembuatan ecoenzyme secara massal.

Ecoenzyme sendiri merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga yang memiliki banyak manfaat, mulai dari pupuk cair, pembersih alami, hingga pengurai limbah ramah lingkungan.

Dalam workshop tersebut, para peserta menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah, yakni 5 liter air bersih, 500 gram gula merah yang telah disisir, 1,5 kilogram kulit buah yang dipotong kecil (nanas, semangka, melon, dan serai).

Proses pembuatan ecoenzyme tergolong mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Pertama, air bersih sebanyak 5 liter dimasukkan ke dalam toples. Selanjutnya, gula merah yang telah disisir dicampurkan dan diaduk hingga larut merata.

Setelah itu, kulit buah dimasukkan ke dalam larutan dan kembali diaduk hingga tercampur sempurna. Toples kemudian ditutup rapat, direkatkan menggunakan isolasi, dan disimpan di tempat yang sejuk.

Selama proses fermentasi, campuran tersebut harus dibuka dan diaduk minimal satu minggu sekali untuk menjaga kualitas fermentasi. Setelah melewati waktu tiga bulan, ecoenzyme pun siap dipanen dan dimanfaatkan.

Tepat tiga bulan sejak pembuatannya, ecoenzyme yang difermentasi sejak 28 November 2025 akhirnya dipanen pada 28 Februari 2026. Cairan berwarna cokelat alami tersebut disaring dan dikemas untuk kemudian digunakan sebagai pupuk organik serta cairan pembersih ramah lingkungan.

Ketua Bhayangkari Ranting Cileunyi, Ny. Desti Anggy Prasetiyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah nyata dalam mendukung pengurangan sampah rumah tangga dan penerapan prinsip ramah lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi bahwa limbah organik tidak selalu menjadi sampah. Jika diolah dengan benar, justru bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menginspirasi masyarakat untuk mulai memilah serta mengolah sampah organik di lingkungan masing-masing.

Kegiatan panen ecoenzyme ini juga menjadi bagian dari sinergi Bhayangkari dalam mendukung program kepolisian yang peduli lingkungan. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, keluarga besar Polri turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam.

Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Cileunyi AKP Anggy Prasetiyo, S.T.K., S.I.K., M.H., M.I.K. menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bhayangkari Ranting Cileunyi yang aktif mendukung gerakan ramah lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan. Kami sangat mendukung inovasi dan kreativitas yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup ramah lingkungan dari hal-hal sederhana di rumah.

“Pengelolaan sampah yang baik dimulai dari kesadaran bersama. Jika dilakukan secara konsisten, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan kita,” pungkas Kapolsek Cileunyi.
** M. Edwandi

0/Post a Comment/Comments

POLRI PRESISI

KIM Cipedes

TOTAL VISITS :

KIM Cipedes

Rumah Subsidi Rasa Komersil di Sumedang Kota, Hanya 33 Ribu Perhari

KIM Cipedes