Dede Farhan Aulawi Jelaskan Karakter Mahasiswa Unggul di STKINDO Wirautama Bandung

Dede Farhan Aulawi


KIMCIPEDES.COM, BANDUNG | “ Tantangan zaman hari ini, hari esok dan di masa depan akan semakin berat dan dinamis. Manusia yang bisa mengikuti irama zaman yang penuh dengan perubahan akan mudah beradaptasi dan piawai berselancar di tengah rumit dan besarnya gelombang zaman, tetapi bagi yang tidak bisa beradaptasi ia akan tergerus, terlindas dan mati mengenaskan sebagai korban zaman. Di sisi lain faktanya banyak masyarakat yang belum siap menghadapi berbagai perubahan zaman tersebut, termasuk sebagian mahasiswa. Oleh karenanya pendidikan karakter menjadi sangat penting sekali diberikan kepada seluruh jajaran mahasiswa agar mereka memiliki karakter yang siap menghadapi berbagai perubahan zaman tersebut “, demikian disampaikan oleh Motivator Pendidikan Karakter Dede Farhan Aulawi di Bandung, Kamis (30/8).

Hal tersebut ia sampaikan setelah menyampaikan ceramah motivasi Pendidikan Karakter Mahasiswa Unggul di kampus Sekolah Tinggi Kesehatan Indonesia (STKINDO) Wirautama Bandung. Acara dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan, Pimpinan STKINDO dan para dosen, serta 567 mahasiwa dari jurusan Keperawatan, jurusan Kebidanan dan jurusan Kesehatan Masyarakat. Menurutnya pendidikan karakter mahasiswa unggul ini berbasis pada pembentukan karakter mahasiswa yang cerdas, bertaqwa dan berakhlaq yang mulia. Jadi basis karakternya tidak hanya sekedar membidani generasi yang cerdas semata, tetapi lebih dari itu harus berdiri di atas fondasi utama yaitu Bertaqwa Kepada Allah SWT dan memiliki akhlaq yang mulia.

Pada kesempatan motivasi tersebut, Dede memulai uraiannya dengan menerangkan secara gamblang peta persaingan SDM yang semakin ketat saat ini. Mahasiswa setelah lulus tidak akan bersaing dengan lulusan satu daerah saja, tetapi juga akan bersaing dengan ketersedian tenaga profesional lulusan dari berbagai daerah lain bahkan dari berbagai manca negara. Mau tidak mau, siap tidak siap, mereka tentu harus siap. Disamping itu juga saat ini terjadi loncatan Teknologi yang super cepat sehingga mengakselerasi perubahan kebiasaan dan peradaban. Dampak lainnya nalar berfikir masyarakat akan semakin kritis, termasuk dalam menuntut pelayanan semakin baik. Namun disisi lain seringkali tampak adanya penurunan kualitas moral dan akhlaq yang tercermin dari sopan santun dalam menjunjung etika dan norma. Oleh karenanya pendidikan karakter pada dasarnya harus bermuara dalam menjawab tantangan berbagai kondisi realita menuju kondisi yang diharapkan agar lahir generasi yang mulia penuh keberkahan.

Merujuk pada alasan fundamental kenyataan di atas, maka Dede menguraikan tentang karakter mahasiswa unggul, yaitu dimulai dari pemahaman kesadaran mengenai jati diri yang bermuara pada rasa syukur. Tidak setiap anak muda Indonesia berkesempatan mengikuti pendidikan sampai level perguruan tinggi. Oleh karenanya rasa syukur harus terpanjat dan sekaligus ada beban amanah yang harus dipikul dan dilaksanakan dengan sebaikmungkin. Termasuk upaya – upaya untuk terus menumbuhkan jiwa optimisme dan motivasi diri untuk rajin, disiplin dan sukses. Sukses jangan dipandang hanya milik orang lain, tetapi sukses bisa dimulai dengan langkah hari ini untuk rajin dan senantiasa memanfaatkan waktu seoptimal mungkin. Kemudian mahasiswa juga dirangsang agar betul – betul mengenali potensi yang dimiliki dirinya masing – masing sehingga paham ke arah mana kaki harus melangkah dalam mengembangkan potensi tersebut. Termasuk menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kasih sayang pada orang tua. Usia mahasiswa pada hakikatnya merupakan transisi dari fase remaja ke fase dewasa. Oleh karenanya cara berfikir dan bersikapnya harus berbeda dengan usia remaja. Mereka didorong memiliki kreativitas kemandirian sehingga suatu waktu bisa tumbuh kemampuan untuk mandiri dan tidak lagi membebani orang tua.

Dede Farhan Aulawi

“ Nilai – nilai luhur dan rasa tanggung jawab inilah yang harus dikenali, dikuatakan dan disadari agar terus tumbuh dan dipelihara dengan penuh kesadaran dalam diri sendiri. Mahasiswa tidak boleh takut dengan berbagai kesulitan, hambatan dan berbagai rintangan, sebab itulah variabel – variabel yang aka menggembleng untuk menjadi dewasa, tabah dan pandai bersyukur. Mahasiswa jangan cemen, suka mengeluh, mudah kalah dan menyerah pasrah. Mahasiswa harus bangkit untuk mengobarkan semangat perjuangan dalam belajar dan berprestasi sebagai lambang pengabdian dan benyuk bakti seorang anak buat orang tua-nya. Jadilah mahasiswa kebanggan diri, kebanggaan keluarga, kebanggaan nusa dan bangsa “, pungkas Dede mengakhiri ceramahnya.
** M. Edwandi

0/Post a Comment/Comments

POLRI PRESISI

KIM Cipedes

TOTAL VISITS :

KIM Cipedes