Memahami Kata SHIROTHUL MUSTAQIM

Oleh : DR. Ir. Dede Farhan Aulawi, MM, CHT

DR. Ir. Dede Farhan Aulawi, MM, CHT

Shiroth mustaqim adalah sebuah kata yang sering diulang-ulang penyebutannya di dalam Kitab Suci kaum Muslimin, yaitu Al-Qur’an. Sudah menjadi keyakinan bagi kaum muslimin bahwa Kitab Suci tersebut diturunkan oleh Alloh ﷻ dengan menggunakan bahasa Arab dan bukan yang lainnya. Dan hal ini pun telah menjadi ijma’ (kesepakatan) di kalangan kaum muslimin. Alloh ﷻ berfirman dalam surat Yusuf ayat 2:


إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”


Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwa Alloh ﷻ menurunkan Al-Qur’an dengan berbahasa Arab. Karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling mulia dan paling jelas. Tentu tersimpan beragam hikmah di balik penggunaan bahasa Arab tersebut, yakni: “Agar diketahui batasan-batasannya, usul (pokok-pokok)nya, cabang-cabangnya, perintah-perintahnya dan larangan-larangannya.” (Lihat Tafsir As-Sa’diy)

Dalam tafsir Al-Muyassar dinyatakan: “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an dengan bahasa Arab supaya kalian -hai orang-orang Arab- memikirkan maknanya serta mengamalkan petunjuknya.” (Lihat Tafsir Al-Muyassar)

Ada 8 ayat yang menjelaskan bahwa Alloh Ta’ala menurunkan Al-Qur’an dengan menggunakan bahasa Arab.

Shiroth Mustaqim terdiri dari dua kata, yaitu shiroth dan mustaqim. Kata SHIROTH ada 35 dalam Al-Qur’an. Kata MUSTAQIM dikemukakan sebanyak 37 kali dalam Al-Qur’an.

Kata SHIROTH MUSTAQIM baik disebutkan bergandengan dengan isim dhomir ataupun tidak, maka berjumlah 33 yang tercantum dalam Al-Qur’an.

Arti dari kata shiroth adalah jalan. Adapun kata mustaqim berarti lurus dan tidak bengkok.

Dilihat dari sisi kebahasaan (lughoh atau etimologi) shiroth mustaqim memiliki makna: الطريق الذي لا اعوجاج فيه (jalan yang tidak bengkok). Definisi ini dipaparkan oleh Muhammad bin Sulaiman Al-Asyqor.

Secara istilah SHIROTH MUSTAQIM dijelaskan oleh Ibnu Katsir dan yang lainnya. Ibnu Katsir mengatakan terdapat pendapat ungkapan para ahli tafsir terdahulu dan belakangan tentang makna shiroth. Namun pada hasil akhirnya kembali kepada satu makna, yaitu ”PENGIKUTAN KEPADA ALLOH DAN ROSUL.”

Semoga bermanfaat, aamiin ya Alloh. Jazakallohu/Jazakillahu Khoiron.

0/Post a Comment/Comments

POLRI PRESISI

KIM Cipedes
KIM Cipedes

TOTAL VISITS :

KIM Cipedes

Rumah Subsidi Rasa Komersil di Sumedang Kota, Hanya 33 Ribu Perhari

KIM Cipedes