DR. DJONI TOAT, SH , MH, KOORDINATOR MASYARAKAT TIONGHOA PEDULI BERSAMA MARGA WEN ,MTP, PIKIRAN RAKYAT DAN MENWA MAHAWARMAN BAGIKAN 400 PAKET SEMBAKO UNTUK VETERAN KOTA BANDUNG DAN WARGA KEC.SUMUR BANDUNG

KIMCIPEDES.COM, BANDUNG. | KEPEDULIAN TERHADAP YANG MEMBUTUHKAN BANTUAN selalu dipikirkan dan dilaksanakan oleh  DR. DJONI TOAT, SH , MH, KOORDINATOR MASYARAKAT TIONGHOA PEDULI BERSAMA MARGA WEN ,MTP, PIKIRAN RAKYAT DAN MENWA MAHAWARMAN BAGIKAN 400 PAKET SEMBAKO UNTUK VETERAN KOTA BANDUNG DAN WARGA KEC.SUMUR BANDUNG kepada para veteran dan masyarakat di Kecamatan Sumur Bandung diberikan oleh Paguyuban Marga Wen Kota Bandung, PSMTI, MTP dan Yayasan Pikiran Rakyat di Kantor LVRI Kota Bandung Jalan Aceh, Kota Bandung. Sabtu ( 13 Juni 2020 )

Bantuan tersebut merupakan hasil kerjasama Paguyuban Marga Wen Kota Bandung, Masyarakat Tionghoa Peduli, PSMTI, dan Yayasan Pikiran Rakyat. Sementara penyaluran bantuan dibantu juga oleh puluhan anggota Menwa Mahawarman.

Ketua LVRI Kota Bandung, Patmo mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh berbagai lembaga tersebut. Selain itu atas nama LVRI Kota Bandung juga ucapkan terima kasih atas penyemprotan disinfektan di Kantor LVRI Kota Bandung oleh Menwa Mahawarman.

"‎Semoga dengan bantuan yang diberikan berbagai pihak bisa meringankan beban para veteran yang telah membantu dalam kemerdekaan RI.

Kami juga ucapkan terima kasih atas bantuan penyemprotan di LVRI pada Menwa Mahawarman sekaligus ucapkan selamat di ulang tahunnya yang ke-61," kata Patmo di lokasi.

Wakil Ketua Paguyuban Marga Wen Kota Bandung, Denny Wijaya menambahkan, bantuan ini adalah sebagai bentuk kepedulian Marga Wen pada masyarakat. Khususnya masyarakat Kecamatan Sumur Bandung yang terdampak Covid-19.

"Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut bisa meringankan beban masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada PSMTI, Masyarakat Tionghoa Peduli dan Yayasan Pikiran Rakyat yang ikut andil dalam pembagian ini," katanya didampingi Koordinator Paguyuban Marga Wen Kota Bandung, Hendry Bunardi.‎

Koordinator Masyarakat Tionghoa Peduli, Dr Djoni Toat, SH, MM menambahkan, bantuan demi bantuan sudah diberikan selama 4 bulan terakhir. Bahkan lanjut Djoni selama pandemi ini, bantuan tidak hanya diberikan bagi masyarakat Kota Bandung saja. "Kami juga sudah memberi bantuan hingga ke Tanggerang, Sumedang, Garut dan berbagai wilayah lainnya," ucapnya.

Djoni pun mengaku, selama pandemi dan pemberian bantuan ini tidak lepas dari peran serta Polrestabes Bandung, Kodim 0618/BS, Kodam III/Siliwangi, dan Polda Jabar. "Terutama juga para babinsa dan bhabinkamtibmas yang telah mendistribusikan bantuan secara door to door," ‎katanya.

Asisten Teritorial Kodam III/Siliwangi, Kolonel (Arh)‎ G.T.H Hasto Respatyo berharap dengan bantuan ini bisa menjadikan 'trigger' atas bantuan lainnya. "Di saat pandemi ini masyarakat sedang alami kesulitan, tentunya mereka yang memiliki rezeki lebih bisa berbagi. Nah, dengan bantuan-bantuan semacam ini mudah-mudahan bisa memotivasi," ucapnya.

Selain itu, kata Hasto, sebagai warga Indonesia yang baik kita harus berterima kasih pada para veteran ini. Tanpa para pejuang kemerdekaan, seperti para veteran ini, kita tidak akan bisa bebas dan merdeka pada saat ini.

BANTUAN pada para veteran dan masyarakat di Kecamatan Sumur Bandung diberikan oleh Paguyuban Marga Wen Kota Bandung, PSMTI, MTP dan Yayasan Pikiran Rakyat di Kantor LVRI Kota Bandung Jalan Aceh, Kota Bandung pada Sabtu 13 Juni 2020.

Di lain hal Hasto juga menyampaikan, di saat penerapan kebiasaan kenormalan baru ini masyarakat tetap selalu menjaga protokol kesehatan. Apalagi di saat pemberian bantuan, protokol kesehatan ini harus terus dijaga, baik dengan cara menggunakan masker, cuci tangan maupun menjaga jarak. 

"Kita semua juga berharap dengan menjaga protokol kesehatan‎ ini penularan bisa dicegah. Tujuannya agar pandemi bisa segera berakhir dan masyarakat bisa kembali hidup normal seperti sedia kala," katanya.

0/Post a Comment/Comments

POLRI PRESISI

KIM Cipedes
KIM Cipedes

TOTAL VISITS :

Rumah Subsidi Rasa Komersil di Sumedang Kota, Hanya 33 Ribu Perhari

KIM Cipedes